NovelToon NovelToon
Mendadak Hamil

Mendadak Hamil

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Badboy / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 5
Nama Author: Ceritaku

Bagaimana jadinya ketika sesuatu terjadi tanpa di sengaja, iseng pembawa malapetaka. Akan kah hidup Zoya bahagia setelah ia mendadak hamil hanya karena kesalahan 1 malam?.

Setelah bertanggung jawab, apakah semuanya selesai?? pernikahan yang di lakukan ketika masih sekolah apa akan berjalan lancar??

Ikutin kisah Zoya yuk, baca dari awal hingga ending.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NASI GORENG ZOYA

Sekolah telah usai, Zoya menyusun buku bukunya dengan cepat.

"Mil" panggil Zoya.

Gadis itu melangkah mendekati Mila yang berdiri di ambang pintu.

Nisa menggigit bibirnya menatap iba pada Zoya, Mila tak menoleh, gadis itu kembali melanjutkan langkahnya.

"Gue akan coba ngomong sama dia yah zoy" ucap Nisa berlalu mengejar Mila.

Zoya menghela nafas berat, ia merasa bersalah pada kedua sahabat nya. Zoya tidak bermaksud untuk menutupi dari keluarga nya.

Ten!! ten!!!

"Woy, loe mau balek gak? " panggil Azlan menjulurkan kepalanya dari jendela mobil.

"I-Iya" Zoya berlari menghampiri mobil sport hitam Azlan, kemudian masuk ke dalamnya. Setelah duduk dengan baik Zoya mengulurkan tangannya seperti meminta sesuatu pada Azlan.

"Apa? " tanya Azlan menatap tangan Zoya bingung.

"Salim" ucap Zoya dengan nada kesal menarik tangan kanan Azlan.

Azlan terlihat sedikit gugup, ia belum terbiasa dengan statusnya sekarang.

Mobil hitam itu pun melaju meninggalkan perkarangan sekolah.

Sepasang mata menatap kepergian mobil Azlan dengan sorot mata yang sit di artikan.

Di dalam mobil Azlan maupun Zoya tidak ada yang membuka mulut untuk sekedar berbicara atau menanyakan sesuatu. Suasana terlihat sangat canggung sekarang.

"Loh kemana? " tangan Zoya menatap jalan yang bukan menuju ke rumah Azlan.

Azlan tak menjawab menaikkan kecepatan mobil hingga beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah apartemen.

"Turun" ucap Azlan dingin.

Zoya pun dengan patuh keluar dari mobil, lalu berjalan mengikuti Azlan yang sudah berjalan lebih dulu.

Azlan masuk ke dalam apartemen nya, di ikuti oleh Zoya yang memperhatikan setiap sudut ruangan besar lengkap dengan perabot perabotannya.

"Mulai hari ini kita akan tinggal disini" ucap Azlan dengan nada pelan. Pria itu berjalan menaiki tangga kecil mengarah ke 2 buah kamar.

"Ini kamar loe, dan di sebelah sana kamar gue" ucap Azlan lagi.

Zoya mematung, apa maksud Azlan mereka tidur terpisah? Zoya mana bisa tidur sendiri, gadis itu tak akan bisa memejamkan matanya kecuali ada seseorang yang memeluknya atau berada di sisinya.

"Azlan... " panggil Zoya pelan, nyaris terdengar samar.

"Loe manggil gue? " tanya Azlan ragu.

"Loe ingat kan, gue gak bisa tidur sendiri" cicit Zoya menunduk malu.

Azlan tampak menimbang nimbang, memikirkan apa ia harus tidur sekamar dengan Zoya? atau membiarkan Zoya sendiri saja.

"Baiklah gue bakal temenin loe tidur, hanya tidur saja" putus Azlan membuat Zoya tersenyum tipis.

"Terimakasih" ucap Zoya spontan.

Untuk pertama kali nya Azlan mendengar Zoya mengucapkan kata terimakasih, dan itu tertuju untuk nya.

"Baiklah, gue ke kamar dulu" ucap Azlan langsung bergerak masuk ke kamarnya.

Zoya tersenyum kikuk, ternyata satu rumah bersama musuh bebuyutannya tidak terlalu buruk.

Gadis berambut lurus itu pun melangkah masuk ke kamarnya. Matanya menyapu seluruh isi kamar, matanya menatap koper pink khas milik nya.

"Kok koper gue ada di sini? " gumam Zoya memeriksa koper pink itu untuk memastikan apakah koper itu benar-benar miliknya.

"Ini benar milik gue" batin Zoya menatap seluruh pakaian nya ada di sana.

Tak ambil pusing Zoya memutuskan untuk menyusun seluruh pakaiannya ke lemari besar yang ada di kamar yang sekarang menjadi miliknya.

Di sisi lain Mila tampak membereskan pakaiannya, ia akan menginap di rumah bunda Meika selama neneknya pulang ke kampung.

Ting tong~

Mila menekan beberapa kali bel rumah Azlan hingga bunda Meika membuka pintu.

"Lahhh Mila, kok gak bilang ke sini nya. Kan bunda bisa jemput kamu" ucap Meika kaget, Mila datang tanpa memberitahu nya.

"Gak papa bunda, Mila kan bawa mobil" Jawab Mila.

"Yauda yuk masuk"

Di dalam rumah Mila mengedarkan matanya mencari sosok Azlan, ia kangen pengen main game sama Azlan. Mila terbilang manja kalau di dalam rumah pada Azlan.

"Azlan mana bun? " tanya Mila tak menemukan sosok kakaknya itu.

"Oo Azlan udah pinda sayang" jawab Meika jujur.

"Pindah? kemana bun? kok Mila gak tahu" tanya Mila kaget, biasanya Azlan ngomong kalau ia akan melakukan apapun.

"Dia merasa sudah dewasa, jadi dia meminta tinggal di apartemen sendiri" jawab Meika lagi.

Mila tampak berpikir, tak seperti biasanya Azlan begini. Mila hendak mengajukan pertanyaan lagi, namun di potong Meika dengan menyuruh gadis itu untuk istirahat.

"Sayang, kamu pasti capek kan? istirahat gih, sekalian rapiin pakaian kamu di lemari. " ucap Meika tersenyum lembut.

"Oh iya bun" Mila pun beranjak ke kamar yang memang di sediakan khusus untuk nya.

Mila tampak termenung, sikapnya pada Zoya sebenarnya terlalu berlebihan. Namun Mila merasa Zoya melanggar janji dan juga tidak jujur ke pada geng Zomian.

"Huhhh" lenguh Mila pusing dengan semua ini. Gadis itu pun berbaring di kasur empuk nya yang sudah lama ia tinggal akan. Mila akhir nya terlelap tanpa mengganti baju nya.

Di apartemen Zoya tampak sibuk bermain main dengan peralatan dapur, rasa lapar memaksa Zoya untuk masak. Gadis itu bersyukur mendapati kulkas dan lemari lemari kecil di dapur penuh oleh stok makanan.

"Akhirnya masak juga" gumam Zoya berbinar menatap sepiring nasi goreng dengan toping ayam goreng dan beberapa sayur mayur kesukaan nya.

"Hummmm aroma enak dari mana ini? " Gumam Azlan menghirup dalam dalam nafasnya. Lelaki itu pun keluar dari kamar mengikuti arah arima enak itu berasal.

Zoya yang hendak duduk di meja makan bengong mendapati Azlan yang sudah berdiri tak jauh darinya.

"Loe mau makan? " tawar Zoya basa basi.

Tak ada jawaban, Azlan hanya menatap kearah nasi goreng buatan Zoya yang tampak sangat lezat.

"Gue gak lapar" tolak Azlan gengsi.

"Oh yaudah" sahut Zoya biasa saja, lalu bersiap untuk menyantap nasinya karena ia benar-benar sudah lapar sekarang.

Gluduk~ Azlan meneguk salivanya, ia benar-benar menginginkan nasi goreng itu.

"Loe pengen? " tanya Zoya lagi memastikan, karena Azlan terus saja menatap nasi goreng nya.

"Apa itu loe yang masak? " tanya Azlan konyol, jelas jelas nasi goreng itu Zoya yang masaka, Zoya saja masih memakai celemek nya.

"Tentu saja, apa kita ada Art? " cibir Zoya memutar bola matanya, Azlan benar-benar bodoh.

"Kalau loe mau, gue bagi dua ni" ucap Zoya mengambil piring lain.

"Loe masak cuma sepiring? "

"Tentu saja, gue gak tahu kalau loe juga mau" sahut Zoya datar.

"Seperti nya aku mengidam pengen makan nasi goreng" cicit Azlan.

"Huh, yang hamil gue, yang ngidam loe pula? " ujar Zoya menatap sebal Azlan yang menjadikan alasan yang tak masuk akan untuk meminta nasi goreng nya.

Azlan menekuk wajahnya, ia bener bener menginginkan nasi goreng itu sekarang.

"Loe cek aja di google, ada tuh suami yang ngidam istri nya kagak" celetuk Azlan dengan nada kesal.

Zoya menyipitkan matanya menatap Azlan penuh curiga, namun gadis itu juga pikir, benar apa kata Azlan, Sejak hamil Zoya hanya merasakan beberapa kali mual. Setelahnya Zoya tidak pernah lagi merasakan mual atau pun menginginkan apapun seperti orang hamil pada umumnya.

"Yasudah, nasi goreng ini boleh loe makan" ucap Zoya menyerahkan nasi goreng nya.

"Beneran?? "Tanya Azlan tak percaya, Zoya pun mengangguk.

" Terimakasih, itulah tugas istri, selalu masak untuk suami" celetuk Azlan langsung menyantap nasi goreng yang benar-benar pas di lidah Azlan. Ini adalah nasi goreng kedua terenak di dunia setelah nasi goreng mamanya.

"Loe belum makan berapa hari? " cibir Zoya, Azlan makan seperti kesetanan.

"Namanya juga ngidam" jawab Azlan menggunakan alasan itu untuk menutupi kekagumannya pada masakan Zoya.

...T E R I M A K A S I H...

1
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
Abdilillah Deps
/Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
Qaisaa Nazarudin
Udah lama nikah nyanmasih aja LOE GUE,,Zoya aja manggilnya AKU KAMU..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang pacarnya Airaya utu Anggi..😄😄
Qaisaa Nazarudin
Zoe dan Zoya itu beda tipis,Biasanya nama zoya tapi manggilnya Zoe juga udah biasa, Kenapa gak cari nama lain aja,kalo pengen mengganti kan identitas??
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Siska puas hati aku..Dasar gak sadar diri..Biar miskin harta asal jgn miskin harga diri..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Masih aja laku Febi,model yg udah berumur kek dia..🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepet banget waktunya berlalu,Udah 6 tahun aja..
Qaisaa Nazarudin
Gila nih cewek,Obsesinya kebangetan..😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Apa waktu itu Angga udah turun? Cepat bamget turunnya,
Qaisaa Nazarudin
Dasar markonah..Apa sangkut pautnya dgn suku dayak suku jawa 🤣🤣🤣🤣😂😂
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Dasar cewek gak sadar diri,ngehalu aja ketinggian..Udah di kasih betis minta paha...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Pasti itu Siska,yg ngunci Zoya tuh Siska bukan Intan..
Qaisaa Nazarudin
😂😂 Kok aku deg degan dgn hasilnya masakan Azlan,,🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Pasti Siska kalo bukan Intan..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Febi itu udah keterlaluan banget,Sesibuk apa pun kuta sebagai ortu,Harus ada waktu utk anak2,kerja kita yg ngatur,bukannya kita yg di atur oleh kerja,Sampai gak ada waktu sedikit pun buat keluarga,mana ada yg kek gitu..
Qaisaa Nazarudin
Mana ada sahabat yg membenci sahabatnya lagi dlm kesusahan,Apalagi yg berlaku bukannya di sengaja..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Mila udah rau hubungan Azlan dan Zoya,dan juga ttg Zoya lg hamil.Pasti bunda Meika udah kasih tau Mila..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!