NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Tertangkap

"Kamu repot-repot sekali Zena membawa kue untuk Bunda," ucap Amelia begitu bahagia baru saja menerima kue yang dibawakan menantunya yang mampir ke rumahnya.

"Zena tadi tidak sengaja melewati toko kue kesukaan Bunda, Zena mengingat bahwa ada satu macam kue yang sangat Bunda sukai, jadi Zena ingin membelinya," ucapnya.

"Kamu ini benar-benar sangat baik, sudah menikah tetapi masih tetap mengingat Bunda," ucap Amelia.

"Hmmmm, bagaimana dengan Samudra dia benar-benar tugas kembali di luar negeri?" tanya Amelia.

"Iya Bunda," jawab Zena.

Jika suaminya pergi membawa koper dan artinya memang ada tugas. Zena jika tidak memastikan apakah di luar kota atau negeri, karena baginya sama saja bertanya.

"Padahal kalian baru menikah dan seharusnya menghabiskan momen bersama, Bunda dan Ayah juga sudah menyiapkan tiket bulan madu untuk kalian. Bunda akan tegas kepada Samudra untuk memberikan waktunya kepada kamu," ucap Amelia.

"Jangan Bunda!" Zena mencegah Ibu mertuanya itu.

"Kak Samudra pasti sibuk dengan tugasnya dan lagi pula memang ini sudah menjadi tugas beliau dari negara. Zena dan kita semua sudah mengetahui seperti apa beliau dalam pekerjaannya, jadi sebaiknya menerima daripada menuntut untuk adanya waktu lebih banyak lagi," ucap Zena.

"Bunda tahu itu, tetapi kalian berdua baru menikah dan seharusnya Samudra paling tidak harus libur lebih lama lagi, apa salahnya setelah menyelesaikan tugas selama 6 bulan dan libur selama 1 bulan dan bukan beberapa hari. Bagaimanapun kamu juga harus mendapat perhatian dari suami kamu," ucap Amelia.

"Nanti juga pasti ada waktunya," sahut Zena.

"Ya sudahlah, Bunda berharap apa yang kamu katakan benar, semoga ada waktunya," ucap Amelia.

*******

Zena saat ini bersama dengan Anggi mendatangi salah satu Restoran.

"Di sana Zena!" ucap Anggi menunjuk salah satu tempat yang sebelumnya sudah dia pesan.

Zena menganggukkan kepala dengan mereka berdua yang berjalan menuju meja tersebut.

"Kita sebaiknya pesan minum terlebih dahulu, nanti jika beliau sudah datang jadi tidak memesan minuman lagi," ucap Anggi.

"Baiklah," sahut Zena.

Anggi memanggil pelayan dan tidak lama pelayan tersebut menghampiri meja mereka. Anggi terlihat memesan tiga jenis minuman untuk mereka berdua dan mungkin ada seseorang yang sedang mereka tunggu, setelah memesan minuman tersebut kemudian pelayan itu meninggalkan meja mereka.

"Anggi ini!" Zena tiba-tiba saja memberikan amplop untuk Anggi yang cukup tebal.

"Apa ini? bukankah kemarin kamu sudah transfer gaji beserta bonus yang kamu katakan?" tanya Anggi.

"Ini khusus untuk kamu, karena sudah memantaunya dengan baik," ucap Zena.

"Zena kamu tidak perlu melakukan ini, aku adalah orang yang satu-satunya yang kamu miliki dan percayai di dunia ini dan jika bukan aku yang melakukannya lalu siapa lagi, lagi pula aku hanya perantara, dan tidak ada perlu uang-uang khusus seperti ini dan sebaiknya uang ini kamu tabung untuk masa depan kamu yang lebih panjang," ucap Anggi.

"Justru kamu adalah satu-satunya sahabatku dan orang yang paling tahu bagaimana aku dan aku hanya bisa mengandalkan kamu, aku mengucapkan terima kasih kepada kamu karena sampai saat ini kamu masih tetap membantuku, jadi jangan menolak pemberianku," ucap Zena.

"Baiklah aku akan terima uang ini, tetapi hanya sedikit saja dan sebagiannya aku akan kirim kepada bu Surti, dia juga membutuhkannya," ucap Anggi.

"Uang itu sudah menjadi milik kamu, jadi jika ingin kamu gunakan untuk hal lain maka itu menjadi hak kamu," ucap Zena dengan tersenyum.

"Hmmmm, bagaimana keadaannya?" tanya Zena.

"Sangat baik, minggu kemarin aku baru saja mengunjungi mereka, dia akan memulai memasuki sekolah, kosakata bahasanya benar-benar sangat banyak," ucap Anggi tampak begitu excited menceritakan kepada Zena.

"Alhamdulillah....." sahut Zena dengan matanya terlihat berkaca-kaca.

Anggi menggenggam tangan sahabatnya itu.

"Zena jangan pernah merasa bersalah atas apapun, kamu selama ini wanita yang kuat dan bertanggung jawab, ingat kamu tidak membuangnya, kamu menempatkannya di tempat yang sangat baik," ucap Anggi.

Zena mengangguk-anggukan kepala, minuman mereka akhirnya datang membuat keduanya mengalihkan pembicaraan yang terasa haru.

Tetapi tiba-tiba saja mata Anggi melihat ke arah pintu Restoran dan bukan karena klien mereka datang tetapi justru Samudra yang datang bersama dengan Ariana, keduanya berjalan sembari berbicara.

"Sungguh sangat memalukan," ucap Anggi geleng-geleng kepala membuat Zena menoleh ke belakang dengan pernyataan dari sahabatnya itu yang membuatnya bingung.

"Zena kamu hanya diam saja melihatnya seperti itu dengan wanita lain? Kamu tidak berniat untuk mendatangi mereka, wanita itu selebritis dan seharusnya punya rasa malu jika dilihat oleh orang banyak," ucap Anggi.

"Sudahlah Anggi, biarkan saja dan lagi pula tidak ada gunanya, kita saja yang merasa bahwa mereka punya rasa malu dan sementara mereka berdua tidak merasa memiliki rasa malu," ucap Zena.

"Lihat saja laki-laki itu dipastikan akan menyesal, telah memperlakukan kamu seperti ini," ucap Anggi dengan kesal.

"Maaf saya terlambat?" di tengah kekesalan Anggi ternyata orang yang mereka tunggu sudah tiba dan tak lain adalah Mahendra.

"Ya ampun, maaf sampai tidak menyadari kedatangan kamu, soalnya ada hal yang membuat saya dan sahabat saya benar-benar kesal .... Ayo duduk!" Anggi mempersilahkan Mahendra untuk duduk.

"Benarkah," sahut Mahendra.

"Kita abaikan saja permasalahan yang kami hadapi dan sekarang kita langsung saja membicarakan permasalahan diantara kita bertiga," sahut Anggi mama Mahendra menganggukkan kepala.

Akhirnya Mereka terlihat berdiskusi dengan sangat serius dan ternyata Samudra yang bersama dengan Ariana menyadari keberadaan Zena, mungkinkah sebenarnya Samudra sudah mengetahui sejak awal dan sengaja sedikit lebih mendekat lagi kepada Ariana ingin membuat Zena panas.

Tetapi sayang sekali Zena justru tidak peduli, dia justru lebih baik-baik saja dan justru sahabatnya yang terlihat kesal.

Samudra ingin membuat Zena panas dan ternyata justru kebalikannya Samudra yang seperti cacing kepanasan tidak tenang dan Zena bersama sahabatnya tetap melanjutkan meeting bersama.

*****

Samudra dan Ariana terlebih dahulu menyelesaikan makan mereka di restoran tersebut, mereka sama-sama keluar dari restoran itu dan sama sekali tidak dilihat oleh Zena dan mungkin saja Zena menyadari hanya saja tidak peduli.

"Samudra terima kasih sudah mengajakku makan siang," ucap Ariana ketika keduanya tampak berjalan menuju parkiran dengan Samudra yang membuka pintu mobil untuk Ariana.

Pemandangan seperti itu sudah jelas terlihat dari dalam dan Zena mungkin curi-curi pandang sedikit melihat kedekatan suaminya dengan wanita lain.

"Sama-sama," sahut Samudra.

"Samudra!" di tengah pembicaraan kedua orang tersebut tiba-tiba seseorang memanggil membuat Samudra menoleh ke arah orang tersebut yang tak lain adalah Amelia.

Amelia mengerutkan dahi melihat bagaimana kedua orang tersebut tampak dekat.

"Mama," ucap Samudra.

"Kamu berada di Jakarta?" tanya Amelia yang memang mengetahui bahwa putranya itu sedang ada tugas.

"Apa-apaan ini?"

"Kamu masih bertemu dengannya?" Amelia terlihat begitu marah dan tak tatapan matanya yang begitu tajam tertuju kepada Ariana.

"Kamu mau ngapain, ingin masuk ke mobil anak saya? apa kamu tidak punya kendaraan?" Amelia langsung marah kepada Ariana yang hampir saja memasuki mobil tersebut.

"Ma!"

"Samudra Ada apa ini sebenarnya? jangan bilang jika kamu sudah menikah dengan Zena dan masih tetap menjalin hubungan dengan dia?" tanya Amelia penuh penekanan.

Bersambung....

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!