NovelToon NovelToon
The Legend Of Hu Jin

The Legend Of Hu Jin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Wuxia / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Terbuang saat bayi dan nyaris tewas di Hutan Terlarang, Hu Jin tumbuh tanpa mengetahui identitas aslinya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Timur.

​Ditolak oleh dunia dan diasuh oleh Dewi Es dari Sekte Teratai, Hu Jin bangkit membuktikan dirinya melalui Tulang Kaisar Langit—bakat mitologi yang mengguncang semesta. Namun, alih-alih menjadi alat politik sekte, ia memilih pergi menantang alam liar demi membebaskan gurunya dan merebut kembali takdir yang dirampas!

​Mampukah pangeran yang terbuang ini menaklukkan benua dan kembali sebagai Dewa Pedang Es Kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman Tiga Sekte dan Janji yang Membakar

​Asap tipis dari cangkir teh hangat membumbung perlahan di udara malam. Suasana lantai dua kedai yang sepi itu mendadak hening sejenak saat Hu Jin menopang dagu dengan satu tangan, menatap gurunya dengan pandangan penuh selidik dan cengiran jahil.

​"Ngomong-ngomong, Guru..." panggil Hu Jin memecah keheningan. "Kau benar-benar tidak menguntitku sejak aku keluar dari Sekte Teratai, kan?"

​Qian Renxue yang baru saja hendak menyesap tehnya hampir tersedak. Pipi sang Wanita Suci yang biasanya sedingin es mendadak memerah tipis. Ia meletakkan cangkir tanah liatnya ke meja dengan ketukan agak keras, lalu menatap Hu Jin dengan mata membelalak galak untuk menutupi gengsinya.

​"Bicara apa kau ini, Anak Nakal?!" tegur Qian Renxue, suaranya naik satu nada. "Siapa yang menguntitmu?! Aku ini Tetua Puncak Es! Mana ada waktu untuk membuntutimu menembus hutan rimba!"

​"Lalu kenapa bisa kebetulan sekali bertemu di Kota Seribu Pedang, bahkan tepat di gang luar gedung lelang?" goda Hu Jin lagi, alisnya terangkat sebelah.

​Qian Renxue membuang muka ke arah jendela, menatap lampion-lampion kota yang berkerlip di bawah sana. "Itu... murni kebetulan! Aku berada di Kota Seribu Pedang karena ada urusan penting menyangkut bahan obat spiritual untuk sekte, lalu melihat keributan di gedung lelang. Jangan terlalu percaya diri!"

​Hu Jin terkekeh pelan. Ia tahu betul gurunya sangat gengsi, namun perhatian dan rasa cemas yang tersembunyi di balik sikap kaku itu terasa begitu hangat di hatinya.

​"Baiklah, baiklah, aku percaya," kekeh Hu Jin sambil mengangkat kedua tangan menyerah. "Terima kasih atas 'kebetulan' yang sangat tepat waktu itu, Guru."

​Qian Renxue mendengus pelan, berusaha mengembalikan raut wajah anggun dan dinginnya. Namun beberapa detik kemudian, tatapan matanya berubah serius dan dipenuhi beban yang berat.

​"Hu Jin..." panggil Qian Renxue dengan nada dalam. "Kedatanganku ke wilayah perbatasan ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Situasi di Sekte Teratai... sedang tidak baik-baik saja."

​Hu Jin menghentikan tawa kecilnya. Ia merapikan posisi duduk, menatap lurus ke dalam mata sang guru. "Ada apa, Guru? Apakah Tetua Liao dan faksi-faksinya merepotkanmu lagi?"

​"Bukan cuma masalah internal," Qian Renxue menggelengkan kepala. "Keseimbangan kekuatan Tiga Sekte Besar di Benua Timur sedang berguncang hebat. Sekte Pedang Langit di utara dan Sekte Awan di selatan... baru saja menemukan dan mengumumkan murid-murid jenius tingkat mitologi."

​Qian Renxue menghela napas panjang, mengusap cangkir tehnya yang mulai dingin.

​"Sekte Pedang Langit menemukan pemuda dengan Tubuh Pedang Sembilan Nirwana, sementara Sekte Awan mengangkat seorang gadis pemegang Meridian Cahaya Kuno. Kedua anak itu baru berusia belasan tahun, namun kemajuan kultivasi mereka mengerikan. Dalam Ujian Tiga Sekte yang akan digelar beberapa tahun ke depan, mereka siap mendominasi seluruh Benua Timur."

​Hu Jin menyipitkan mata. Ia paham betul implikasi kabar ini. Di dunia kultivasi, kekuatan masa depan sebuah sekte sangat bergantung pada kualitas generasi muda mereka.

​"Dan Sekte Teratai belum memiliki kandidat yang bisa menandingi mereka?" tebak Hu Jin.

​"Benar," jawab Qian Renxue jujur, ada raut kelelahan yang samar di paras cantiknya. "Sekte Teratai belum memiliki kandidat yang benar-benar terlihat dominan. Tekanan dari dua sekte lainnya mulai mengikis pengaruh sekte kita. Para tetua senior makin panik, dan itulah kenapa mereka gencar menekan faksiku untuk melakukan aliansi pernikahan politik demi mencari perlindungan."

​Mendengar hal itu, dada Hu Jin bergetar oleh rasa bersalah dan tekad yang berkecamuk.

​Sebenarnya, Sekte Teratai pernah memiliki kandidat yang jauh lebih mengerikan dari kedua sekte itu—yaitu dirinya sendiri, pemegang bakat Tulang Kaisar Langit. Namun demi membebaskan gurunya dari intrik politik dan mencari jalannya sendiri, Hu Jin telah menolak status murid resmi dan memilih pergi.

​Hu Jin mengepalkan tangan di bawah meja. Saat ini, dengan kultivasinya yang baru mencapai Ranah Pembentukan Qi Tahap Menengah, ia tahu betul dirinya masih terlalu lemah. Ia belum memiliki kekuatan yang cukup untuk berdiri di samping gurunya secara terbuka, melindungi Puncak Es dari tekanan Tiga Sekte Besar, apalagi membongkar pengkhianatan di Kerajaan Timur.

​Kekuatanku saat ini masih jauh dari kata cukup... batin Hu Jin dengan tatapan mata membakar. Jika aku kembali ke sekte sekarang, aku hanya akan menjadi sasaran empuk dan kembali dimanfaatkan oleh para tetua.

​Melihat perubahan raut wajah Hu Jin yang mendadak diam, Qian Renxue tersenyum tipis dan lembut. Ia mengulurkan tangan, menepuk pelan punggung tangan Hu Jin.

​"Jangan memikirkan beban sekte, Hu Jin," bisik Qian Renxue tenang. "Itu adalah tugas para tetua dan diriku. Kau hanya perlu fokus pada perjalananmu sendiri di dunia luar. Tumbuhlah dengan bebas, tanpa terikat oleh rantai Sekte Teratai."

​Hu Jin mendongak, menatap gurunya dengan senyum tipis yang sarat akan janji tersirat.

​"Aku mengerti, Guru," ucap Hu Jin mantap. "Tapi ingat janjiku... suatu hari nanti, saat aku kembali, tidak akan ada satu sekte pun di Benua Timur ini yang berani mengatur atau menekanmu lagi."

​Qian Renxue tertegun sejenak melihat keteguhan di mata muridnya yang berusia tiga belas tahun itu. Perasaan tenang yang belum pernah dirasakannya perlahan menyelimuti hatinya di bawah naungan malam Kota Seribu Pedang.

1
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!