NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 Ezra Tidak Main-main

"Kamu serius akan melamar gadis itu?" Dellon saat ini mencoba untuk bertanya kembali kepada putranya di saat keduanya berada di dalam mobil yang duduk di kursi belakang dengan sopir yang menyetir mereka berdua.

"Ya, iya, bukankah Mama dan Papa itu sibuk ingin menyuruhku menikah, aku tidak boleh ini dan itu, jadi sekarang sudah mendapatkan istri, jadi dinikahi saja," sahut Ezra dengan santai.

"Papa tidak yakin sama kamu Ezra, di perusahaan saja kamu masih asal-asalan bekerja, asal masuk dan paling cepat pulang, kamu juga masih suka keluyuran, suka bermain futsal balapan dan lain sebagainya, lalu sekarang tiba-tiba ingin menikah, kamu pikir menikah itu hanya menikah dan sudah itu, menikah itu memerlukan tanggung jawab yang besar!" tegas Dellon.

"Kalau Papa saja tidak yakin bahwa aku bisa menjalani rumah tangga, lalu kenapa menyuruh ku menikah! Kepalaku sakit setiap hari hanya mendengarkan perintah mama dan papa menyuruhku ini dan itu, jadi sekarang aku sudah menemukan calon istri, papa malah kaget dan seolah-olah mempengaruhi pikiranku untuk menghentikan keinginanku," sahut Ezra.

"Ezra ini jelas berbeda, Refisha itu anak pertama dan sementara kamu anak bungsu, kamu juga hidup selama ini berdasarkan materi dari kedua orang tua kamu, kamu masih memakan uang orang tua kamu, kamu masih manja dan Refisha dia sudah sangat dewasa, dia sudah memiliki bisnis sendiri, pola pikirnya yang maju dan memiliki prinsip, jika kalian disatukan dalam pernikahan, sudah pasti akan mengalami konflik, ini bagaikan tutup botol ketemu tutup botol," jelas Dellon.

"Itu artinya kami berdua saling melengkapi, kalau kelebihan sama kelebihan disatukan dalam rumah tangga dan kekurangan sama kekurangan disatukan dalam rumah tangga maka hasilnya tidak ada, tetapi rumah tangga yang sebenarnya kelebihan disatukan dengan kekurangan, kekurangan disatukan dengan kelebihan," tegas Ezra benar-benar bijak berbicara yang membuat Dion sampai tidak bisa berkata-kata.

*****

Refisha saat ini sedang duduk di pinggir ranjang, dia masih kepikiran dengan candaan Ezra.

"Apa dia sedang mengejekku? dia menganggap semua ini lelucon sampai-sampai melontarkan kata-kata mengundang tawa seperti itu," ucap Refisha.

"Ya, sudah pasti semua itu hanya sebuah candaan," suara itu tiba-tiba muncul dari pintu yang tidak ditutup dengan Laudya yang tampak bersandar pada dinding dengan kedua tangannya dilipat di dada.

"Mana masuk akal dia mengajak Kakak menikah, orang buruk saja tidak ingin menikah dengan Kakak dan apalagi orang seperti dia, Dia sangat sempurna berdasarkan fisik dan lain sebagainya, sudah pasti tipenya bukan Kakak, mungkin dia hanya mencari hiburan di tengah ketegangan keluarga kita agar tidak terjadi pertengkaran, Laudya berharap Kakak tidak terlalu percaya diri, nanti akan sakit hati jika khayalan kakak tidak seimbang," ucap Laudya.

"Kakak juga tidak menganggap semua itu serius Laudya," sahut Refisha.

"Baguslah," sahut Laudya dengan tersenyum dan kemudian langsung pergi.

"Memang semua yang terlontar dari mulutnya hanyalah sebuah candaan, untuk apa harus memikirkannya," batin Refisha menghela nafas.

******

"Hah!" pekik Rami benar-benar kaget saat suaminya itu menyampaikan apa yang terjadi dalam proses lamaran keponakan mereka dan sementara Ezra sejak tadi duduk santai bersandar pada sofa di ruang tamu dengan satu kakinya diangkat di atas pahanya dan terlihat bermain ponsel.

"Ezra, kamu jangan mengada-ada ingin menikah wanita itu, kamu harus pikirkan masa depan kamu!" tegas Rami ternyata sebagai ibu juga kurang setuju dengan Ezra.

"Meminta menikah, dan ketika sudah mendapat pasangan sekarang malah komplain, aneh," sahut Ezra.

"Orang tua siapapun sudah pasti protes dengan keputusan kamu yang tidak masuk akal. Kamu pikirkan bagaimana bisa kamu menikah dengan wanita itu, usianya 4 tahun lebih tua dibatas kamu!" tegas Rami.

"Usia bukan suatu masalah, bukan menjadi penghambat dalam pernikahan dan rumah tangga dan bukan menjadi jaminan rumah tangga bisa utuh atau tidak. Banyak kok mereka menikah yang bahkan usia wanitanya jauh lebih tua dan bahkan mereka bisa berbeda 10 tahun, saya tertarik pada Refisha dan saya serius bukan main-main," tegas Ezra yang memperlihatkan keseriusannya di depan kedua orang tuanya.

"Tetapi Ezra....."

"Saya tidak mau dijodohkan dengan siapapun itu, Mama dan Papa berhenti menjodohkan saya dengan orang lain karena saya sudah punya calon istri. Jadi sebaiknya persiapkan saja lamaran untuk datang ke rumahnya dan melamarnya secara terhormat lalu melanjutkan proses taaruf dan apapun itu seperti yang diminta orang tuanya!" tegas Ezra.

Kedua orang tuanya sampai tidak bisa berkata-kata, putra mereka itu terlalu tengil tetapi kali ini ekspresinya sangat berbeda dan terlihat benar-benar serius.

*****

"Hah!"

"Pifftt"

Yogi hampir saja menyemburkan seluruh air di dalam mulutnya ke wajah Ezra dan untung saja Ezra masih bisa menghindar.

"Apa katamu kau akan menikahi wanita yang kau katakan pernah menyangka dirimu bunuh diri?" tanyanya memastikan membuat Ezra menganggukkan kepala.

"Hah!"

"Bagaimana ceritanya kau bisa tiba-tiba saja punya pikiran untuk menikah? apa jangan-jangan hatimu sudah capek dengan perintah orang tuamu yang selalu menganggapmu serba salah dan akhirnya kau melakukan pelarian dengan menikahi wanita itu?" tanyanya memastikan.

"Alasan yang kesekian, tetapi alasan yang paling utama adalah karena aku penasaran dengan wanita itu, dia terlihat tenang meski sudah dihina berkali-kali," jawab Ezra.

"Astaga Ezra, bagaimana mungkin alasanmu untuk menikahi seorang wanita hanya karena penasaran. Ezra pernikahan itu panjang, lagian apa coba yang membuatmu tiba-tiba tertarik pada wanita itu dan padahal sebelumnya wanita itu akan dijodohkan dengan sepupumu, kau juga mengatakan bahwa sepupumu menolaknya dan menghinanya, dan wanita itu juga perawan tua," ucap Yogi sangat berhati-hati berbicara.

"Heh, kata-katamu jangan terlalu kasar seperti itu, usianya mungkin lebih tua dibandingkan aku, tetapi aura wajahnya tidaklah seperti itu, kau harus bertemu dengannya dan aku yakin kau juga tidak akan menyangka bahwa umurnya sudah hampir 30 tahun," sahut Ezra

"Lalu bagaimana dengan tanggapan orang tuamu?" tanya Yogi.

"Pada akhirnya mereka tidak setuju dan berbicara ini dan itu, tetapi tidak ada yang bisa mengubah keputusanku, salah sendiri kenapa memintaku untuk menikah," sahut Ezra dengan santai.

******

Refisha saat ini sedang berada di butik ruangan yang sangat luas dan besar terdapat beberapa patung yang sudah diisi dengan pakaian busana muslim sebagai desain-desain yang sebentar lagi akan di launching, selain memiliki bisnis parfum Refisha juga terjun dalam dunia desain.

Refisha terlihat berdiri di salah satu patung dan menambahkan sedikit ukiran di pinggang patung tersebut karena masih merasa ada yang kurang.

Refisha kemudian membalikkan tubuhnya.

"Astagfirullah!" ucap Refisha benar-benar kaget dan hampir saja terjungkal, karena Ezra tidak tahu sejak kapan berdiri di belakang.

"Kamu ngapain di sini?" tanyanya terlihat panik, karena ruangan desain itu memang khusus hanya untuk bekerja dan lagi pula pekerja di butik itu Refisha bersama dengan wanita lainnya tanpa ada memperkerjakan laki-laki.

"Saya minta no Wa kamu, agar selanjutnya kita bisa berkomunikasi dengan intens," ucap Ezra terlihat begitu santai mengeluarkan ponselnya.

"Hah!" Refisha mengerutkan dahi benar-benar kaget dengan laki-laki yang selalu suka-sukanya.

"Heh, saya baru saja meminta nomor handphone kamu dan bukan meminta hak, kamu kagetnya sudah seperti itu," sahut Ezra geleng-geleng kepala.

Bersambung.....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!