Azalae Djadmika, gadis 22 tahun. Dia berpikir telah menikah dengan seorang pria lajang berstatus duda. Ternyata tidak. Syafira Bella, isteri Zayn Putra Maliq yang di beritakan telah meninggal Dunia satu tahun yang lalu. Tiba-tiba kembali dan mengambil semua cinta yang singgah pada Lea.
Apalagi Zayn merasakan cintanya pada Bella tidak pernah memudar seiring waktu hilangnya isterinya. Kehadiran istrinya kembali, membuat Zayn kembali seperti pria muda yang sedang kasmaran dan jatuh cinta sekali lagi pada Bella.
Oleh karena itu, sikap Zayn mulai berubah, dia mulai mengabaikan kehadiran Lea. Apalagi bisikan Bella menuntut agar Zayn segera menceraikan Lea.
***
Karya ini menggunakan nama tokoh yang di usulkan oleh teman baikku, Lele. Alur cerita dan pokok pikirannya pun di sumbangkan oleh temanku yang comel itu.
Selamat membaca 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TSO-17
Satu Bulan Kemudian
Bella merasa dirinya telah kembali ke atas awan. Baru satu bulan, kembali ke kediaman rumah Maliq, dia telah mendapatkan banyak pujian dan dukungan dari banyak pelayan dan pekerja di rumah Maliq. Setiap orang menyebutnya sebagai istri yang iklas dan hati mulia, karena mampu berbagi suami. Sekarang, saatnya dia mengambil hati Zayn kembali.
Tetapi, Bella sedikit risau. Karena dia baru mengetahui jika Lea sedang mengandung anak Zayn. Tentu saja, jika ingin memperkuat posisinya sebagai istri pertama dan mendapatkan perhatian Zayn adalah memiliki anak lagi. Tetapi, Zayn tidak pernah mengunjunginya. Hal ini membuat Bella berpikir keras mengatur rencana kembali.
Setelah satu hari penuh, memikirkan ide yang tepat agar mendapat rasa manis di ranjang. Bella harus menyingkirkan anak dalam perut Lea, hilang untuk selamanya, dan membuat Lea harus cuti untuk melayani kebutuhan biologis Zayn lagi.
Menjalankan rencananya. Ketika, Zayn telah pamit kerja dengan mencium kening Lea. Bella hanya bisa menahan diri, mendapatkan perasaannya di abaikan. Makin dia kesal, makin awal lah rencana kejahatan yang dia ciptakan.
Pukul 10.00 Wib
Pada jam 10 pagi, biasanya Lea akan naik ke lantai satu hanya untuk mengunjungi perpustakaan, sekedar untuk memilih dan membaca buku acak. Lalu, akan kembali ke kamarnya, tepat pukul 12 siang.
Aku harus menyingkirkan Lea dan anaknya.
Bella melihat kembali arah jarum jam pada jam tangannya. Lima menit lagi pukul 12 siang. Lea akan turun tangga, dan kembali ke kamarnya.
Sesuai perkiraan Bella. Tepat pukul 12 siang. Lea menuruni tangga. Pandangannya sangat hati-hati menginjak lantai. Oleh itu, Bella sengaja melepaskan beberapa anak tikus ke tangga dengan diam-diam mengekori langkah Lea yang sedang meginjak anak tangga demi anak tangga.
Melihat beberapa anak tikus berkeliaran mendekati kaki Lea. Tentu saja mengejutkan Lea.
"Aaaa ... tikus ... tikus ...," pekik Lea terkejut dan tersandung anak tangga, kala sia harus menghindari tikus yang datang. Dia mulai kehilangan keseimbangan, brakk! Lea kehilangan keseimbangan dan dia jatuh berguling-guling di pusaran anak tangga. Sedangkan tikus-tikus kecil segera hilang dan pergi dengan sangat cepat.
Bunyi yang keras, mengejutkan semua orang. Sedangkan Bella segera bersembunyi, kembali ke kamarnya dengan pura-pura tidur siang. Seakan, dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di luar.
"Bu Lea!" jerit seseorang dari arah dapur. Langkahnya tergopoh-gopoh segera pergi memeriksa wanita yang tergeletak di lantai. Kepala wanita kedua dalam rumah itu terbentur lantai, darah segar mengalir dari dahinya dari sela-sela paha Lea keluar cucuran darah yang begitu deras, yang tidak bisa berhenti. Wajahnya terlihat sangat pucat. Pias.
"Ya, Tuhan! Tolong ... tolong ...." jerit sang pelayan merasa sangat ketakutan.
Mendengar teriakan minta tolong yang keras dan pekak. Bella segera keluar kamar dan berpura-pura baru bangun, dan memasang wajah histeris akan sosok Lea yang bersimbah darah di lantai.
"Lea!" seru Bella, dengan langkah tergesa-gesa menuruni setiap anak tangganya.
"Darah apa ini? Selamatkan bayinya. Dia bisa saja keguguran."
Air mata Bella jatuh menetes pada wajah Lea yang terlihat lemas, dan dia segera dengan cekatan merangkul tubuh Lea. Merangkul dengan ketat, dan dengan suara lirih meminta pertolongan, "Telepon Zayn dan telepon ambulans sekarang."
...****************...
Di Rumah Sakit
Setelah dua jam penanganan medis di ruang darurat. Akhirnya, pintu ruang darurat itu terbuka.
Zayn segera berdiri menyambut dokter. Bella pun berdiri mengikuti, dan kalimat cemas lebih dulu terlontar, "Bagaimana keadaaannya, dok?"
Dokter melepaskan masker. Terlihat menahan napas sesaat, "Sang ibu dapat di selamatkan. Namun, perlu waktu untuk pulih dan bangun. Sedangkan, janin dalam perutnya ...." Dokter menggelengkan kepala.
Zayn menelan pahit doanya. Sedari tadi dia berdoa, agar ibu dan janinnya selamat. Tetapi, Tuhan berkehendak lain. Hanya menyelamatkan ibunya, dan janin itu tetap saja tidak bisa di selamatkan.
Zayn kembali duduk. Wajahnya terlihat tertekuk sangat dalam. Gelap dan sedih.
Di antara kesedihan itu. Bella mengambil kesempatan dan berbisik menunjukkan ketulusannya, "Zayn, pulanglah sebentar. Aku akan menunggu Lea, untukmu."
"Aku bisa menjaga di sini. Kau pulanglah."
Bella duduk merapat. Mengenggam tangan pria itu, dengan raut prihatin yang dalam dan suaranya yang dia buat serak, dia berkata, "Bagaimana aku meninggalkan suamiku sendiri dalam kesedihan yang dalam ... Sekali-kali, aku tidak akan meninggalkanmu, suamiku."
Zayn terenyuh akan setiap kata yang menggetarkan hatinya. Dia tersadar, dalam satu bulan ini, dia telah mengabaikan Bella. Dia merasa bersalah. Apalagi dia merasa dirinya telah mengkhianati janji suci pernikahannya lebih dulu. Dia telah menikahi wanita lain, dan Bella dengan sifat lemah lembutnya, tidak menaruh cemburu ataupun iri akan kehadiran Lea.
"Kau sangat baik, Bella. Maafkan aku, banyak mengabaikanmu."
Zayn memeluk erat istri pertamanya. Bella tersenyum sukses dengan sepasang matanya terlihat gelap dan tidak terbaca. Hatinya telah bulat bertekad, mengambil alih posisi Ratu dalam hati raja Maliq, beserta merampas kehidupan istananya, dan kembali menendang orang ketiga yang hadir di antara mereka. Menyingkirkan Lea adalah tujuan utamanya.
...****************...
Tiga Hari Kemudian
Lea sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Lea masih terlihat kosong dan lesu. Setiap saat selalu mengurung dirinya di kamar. Setiap melihat pusaran tangga yang menggulingkan dirinya, Lea merasa sangat ketakuta . Dia telah kehilangan anak dalam perutnya. Perih dan pedih setiap hari dia rasakan.
Zayn berusaha menghiburnya. Namun, kesedihan Lea membuat dirinya mengabaikan Zayn secara tidak sadar. Bahkan Lea mulai mengabaikan dirinya sendiri, dan lupa merawat dirinya. Dia sering menghabiskan setiap malam untuk menangis, terlambat bangun tidur, dan membiarkan dirinya terlihat berantakan setiap harinya.
Di saat itulah, hari-hari Zayn mulai mendapatkan madu manis dari bunga yang lain. Istri pertamanya, Bella yang selalu menghujani perhatian dan cinta yang menggoda pria itu dengan setiap penampilan modis, rapi, dan wangi. Setiap harinya, Bella terlihat makin cantik dan cantik menggoda Zayn. Namun, Zayn masih bersikap menjaga dirinya, untuk tidak menyentuh Bella lagi. Dia masih menyimpan hati untuk menghargai Lea.
Entah. Baginya berhubungan dengan dua wanita sekaligus adalah hal yang tabu bagi Zayn. Oleh itu, dia masih bersabar menunggu hati Lea pulih, dan tidak ingin menyakiti Bella. Walau, benih-benih cinta di antara dirinya dan Bella, mulai bermekaran kembali. Namun, Zayn tetap berusaha menahan diri, untuk tidak menyentuh Bella.
Di Dalam Kamar
"Lea, jangan bersedih. Kita bisa membuat junior-junior baru lagi," hibur Zayn, dengan jemari tangan yang melepaskan tombol piyama Lea.
Lea mencengkram tangan Zayn, dan menepiskan untuk lepas dari tombol piyamanya.
"Jangan menyentuhku. Kuau harus menunggu tiga bulan lagi! Anak kita baru pergi. Jangan kau pikir, mudah mengganti setiap anak yang baru pergi. Setiap anak yang datang, itu berbeda," ketus Lea pada Zayn.
"Jangan selalu berpikiran mesum dan kotor," lanjut Lea terdengar sangat meludah Zayn.
Zayn geram dalam hatinya mendapatkan penolakkan untuk kesekian kalinya. Padahal, dia juga membutuhkan hubungan cinta satu malam. Bahkan Dokter menyebutkan, fisik dan kewanitaan Lea, boleh melakukan hubungan suami istri kembali. Namun, Lea selalu menolak.
"Aku ke ruang kerja. Biarkan pikiran mesum dan kotorku hilang."
"Hmmm ...." gumam Lea mengiyakan.
...****************...
Bersambung ....
setiap hari selalu mengecek kelanjutan cerita TSO..
Up dunk Thor.. plisssss
kapan terungkapnya sih😭😂