Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Raja Basilio berbuat tidak senonoh 2
Di saat semua orang terdiam, antara percaya atau tidak mengenai perkataan Elnama yang mengatakan jika dia di lecehkan oleh Raja Basilio.
“Wahh~ Sungguh berita yang menarik, tapi.. Aku tidak yakin jika Raja Basilio akan melakukan hal serendah ini~” Ujar Raja Thorne mulai membuka suara dengan nada sinis dan menyebalkan, membuat semua tamu yang ada di sana terdiam mendengarkan perkataannya.
“Lagipula.. Istrinya masih muda, tidak mungkin Raja Basilio melirik wanita lain yang lebih tua.” Lanjut sang Raja Thorne tersenyum miring, entah dia membela atau sedang menghina status pernikahan Raja Basilio.
Tapi Pangeran Aldert dan Ebert masih berdiam, mereka tidak percaya jika pria itu adalah ayah mereka. Buktinya pria itu pendek, tidak seperti ayah mereka yang tinggi.
“Tidak, saya tidak salah.. Memang Yang Mulia Raja Basilio yang telah melecehkan dan mencoba menyentuh saya.. Mungkin.. Istrinya tidak bisa memuaskannya di ranjang, sehingga dia melirik ke arah wanita lain.”
“Jangan berbicara sembarangan !! Nona Elnama, jika sampai perkataanmu ini tidak bisa di pertanggungjawabkan, maka kau akan mendapat hukuman berat !!” Ujar Raja Gala dengan kesal, saat Elnama
“Tidak Yang Mulia.. Saya tidak mungkin salah, saya melihat wajah sosok yang melecehkan saya.. Saya mohon, bantu saya..” Ujar Elnama lagi dengan wajah memelas dan memohon.
Raja Gala menatapnya dengan penuh curiga, tapi tidak lama dari arah luar ruangan, beberapa orang di sana menyingkir perlahan seakan sedang memberikan sebuah jalan bagi seseorang.
“Ada apa ini ??”
Raja Gala menoleh dan tertegun sejenak menatap dua sosok yang berada di depan pintu, mereka adalah Raja Basilio dan Ratu Becca memberikan tatapan bingung di sana.
Elnama langsung membeku di tempat, juga dengan pelayan yang di bayar, mereka tidak menyangka jika Raja Basilio berdiri di sana, dengan pakaian yang rapi, juga ada sang istri yang berdiri mendampinginya.
Ratu Becca kembali membuka suaranya, “Aku mendengar seseorang mengatakan jika suamiku melakukan hal buruk, bagaimana bisa ?? Sedari tadi, suamiku bersama denganku.” Ujar Becca dengan menaikkan alisnya bingung, melirik ke arah Elnama yang membeku di tempat.
Lelaki yang tadi terjatuh, akhirnya bangkit dari posisinya, dan menunjukkan wajah aslinya. Elnama terkejut bukan main melihat wajah sosok yang sempat dia tiduri. Lelaki itu adalah, Deon.
Semua tamu membelalakkan mata mereka, begitu pula Elnama di sana. Deon adalah kakak tiri dari Elnama, anak dari istri sah Jenderal Morfon. Deon tersenyum miring melirik ke arah Elnama.
Raja Basilio menyeringai licik di sana, dia tahu alasan jelas mengapa melibatkan Deon dalam rencananya.
Flashback..
Saat di kamar mandi, Raja Basilio akhirnya menceritakan semuanya pada istrinya.
“Jadi.. Seseorang menaruh obat di minumanmu ??” Ujar Ratu Becca menutup mulutnya terkejut, dia tidak menyangka ada orang yang berani bermain-main dengan suaminya.
“Aku menebak jika itu adalah Elnama.. Tapi tidak apa, kita ikuti saja rencananya.” Ujar Raja Basilio menyeringai dengan licik, membuat Ratu Becca menganggukkan kepalanya.
“Baiklah, aku ikuti rencanamu.” Ujar Ratu Becca dengan senyuman tipis.
Rencana mereka berjalan lancar, terlebih saat Raja Basilio sengaja berjalan dengan lemah di bantu oleh Ratu Becca, ke sebuah ruangan istirahat. Lalu masalah puding yang di minta oleh Raja Basilio, sebenarnya adalah kode bagi Ratu Becca untuk meninggalkannya di ruangan istirahat sendirian.
Dan di saat Ratu Becca menutup pintu ruangan, barulah Raja Basilio memanggil lelaki bernama Deon itu untuk menggantikannya.
“Apa kau yakin ?? Ingin melakukan tindakan ini ??” Tanya Raja Basilio, Deon menganggukkan kepalanya.
“Ini sebagai balas dendamku, setidaknya dengan begini namanya akan hancur karena tidur dengan kakak tirinya sendiri.” Ujar Deon tersenyum miring.
Lalu Raja Basilio menggunakan kekuatannya untuk menjadi tembus pandang, sementara Deon berbaring di atas kasur. Sesuai dugaan, Elnama kemudian masuk ke dalam ruangan, dan di saat itulah Raja Basilio perlahan keluar dari ruangan istirahat, dan membiarkan Elnama menjalankan rencananya.
Flashback off
“Yang Mulia, minuman saya di berikan obat perangsang yang ada pada Elnama. Sementara pelayan itu juga, yang telah memanipulasi keadaan.” Ujar Deon menunjuk ke arah Elnama dan pelayan perempuan itu.
Sang pelayan langsung menggelengkan kepalanya, “Bukan Yang Mulia.. Saya tidak tahu apapun. Saya hanya di berikan perintah oleh Nona Elnama !!” Pelayan itu langsung menunjuk Elnama.
“Apa maksudmu ?! Kau mau menyalahkanku !! Dan beraninya tangan kotormu itu menunjuk ke arahku !!” Ujar Elnama langsung menaikkan nada suaranya dengan emosi.
“Sudah cukup !!” Raja Gala akhirnya membuka suara, dia kemudian menoleh ke arah Elnama dengan tatapan emosi.
“Nona Elnama, tadi saya mendengar jika anda terus menuduh dan memfitnah Raja Basilio sebagai sosok yang melecehkan anda !! Bisakah anda mempertanggung jawabkan perkataan anda ?!” Ujar Raja Gala dengan sopan tapi penuh ketegasan di dalam sana.
“Itu.. Saya.. Saya tidak salah.. Memang tadi saya melihat Yang Mulia Raja Basilio di kamar ini !!!”
“Bagaimana kau tahu, aku sempat masuk ke kamar ini ??” Tanya Raja Basilio menaikkan alisnya bingung, membuat Elnama gelagapan.
“Aku memang tadi sempat kepikiran untuk beristirahat disini, tapi kemudian aku menyusul istriku pergi keluar.” Lanjut Raja Basilio memasang wajah datar dan dingin, tapi ada kilas tatapan bingung di sana.
“Atau... Nona Elnama yang mengikuti ayah, lalu berusaha menjebaknya, dan menuduhnya telah melecehkannya ??” Ujar Pangeran Aldert yang sedari tadi terdiam diri di sana.
“Tidak.. Tidak.. Saya.. Saya tidak bermaksud..” Elnama mulai kehabisan kalimatnya, bagaimanapun dirinya tidak bisa berkutik lagi untuk saat ini.
Elnama mengumpat kesal dan panik secara bersamaan di dalam batinnya. Padahal dirinya sudah merancang rencana yang sempurna di hari ini, terlebih semalam dia mendapatkan surat dari Valia, putri Jenderal Orson itu, untuk bisa merebut Raja Basilio dari Ratu Becca.
Dan kini semua rencananya gagal total. Bahkan dirinya terkena skandal besar, yang di saksikan oleh banyak orang, jika dirinya tidur dengan kakak tirinya sendiri, di sebuah pesta.
“Nona Elnama.. Mengingat kau telah merendahkan namaku, dengan menuduhku. Maka disini, aku hanya akan memberikan hukuman kecil, yaitu cambukan 50 kali, atas penghinaan namaku.” Ujar Raja Basilio dengan nada tegas dan dingin, membuat Elnama yang tadi berdiam di atas kasur, langsung menjatuhkan diri di bawah.
“Yang Mulia.. Tolong ampuni saya.. Saya benar-benar tidak tahu.. Ini semua.. Ini semua salah dia !! Dialah yang merencanakan semua ini !!” Elnama langsung menunjuk ke arah Deon, tapi lelaki itu hanya tersenyum miring melihat adik tirinya memohon dengan rasa takut yang begitu besar.
Deon lalu berjalan mendekati Raja Basilio, “Yang Mulia, mohon maafkan adik tiri saya, yang berusaha menjebak anda. Beruntung, saya segera datang ke kamar ini, dan membuat rencananya hancur.” Ujar Deon dengan sopan, menundukkan tubuhnya, membuat semua tamu menutup mulut mereka.
Pangeran Aldert dan Pangeran Ebert tersenyum miring, melihat wajah ketakutan dari Elnama. Juga Raja Thorne dan Pangeran Lucifer di sana.
Dasar bodoh !! Di wilayah Kerajaan, berusaha menjebak dengan tipuan konyol seperti ini ??! Batin Raja Thorne terkekeh licik di sana, juga putranya yang memberikan tatapan jijik ke arah Elnama.
❤️👑❤️👑❤️👑❤️👑
Akhirnya terungkap juga, kejahatan si Elnama ini.. Pantas ya, banyak pangeran mahkota ogah sama dia, jadi orang menjijikan gitu 🙄🙄 mana mencoba jebak Raja Basilio lagi 🤣🤣😂
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄