NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Selena akhirnya tertidur setelah menghabiskan sebagian besar malam dengan menangis dan gelisah. Pagi itu, ketika Jason serta Richard dan Victoria sudah berangkat bekerja, rumah keluarga Carter menjadi sepi. Selena masih terlelap di kamarnya, kelelahan setelah melewati malam yang begitu berat. Untuk sementara, ia hanya ingin tidur dan melupakan kejadian yang terus menghantui pikirannya.

Suara deru mobil Jason yang menjauh dari pelataran meninggalkan keheningan mutlak di seantero kediaman keluarga Carter. Ethan melangkah keluar dari kamarnya tanpa suara, menyusuri karpet tebal yang meredam setiap pergerakannya. Berbekal kunci cadangan yang tersimpan di laci ruang kerja ayahnya, jemarinya memutar anak kunci itu perlahan hingga terdengar bunyi klik pelan yang nyaris tak tertangkap telinga.

Pintu terdorong terbuka. Ruangan itu bermandikan cahaya temaram dari sela tirai yang tertutup rapat, menghadirkan suasana dingin yang kontras dengan gejolak di dada Ethan. Matanya tertuju pada sosok Selena yang terlelap di atas ranjang berantakan, tampak rapuh dengan jejak keletihan yang masih membekas di wajahnya.

Ethan mendekat, mengikis jarak hingga ia berdiri tepat di samping tempat tidur. Tatapannya menelusuri garis wajah yang teramat ia dambakan itu, merasakan denyut kerinduan gelap yang menolak padam. Perlahan, Ethan berlutut di tepi kasur, membiarkan jemarinya melayang tipis di atas kening Selena, menahan godaan untuk tidak membangunkan wanita itu dari tidurnya.

"Bahkan saat kamu terpejam..." bisik Ethan teramat lirih, suaranya sarat akan obsesi yang kian pekat, "...kamu tetap tidak bisa sepenuhnya lepas dariku."

Selena merasakan ada yang menyentuh pipi nya, ia langsung tersadar dari tidurnya. Dan betapa terkejutnya ia melihat Ethan sedang berada tetap di depannya.

"Ethan!" pekik nya, reflek bangun dan beringsut mundur. Kejadian kemarin saja masih menyisakan ketakutan yang mendalam buat nya... ia masih belum siap berada dalam jarak sedekat itu dengan Ethan. Meskipun, dulu Ethan adalah kekasih yang paling ia cintai tapi tetap saja perlakuan Ethan kemarin membuatnya takut. Ethan berhasil merenggut mahkota yang ia jaga baik-baik selama ini.

"Sedang apa kamu di kamarku?" tanya Selena penuh kebencian.

Ethan menatap dingin Selena, entah sejak kapan cinta yang mendam di hatinya berubah jadi keinginan untuk mengusai Selena. Sejak kejadian kemarin Selena menjadi candu buatnya.

"Keluar kamu dari kamarku." kata Selena, ia masih mencoba tetap tenang. "Kalau tidak, aku akan teriak."

Ethan tersenyum geli mendengar itu, "Teriaklah, siapa yang akan mendengarmu?" Ethan semakin mengikis jarak di antara mereka.

"Bajingan kamu Ethan! aku benar-benar benci sama kamu sekarang." ungkap Selena, itulah yang ia rasakan saat ini di hatinya... kebencian yang entah sejak kapan muncul di hatinya? mungkin karena kekecewaan atas Ethan meninggalkan nya di hari pernikahan dan berpuncak pada kejadian kemarin saat ia di lecehkan olehnya, melunturkan sisa-sisa rasa yang ada di hatinya.

"Katakan padaku, Selena... apakah dengan membenciku setengah mati, kamu bisa benar-benar menghapus keberadaanku dari ingatanmu?"

Selena terdiam sesaat sebelum menatap Ethan dengan ekspresi datar. Ia sudah terlalu lelah menghadapi pria itu dan tidak ingin lagi terjebak dalam percakapan yang sama.

"Jangan terlalu percaya diri, Ethan," jawabnya dingin. "Kamu bukan seseorang yang ingin kuingat, apalagi seseorang yang kutakuti akan hilang dari hidupku."

Rasa dingin dalam suara Selena meredam riak emosi di dada Ethan seketika, menggantinya dengan kehampaan yang perih. Sorot mata yang datar tanpa getaran itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada tamparan keras. Ethan mengepalkan tangannya di balik saku, meremas kain celananya demi menahan nyeri yang meremukkan keangkuhannya.

Ia menghela napas panjang dan berat. Tatapannya tertumbuk pada wajah Selena yang memalingkan diri, menolak mengakui keberadaannya. Kenangan tentang tawa hangat wanita itu di masa lalu berputar liar di kepalanya, sebuah memori indah yang kini terasa seperti racun mematikan.

"Bagus kalau begitu," gumam Ethan lambat, suaranya terdengar serak menelan kepahitan yang pekat. "Teruslah bersikap acuh tak acuh seperti itu."

Ia berbalik perlahan menuju pintu, menghentikan langkahnya tepat di ambang batas ruangan tanpa menoleh ke belakang.

"Tapi jangan pernah kira kamu bisa membohongi detak jantungmu sendiri saat kita berada di bawah satu atap yang sama," lanjutnya lirih sebelum meraih kenop pintu dan melangkah keluar, meninggalkan keheningan yang menyesakkan di dalam kamar tersebut.

Selena menoleh sebelum Ethan benar-benar menutup pintu. Perkataan pria itu membuatnya kesal. Bahkan setelah semua yang terjadi, Ethan masih saja bertindak seolah-olah dirinya memahami perasaan Selena lebih baik daripada dirinya sendiri.

"Jangan menganggap dirimu begitu penting, Ethan."

Langkah Ethan terhenti. Ia menoleh, menatap Selena yang kini berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada.

"Kamu pikir aku bersikap seperti ini karena masih memiliki perasaan padamu?" Selena tertawa kecil tanpa humor. "Jangan bermimpi. Aku hanya menyesal pernah membiarkanmu masuk terlalu jauh ke dalam hidupku."

Rahang Ethan mengeras, tetapi Selena belum selesai.

"Dan soal detak jantungku, simpan saja omong kosong itu untuk dirimu sendiri. Aku tidak bertanggung jawab atas apa yang kamu rasakan, sama seperti kamu tidak berhak mengatur perasaanku."

Selena melangkah mendekati pintu, lalu menatap Ethan tepat di matanya.

"Kalau kamu benar-benar ingin tahu apakah aku bisa melupakanmu, berhentilah menggangguku. Buktikan bahwa kamu bisa hidup tanpa terus menyeretku ke dalam keinginanmu."

Ethan tidak langsung menjawab. Tatapannya tertahan pada Selena, sementara tangannya yang semula berada di gagang pintu perlahan mengepal.

Selena mengangkat dagu sedikit. "Sekarang, keluar! Aku tidak ingin melihatmu lagi."

Kali ini, ia sendiri yang menutup pintu di hadapan Ethan.

Dentuman pintu yang terbanting tepat di depan hidungnya menggema di sepanjang koridor, disusul suara gerigi kunci yang berputar tuntas. Ethan menarik napas pendek yang tajam, merasakan sengatan dingin merambat dari ujung jemarinya hingga menghunjam ke dasar dada. Kata-kata terakhir Selena mengiang bagai serpihan kaca yang menusuk telinga, mengiris harga diri dan sisa kewarasannya sampai berkeping-keping.

Ia mengangkat satu tangannya, menyentuhkan telapak yang gemetar ke permukaan kayu yang kokoh. Di balik sekat tebal itu, wanita yang dulu mengisi setiap sudut hidupnya dengan senyuman manis kini menganggapnya tak lebih dari sebuah kesalahan masa lalu. Dulu, Selena selalu menyambut rengkuhannya dengan hangat di perpustakaan kampus atau di sudut kafe favorit mereka. Kini, kehangatan itu berubah menjadi dinding es yang tak tertembus.

"Menyesal, ya..." bisik Ethan pelan, suaranya tercekat di tenggorokan yang terasa kering dan terbakar.

Ia menurunkan tangannya perlahan, menatap lantai koridor dengan pandangan yang kian menggelap. Rahangnya terkatup rapat menahan gejolak rasa bersalah dan obsesi liar yang saling bertubrukan tanpa henti.

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!