NovelToon NovelToon
Singgah Yang Tertukar

Singgah Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Terlarang
Popularitas:818
Nilai: 5
Nama Author: Ranu Kallanie Jingga

Enam tahun berpisah dari Nathaniel meninggalkan Elena dalam kehampaan, memikul rahasia besar: seorang anak rahasia bernama Gavin. Di tengah keterpurukannnya, Elena kembali pada sahabat masa kecilnya, Julian. Hubungan mereka kian rumit ketika Julian terikat open marriage dengan wanita lain demi tetap bisa melindungi Elena dan Gavin.
​Takdir berputar kejam saat Elena tak sengaja bertemu kembali dengan Nathaniel di pesawat. Penyesalan memuncak ketika wajah Gavin tanpa sengaja terpampang sebagai brand ambassador perusahaan Nathaniel. Terjebak di antara cinta masa lalu, ikatan darah, dan kompromi sunyi sahabatnya, ke mana Elena harus melabuhkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranu Kallanie Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saran Gila dari sang kekasih

Setelah panggilan terputus, jemari Julian bergerak cepat di atas layar ponselnya. Kegelisahan yang makin membakar membuatnya mendadak butuh menuangkan seluruh perasaannya pada Claire lewat rentetan pesan singkat.

Jules: Claire, aku beneran kacau. Selama 20 tahun aku kenal Elena, aku selalu berusaha jaga dia. Kita sering banget berdua di situasi apa pun, dan kesempatan buat melangkah lebih jauh itu selalu ada. Tapi aku selalu nahan diri karena menghormati dia. Hal paling jauh yang pernah aku lakukan ke Elena cuma sebatas ciuman bibir.

Jules: Tapi begitu tahu kenyataan kalau dia udah ngasih segalanya ke Nathaniel... rasa rasanya kepala aku mau pecah, Claire. Aku tahu persis El sebenarnya masih ada rasa sama Nathaniel, tapi di sisi lain aku pengen banget dia cepat-cepat melupakan bajingan itu. Aku cuma nggak tahu harus gimana caranya.

Ia memandangi layar ponselnya dengan napas terengah, menunggu tanggapan dari wanita yang selalu berpikiran terbuka itu. Tak butuh waktu lama, balasan dari Claire masuk. Jawaban yang sama sekali tak terduga dan benar-benar out of the box, membuat julian terpaku membacanya.

Claire: Simple, Jules. Kalau kamu memang berniat bikin Elena benar-benar melupakan Nathaniel, kamu harus bisa jadi sosok yang jauh lebih baik—dan jauh lebih 'enak' dibanding Nathaniel untuk Elena.

Claire: Bikin dia lupa sama trauma dan masa lalunya lewat rasa nyaman dan kenikmatan baru yang cuma bisa kamu kasih. Kamu punya akses penuh ke hatinya, Jules. Gunakan itu.

Julian membeku di tempatnya berdiri. Pesan dari Claire menggantung di layar, membuka sudut pandang liar yang tak pernah sekalipun terlintas di benak Julian sebelumnya.

Tepat pada saat itu, pintu toilet kamar hotel terbuka. Elena keluar dengan wajah yang sudah dibasuh air segar, menatap Julian yang masih berdiri kaku memegang ponselnya dengan tatapan sedikit bertanya tanya.

Pikiran Julian berkecamuk. Saran gila dari Claire yang terpampang di layar ponsel terasa begitu menyengat, membuat dadanya kian bergemuruh. Mengusap tengkuknya yang tegang, Julian berusaha bersikap seolah tidak terjadi apa-apa saat Elena melangkah mendekat.

Namun, Elena bukan orang asing yang mudah dibohongi. Pandangan matanya menyapu suasana kamar, lalu tertuju pada ponselnya yang tergeletak tepat di dekat jemari Julian dengan layar yang baru saja padam. Ia paham betul apa yang baru saja disaksikan sahabatnya.

Elena menghela napas pelan. Sebuah senyum tipis—hampir tanpa daya—terukir di bibirnya.

"Enam tahun itu bukan waktu yang singkat, Jules," bisik Elena lirih, suaranya tenang namun menghantam dada Julian begitu keras. Elena berjalan perlahan lalu duduk di tepi tempat tidur. "Nggak semudah itu buat menghapus semuanya. Jujur... aku masih belum sepenuhnya bisa lupain Nate. Bahkan sampai detik ini, jauh di dalam hati kecilku... aku masih sering berharap dia datang lagi dan memperbaiki semuanya."

BAM.

Kata-kata itu bagai pemantik api di atas tumpukan bahan bakar. Pengakuan polos Elena bahwasanya wanita itu masih mengharapkan sosok bajingan yang telah menghancurkan hidupnya benar-benar meruntuhkan batas kesabaran Julian.

Tanpa mengucap sepatah kata pun, Julian berdiri dari kursinya. Wajahnya mengeras, matanya memancarkan amarah yang bercampur dengan rasa kecewa yang amat mendalam. Jarinya yang gemetar membuka bungkus rokok dari saku celana, menyulut sebatang rokok, lalu menusukkan asap pekat ke udara kamar hotel yang tertutup.

Ia benar-benar tak peduli lagi pada kepulan asap yang mulai memenuhi ruangan, bahkan mengabaikan kenyataan bahwa Elena sangat sensitif dan alergi terhadap asap rokok. Julian hanya butuh melampiaskan rasa panas yang membakar dadanya saat itu juga.

1
Aurora odelyn Nakeisha
alurnya agak berat tapi bikin penasaran
Anandaaa
lanjutin torr gas
Langi Wijaya
ceritanya seru agak bikin tensi naik turun.....
ayo tor lanjutin update nya
Langi Wijaya
julian cowo bingung tapi clear agak out of the box pemikirannya😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!