NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Romansa
Popularitas:137.5k
Nilai: 5
Nama Author: Almeta Lavina Aurelia

Tisana dikenal sebagai seorang gadis yang baik dan ramah tapi ada suatu kejadian yang membuat Tisana sebagai gadis yang dingin, semenjak Tisana berubah menjadi seorang gadis yang dingin dia menjadi dingin sama orang tuanya dan semenjak itu dia tidak bergaul sama siapa pun dan teman-temannya juga menjauhi Tisana.

Tio dikenal sebagai laki - laki yang nakal walaupun Tio anak yang nakal, dia seorang laki-laki yang suka menolong dan baik, walaupun dia punya sifat suka menolong dan baik di satu sisi dia seorang laki-laki pemarah dan nakal

Tapi bagaimana kalau mereka berdua di pertemukan...?
Apa mereka saling membenci satu sama lain...? atau
mereka saling jatuh cinta satu sama lain...?
Maka dari itu kalian saksikan kisah mereka berdua hanya di Novel Kisah Cinta Si Gadis Dingin dan support author ya biar author semangat updatenya, favorit, like dan votenya, terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin MangaToon Almeta Lavina Aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, dan tidak mewakili MangaToon tersendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almeta Lavina Aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(19) PENCULIKAN FADRI [ END ]

(19) PENCULIKAN FADRI [ END ]

Setelah Fadri mendengar omongan Tisana yang membuat dia terheran.

"M-maksud lu gua disuruh bawa kaca..?" tanya Fadri.

"Iya" jawab Tisana.

"Yang benar saja..?!! gua disuruh membawa kaca itu kaca ditaruh dimana..?" tanya Fadri yang kesel sama Tisana.

"Gak benar cuman bercanda, Fadri" jawab Tisana.

"Ya Allah rasanya pengen ku tabok/tampar kau" kata Fadri.

"Janganlah tabok diriku ini yang masih bocah edan" kata Tisana.

"Hahaha..! bocah edan dong..! bisa saja lu Tisana dalam kondisi begini lu masih bisa ngelawak" kata Fadri.

"Jangan terlalu dibawa serius..!" kata Tisana.

"Iya tapi apa gua harus bawa benda tajam untuk melepas tali yang mengikat badan gua..?" tanya Fadri.

"Tidak usah" jawab Tisana.

"Serius lu..?" tanya Fadri.

"Aku serius Fadri, kamu jadi cowok bawel banget seperti cewek" kata Tisana yang sedang mengkritik Fadri.

"Pedes banget itu omongan lu, Tisana" kata Fadri.

"Hmm ( pura-pura batuk ) gua didiemin saja ini dari tadi berasa gua itu setan yang tidak terlihat oleh kalian pada" kata Tio yang merasa di diemin.

"Ulululu..! kasian banget Tio gua cuekin" kata Fadri yang sedang mengolok-olok Tio.

"Sialan..! gua diolok-olok dong sama lu, Fadri" kata Tio yang kesel di olok-olok sama Fadri.

"Masa..? gua tidak merasa diri gua mengolok-olok lu, Tio" kata Fadri.

"ta* kucing, lu itu sedang mengolok-olok gua" kata Tio.

"Masa..?" kata Fadri yang sedang membuat Tio kesel.

"Au ah gelap..! ( didalam hati Tio, kenapa dulu gua mau temanan sama Fadri..?, gua kalau ingat-ingat dulu, gua jadi nyesel nj*r temanan sama Fadri tapi walaupun begitu dia orangnya baik banget tapi ada saatnya dia jadi orang ngeselinnya minta ampun, emang benar-benar itu Fadri yang minus akhlak..! )" kata Tio.

"Disini terang bukan gelap, Bambang..!" kata Fadri.

"Bicit..!" Kata Tio.

"Tapikkan emang benar sekarang disini itu lagi terang bukan gelap begini mana lu, Tio..!" kata Fadri.

"Terhesar" kata Tio.

"Terhesar apa lagi itu bahasa..?" tanya Fadri.

"Itu sedikit gua plesetin dari kata terserah" jawab Tio.

"Yaelah..! bukannya ngomong terserah saja malah lu plesetin itu kata" kata Fadri.

"Terserah gua" kata Tio.

"Sudah tidak usah ribut nanti malah ketahuan sama Nico kalau ada suara kita di handphonenya Angelica" kata Tisana yang sedang memberhentikan mereka adu mulut atau adu bac*t.

Keadaan Angelica yang sedang di sekap oleh Nico.

"Lepasin aku, Nico..!" kata Angelica.

"Gua tidak akan melepaskan lu, Angelica" kata Nico.

"Lepasin aku..!" kata Angelica yang terus berbuat berisik supaya bisa di selamatkan oleh orang lain.

"Berisik..!" kata Nico.

Nico memasangkan double tipe atau sola tipe ke mulut Angelica supaya Angelica tidak membuat berisik.

"Hmmm ( lepasin aku )" kata Angelica yang mulutnya sedang di double tipe oleh Nico.

"Kamu jangan berisik, Angelica..! dan juga percuma kamu minta dilepasin atau minta tolong kepada orang lain, orang lain tidak akan mendengarkan teriakan atau jeritanmu kalau begitu aku pergi dulu untuk menculik Fadri" kata Nico.

"Hmmm ( brengs*k kamu , Nico )" kata Angelica.

Keadaan Nico.

"Gua bakal melakukan rencana ini pada malam harinya dan sekarang gua harus ngapain..? gabut banget diriku ini, Nico, lu kapan mau menanyakan soal kepala lu sakit banget kepada Ibu..? tapi sekarang bukan waktu yang tepat buat gua menanyakan soal ini..! ahh sudahlah..! gua tanyanya lain kali saja" kata Nico.

Pada Malam Harinya.

Dikeadaan Nico yang sedang bersiap-siap untuk menculik Fadri.

"Sebelum gua menculik Fadri lebih baiknya gua mengecek barang yang gua perlukan untuk menculik Fadri, okay, gua sudah siap untuk menculik lutung kasarung itu, sebentar kenapa gua manggil Fadri lutung kasarung..? bodo amatlah terserah gua..! baik Nico, sekarang lu harus ke rumah Fadri untuk menculik Fadri" kata Nico.

Sedangkan keadaan Fadri yang pura-pura tidur sembari mengawasi keberadaan Nico.

"Lama banget Nico muncul bukannya dia pengen menculik gua tapi kenapa lama banget ini anak..? seperti gua menunggu jodoh gua yang belum juga datang, kenapa jadi kearah situ..? sekarang gua harus fokus ngawasin keberadaan Nico supaya rencana yang dirancang oleh Tisana berhasil dan juga gua tidak akan membiarkan lu menculik gua sepenuhnya..!! dan gua tidak akan membiarkan lu menghancurkan hubungan Tio dan Tisana..!" kata Fadri.

Keberadaan Nico yang sudah sampai di rumah Fadri dan Nico menuju ke kamar Fadri berada.

"Gua sudah lama banget tidak ke rumah Fadri dan mungkin gua lupa kamarnya yang mana..? soalnya rumahnya Fadri banyak banget ruangan, baik Nico, lu harus tenang supaya rencana lu menculik Fadri berhasil dan sekarang gua harus mengingat kamar Fadri yang sebelah mana..?!! apa yang disebelah kanan kamarnya Fadri berada..? atau kiri..? atau..?!! hah..! kepala gua pusing buat mencari kamar Fadri..! nyusahin banget lu, Fadri..! bikin gua naik darah saja..!! baik Nico, lu harus tarik nafas perlahan-lahan biar lu tidak terlalu pusing buat mengingat kamarnya Fadri berada..!! hirup ( emh ) buang ( hah ) gua sudah merasa tenang, baik, saatnya untuk mengingat kamar Fadri yang sebelah mana..!! seingat gua kamarnya Fadri itu di sebelah kiri, gua akan mencoba masuk untuk membuktikan kalau itu kamar Fadri..!!" kata Nico.

Nico memasuki ruangan sebelah kiri yang menurut dia itu kamar-nya Fadri.

"Anj*r ternyata ini ruangan bukan kamar Fadri tapi ini gudang kali ini gua bakal benaran masuk ke kamarnya Fadri berada, semoga tebakan gua kali ini benar, gua tebak kamar Fadri di sebelah kanan, gua bakal coba masuk ke ruangan itu tahu saja tebakan gua benar..!" kata Nico.

Nico mencoba memasuki ruangan yang di sebelah kanan.

"Alhamdulillah..! kali ini tebakan gua benar, tunggu saja Fadri, gua bakal membalaskan dendam gua dengan cara gua menculik lu dan tentu saja supaya rencana gua untuk membuat hubungan Tio dan Tisana hancur atau putus itu berhasil, hahaha..! ( ketawa jahat ) Nico, daripada lu kebanyakan bac*t mendingan lu langsung menculik Fadri" kata Nico.

"( Fadri sedang menahan ketawa ) pufft..! sempat saja dia bikin gua ketawa terbahak-bahak lepas dari dia mencari kamar gua tapi Fadri lu tidak boleh sedang keliatan tertawa biar rencana yang sudah direncakan berhasil" didalam hati Fadri.

Nico membawa Fadri ke tempat Angelica sedang di sekap dan setelah sampai ke tempat tersebut.

"Sumpah badannya berat sekali kira-kira berat badannya Fadri berapa..? nyusahin juga lu, Fadri..! tapi gua melakukan ini demi gua bisa mendapatkan Tisana dari Tio dan aku melakukan ini demi kamu Tisana karena aku mencintaimu" kata Nico.

"Bucin sekali ini bocah..! rasanya pengen gua pukul tapi gua tetap tidak akan membiarkan lu mendapatkan Tisana dari Tio karena gua tahu mereka saling mencintai satu sama lain dan juga kali ini rencana lu akan digagalkan oleh rencana yang sudah dirancang oleh Tisana, Nico, dan lu jadi orang jangan terlalu berharap terlalu tinggi atau yang namanya halu, sadar diri sedikitlah, Nico, jadi cowo tidak boleh terlalu murahan karena di dunia ini masih banyak cewe cantik bahkan masih cantikkan cewe lain daripada Tisana seorang, Nico" didalam hati Fadri.

Bersambung~

Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, gavorit dan votenya, terima kasih~

Salam hangat Author

1
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
kasian bgtt Tio thor, up byk² thor penasaran aku sm kondisi Tio
Terra Chi
kalau pake topeng lepas aja dong arya. gak usah malah punya 2 muka
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
Sunmei
lanjut
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
bermuka dua bgt si Arya
Sunmei
lanjut
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
lanjut thor dan semangat up nya
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
kocak bgt yalia malah baca doa makan😭😭😭
Terra Chi
jangan begadang, neng wkwk
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
Sunmei
semangat k
Terra Chi
het ada yang ngaku²
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
Aiden kasihan bgt jadi sadboy
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
Tio ada² aja ngaku² jadi pacarnya Tisana padahal cuma mantan🤭
Sunmei
lanuut
Terra Chi
panjangin dikit lagi, thor
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
lanjut thor dan semangat
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
wkwk, arya² udh tahu agama nya Kristen malah ngucap alhamdulillah 🤭🤭
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
Arya gitu² ternyata anak dari keluarga broken home
Terra Chi
jadi tegang
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
bakal kyk gimana yaa, Arya ama mafia lainnya utk mencelakakan Tio, lanjut thor dan semangat
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
lu itu bukan Tuhan, Haikal yg bisa seenaknya ngehidupin seseorang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!