NovelToon NovelToon
Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Zombie / Sistem
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: miichi

Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.

Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Reruntuhan Prometheus

Perjalanan menuju utara membawa mereka melintasi lanskap yang semakin aneh seiring jarak yang mereka tempuh. Padang rumput yang dulunya subur kini dipenuhi kristal-kristal ungu yang tumbuh dari tanah seperti tumor, memantulkan cahaya matahari dengan kilau yang tidak wajar. Udara terasa semakin berat, seolah dunia sendiri menolak kehadiran mereka semakin dekat ke sumber kekacauan.

"Kita sudah dekat," kata Cassius, memeriksa kompas tua yang ia bawa. "Fasilitas itu seharusnya ada di balik bukit berikutnya."

Elias, yang sejak awal perjalanan semakin gelisah, tiba-tiba menahan kudanya. "Tunggu—dengar itu?"

Mereka semua terdiam, dan dari kejauhan, terdengar suara dengungan rendah, seperti mesin raksasa yang masih menyala meski sudah lama ditinggalkan.

Whitlock mengangkat senapannya waspada. "Itu bukan suara alami."

Mereka melanjutkan perjalanan dengan lebih hati-hati, hingga akhirnya bukit terakhir terlewati, dan pemandangan di hadapan mereka membuat semua orang terdiam.

Fasilitas Prometheus Reclamation bukan lagi sekadar bangunan riset—separuh strukturnya telah runtuh, namun dari reruntuhan itu tumbuh sesuatu yang menyerupai kristal raksasa berwarna ungu-keemasan, menjulang tinggi ke langit seperti gunung buatan yang berdenyut dengan cahayanya sendiri. Di sekelilingnya, tanah retak membentuk pola-pola aneh yang memancarkan uap tipis berwarna kehijauan.

"Ya Tuhan," bisik Elias, suaranya bergetar. "Ini... ini jauh lebih buruk dari yang kubayangkan. Kebocoran itu bukan cuma melepaskan sesuatu—sepertinya masih terus berlangsung, terus menyebar."

Elena menatap struktur kristal raksasa itu, dan untuk pertama kalinya sejak Gudang muncul dalam hidupnya, kotak cahaya di sudut penglihatannya bereaksi dengan cara yang belum pernah ia lihat sebelumnya—berdenyut cepat, hampir panik, seolah mengenali sesuatu dari kejauhan.

> **[Sumber Utama Terdeteksi]**

> **[Resonansi Tinggi: Gudang dan Sumber Ini Berasal dari Inti yang Sama]**

> **[Peringatan: Mendekat Lebih Jauh Dapat Memicu Perubahan Tidak Terduga]**

"Apa artinya itu?" tanya Whitlock, membaca pesan yang ditunjukkan Elena.

"Aku tidak yakin," jawab Elena jujur, "tapi sepertinya Gudang ini benar-benar lahir dari tempat yang sama dengan kekacauan yang sedang kita hadapi."

Cassius, yang sejak tadi mengamati sekeliling dengan waspada, tiba-tiba mendesis, "Kita tidak sendirian di sini."

Dari balik reruntuhan bangunan utama, sosok-sosok mulai bermunculan—bukan makhluk mutan acak, melainkan figur-figur humanoid dengan kulit bercahaya ungu pucat, bergerak dengan presisi yang mengerikan, seragam compang-camping yang masih menyisakan lambang Prometheus Reclamation di dada mereka.

"Subjek Fase Tiga," bisik Elias ngeri. "Mereka masih di sini—menjaga sumbernya sendiri."

Salah satu dari sosok itu—tampak sedikit berbeda dari yang lain, dengan sisa-sisa jas laboratorium yang compang-camping dan wajah yang meski berubah, masih menyisakan bentuk manusia yang bisa dikenali—melangkah maju, matanya yang bercahaya ungu menatap langsung ke arah Elena, seolah tertarik oleh sesuatu.

"Kau," suara itu keluar dari mulutnya, serak dan bergema aneh, seperti dua suara berbicara bersamaan. "Kau membawa fragmen kami. Fragmen yang hilang."

Elena mundur selangkah, tangan mendekap kotak cahaya yang kini berdenyut liar di sudut penglihatannya. "Fragmen apa yang kau maksud?"

Sosok itu—yang sepertinya dulunya adalah salah satu ilmuwan fasilitas ini—mengangkat tangannya, dan cahaya ungu yang sama seperti yang mengelilingi Gudang Elena berkelebat di antara jarinya.

"Sistem kami terpecah saat inti mengalami kegagalan," katanya, suaranya semakin jelas seiring bicara, seolah kesadaran manusia di baliknya berjuang untuk kembali. "Fragmen-fragmennya tersebar, mencari jiwa yang layak untuk menampungnya. Kau salah satu dari yang terpilih, Nyonya... Cross, bukan? Aku ingat namamu dari laporan pengintai kami."

"Bagaimana kau tahu namaku?" desak Elena, waspada.

"Karena kami telah mengawasimu sejak fragmen itu memilihmu," jawab sosok itu. "Dan kami di sini bukan untuk menghancurkanmu, Nyonya Cross. Kami di sini untuk mengajakmu pulang—ke tempat semua fragmen seharusnya bersatu kembali."

---

1
Dorinaanakjunny Dorinaanakjunny
bodoh buat apa bilang ada kekuatan
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!