Sebuah peristiwa kelam pernah terjadi dalam kehidupan "Princessa Aurellia Nelson". Konflik yang terjadi pada gadis cantik yang kerap disapa Aurel ini, berawal ketika adanya suatu permasalahan yang terjadi antara keluarga kandung dengan musuh dari Ayahnya. Konflik itu pun berlanjut hingga berdampak pada hilangnya Aurel yang saat itu masih bayi untung saja ada seseorang yang menemukan Aurel dan ternyata ia seorang pemilik panti asuhan yang bernama "Kasih Ibu" sehingga Aurel di rawat dan di besarkan di panti itu.
Enam belas tahun lamanya masa-masa kehidupan Aurel dihabiskan di panti asuhan tersebut, bahkan ia sendiri tak mengetahui siapa dan dimana keberadaan orangtua dan keluarganya saat ini.
Nasib Aurel memang sangat malang, namun tidak lagi sejak dirinya kedatangan dua sosok pria yang mendatangi dirinya di panti asuhan. Sosok pria tua dan muda tersebut mengaku sebagai keluarga kandung Aurel dan memintanya untuk tinggal bersama mereka.
Haruskah Aurel percaya secepat itu? Akankah Aurel akan ikut tinggal bersama merekaㅡdua pria yang baru saja bertemu dengannya? Atau tetap memilih bertahan untuk tinggal di Panti Asuhan "Kasih Ibu" tempat bersejarah yang sudah berperan penting sebagai saksi perjalanan hidup Aurel, sejak si gadis kecil polos penuh keluguan hingga tumbuh menjadi remaja cerdas penuh keingintahuan seperti saat ini?
Bagaimanakah perjalanan kisah hidup Aurel selanjutnya? Akankah nasibnya berubah dari penuh kemalangan menjadi penuh kebahagiaan, atau justru sebaliknya?
Ini tidak hanya tentang abang yang sangat possesive pada adik perempuannya tapi juga terselip kisah cinta Aurel dengan seseorang yang juga sangat mencintainya.
penasaran? yuk kepoin!!
Jangan lupa komen , vote dan likenya ya:)
Note : Kalimat belum rapi Cerita ini murni dari pemikiran saya , apabila ada kesamaan beberapa alur atupun nama tokoh itu hanya ketidaksengajaan A Don't copy my story:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon takim98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
__19__
Pagi ini di rumah sakit terlihat sepasang suami istri dan satu putranya yang membujuk seorang gadis yang dari tadi tidak ingin bicara pada mereka semua.
"Sayang , kamu belum sembuh nanti kalau bener-bener udah sembuh kita langsung pulang"ucap Ceysa yang sedari tadi membujuk Putrinya.
"Aurel beneran gak mau ngomong sama papi? gak sayang sama papi lagi? gak mau peluk papi lagi?"ujar Brata sembari mengelus kepala Putrinya.
Aurel yang masih dalam mode ngambek berusaha menahan tangisannya , sebenarnya ia tak tega seperti ini pada keluarganya tapi apa boleh buat asalkan bisa pulang ia harus melakukan segala cara.
"Abang sampe gak jadi meeting buat nemenin kamu Lo Rel , eh nyampe sini malah di cuekin"ucap Farez yang dari tadi menatap adiknya yang sedang merajuk.
"Ini semua juga demi kamu sayang , mami mau kamu sembuh total dulu baru kita pulang"ucap Ceysa.
runtuh sudah pertanahan Aurel.
"Hiks.. hikss... Aurel bosen disini , Aurel capek disuruh minum obat terus hikss.. hiks..."ucap Aurel dengan tangis yang semakin kencang.
"cup cup jangan nangis sayang , maafin papi ya
tapi ini semua demi kebaikanmu"ucap Brata sembari memeluk Aurel untuk menenangkan nya.
Farez maju untuk mendekati adiknya dan langsung mengambil alih Aurel dari pelukan papinya lalu di dudukannya diatas pangkuannya.
"Udah ya , maafin Abang sama yang lainnya. setiap Aurel nangis disini rasanya sakit banget"ucap Farez yang juga meneteskan air matanya sembari memegang dadanya.
Aurel melihat apa yang di lakukan Abang sulungnya , ia merasa bersalah atas apa yang ia lakukan.
"Abang jangan nangis , maafin Aurel hiks.. hiks..."ucap Aurel dengan tangisnya yang perlahan mulai berhenti.
"Duh , anak mami jadi jelek gini"ucap Ceysa sembari menghapus air mata putrinya.
"Sekarang Aurel janji sama Abang kalo Aurel gak akan nangis lagi"ucap Farez tegas.
"Iya , Aurel janji gak akan nangis lagi"balas Aurel.
"Yaudah , sekarang makan dulu habis itu Minum obat supaya cepat sembuh"ucap Ceysa sembari mengambil nampan makanan dan langsung menyuapi putrinya.
"Abang Altez dan bang Abas mana mi?"tanya Aurel.
"Mereka di sekolah sayang , nanti pulang sekolah langsung kesini kok. Katanya temen-temennya juga pada ikut loh"ucap Ceysa.
"Hm , jadi rame dong mi"ucap Aurel dengan wajah bahagianya.
"Iya sayang , sekarang habisin dulu makanannya habis itu itu istirahat biar lebih fresh kalau mau ketemu sama teman-teman Abang"ucap Ceysa.
"Siap bos"ujar Aurel dengan semangatnya.
...*****...
"Lo kenapa sih bas? kayak gak ada semangat hidup aja"ujar Rian.
"Gua kasian sama Aurel , Udah berapa hari ini tiap pagi dia nangis Mulu minta pulang kerumah tapi karena kondisinya gak memungkinkan jadi belum di bolehin sama ortu gua"ucap Abas.
"Hm , Dedek gemes gua pasti sedih banget"ucap Raka menimpali.
"Gimana kalo nanti kita kerumah sakit jenguk Aurel sekalian gua juga mau main hitung-hitung buat ngehibur dia"ajak Rian.
"Gua mah oke-oke aja , kalau Lo Dan?"tanya Raka
"Hm , oke"balas Ardan singkat.
"Berarti sip ya , pulang sekolah langsung otw ke tempat dedek gemes gua"ucap Raka.
"Oke"balas mereka semua.
...∆∆∆∆...
Abas dkk dalam perjalanan menuju rumah sakit , mereka memilih menggunakan satu mobil saja milik Abas dan kendaraan mereka nanti di jemput orang suruhan Ardhan.
Sesampai rumah sakit Abas dkk langsung menuju ruangan Aurel.
"Siang mami"ucap Mereka serentak.
"akhirnya datang juga , tadi Aurel nungguin kalian semua Lo sampe ketiduran dia nya"ucap Ceysa.
Abas langsung menuju brankar adiknya lalu mencium kening Aurel.
"Baru tidur ya mi?"tanya Abas.
"Nggak kok , mungkin bentar lagi bangun"jawab Ceysa.
"Kita tungguin Aurel sampe bangun aja , kasian tadi udah Nungguin kita"ucap Ardan.
Semua yang ada disana terkejut mendengar kalimat panjang dari mulut Ardhan.
"Anjirr , perdana Lo ngomong lebih dari dua kata Dan"ucap Raka.
"Lu gak kemasukan hantu rumah sakit ini kan Dan?"tanya Rian.
"Gak usah bacot!"Jawab Ardan kembali dingin seperti biasa.
"Yah dingin lagi"ucap Raka mendelikan matanya.
"Udah jangan di ledekin Ardhan nya"ucap Ceysa menengahi perdebatan sahabat dari anaknya itu
Sedangkan Abas hanya geleng-geleng melihat tingkah sahabatnya itu.
"Ugghhhh , mami"panggil Aurel yang baru bangun dari tidurnya.
Ceysa yang merasa di panggil putrinya langsung menghampiri Aurel.
"Iya sayang , ini mami. Mau minum?", tanya Ceysa.
Aurel mengangguk kan kepalanya mengiyakan.
Ceysa memberikan air pada Aurel , langsung saja Aurel meminumnya sampai tandas.
"Kayaknya haus banget , sampe habis gitu airnya."ucap Abas meledek Aurel.
Aurel mendengar suara yang tak asing di pendengarannya langsung melihat ke arah orang tersebut.
"Eh abang , kapan datang bang?"tanya Aurel dengan cengiranya.
"5 menit yang lalu sayang , gimana keadaan kamu hari ini?"Tanya Abas.
"Masih sama kayak kemaren , masih lemes trus kaki Aurel belum bisa diajak jalan"ucapnya Aurel sendu.
"Gapapa , nanti juga bisa. Jangan sedih dong katanya mau cepat sembuh jadi Aurel harus lebih optimis"ucap Abas.
"Iya Abang , Aurel gak sedih kok"ucap Aurel sembari memberikan senyum termanisnya.
"Cantik"ucap Ardhan yang melihat interaksi kakak-adik itu.
Raka yang mendengar penuturan Ardan barusan langsung terkejut.
"Lo bilang apa?"tanya Raka pura-pura tidak mendengar.
"Gak ada"ucap Ardan singkat.
"Helehhhh , barusan lu bilang Aurel cantik"ucap Raka meledek.
Semua yang ada disana langsung mengalihkan pandangan Mereka Ke arah Raka dan Ardan.
Ardhan yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah.
"Lu suka sama Aurel ya?"tanya Rian menimpali.
"Hm"ucap Ardan gugup.
"Anjirr es batu bisa salting juga"ucap Abas sembari menertawakan Ardan.
"Mami , kak Ardan kenapa mukanya jadi merah gitu"ujar Aurel polos.
"Bukan apa-apa sayang , gak usah di bahas ya kasian kak Ardhan nya"ucap Ceysa sembari terkekeh geli melihat tingkah gugup Ardhan.
Ardan tidak tahan dengan situasi seperti ini langsung izin keluar dengan alasan ingin ke kantin.
"Mami , Ardan pergi ke kantin dulu ya"ucapnya sembari meninggalkan ruangan Aurel dengan cepat.
"Hahahaha , gua geli banget liat Ardhan kayak gitu"ucap Abas di sela-sela tawanya.
"Abang jangan ketawain kak Ardhan kayak gitu"ucap Aurel sembari memukul pelan lengan Abas.
"Iya-iya maafin Abang ya"ucap Abas takut jika adiknya marah padanya.
"Gua nyusul Ardhan ke kantin bentar ya"ucap Raka.
"Buruan jangan lama-lama"ucap Rian dan Abas.
Raka langsung menuju kantin untuk menyusul Ardan. sesampai di kantin rumah sakit Raka melihat Ardan sedang duduk dengan minuman di tangannya.
"Ngapain lu keluar?"tanya Raka.
"Gapapa"balasnya singkat.
"Lo kalau suka sama Aurel , perjuangin dia deketin abang-abangnya. Lo tau kan gimana possesive nya semua Abang Aurel? apalagi bang Farez"ucap Raka.
"Gua tau , gua akan bilang sama mereka semua tapi bukan sekarang. Gua tunggu waktu yang pas"ucap Ardan.
"Kapan? tungguin Aurel direbut orang lain dulu?"tanya Raka sengit.
"Gua gak sebodoh itu biarin cewek yang gua suka direbut orang lain"jawab Ardan.
"Ya kalau gitu tembak dong , gua yakin keluarganya setuju ya walaupun bang Farez agak menakutkan dan nanti agak susah lu deketin."ucap Raka.
"Kenapa? bang Farez gak gigit , gua gak takut sama dia"ucap Ardan percaya diri.
"Terserah lu deh , yang penting cepat tembak atau gak gua aja yang nembak?"tanya Raka menjahili Ardan.
"Tembak aja , kalau lu mau cepet-cepet ketemu tuhan"ucap Ardan dengan seringainya.
"Bangsat!! jangan senyum kayak gitu Lo kayak psikopat Dan"ucap Raka
"Dasar penakut"ucap Ardan pedas.
"Udahlah , gua balik ke ruangan Aurel dulu"ucap Raka sembari pergi dari sana.
Setelah Raka pergi , Ardan kembali memikirkan Aurel yang tadi terlihat sangat cantik dimatanya walaupun dalam keadaan sakit kecantikannya tidak memudar.
"Lo harus jadi milik gua Aurel , apapun yang terjadi dan siapapun yang menentang lu tetap harus jadi milik gua!!"batin Ardan dengan seringai nya.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Ardan nakutin ya?tapi dia gak fucek boy kok 😌...
...selamat lebaran buat para readers ku tersayang...
...minal aidin wal faizin ya🤗...