NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29

Malam melarut di ibu kota, menyelimuti Kediaman Putra Mahkota dalam atmosfer yang pengap oleh wewangian bunga eksotik dan uap arak hangat. Di ruang peraduan utama, Pangeran Ke-4 duduk bersandar di atas kursi kayu cendana berlapis sutra emas. Pakaian mewahnya agak terbuka di bagian dada, memperlihatkan aura liarnya saat ia dikelilingi oleh tiga pelayan wanita berparas cantik yang memijat bahu serta menyuapinya anggur.

Pangeran Ke-4 berusaha mengabaikan kenyataan bahwa posisi militernya baru saja dipangkas dan Xiu Mei telah dibuang ke Halaman Belakang. Namun, rasa hampa dan amarah yang membakar dadanya tak kunjung padam. Setiap kali ia memejamkan mata, wajah anggun, tatapan tajam, dan dominasi Xiu Ying di Aula Kekaisaran selalu hadir membayangi pikirannya. Obsesi gelap untuk memiliki wanita itu semakin menggerogoti akal sehatnya.

SRAK!

Pintu kayu diusap kasar. Komandan Pengawal Kepercayaan Putra Mahkota—Komandan Meng melangkah masuk dengan terburu-buru, lalu berlutut tegap di atas karpet. Wajahnya pucat pasi, dipenuhi keringat dingin meski udara di luar sangat membeku.

"Melapor kepada Yang Mulia Putra Mahkota..." bisik Komandan Meng dengan suara gemetaran.

Pangeran Ke-4 mendorong pelayan wanita di sampingnya hingga tersungkur, lalu menegakkan tubuhnya dengan tatapan berkilat. "Bagaimana?! Apakah kelompok Serigala Merah dan pejabat lokal utara sudah berhasil membakar gudang obat wanita itu?! Apakah mereka sudah membawa Xiu Ying padaku?!"

Komandan Meng menundukkan kepalanya makin dalam, tak berani menatap mata junjungannya. "A-Ampunkan hamba, Yang Mulia! Laporan rahasia dari utara baru saja tiba... Kelompok Serigala Merah disapu bersih tanpa sisa di Lembah Tengkorak. Dan... Tuan Feng beserta seluruh pejabat lokal yang kita bayar mendadak hilang dari Kota Perbatasan tadi malam!"

PRANG!

Cangkir giok berisi arak di tangan Pangeran Ke-4 dihantamkan keras ke dinding batu hingga hancur berkeping-keping. Para pelayan wanita berteriak histeris, menyatukan tubuh mereka di sudut ruangan karena ketakutan.

"Tidakkah kau tahu cara kerja yang benar?!" bentak Pangeran Ke-4 murka, berdiri melangkah lebar dan mencengkeram leher jubah Komandan Meng. "Dua ratus bandit dan puluhan pejabat lokal... semuanya tidak berguna! Bagaimana bisa seorang pangeran idiot dan wanita pembuat obat mengalahkan mereka semua?!"

"Y-Yang Mulia... sepertinya ada kekuatan rahasia yang sangat besar di belakang Istana Ke-7..." cicit Komandan Meng terengah-engah.

"Aku tidak peduli!" jerit Pangeran Ke-4 seraya menghempaskan Komandan Meng ke lantai. Matanya merah padam dipenuhi kegilaan. "Dengarkan perintahku! Kerahkan seluruh sisa prajurit bayangan terbaik yang tersisa di kediamanku! Gunakan racun, penyergapan, atau pembantaian massal sekalipun! Aku tidak mau mendengar kabar bahwa pangeran idiot itu pulang ke ibu kota dalam keadaan bernapas!"

Pangeran Ke-4 mendongak, menyunggingkan senyum miring yang gila dan penuh obsesi.

"Dan Xiu Ying..." bisik Pangeran Ke-4 parau, jemarinya meremas udara seolah mencengkeram sosok wanita itu. "Bawa dia dalam keadaan hidup. Wajah cantiknya, kejeniusannya, dan seluruh kekayaannya... hanya pantas mendampingiku di atas Singgasana Kekaisaran! Pria idiot itu tidak berhak memiliki perhiasan terindah di kerajaan ini!"

"B-Baik, Yang Mulia! Hamba akan segera melaksanakannya!" seru Komandan Meng ketakutan, buru-buru merangkak keluar dari ruangan.

**

Sementara itu, ribuan mil jauhnya di Wilayah Utara yang membeku...

Jauh di bawah tanah Markas Besar Kota Perbatasan, lorong-lorong batu lembap dipenuhi oleh pendar temaram obor dan aroma karat besi bercampur darah. Di dalam sel penjara bawah tanah yang terisolasi, Tuan Feng dan dua pejabat korup lainnya terikat rantai besi tebal pada tiang kayu. Wajah mereka lebam, tubuh mereka menggigil hebat dihantam dinginnya es yang menembus dinding batu.

"T-Tolong... lepaskan kami..." ratap Tuan Feng dengan suara parau, bibirnya yang membiru gemetaran. "Kami hanya menjalankan perintah Putra Mahkota..."

Tiba-tiba, gema langkah kaki yang teratur dan tegap bergema dari lorong utama.

TAP. TAP. TAP.

Suara langkah kaki itu begitu tenang, namun membawa aura kejam dan dominasi mematikan yang membuat udara di dalam sel penjara seketika membeku. Para pengawal bertopeng perak yang berdiri di sepanjang koridor seketika menundukkan kepala mereka penuh ketundukan mutlak.

Sesosok pria tinggi tegap melangkah masuk ke dalam remang pendar obor. Pria itu mengenakan jubah hitam kelam berbordir benang perak. Namun, yang membuat jantung Tuan Feng dan rekan-rekannya seakan berhenti berdetak adalah wajah pria tersebut.

Pria itu tidak mengenakan topeng perak.

Wajah tampannya yang tegas dipahat sempurna tanpa cacat, dengan rahang kokoh dan sepasang manik mata hitam pekat yang dingin bagaikan iblis dari neraka teratas. Tidak ada raut lugu, tidak ada tawa kekanak-kanakan, tidak ada sama sekali sisa-sisa pangeran idiot yang selama ini mereka cemooh di publik.

Itu adalah wajah asli Pangeran Ke-7—Zhen Yu.

Tuan Feng terbelalak lebar, matanya melotot hampir melompat keluar dari kelopak matanya. Wajahnya seketika pucat pasi bagai mayat.

"P-Pangeran... Ke-7?!" jerit Tuan Feng tak percaya, suaranya melengking ketakutan. "K-Kau... kau tidak idiot?!"

Zhen Yu berhenti tepat dua langkah di depan Tuan Feng. Ia menyilangkan dadanya, menatap ketiga pejabat korup itu dengan pandangan merendahkan yang teramat dingin. Senyuman miring yang mematikan terukir di bibirnya.

"Mengapa kau begitu kaget, Tuan Feng?" buka Zhen Yu. Suaranya yang dalam, berat, dan wibawa murni bergema nyaring membentur dinding batu. "Apakah sandiwara keluguanku di ibu kota begitu sempurna hingga serigala-serigala kecil seperti kalian percaya bahwa aku adalah pria lemah?"

"T-Tidak mungkin..." cicit pejabat muda di samping Tuan Feng, tubuhnya gemetaran hebat hingga rantai besinya berdenting keras. "J-Jadi Pimpinan Jaringan Bayangan Mistik yang legendaris itu... adalah Anda?!"

"Kau baru menyadarinya sekarang?" sahut Zhen Yu datar.

Ia meraih sebuah belati tipis berkilat biru buatan Xiu Ying yang tergeletak di atas meja eksekusi, memutar-mutarnya dengan ketangkasan yang memabukkan di antara jemari kekarnya.

Zhen Yu mencondongkan tubuhnya ke depan, mengunci pandangan Tuan Feng. Aura pembunuh yang amat pekat meledak dari tubuhnya, menekan dada ketiga pejabat itu hingga mereka sulit bernapas.

"Kalian bertiga berani menerima uang suap dari Putra Mahkota," desis Zhen Yu, suaranya membeku laksana es di dasar telaga. "Kalian berniat merusak usaha medis rakyat, dan yang paling tidak bisa kuampuni... kalian berani berniat membakar aset serta melukai Istriku."

Tuan Feng seketika bersujud sebisanya dalam kungkungan rantai, air mata dan keringat dingin bercucuran membasahi wajahnya. "A-Ampun, Yang Mulia! Hamba memohon ampun! Hamba mengaku salah! Hamba dipaksa oleh Putra Mahkota! Tolong ampuni nyawa hamba!"

Zhen Yu berdiri tegap kembali, mengibaskan jubah hitamnya yang mewah tanpa belas kasihan sedikit pun.

"Di tempat ini, tidak ada ampun bagi mereka yang berniat menyentuh ratuku," ujar Zhen Yu dingin.

Ia menyerahkan belati biru itu kepada Komandan Cang yang berdiri di sampingnya. "Komandan Cang, gunakan racun Bunga Salju Membeku racikan Istriku pada mereka. Pastikan mereka merasakan setiap detik darah mereka membeku perlahan di dalam sel ini. Setelah mereka memuntahkan seluruh daftar nama jaringan mata-mata Putra Mahkota di utara... selesaikan tanpa sisa."

"Hamba melaksanakan perintah Yang Mulia!" jawab Komandan Cang tegas, menerima belati itu dengan rasa hormat tertinggi.

"T-TIDAK! YANG MULIA! AMPUN! AMMPUUNN!" jerit Tuan Feng histeris saat Komandan Cang melangkah mendekat dengan senyum dingin.

Zhen Yu membalikkan badannya dan melangkah keluar dari penjara bawah tanah tanpa menoleh sedikit pun. Jeritan histeris dan erangan kesakitan dari para pengkhianat itu seketika terputus saat pintu besi tebal ditutup rapat, menelan mereka bulat-bulat di dalam kegelapan abadi.

Zhen Yu berjalan menyusuri lorong batu menuju ruang atas, menyapu merapikan manset jubahnya. Sisi gelapnya telah menyelesaikan tugasnya demi melindungi wanita yang dicintainya, dan kini ia siap kembali ke dalam pelukan hangat istrinya.

(Bersambung)

1
Nurhasanah
tumben cuma 1 bab thor biasanya sekali up 2 bab
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
warina latip
👍
Quinza Azalea
terimakasih banyak banyaaak othor💕💕
Arix Zhufa
kasihannn 😅
Nurhasanah
seru 👍👍👍👍🥰🥰🥰
Arix Zhufa
keren banget
Arix Zhufa
aku suka model pangeran tancap gas begini
Arix Zhufa
visual nya thor
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
Anggye syahab
wach kak..ceritamu sangat kerennn..jangan lupa jaga kesehatan yaaa..tetap semangat dengan karya nya🤗
Heresnanaa_: wahhh terimakasih banyak Kaka, Kaka juga jaga kesehatan selalu yaa🫶😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Nurhasanah
karya bagus yg wajib di baca 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!