lima tahun pernikahan Alia dan Reyhan belum memiliki anak. Suaminya menyalahkannya dan menceraikannya demi wanita lain. resmi bercerai Alia baru menyadari bahwa dirinya hamil. perjuangan Alia sebagai seorang ibu dan perjuangannya sebagai seorang wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Anita
Selamat Membaca 😊😊
Usia Darren sudah menginjak 10 bulan. Setiap Alia mengajak anaknya ke toko, karyawannya pasti akan berebut menggendongnya. Darren sedang dalam fase lucu lucunya. Bahkan tak jarang pelanggan merasa gemas padanya.
Seperti sekarang, anaknya sedang di kerubuti para karyawannya. Dia sendiri bahkan tidak bisa melihatnya sekarang. Alia tersenyum, senang rasanya banyak yang mencintai anak nya.
Alia sedang memisahkan kertas kertas dan buku buku penjualan yang sudah tidak terpakai. Dia memisahkannya dalam satu kotak dan akan membuangnya.
Lalu Seorang wanita masuk ke toko nya.
"Selamat da....."
Kalimatnya terhenti ketika melihat siapa yang datang.
Anita menghampiri Alia dan tersenyum. Ini adalah kali pertama Alia berhadapan dengan wanita yang telah merebut suaminya.
"Haiii." Sapa Anita. "Kau Alia bukan."
Alia mengepalkan tangan nya menahan marah.
Dasar wanita ****** tidak tahu diri. Beraninya dia muncul dihadapanku.
Alia memaki di dalam hati nya.
"Jangan sok kenal dan sok ramah denganku. Katakan apa tujuanmu kemari."
Anita tersenyum tanpa merasa bersalah. Pelakor emang nggak punya otak kan.
"Aku hanya ingin bertemu denganmu. Dan sedikit mengobrol mungkin."
"Aku tidak ada waktu. Pergilah."
Anita mengedarkan pandangannya, melihat lihat toko Alia.
"Aku dengar toko rotimu cukup terkenal disini."
Anita berbasa basi. Lalu pandangannya tertuju pada Darren.
"Oh lihat, apa itu anakmu?" Anita menatap Darren. "Boleh aku bertemu..." kata katanya terhenti saat Alia menggeser badannya menutupi pandangan Anita dari Darren.
"Kalau kau ingin bicara denganku, kita bicara diluar."
Alia menatap Anita. Tatapannya seolah bilang 'kalo mau duel ayo kita keluar'. Begitulah kira kira 😅
"Baiklah." Anita berbalik dan berjalan keluar toko. Alia mengikutinya dibelakang.
"Cepat katakan apa maumu."
Anita melipat tangannya di depan dada.
"Aku tidak akan basa basi." Anita menatap arogan Alia. "Jauhi Rey."
Alia tertawa mendengar kata kata Anita.
"Pantas nya kata kata itu untuk dirimu sendiri."
Anita tersenyum menanggapi Alia.
"Jujur saja kau masih punya perasaan untuk Rey?"
"Apa urusanmu dengan perasaanku. Dengar ya, aku tidak peduli dengan percintaanmu dan Rey. Jangan pernah mengusikku. Karena untuk kali kedua aku tidak akan tinggal diam kalau kau mengusik keluargaku."
Alia menekankan pada setiap kata katanya.
"Kalau kau masih mempermasalahkan perceraianmu dulu, biar aku jelaskan itu bukan salahku." Anita mulai emosi jiwa. "Suamimu yang datang padaku. Dan dia lebih memilih menikahiku."
Mendengar ucapan Anita membuat emosi Alia naik seketika.
"Rey menikahimu karena dia masuk dalam kebohongan yang kau rencanakan. Dengar ya, hubungan yang di awali kebohongan tidak akan pernah bisa bertahan. Begitupun kepercayaan Rey yang sudah kau sia sia kan. Jadi sebaiknya kau urus dirimu sendiri."
Anita sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Tangannya terangkat melayang menampar pipi Alia.
"Awalnya aku ingin berbicara baik baik padamu. Dengar Alia, disini aku yang akan mendapatkan Rey. Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya kembali."
"Alia." Leo datang turun dari motornya. Dia mendekati Alia yang sedang memegang pipinya.
"Siapa dia?"
"Bukan siapa siapa."
Leo menyentuh pipi Alia yang memerah. Lalu matanya beralih menatap Anita tajam.
"Kau mau mati hah?"
Leo sangat ingin menghajar wanita sialan ini, tapi tangan Alia menahan lengannya dan menggelengkan kepala pelan.
"Sudahlah aku tidak apa apa."
"Kau pacar nya?" Anita menatap Leo sinis.
"Apa aku harus menjawabnya?"
Leo bertanya kepada Alia.
"Lebih baik kau masuk ke dalam Leo."
"Tunggu, jawab dulu pertanyaanku."
Anita memegang lengan Leo. Dengan keras Leo menyentakkan tangan Anita.
"Jangan sembarangan menyentuhku."
"Oke oke." Anita mengangkat tangannya. "Dengar, aku kesini tadinya ingin tahu sejauh mana hubungan Rey dengan Alia. Tapi melihatmu aku sudah mengerti sekarang." Anita tersenyum dan melambaikan tangan. "Aku pulang yaa."
Leo menatap kepergian Anita. Alia duduk di bangku depan. Menghela nafas berat.
"Dia mengganggumu ya?" Leo duduk di samping Alia.
"Tidak usah membahasnya. Dia hanya orang gila yang kebetulan lewat. Ada apa kau kemari?"
"Apa lagi? Tentu saja karena merindukanmu?" Leo menggoda Alia.
"Kau tahu, karena kau sering mengatakannya, itu sudah biasa saja terdengar di telingaku."
Leo tertawa mendengarnya.
"Bagaimana dengan aku mencintaimu?"
"Katakan itu untuk wanita yang beruntung di luar sana."
"Aku mengatakannya untukmu."
"Untukku? Wah aku tersanjung tapi tidak terima kasih."
"Kenapa?"
"Karena kau temanku."
"Aku sudah bilang dari awal aku ingin lebih."
"Lupakan Leo, banyak wanita cantik di luar sana yang mengantre untuk berkencan denganmu."
"Tapi kau jauh lebih cantik. Dan sexy tentunya."
Leo berbisik di telinga Alia dan pergi meninggalkannya.
Pipi Alia bersemu merah mendengar kata kata Leo.
Suit suit bang Leo paling jago dah kalo urusan rayu merayu
😁😁
alia yang masih blm bisa move on sepenuhnya ma leo kembali tergoda akan kehadiran leo 😂 CLBK cinta lama belum kelar