"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Mencari tau
Maharani dan juga Nilam saling tatap satu sama lain ketika mereka sudah melihat sendiri bagaimana jenazah Iwan yang bisa dikatakan cukup tragis juga, Tanpa mereka selidiki pun sudah bisa mengetahui bahwa itu pasti pembalasan dendam dari seseorang yang kemungkinan telah disakiti oleh Iwan atau bahkan nilai malah menduga kalau itu bisa saja kiriman santet.
Dua kemungkinan telah mereka tebak dengan baik karena biasanya seperti ini memang aksi dari manusia yang membalaskan dendam kepada para penjahat, tapi biasanya juga dia akan melakukan makhluk kiriman dari seseorang yang mungkin sengaja ingin membunuh Iwan sehingga saat ini mereka akan berusaha mencari tahu terlebih dahulu.
Maharani tetap dengan sangat yakin bahwa ini adalah aksi balas dendam dan kemungkinan Iwan telah melakukan aksi kejam terhadap seseorang, kedua arwah cantik itu memiliki pendapat masing-masing dan akan berusaha mencari tahu dengan jelas apa sebenarnya yang telah terjadi di Desa ini dan mereka juga tadi penasaran ketika ada manusia yang mengatakan tentang kematian Doni.
Bila mereka berhasil menemukan arwah Doni maka bisa bertanya kepada pria tersebut tentang apa yang telah terjadi, kalau untuk arwah Iwan itu sendiri masih membutuhkan waktu beberapa saat agar dia bisa menetralkan perasaan dan menerima kematian ini, Jadi mereka sudah pasti akan mencari arwah Doni terlebih dahulu.
"Mau bilang sama ketua atau tidak tentang masalah ini?" Nila meminta pendapat dari Maharani.
"Tidak, sebelum kita mengetahui dengan jelas maka tidak usah memberitahu dia dulu dan Ayo kita tangani berdua." Maharani menggeleng dengan sangat yakin.
"Ya sudah kalau begitu mari kita cari tahu terlebih dahulu dan Ayo cari arwah Doni itu." Nilam bergegas keluar dari dalam rumah.
"Tapi kita tidak tahu pula bentuknya Doni ini bagaimana.'' keluh Maharani karena memang mereka tidak tahu.
"Nanti kalau ada seseorang yang berwajah agak aneh dan mungkin memiliki kekejaman saat menjadi arwah maka bisa saja itu adalah Doni." Nilam asal menebak saja.
Maharani hanya melirik itulah karena dia tidak setuju dengan ucapan Nilam tadi, bahkan terkadang orang yang memiliki kekejaman besar itu memiliki wajah polos dan seolah Dia tidak memiliki rasa dosa di dalam hati, banyak yang tertipu dengan wajah polos itu ketika mereka sedang beraksi untuk mendapatkan apa yang mereka mau.
Tanpa sengaja Maharani bertatap muka dengan Jamal yang sedang duduk bersama Amri, tapi Jamal sama sekali tidak mengetahui dan tidak bisa melihat seorang gadis yang berdiri di hadapan dia sekarang, hanya Maharani yang melihat dan dia memperhatikan dengan seksama karena dia merasakan sesuatu yang berbeda di tubuh pria itu.
"Kenapa?" Nilam bertanya kepada Maharani yang sibuk memperhatikan Jamal.
"Aku merasa Sepertinya dia bukan orang yang baik dan sangat ketakutan saat ini.'' Maharani berkata dengan sangat yakin.
"Yang sebelah dia itu juga merasakan takut namun yang sebelah ini jauh lebih besar, Apa perlu kita mengikuti Dulu mereka agar bisa mencari tahu." Nilam ikut memperhatikan Amri yang sedang duduk juga.
"Curiga bahwa mereka ini adalah komplotan yang telah melakukan kejahatan besar." Maharani sudah memiliki rasa curiga itu.
"Rampok lebih pantas karena wajah mereka melambangkan kejahatan yang begitu besar.'' tambah Nilam.
"Justru aku takut kalau ini adalah kasus pemerkosaan seperti riwayat yang telah aku lalui dulu." Maharani mendadak saja tersenyum karena dia takut ada gadis yang mengalami hal seperti itu lagi.
"Aiiih kita datang ini secara mendadak dan tidak mendengar gosip para wanita yang ada di sini, jadi kita tidak tahu kabar berita yang ada.'' Nilam mengeluh karena dia memang baru datang sebentar dan langsung mendapat masalah seperti ini.
Andai saja mereka datang agak lama dan bisa mencari informasi lebih jauh maka pasti sudah bisa mengetahui apa yang telah terjadi terhadap Iwan ini dan mengetahui siapa Doni, baru sekali datang dan mereka Langsung menemukan tentang kematian yang cukup mengerikan tersebut.
Maharani dan juga Nilam menjadi bingung untuk memulai dari mana karena belum ada informasi dari gosip yang telah beredar, sementara Ratu burung hantu telah memiliki ketakutan bila ternyata komplotan itu memang telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis dan melakukan kekejaman lain karena tidak ingin ada yang mengetahui tentang pemerkosaan itu.
"Tidak, kau tenang saja dulu karena belum tentu ini adalah kasus pemerkosaan." Nilam berusaha menenangkan Maharani.
"Ya sudah kalau begitu kita duduk saja dekat dengan mereka karena siapa tahu ada info." Maharani segera duduk dengan anteng.
"Duduk ya duduk, tapi jangan pangku dia seperti itu juga!" Nilam menjadi heran karena Maharani memilih duduk di atas pangkuan Jamal.
"Kan kalau dekat begini maka kita bisa tahu lebih lanjut Informasi apa yang akan dia bisik kepada pria di sebelah ini." Maharani berusaha memberikan alasan.
"Oh, Ya sudah kalau begitu aku akan duduk juga lah Di Sini.'' Nilam duduk di atas pangkuan Amri.
Kedua setan cantik ini memang terkadang memiliki ulah yang sangat tidak pantas dan mereka juga akan kena tegur oleh atasan bila ada yang melapor, kalau sudah berjalan berdua maka pasti akan ada saja gebrakan dari mereka dan itu melibatkan para arwah lain, karena mereka memiliki keunikan dari sikap masing-masing.
Ini Jamal dan juga Amri sama sekali tidak mengetahui bahwa dia sedang memangku para setan cantik, karena mereka tidak bisa melihat namun saat ini mampu merasakan ketika kaki terasa lebih berat dan seperti ada sesuatu yang membebani kedua paha itu, Amri menoleh kanan dan kiri untuk memastikan dan dia membuka sedikit kaki tersebut tapi ternyata jauh lebih berat lagi.
"Aku merasa kaki ini sangat pegal." Amri mulai mengeluh pada Mansyur.
"Kau saat bekerja Mungkin banyak berdiri sehingga kaki terasa pegal saat dibawa duduk begini.'' jawab Mansyur.
"Iyo iki, kaki aku juga sangat pegal dan seperti sangat berat." Jamal ikut mengeluh karena dia merasakan hal yang sama.
Nilam dan juga Maharani menahan tawa masing-masing karena mereka saat ini sudah berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan seperti masih memiliki dendam, mereka memang memiliki kemampuan itu ketika akan menggoda manusia sehingga aroma yang sangat menusuk dapat mereka berikan terhadap para Manusia itu.
"Hei, kau mencium aroma busuk seperti bangkai dan amis darah tidak?" Jamal mengusap hidung dan bertanya kepada Amri.
"Ya, hampir mirip dengan aroma yang pernah kita hirup di gudang sana." Amri mengangguk karena dia mencium aroma tersebut.
"Kan aku sudah bilang kalau Yayuk itu pasti jadi hantu dan saat ini dia ada di sini untuk melihat kematian Iwan." Jamal berkata dengan sangat yakin.
"Jangan bicara seperti itu karena nanti bisa didengar oleh Mak Anjar dan dia merasa sakit kembali.'' Mansur menghentikan ucapan Jamal.
"Ya tapi mau bagaimana kalau arwah Yayuk memang datang ke sini dan dia menghantui banyak orang." Jamal tetap saja keras kepala.
Maharani yang Mendengar hal itu tentu saja menjadi semakin penasaran dan kini mereka mengetahui ada seorang wanita yang meninggal dunia bernama Yayuk, bahkan ini rombongan terlihat sangat takut dengan keberadaan Yayuk yang kemungkinan besar ada di tempat ini dan akan membalas dendam terhadap mereka semua atas apa yang telah terjadi.
Nilam yang masih penasaran kenapa Yayuk bisa membalas dendam kepada mereka ini dan terlihat bahwa Amri dan juga Jamal sangat ketakutan sekali, bila mereka tidak melakukan kesalahan maka tidak mungkin bila mereka akan ketakutan seperti ini, pasti mereka akan tetap tenang dan berusaha untuk menjauhi segala sesuatu yang berbentuk larangan.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
yg penting Ada purnama the gang
semangat💪👍
tapi apa iya Yayuk sudah ga perawan ya...