NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:73.6k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Tertangkap

"Kamu repot-repot sekali Zena membawa kue untuk Bunda," ucap Amelia begitu bahagia baru saja menerima kue yang dibawakan menantunya yang mampir ke rumahnya.

"Zena tadi tidak sengaja melewati toko kue kesukaan Bunda, Zena mengingat bahwa ada satu macam kue yang sangat Bunda sukai, jadi Zena ingin membelinya," ucapnya.

"Kamu ini benar-benar sangat baik, sudah menikah tetapi masih tetap mengingat Bunda," ucap Amelia.

"Hmmmm, bagaimana dengan Samudra dia benar-benar tugas kembali di luar negeri?" tanya Amelia.

"Iya Bunda," jawab Zena.

Jika suaminya pergi membawa koper dan artinya memang ada tugas. Zena jika tidak memastikan apakah di luar kota atau negeri, karena baginya sama saja bertanya.

"Padahal kalian baru menikah dan seharusnya menghabiskan momen bersama, Bunda dan Ayah juga sudah menyiapkan tiket bulan madu untuk kalian. Bunda akan tegas kepada Samudra untuk memberikan waktunya kepada kamu," ucap Amelia.

"Jangan Bunda!" Zena mencegah Ibu mertuanya itu.

"Kak Samudra pasti sibuk dengan tugasnya dan lagi pula memang ini sudah menjadi tugas beliau dari negara. Zena dan kita semua sudah mengetahui seperti apa beliau dalam pekerjaannya, jadi sebaiknya menerima daripada menuntut untuk adanya waktu lebih banyak lagi," ucap Zena.

"Bunda tahu itu, tetapi kalian berdua baru menikah dan seharusnya Samudra paling tidak harus libur lebih lama lagi, apa salahnya setelah menyelesaikan tugas selama 6 bulan dan libur selama 1 bulan dan bukan beberapa hari. Bagaimanapun kamu juga harus mendapat perhatian dari suami kamu," ucap Amelia.

"Nanti juga pasti ada waktunya," sahut Zena.

"Ya sudahlah, Bunda berharap apa yang kamu katakan benar, semoga ada waktunya," ucap Amelia.

*******

Zena saat ini bersama dengan Anggi mendatangi salah satu Restoran.

"Di sana Zena!" ucap Anggi menunjuk salah satu tempat yang sebelumnya sudah dia pesan.

Zena menganggukkan kepala dengan mereka berdua yang berjalan menuju meja tersebut.

"Kita sebaiknya pesan minum terlebih dahulu, nanti jika beliau sudah datang jadi tidak memesan minuman lagi," ucap Anggi.

"Baiklah," sahut Zena.

Anggi memanggil pelayan dan tidak lama pelayan tersebut menghampiri meja mereka. Anggi terlihat memesan tiga jenis minuman untuk mereka berdua dan mungkin ada seseorang yang sedang mereka tunggu, setelah memesan minuman tersebut kemudian pelayan itu meninggalkan meja mereka.

"Anggi ini!" Zena tiba-tiba saja memberikan amplop untuk Anggi yang cukup tebal.

"Apa ini? bukankah kemarin kamu sudah transfer gaji beserta bonus yang kamu katakan?" tanya Anggi.

"Ini khusus untuk kamu, karena sudah memantaunya dengan baik," ucap Zena.

"Zena kamu tidak perlu melakukan ini, aku adalah orang yang satu-satunya yang kamu miliki dan percayai di dunia ini dan jika bukan aku yang melakukannya lalu siapa lagi, lagi pula aku hanya perantara, dan tidak ada perlu uang-uang khusus seperti ini dan sebaiknya uang ini kamu tabung untuk masa depan kamu yang lebih panjang," ucap Anggi.

"Justru kamu adalah satu-satunya sahabatku dan orang yang paling tahu bagaimana aku dan aku hanya bisa mengandalkan kamu, aku mengucapkan terima kasih kepada kamu karena sampai saat ini kamu masih tetap membantuku, jadi jangan menolak pemberianku," ucap Zena.

"Baiklah aku akan terima uang ini, tetapi hanya sedikit saja dan sebagiannya aku akan kirim kepada bu Surti, dia juga membutuhkannya," ucap Anggi.

"Uang itu sudah menjadi milik kamu, jadi jika ingin kamu gunakan untuk hal lain maka itu menjadi hak kamu," ucap Zena dengan tersenyum.

"Hmmmm, bagaimana keadaannya?" tanya Zena.

"Sangat baik, minggu kemarin aku baru saja mengunjungi mereka, dia akan memulai memasuki sekolah, kosakata bahasanya benar-benar sangat banyak," ucap Anggi tampak begitu excited menceritakan kepada Zena.

"Alhamdulillah....." sahut Zena dengan matanya terlihat berkaca-kaca.

Anggi menggenggam tangan sahabatnya itu.

"Zena jangan pernah merasa bersalah atas apapun, kamu selama ini wanita yang kuat dan bertanggung jawab, ingat kamu tidak membuangnya, kamu menempatkannya di tempat yang sangat baik," ucap Anggi.

Zena mengangguk-anggukan kepala, minuman mereka akhirnya datang membuat keduanya mengalihkan pembicaraan yang terasa haru.

Tetapi tiba-tiba saja mata Anggi melihat ke arah pintu Restoran dan bukan karena klien mereka datang tetapi justru Samudra yang datang bersama dengan Ariana, keduanya berjalan sembari berbicara.

"Sungguh sangat memalukan," ucap Anggi geleng-geleng kepala membuat Zena menoleh ke belakang dengan pernyataan dari sahabatnya itu yang membuatnya bingung.

"Zena kamu hanya diam saja melihatnya seperti itu dengan wanita lain? Kamu tidak berniat untuk mendatangi mereka, wanita itu selebritis dan seharusnya punya rasa malu jika dilihat oleh orang banyak," ucap Anggi.

"Sudahlah Anggi, biarkan saja dan lagi pula tidak ada gunanya, kita saja yang merasa bahwa mereka punya rasa malu dan sementara mereka berdua tidak merasa memiliki rasa malu," ucap Zena.

"Lihat saja laki-laki itu dipastikan akan menyesal, telah memperlakukan kamu seperti ini," ucap Anggi dengan kesal.

"Maaf saya terlambat?" di tengah kekesalan Anggi ternyata orang yang mereka tunggu sudah tiba dan tak lain adalah Mahendra.

"Ya ampun, maaf sampai tidak menyadari kedatangan kamu, soalnya ada hal yang membuat saya dan sahabat saya benar-benar kesal .... Ayo duduk!" Anggi mempersilahkan Mahendra untuk duduk.

"Benarkah," sahut Mahendra.

"Kita abaikan saja permasalahan yang kami hadapi dan sekarang kita langsung saja membicarakan permasalahan diantara kita bertiga," sahut Anggi mama Mahendra menganggukkan kepala.

Akhirnya Mereka terlihat berdiskusi dengan sangat serius dan ternyata Samudra yang bersama dengan Ariana menyadari keberadaan Zena, mungkinkah sebenarnya Samudra sudah mengetahui sejak awal dan sengaja sedikit lebih mendekat lagi kepada Ariana ingin membuat Zena panas.

Tetapi sayang sekali Zena justru tidak peduli, dia justru lebih baik-baik saja dan justru sahabatnya yang terlihat kesal.

Samudra ingin membuat Zena panas dan ternyata justru kebalikannya Samudra yang seperti cacing kepanasan tidak tenang dan Zena bersama sahabatnya tetap melanjutkan meeting bersama.

*****

Samudra dan Ariana terlebih dahulu menyelesaikan makan mereka di restoran tersebut, mereka sama-sama keluar dari restoran itu dan sama sekali tidak dilihat oleh Zena dan mungkin saja Zena menyadari hanya saja tidak peduli.

"Samudra terima kasih sudah mengajakku makan siang," ucap Ariana ketika keduanya tampak berjalan menuju parkiran dengan Samudra yang membuka pintu mobil untuk Ariana.

Pemandangan seperti itu sudah jelas terlihat dari dalam dan Zena mungkin curi-curi pandang sedikit melihat kedekatan suaminya dengan wanita lain.

"Sama-sama," sahut Samudra.

"Samudra!" di tengah pembicaraan kedua orang tersebut tiba-tiba seseorang memanggil membuat Samudra menoleh ke arah orang tersebut yang tak lain adalah Amelia.

Amelia mengerutkan dahi melihat bagaimana kedua orang tersebut tampak dekat.

"Mama," ucap Samudra.

"Kamu berada di Jakarta?" tanya Amelia yang memang mengetahui bahwa putranya itu sedang ada tugas.

"Apa-apaan ini?"

"Kamu masih bertemu dengannya?" Amelia terlihat begitu marah dan tak tatapan matanya yang begitu tajam tertuju kepada Ariana.

"Kamu mau ngapain, ingin masuk ke mobil anak saya? apa kamu tidak punya kendaraan?" Amelia langsung marah kepada Ariana yang hampir saja memasuki mobil tersebut.

"Ma!"

"Samudra Ada apa ini sebenarnya? jangan bilang jika kamu sudah menikah dengan Zena dan masih tetap menjalin hubungan dengan dia?" tanya Amelia penuh penekanan.

Bersambung....

1
Si Memeh
bagus cerita nya thor ❤ tp sedih banget 😭😭😭
LIANI LA BUNGA YANI
mampir thor🥹
Tamirah
Dengan meninggalnya Khaira wanita ular itu sdh bisa membalas dendam ada rasa puas Zena dan Samudra menderita, apakah wanita ular itu masih hidup...?
Uthie
Yaaa... koq udahan nya gtu thor 😭😭😭

semoga masih terus bisa menyimak untuk next kebahagiaan nya Zena 🙏🙏😢
Herman Lim
kau kira bakalan pulang dgn selamat dan bisa bahagia dgn anak yg baru 😔😔
Tamirah
Memang selalu ada wanita luar didalam sebuah novel, karena kehadiran wanita ular atau Mak Lampir menjadi bumbu dalam alur cerita, tanpa mereka cerita akan monoton hambar bak sayur kurang garam dan bikin emosi si pembaca.
Marini Suhendar
Ya allah...Aku g bisa bayangin klo d posisi zena...
Semoga d season W samudea masih hidup
Ariany Sudjana
waduh, kok gini terakhirnya? samudra hilang dan tidak bisa ditemukan /Sob/,
Cica Aretha
ya Alloh kasian zena thor..d tinggal sama or terkasih nya..😭😭
Ariany Sudjana
semoga samudra dan anak buahnya bisa mengatasi gangguan dalam tugasnya, tetap fokus yah samudra
Tamirah
Ini yg ditunggu tunggu para readers memohon menghiba dan merangkak untuk sebuah kata maafkan, keren Thor alur cerita nya 👍👍👍
Tamirah
Thor betapa serunya bila Samudra menyadari bahwa dialah yg memperkosa Zena dan Zena tetap pada keputusan nya bila sdh bertemu dgn laki laki yg memperkosanya dia tetap minta cerai walau pun yg memperkosa nya adalah suaminya sendiri.
Tamirah
Seharusnya nya Samudra pun mencari bukti digudang tua itu biar sadar siapa yg diperkosa waktu itu kan bisa mencari bukti entah itu sesuatu benda yg terlepas dari tubuh Zena biar sama sama punya bukti.
Uthie
Wahhh.. itu aga serem kalau perang
Tamirah
Kalau Samudera sdh sadar dan ingat bahwa ialah yg memperkosa istrinya sendiri sblm menikah terbalik lah untuk balas dendam karena sdh menghina dan selingkuh.Buat Samudra untuk merangkak dan berlutut meminta maaf itupun kamu hrs bersikap cuek biar tahu rasanya nya dihina dan diselingkuhi.
Tamirah
Masak Thor pernikahan selama bbrp bln belummm ada kesempatan untuk menjelaskan kejadian yg sebenarnya nya, percaya tdk percaya paling tdk Zena ada kesempatan untuk mengatakan,dasar emang dibuat begitu ceritanya biar readers penasaran.
Tamirah
, wajar lah seorang suami marah ketika sebelum malam pertama dilakukan Zena buka kartu bahwa sdh tida perawan, Samudra kecewa perempuan yg alim gak bisa menjaga kehormatannya.dia tidak mendengar penjelasan dari zena,yg ada hanya rasa emosi.
Tamirah
Kenapaa Zena merasa keberatan untuk menikah tentu masa lalu kertika masih putih abu abu malam' itu perawan nya sdh diambil paksa namun gak tahu siapa yg menggagahinya... tentu menyakitkan bagi gadis yg berhijab dan bercadar,musibah yg dialami benar benar membuat trauma.
Tamirah
Terus Thor masih menyimak krn ceritanya blm jelas.
Uthie
semoga nanti pas kembali kalian dah saling isi yaa 😁👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!