NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 : Saat Takdir Memilihku

Hilma memutar kembali tubuh nya untuk kembali dan tak jadi memasuki restoran itu, dia pulang menuju ke rumah nya, Devan melihat hal itu namun dia tak memperdulikan nya sama sekali.

"Bukan kah itu Hilma?" ucap Vivi yang melihat Hilma yang baru saja pergi.

"Biarkan saja dia" timpal Devan

Lalu Vivi serta Devan menikmati makanan mereka yang sudah tersaji, hingga tak terasa mereka pulang setelah selesai dengan makanan mereka, Singkat cerita mereka sampai di depan rumah Vivi dengan keadaan sudah hampir malam, terlihat wanita setengah tua sedang menunggu Vivi di teras rumah dengan wajah memerah menahan amarah, namun saat melihat Vivi yang di antar sebuah mobil mewah, wajah nya seketika berubah sumringah.

Namun seketika wajah nya mengerut heran kenapa malah Devan yang turun dari mobil itu, ibu Vivi itu tak menyangka seakan percaya tak percaya dengan apa yang dia lihat, terlebih jam tangan serta pakaian yang di kenakan Devan kini terlihat mewah dan mahal, Ibu nya Vivi itu masih mematung, Devan mengantar Vivi hingga depan rumah nya, namun melihat ibu vivi yang masih mematung, Devan segera menyapa nya dan menyalami nya.

"Apa kabar tante Hasna!" ucap Devan seraya menyalami Tangan ibu nya Vivi yang ternyata bernama Hasna itu.

Suara Devan membuat Hasna ibu dari Vivi segera tersadar "B-baik, gimana kamu? ya ampun Devan kau terlihat beda sekali" ucap ibu nya Vivi.

Devan merasakan perubahan sikap dari ibu nya Vivi itu, kini terasa manis namun berbeda saat dulu dia masih menjadi seorang kurir paket, Devan tersenyum ramah, dia memang sakit hati dengan perlakuan ibu nya Vivi dulu, namun dia berusaha bersikap ramah di hadapan Vivi.

"Baik tante, kalau begitu saya pamit pulang" ucap Devan

"Gak mampir dulu van?" timpal Vivi

Namun Devan menolak dengan halus, karena dia ingin segera pulang menuju rumah nya.

"Iya Van kenapa gak mampir dulu, tante buatkan teh" imbuh Hasna ibu nya Vivi.

Namun sama hal nya Devan menolak secara harus, Devan berlalu pergi setelah berpamitan pada Vivi dan ibu nya, Hasna menyeringai penuh arti dan menatap anak nya saat Devan pergi.

"Nah boleh kalo si Devan udah kaya banyak duit nya, jam nya aja bisa ratusan juta tuh, jadikan ibu gak bakalan larang kamu lagi, bocah pinter hahaha" ucap Hasna berlalu pergi.

Vivi hanya menggeleng pelan mendengar ibu nya itu, kemudian dia berlalu pergi menuju kamar, Singkat waktu terlihat Devan sedang memadu kasih dengan para selir nya, Devan semakin hari semakin kuat akibat sering nya dia memadu kasih dengan selirnya, Malea terus menggerayangi tubuh Devan begitupun yang lain nya, mereka hanyut dengan kehangatan malam. Aura energi serta kekuatan besar mengintari area Devan serta yang lain nya, Dan begitulah kegiatan malam mereka..

Pagi hari nya Devan sedang berbincang dengan Yusa sahabat nya, Mereka menikmati kopi dan sebatang roko sebelum beraktivitas seperti biasa, Namun di tengah asik dengan senda gurau nya Devan serta Yusa di kejutkan dengan kehadiran Vivi, di tangan nya terdapat sebuah kotak makanan, Vivi turun dari ojek online yang dia naiki, saat tatapan nya bertemu dengan Devan.

"Hai van, yus" ucap Vivi menyapa Devan serta Yusa.

"baik..baik, ya gak van, Widih tumben nih bawa apaan tuh vi?" ucap Yusa saat melihat buah tangan yang di bawa Vivi.

Devan hanya mengulum senyum saat melihat kelakuan teman nya itu, lantas dia menjawab kalimat dari Vivi tadi "Kita tentu baik, bukan kah kita kemarin bertemu dan kau tau kondisiku baik saja" ucap Devan dengan sedikit menggoda.

Tentu Vivi yang mendengar itu wajah nya menjadi merona merah, dia menunduk malu, mendengar ucapan sahabat nya itu Yusa mulai menggoda mereka.

"Hadeuhhh udah ketemuan rupanya nihh gak bilang" goda Yusa kepada Devan serta Vivi.

Devan hanya mengelak begitupun Vivi memberikan alasan hanya kebetulan bertemu saja. Lalu vivi duduk setelah Devan membawakan kursi untuk nya, setelah Vivi duduk Vivi menyerahkan kotak makanan yang dia bawa kepada Devan.

"Apa ini vi?" ucap Devan seraya melihat isi kotak makanan tersebut "Wih cocok nih kita lagi ngopi kebetulan" sambung Devan saat melihat kotak yang ternyata isinya sebuah kue yang di bawa Vivi "Ini kamu yang buat Vi?" tanya Devan

"Iya itu aku yang buat, gimana rasanya?" Jawab Vivi di iringi dengan tanya.

Yusa pun mencoba nya saat di tawari oleh Devan serta Vivi, benar saja kue coklat buatan Vivi membuat Devan serta Yusa tenggelam menikmati makanan nya itu.

"Enak loh saking enak nya kita gak sadar kalo ada kamu vi hahahaha" celetuk Yusa.

Lalu mereka pun bersenda gurau serta mengobrol, dengan aktivitas toko yang mulai ramai, Yusa sedikit santai karena pekerjaan nya sudah sedikit selesai, Dari kejauhan terlihat seorang wanita memakai kacamata hitam serta kerudung menutupi kepala nya, mengawasi dari kejauhan.

"Benar dugaan ku kalian memang kembali bersama, maafkan aku vin, aku menyesali perbuatan ku" bagin gadis berkacamata itu yang tak lain adalah Hilma, Hilma berlalu pergi setelah melihat itu, dia selalu di rasuki rasa sesal yang terus saja menghantui nya itu.

Kini tidak ada gangguan dari keluarga Devan lagi, termasuk bukde Arni serta pakde leman dan tante nya Iriyana, mungkin mereka kapok setiap kali ingin berusaha mengganggu usaha Devan, selalu terjadi hal-hal di luar nalar mereka, karena kejahilan dari Malea serta yang lain nya.

Dari atas balkon Malea memandangi Devan yang terlihat bahagia, ketika berbincang dengan Vivi, dia memandangi Devan bersama Syafir "Lihatlah Tuan terlihat bahagia bersama wanita itu", ucap Malea kepada syafir.

Syafir lantas menoleh dan menjawab "Benar itu kak Malea, wanita itu bukan kah yang dulu suka dengan tuan, dan wanita itu terlihat sangat baik" timpal Syafir

Malea serta yang lain nya selalu mengawasi keselamatan tuan nya itu, sehingga dimana pun Devan dia akan senantiasa aman.

"Waktu nya akan segera tiba!" ucap Malea.

"Benar Kak Malea, kita harus mempersiapkan tuan sesegera mungkin" jawab Syafir.

Lalu mereka membahas perjalanan mereka nanti bersama Devan ke suatu tempat, tempat dimana mungkin Devan akan melakukan perjalanan yang panjang serta menemukan kekuatan yang lebih besar, dan juga untuk menemukan apa tujuan sebenar nya Devan dan siapa sosok ki Amar di dalam alam spiritual milik Devan.

Devan belum memiliki kesiapan yang cukup matang sehingga Malea serta yang lain nya akan melatih Devan, dari mulai fisik hingga kekuatan spiritual dan sihir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!