NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.Runtuhnya Dinding Es

"Kamu sudah gila, Aksa?!" teriak Naya keras. Suaranya nyaris tenggelam oleh gemuruh petir dan derasnya hujan badai yang menghantam atap klinik. Ia mencengkeram erat tali tas selempangnya dengan tangan kiri.

Aksa tidak beranjak satu inci pun dari posisinya di halaman klinik yang penuh lumpur kotor. Pria itu menatap Naya dengan wajah pucat pasi. Bibirnya mulai membiru karena kedinginan. Jas mahalnya sudah basah kuyup menempel di tubuh, air hujan mengalir deras dari rambut hingga membasahi ujung sepatunya.

"Aku tidak akan pergi sebelum kamu mau bicara padaku, Naya," balas Aksa dengan suara parau yang bergetar hebat. Guyuran hujan membasuh air mata yang terus mengalir di pipinya. "Biarkan aku berdiri di sini. Hukum aku sampai kamu puas melihatku hancur."

Naya menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Tangannya mengepal keras menahan amarah dan kekhawatiran yang mendadak muncul mengacaukan pikirannya. 

Suhu udara sangat dingin menusuk kulit. Hujan badai ini bisa membuat tubuh pria tegap itu terserang hipotermia parah. Apalagi Aksa sudah berdiri mematung di sana entah sejak kapan. Insting dokternya berteriak menyuruhnya menolong, tapi luka di hatinya menolak keras.

"Bagus! Berdiri saja terus di situ sampai kamu mati membeku! Jangan harap aku akan peduli!" balas Naya tajam tanpa belas kasihan. Ia memutar tubuhnya, berniat mengunci pintu kaca klinik dan meninggalkan pria bodoh itu sendirian.

Namun, saat tangannya menarik gagang pintu, sudut matanya menangkap tubuh Aksa yang mendadak oleng. Keseimbangan pria itu goyah. Ia terhuyung ke depan, nyaris ambruk menabrak genangan lumpur cokelat di bawah kakinya.

Sialan. Naya mengumpat kesal dalam hati. Ia membanting pintu klinik hingga terbuka kembali. Langkah kakinya bergerak cepat menembus hujan, membiarkan pakaiannya ikut basah, lalu menarik kemeja basah Aksa dengan tangan kirinya sekuat tenaga.

"Masuk ke dalam, Bodoh!" bentak Naya kasar sambil menarik paksa pria bertubuh besar itu ke teras klinik yang kering. "Kamu pikir membuat dirimu sakit dan mati kedinginan akan memperbaiki keadaan?! Berhenti bertingkah konyol!"

Aksa menurut tanpa perlawanan sama sekali. Langkahnya gontai mengikuti tarikan Naya masuk kembali ke dalam ruang istirahat staf yang sepi. Tubuh pria itu menggigil parah. Air menetes deras dari pakaiannya, membuat genangan air di lantai ubin.

"Duduk di situ. Jangan bergerak sedikit pun," perintah Naya dingin.

Ia berjalan cepat mengambil handuk kering dari dalam lemari penyimpanan. Naya kembali mendekati Aksa yang duduk menunduk lesu di kursi kayu. Tangan kiri Naya melempar handuk itu dengan kasar tepat ke atas kepala Aksa.

"Keringkan rambutmu sendiri. Aku tidak mau ada mayat CEO di klinikku besok pagi," ucap Naya ketus.

Namun, Aksa sama sekali tidak merespons. Tangan pria itu terkulai lemas di sisi tubuhnya. Ia hanya menunduk menatap lantai dengan pandangan kosong. Napasnya terdengar sangat berat dan putus-putus menahan dingin.

Naya mendecak marah. Ia terpaksa maju satu langkah memangkas jarak.

 Dengan menggunakan tangan kirinya, Naya mengusap rambut basah Aksa dengan handuk itu. Gerakannya kaku dan sangat lambat karena ia tidak bisa menggunakan bantuan tangan kanannya yang masih terbalut gips tebal.

Setiap kali Naya mencoba mengeringkan sisi lain kepala Aksa, gips putih di tangan kanannya bergesekan dengan kemeja basah Aksa. Wanita itu terlihat kesulitan menyeimbangkan pergerakannya. Pemandangan itu bagaikan ribuan pisau tajam yang mencabik-cabik dada Aksa tanpa ampun.

Aksa mengangkat wajahnya perlahan. Mata merahnya menatap nanar gips tebal yang membungkus tangan kanan Naya. Tangan yang dulu selalu membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang saat ia kelelahan belajar. Tangan yang rela hancur menahan pedih demi menyelamatkan masa depannya dari penjara militer.

Tanpa aba-aba, Aksa mengangkat tangannya yang gemetar hebat. Ia menahan pergelangan tangan kiri Naya yang sedang memegang handuk. Gerakan Naya terhenti seketika.

Aksa lalu menarik pelan lengan kanan Naya yang kaku terbalut gips. Pria itu menundukkan kepalanya dalam-dalam, menempelkan dahi dan hidungnya pada permukaan gips yang membungkus luka mengerikan itu.

"Aksa, lepaskan tanganku," bisik Naya tertahan, mencoba menarik tangannya mundur.

Aksa menggeleng kuat-kuat. Tangisannya pecah detik itu juga. Suara isakan pria tegap itu menggema pilu menyayat hati di ruangan sempit tersebut. Bahunya bergetar hebat. Aksa mencium telapak tangan Naya yang menyembul dari balik gips dengan sangat lembut, menumpahkan segala penyesalannya di sana.

"Maafkan aku... Naya... maafkan aku," ratap Aksa tersedu-sedu. Ia menempelkan telapak tangan cacat Naya ke pipinya yang basah oleh air mata dan air hujan. "Aku benci diriku sendiri. Aku benci karena aku buta dan tidak percaya padamu. Aku yang merusak mimpimu. Seharusnya aku yang membusuk di penjara militer itu, bukan kamu yang menanggung semua siksaan gila ini sendirian."

Naya membeku kaku di tempatnya. Jantungnya bergemuruh liar menabrak tulang rusuknya. Sentuhan bibir Aksa pada kulit tangannya seolah mengirimkan sengatan listrik yang menghidupkan kembali rasa sakit dan rindunya secara bersamaan.

"Aku tahu seribu kata maaf tidak akan pernah bisa menyembuhkan tanganmu," ucap Aksa dengan suara parau dan hancur berantakan. Ia mendongak menatap wajah Naya, memperlihatkan wajah angkuhnya yang kini luruh dipenuhi air mata keputusasaan. "Tapi tolong, jangan pernah usir aku lagi. Hukum aku seumur hidupmu. Pukul aku setiap hari kalau itu bisa meredakan amarahmu. Tapi jangan buang aku, Naya. Aku benar-benar tidak bisa bernapas tanpamu."

Mendengar pengakuan jujur dan putus asa itu, dinding es tebal yang Naya bangun susah payah di dalam hatinya mulai retak. Matanya terasa panas memerah. Hatinya menjerit menyadari bahwa sebesar apa pun amarah yang ia rasakan, ia tidak pernah benar-benar sanggup membenci pria bodoh yang sedang menangis memohon di depannya ini.

Aksa melepaskan tangan Naya pelan-pelan. Pria itu mencondongkan tubuhnya ke depan, lalu melingkarkan kedua lengan besarnya memeluk pinggang Naya dengan sangat erat. Aksa membenamkan wajahnya yang basah di perut Naya, menangis terisak-isak seperti anak kecil yang kehilangan arah.

Naya mencoba mendorong bahu pria itu untuk menjauh, tapi pertahanannya sudah benar-benar runtuh. Tenaganya menguap entah ke mana. Naya akhirnya berhenti melawan. Ia membiarkan Aksa memeluk pinggangnya dengan erat, merasakan keputusasaan pria yang nyatanya masih sangat ia cintai itu.

1
Muft Smoker
semangat Naya ,,
semoga km bisa sembuh kembali ,, rasa sakit ini akan terbayar dg kembali ny tangan mu yg berfungsi dg normal
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!