Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 19
Mereka bertiga akhirnya kena omel kak Rudi.
Kamu pun melanjutkan BBQ tadi yang sempat kacau, walaupun kali ini keadaan nya jadi lebih tenang.
Saat-saat seperti inilah yang ku harapkan, Tertawa bersama. BBQ hari ini sangat menyenangkan.
Kamipun bernyanyi, bermain game di bawah api unggun, cuaca yang dingin.
Mori pun duduk di samping ku. " Hari ini asik ya, mungkin kita harus melakukan nya lagi nanti. "
" Iya.. kita harus BBQ lagi. " Ucapku sambil tersenyum melihatnya.
Wajah Mori langsung memerah, entah karna perkataan ku, atau karna hari ini cukup dingin.
" Kamu gak papa.? " Tanyaku.
" Gak papa!! " Jawab mori sambil memalingkan wajahnya.
Malam pun semakin larut, pestapun berakhir. Kita merapikan bekas BBQ tadi dan pulang ke villa.
" Hari ini cukup sampai d sini, besok kita masih ada acara. Jadi ayo cepat tidur. " Ucap ka Rudi, kamipun bersih-bersih dan mandi.
Selesai mandi aku masih cekikikan mengingat kejadian tadi, yang lain sudah pada tidur begitu hening. Akupun pergi ke dapur karna merasa haus. Saat aku sedang minum.
" Hayoo lagi ngapain!!! " Ucap Mori, yang sontak membuat ku terkejut setengah mati!!
Uhukkk.. uhukkk.. uhukkk...
" Kau ini mau buat aku mati terkejut ya. " Ucapku kesal.
Dia tertawa cekikikan sambil memegang perutnya.
" Aduhhh sampai sakit perut aku, kamu ini lagian malam-malam gini ngapain d dapur masa laper lagi si. " Ucapnya meledek.
" Aku tuh haus makanya ke dapur, kamu sendiri ngapain ke dapur bukannya tidur. "
" Sama aku juga. " Jawabnya simple.
Suasana nya pun jadi hening kembali.
" Kamu suka gelang itu.? " Tanya Mori sambil memegang tanganku.
Akupun mengangguk. " Aku menyukai nya. " Jawabku.
" Teruslah pakai gelang itu untukku, anggap saja sebagai kenangan dariku. " Ucap Mori suaranya bergetar, tiba-tiba saja dia memelukku. Pelukannya sangat erat dan hangat.
Aku ingin melepaskan nya tapi entah kenapa tubuhku ini tidak bisa bergerak.
Mori pun melepaskan pelukannya sambil melangkah pergi, dia menoleh kepadaku sambil tersenyum, tapi di balik senyum itu ada kesedihan yang terukir.
Aku yang masih terpaku, dan kaget masih berdiam diri, di dapur apa maksud nya apa dia akan pergi. Semakin di pikir semakin membuat ku pusing.
Akhirnya aku kembali ke kamar, aku terus kepikiran tentang Mori dan bingung dengan perasaan ku, apa aku menyukai nya, perasaanku begitu bimbang. Tapi saat aku di dekatnya rasanya nyaman itu muncul.
Mataku perlahan-lahan mengantuk, akupun tanpa sadar tertidur.
Mentari pagi pun menyapa, satu persatu mereka terbangun dari tidur lelapnya, cuaca hari ini sangat cerah. Cocok buat jalan-jalan maupun snorkling di laut. Apa lagi pantai di dekat villa keluarga Mori, cukup tenang ombaknya.
Sepi, tidak begitu banyak orang di tempat seindah ini, karna itu sudah jadi milik pribadi keluarga Mori.
Mereka tampak ribut bersiap-siap menuju festival, Dina yang teriak-teriak dan lari-lari mengejar Bayu yang dari tadi di jahili oleh Bayu pacarnya, mereka berdua seperti anak kecil, tapi karna ada nya Dina villa ini begitu hangat, seperti ada kehidupan.
Kamipun pergi ke festival jaraknya cukup jauh dari villa. Sesampainya di sana.
" Ya ampun banyak banget ini lautan manusia. " Teriak Dina .kami berdesak-desakkan, ka Rudi bilang kita jangan terpisah tapi ini jalan aja gak bisa.
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat