Sequel Mantan Tercinta, biar gak bingung, boleh baca Mantan Tercinta.
Season satu (Sudah tamat di bab 50)
Suci khaidar mengejar cinta laki-laki dewasa yaitu Fery Irawan yang pernah menjadi calon suami sepupunya Anggun.
Awalnya Fery irawan menerima cinta Suci hanya untuk menghilangkan rasa traumanya, namun karena kebersamaan yang mereka jalani, benar-benar membuat Fery mencintai Suci.
Namun sayang disaat keduanya sudah sama-sama saling mencintai, takdir memisahkan dan mempermainkan CINTA SUCI FERY.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Masih bisakah CINTA SUCI FERY bersatu?
Peringatan!! Banyak bersabar ya!
Season dua
Pertemuan di malam pertama dengan orang asing di malam itu, membuat Dinda kehilangan kesuciannya, laki-laki yang sudah punya istri itu merenggut kehormatannya dengan paksa.
Kenyataan pahit itu mengubah hidupnya, ternyata benih itu tumbuh di dalam rahimnya. Apa yang terjadi selanjutnya? Mungkinkah Dinda rela menjadi istri kedua Lucas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSF 19
Harap Bijak Membaca🔕
Terhitung sudah dua hari Reno adik kandung Nino ini berlalu-lalang di sekitar lingkungan Fery, semua yang berhubungan dengan kegiatan Fery sudah masuk ke dalam ingatannya, kapan Fery pergi ke kantor, jam berapa Fery pulang ke rumah, dan siapa yang di temui Fery juga sudah terekam jelas di ingatan Reno, bahakan Suci juga tidak luput dari pantauannya.
Sore itu Reno duduk di Cafe seorang diri, sudah lebih dari tiga puluh menit ia ada di sini menunggu seorang wanita yang menurut informasi pernah memiliki kedekatan khusus dengan Fery.
"Maaf sudah membuat Anda menunggu lama."
Wanita itu adalah Tasya, ia duduk dengan santai di depan Reno yang terlihat ramah kepadanya.
"Tidak masalah, kamu mau datang saja, aku sudah berterima kasih," jawab Reno.
"Apa tujuan Anda memanggil saya ke sini?" tanya Tasya, ini untuk pertama kali ia bertemu Reno, dan sudah dua hari ini juga Reno mengirimkan surat untuknya.
"Aku ingin menawarkan kerja sama kepadamu, dan ini pasti sangat menguntungkan untukmu," Reno sudah berbicara dan ingin segera menjalankan rencana.
"Kerja sama untuk apa?"
"Jujur, aku ingin memisahkan Fery dan Suci, dan aku yakin kalau kau juga punya pikiran yang sama denganku!"
"Anda mengenal mereka?" Tasya terkejut dari mana dia tahu dan untuk apa laki-laki yang terlihat menyeramkan ini membantunya?
"Aku hanya menawarkan satu kali saja, kalau kamu menolak, maka aku yakin kalau kamu tidak akan pernah mendapatkan kesempatan ini lagi."
Tasya tampak berpikir, mungkin memang ini jalan yang terbaik, menerima bantuan orang lain untuk mendapatkan Fery, apa pun akan dia lakukan untuk menjadikan Fery miliknya lagi, hanya Fery yang bisa membantunya keluar dari masalah besar yang saat ini sedang ia hadapi.
"Baik lah, katakan apa yang harus aku lakukan?" tanya Tasya.
Reno mengulas senyum kemenangan.
****
Sudah hampir jam delapan malam saat Fery mengemudikan mobilnya seorang diri menuju butik dimana ia akan menjemput Suci, malam ini ia sudah berjanji akan membawa Suci ke rumah dan memberikan kejutan untuk Mamanya.
Tiba-tiba saja Fery menghentikan mobilnya di jalan yang sepi, saat dua mobil menghadang jalannya, tampak tujuh orang berbadan kekar turun dari mobil dan berjalan mendekati mobil Fery.
"Keluar sekarang! Ayo keluar!"
Salah seorang dari mereka berteriak, Fery kesal dan tanpa pikir panjang ia keluar dari mobil, "siapa kalian? Kenapa menghalangi jalanku?" tanya Fery.
"Anda tidak perlu tahu siapa kami, tapi Anda harus tahu, kalau kami datang untuk memberikan kejutan!" Reno bicara lantang, ia memberikan kode kepada dua orang anak buahnya untuk menjalankan rencana.
"Aku tidak ada urusan dengan kalian, jadi cepat minggir!" Fery membuka pintunya, namun anak buah Reno memukul perut Fery dan menjauhkan Fery dari mobilnya.
"Jangan menghindar Pak Fery yang terhormat , seharusnya Anda mengucapkan terima kasih, karena sebentar lagi Anda akan berada di tempat yang indah, menikmati kejutan yang sudah kami persiapkan."
Fery dikelilingi tujuh orang, sejauh apa pun ia mencoba melawan, tetap saja ia tidak bisa mengalahkan musuhnya, bahkan berteriak sekalipun tidak akan ada orang yang datang untuk menolongnya.
"Satu banding satu, hadapi aku!" Fery melihat satu per satu wajah lawannya, tapi dua orang yang lain mendekati Fery, mereka terlibat perkelahian, usaha perlawanan Fery sia-sia salah seorang dari mereka memukul Fery dan Reno memasukkan sesuatu ke dalam mulut Fery.
Satu orang melawan tujuh orang, pertahanan Fery lemah, "apa yang kalian lakukan?" teriak Fery saat ia sudah menelan apa yang dimasukkan Reno ke dalam mulutnya, dalam hitungan menit Fery tidak sadarkan diri.
*****
Di dalam kamar yang ukurannya tidak terlalu luas ini, Fery membuka mata secara perlahan, tubuhnya terasa lemas, sementara kelopak mata belum sepenuhnya terbuka, kepalanya terasa pusing, namun ia mencoba untuk mengubah posisinya.
Fery duduk di atas tempat tidur, ia memandang ke sembarang tempat, ruangan ini gelap hanya ada sedikit cahaya yang masuk dari cela jendela.
"Fery ...?"
Fery terkejut saat mendengar suara seorang wanita yang ia kenali itu suara Tasya, tapi kenapa ada di sini? Fery berdiri menjauh dari Tasya yang juga berada di atas tempat tidur.
"Tasya, kenapa kamu ada di sini?" tanya Fery.
"Mereka menculik dan mengurung aku," jawab Tasya
"Siapa dan Apa yang mereka inginkan?"
Fery menuju pintu yang terkunci ia menendang dan mmukulnya berkali-kali, namun sayang pintu itu tidak bisa terbuka.
"Fery ..." lirih Tasya, ia memeluk tubuh Fery dari belakang dan itu membuat Fery terkejut.
"Tasya, apa yang kamu lakukan? Lepas, Tasya," Fery berteriak, ia berbalik arah melihat Tasya.
"Fery aku mohon sentuh aku Fery, tolong aku, panas Fery, seluruh tubuhku panas," Tasya gelisah, dan wajahnya sudah merah seperti menahan sesuatu.
"Sia*! Apa yang sudah mereka lakukan?" Fery berteriak, ia memukul-mukul dinding karena tubuhnya juga terasa begitu panas, sesuatu yang dimasukkan ke dalam mulutnya tadi, sudah bereaksi di dalam tubuhnya.
"Fery, aku mohon,aku tidak akan mengganggumu...."
Tasya kembali lagi mendekati Fery, ia memeluk dan bergelayut manja di dada bidang Fery, dan itu berhasil memancing tubuh Fery, entah berapa dosis yang mereka berikan, kini tubuh Fery benar-benar terasa panas dan ia butuh menyalurkannya.
Bayangan wajah Suci yang tersenyum, menghilang dari ingatan Fery saat tiba-tiba Tasya menciumnya, keduanya sama-sama terpancing.
"Lepas Tasya," Fery berusaha melawat hasrat ini.
"Aku tidak akan menyalahkanmu."
Tasya kembali lagi mencium Fery, tubuh Fery bergejolak, ia berusaha menahan, tapi tubuhnya menginginkan lebih dan lebih, ia tergoda dengan apa yang dilakukan Tasya.
Kini keduanya mencoba untuk saling membantu, mereka larut ke dalam hubungan terlarang, senyuman Suci menghilang dari pikiran Fery saat ia merajut kasih dengan Tasya.
Keduanya sudah berada di atas tempat tidur, saling memadu kasih dan saling mencari kepuasan sendiri, karena obat itu juga, Fery menjadi lupa diri, Tasya masih berada di bawah kendalinya, obat itu membuat Fery cukup lama melakukannya, nama Suci selalu keluar dari mulutnya, itu membuat Tasya sakit hati, tapi ia enggan melepaskan Fery, mulai malam ini, Fery sudah menjadi miliknya seutuhnya.
"Suci ... Suci aku mencintaimu..." lirih Fery saat ia sudah mengakhiri aktifitasnya.
Kamu menyebut namanya, tapi kamu tidak akan bisa memilikinya batin Tasya.
"Argghhhh!" Fery menjambak rambutnya frustasi, ia duduk di samping Tasya yang sudah memejamkan mata, "apa yang sudah aku lakukan?" Fery bergumam dengan air mata yang keluar dari sudut matanya, siapa yang sudah membawanya ke tempat ini? dan apa tujuan mereka menjebaknya? Fery bersumpah akan mencari orang itu.
********
Alur tidak bisa diubah✌ Bebas berpendapat.
Suci sama fery ntar bikin anak sendiri aja 😝
Ngeselin ah