NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

“Dia menikahiku untuk menyelamatkan kerajaannya. Aku menikahinya untuk menyelamatkan keluargaku. Namun, tak satu pun dari kami menyadari bahwa cinta akan menjadi pengkhianatan paling berbahaya.”

• Dante Alessandro Vieri (32 tahun): Bos mafia Italia yang tampan, gagah, bermata biru safir, dingin, penuh perhitungan, dan tidak pernah memaafkan pengkhianatan. Di balik kekuasaannya, ia menyimpan luka lama yang membuatnya tidak percaya pada cinta.

• Bianca Elena Laurent (24 tahun): Gadis cantik keturunan Spanyol dan Timur Tengah, bermata cokelat keemasan, berambut hitam panjang, cerdas, berani, serta memiliki harga diri yang tidak mudah dihancurkan. Ia tidak pernah membayangkan akan menjadi istri rahasia seorang mafia.

• Luciano Vieri: Adik tiri Dante yang menginginkan takhta keluarga.

• Isabella Moretti: Perempuan dari masa lalu Dante yang menyimpan rahasia tentang kematian ibunya.

• Adrian Laurent: Kakak Bianca yang menghilang setelah membawa sebuah dokumen berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 — Pengakuan di Bawah Hujan

Hujan mengguyur Roma sejak sore. Langit gelap seolah ikut menyembunyikan rahasia yang selama puluhan tahun terkubur di antara keluarga Laurent dan Vieri.

Di ruang kerja Villa Vieri, Dante berdiri di depan meja dengan wajah dingin. Di hadapannya, Marco baru saja menyampaikan kabar tentang panggilan misterius yang diterima Bianca.

“Jadi, Gabriel benar-benar menghubungi Nyonya?” tanya Marco.

Dante mengangguk.

“Lacak panggilan itu. Aku ingin tahu lokasi terakhirnya.”

“Kami sedang mengusahakannya, Don. Tetapi ada masalah lain.”

“Apa?”

Marco meletakkan sebuah map di atas meja.

“Dokumen kelahiran yang ditemukan Nyonya Bianca telah diperiksa oleh ahli forensik. Kertasnya memang tua, tetapi ada bagian yang ditulis ulang sekitar dua puluh tahun lalu.”

Dante membuka map tersebut.

“Siapa yang mengubahnya?”

“Belum diketahui. Namun, kami menemukan tanda tangan Alessandro Vieri di halaman terakhir.”

Dante terdiam.

Ayahnya.

Lagi-lagi nama itu muncul di tengah semua kebohongan.

“Cari dokumen aslinya,” perintah Dante. “Dan jangan percaya siapa pun yang mengaku bekerja untuk keluarga Vieri tanpa pemeriksaan.”

Marco mengangguk.

“Bagaimana dengan Vittorio?”

Dante menutup map.

“Dia akan menyesal karena telah menyentuh keluargaku.”

Bianca berada di perpustakaan ketika Dante menemukannya. Perempuan itu duduk di dekat jendela, memegang sebuah foto lama Elena.

Sejak mengetahui kemungkinan hubungan darah di antara mereka, Bianca belum benar-benar bisa menenangkan diri.

Dante mendekat.

“Kau belum makan.”

“Aku tidak lapar.”

“Kau harus menjaga kesehatanmu.”

Bianca meletakkan foto itu.

“Dante, aku ingin bertanya sesuatu.”

“Tanyakan.”

“Jika ternyata kita memang memiliki hubungan darah, apa yang akan terjadi pada pernikahan kita?”

Dante duduk di hadapannya.

“Aku tidak akan membohongimu. Jika bukti menunjukkan kita memiliki hubungan darah, kita harus menghadapi kenyataan itu dan mencari jalan yang benar.”

Bianca mengangguk pelan.

“Aku tidak pernah membayangkan akan menikah dengan seseorang yang mungkin memiliki hubungan keluarga denganku.”

Dante menatapnya dalam-dalam.

“Aku juga tidak pernah membayangkan akan mencintai seseorang yang membuatku takut kehilangan segalanya.”

Bianca terdiam.

“Jangan mengatakan kau mencintaiku hanya untuk membuatku tenang.”

“Aku tidak sedang mencoba menenangkanmu.”

Dante mengeluarkan sebuah foto dari saku jasnya. Foto itu memperlihatkan Alessandro menggendong seorang bayi di depan rumah sakit.

“Ini ditemukan di antara barang-barang ayahku. Aku baru menyadari sesuatu.”

Bianca mengambil foto tersebut.

Di bagian belakang terdapat tulisan:

Anakku, darahku, pewaris namaku.

“Apakah bayi ini Dante?” tanyanya.

“Sepertinya begitu. Tetapi lihat bagian jendelanya.”

Bianca memperhatikan latar belakang foto. Di sana terlihat seorang perempuan berdiri dengan wajah yang hanya sedikit tampak.

“Siapa dia?”

Dante menggeleng.

“Aku tidak tahu.”

Bianca membalik foto itu sekali lagi.

Di sudut kanan terdapat lambang delapan kelopak.

Lambang yang sama dengan cincin milik orang-orang yang selama ini mengincar mereka.

Malam harinya, Marco datang membawa kabar baru.

“Don, kami menemukan lokasi terakhir sinyal ponsel Gabriel. Dia berada di sebuah rumah tua dekat sungai, sekitar dua puluh kilometer dari pusat Roma.”

Dante langsung berdiri.

“Siapkan mobil.”

Bianca ikut bangkit.

“Aku ikut.”

Dante menatapnya.

“Tempat itu mungkin berbahaya.”

“Gabriel satu-satunya orang yang bisa menjelaskan semuanya. Aku harus mendengar langsung darinya.”

Dante hendak membantah, tetapi Bianca mengangkat tangannya.

“Aku tidak akan diam di rumah sementara Adrian masih disekap dan kebenaran tentang ibuku belum terungkap.”

Dante akhirnya mengangguk.

“Kau tetap bersamaku.”

Rumah tua itu berdiri di tepi sungai dengan sebagian atapnya rusak. Hujan turun semakin deras ketika Dante dan Bianca tiba.

Marco memeriksa pintu depan.

“Tidak terkunci, Don.”

Dante mengangkat pistol.

“Semua orang bersiap.”

Mereka memasuki rumah dengan hati-hati. Ruangan pertama kosong, hanya ada meja kayu dan beberapa dokumen berserakan.

Dari lantai atas terdengar suara batuk.

Bianca langsung menoleh.

“Gabriel?”

Dante memberi isyarat agar semua orang tetap waspada.

Mereka menaiki tangga.

Di kamar paling ujung, seorang pria tua duduk bersandar pada dinding. Wajahnya pucat dan terdapat luka di pelipisnya.

Gabriel Moretti.

Bianca bergegas mendekat.

“Siapa yang melakukan ini kepada Anda?”

Gabriel mengangkat wajah.

“Bianca Laurent…”

“Kami mencari Adrian. Apakah Anda tahu di mana dia?”

Gabriel mengangguk lemah.

“Vittorio membawanya. Tetapi Adrian masih hidup.”

Bianca menghela napas lega.

“Di mana dia?”

“Gereja tua di luar kota. Namun, kalian tidak boleh datang tanpa persiapan.”

Dante berdiri di samping mereka.

“Apa yang sebenarnya terjadi pada malam Elena meninggal?”

Gabriel menatap Dante lama.

“Kau sudah tumbuh menjadi pria yang sama keras kepalanya dengan ayahmu.”

“Jangan bicara tentang ayahku. Jawab pertanyaanku.”

Gabriel menarik napas panjang.

“Alessandro bukan orang yang membunuh Elena. Malam itu, dia justru berusaha menyelamatkannya.”

Bianca mendekat.

“Lalu siapa yang membunuh ibu saya?”

Gabriel menunduk.

“Aku tidak melihat pembunuhnya secara langsung. Tetapi aku tahu siapa yang memerintahkan semua orang untuk menghapus jejaknya.”

“Siapa?”

Gabriel mengangkat wajah.

“Vittorio Vieri.”

Dante mengepalkan tangan.

“Pamanku?”

Gabriel mengangguk.

“Vittorio menganggap Elena sebagai ancaman. Dia mengetahui bahwa Elena menyimpan dokumen tentang dua bayi yang lahir pada malam yang sama. Dokumen itu dapat menghancurkan kekuasaan keluarga Vieri.”

Bianca menahan napas.

“Dua bayi itu siapa?”

Gabriel menatapnya.

“Yang satu adalah bayi yang dibesarkan keluarga Laurent. Yang lain dibawa pergi atas perintah Alessandro.”

“Apakah bayi kedua itu Dante?” tanya Bianca.

Gabriel tidak langsung menjawab.

Ia justru meminta Dante mendekat.

“Dante, sebelum kau mengetahui semuanya, ada satu hal yang harus kau pahami. Alessandro bukan ayah yang sempurna. Tetapi dia berusaha melindungimu.”

Dante menatap pria tua itu tajam.

“Apa maksudmu?”

Gabriel mengeluarkan sebuah amplop kecil dari balik mantelnya.

“Ini surat yang ditulis Alessandro sebelum kematiannya. Dia memintaku menyimpannya sampai waktunya tiba.”

Dante mengambil amplop itu.

Di bagian depan tertulis namanya.

Untuk Dante, jika suatu hari kau menemukan anak yang hilang.

Tangannya sedikit gemetar ketika membuka surat tersebut.

Dante,

Jika kau membaca surat ini, berarti rahasia yang selama ini kujaga akhirnya terungkap.

Ada seorang anak yang tidak pernah kukenal sebagai anakku sendiri, tetapi aku membesarkannya dengan seluruh kasih sayang yang kumiliki. Ada pula seorang anak yang harus disembunyikan agar tidak dibunuh oleh orang-orang yang menginginkan kekuasaan.

Jangan salahkan Elena. Dia hanya berusaha menyelamatkan anak-anaknya.

Dante berhenti membaca.

“Anak-anaknya?” bisiknya.

Gabriel mengangguk.

“Alessandro tahu bahwa Elena melahirkan lebih dari satu bayi.”

Bianca memandang Dante.

“Jadi, kita belum tentu memiliki hubungan darah?”

Gabriel menggeleng pelan.

“Belum ada bukti yang memastikan siapa ayah biologis masing-masing bayi. Tetapi aku tahu satu hal. Catatan kelahiran kalian telah diubah.”

Dante melipat surat itu.

“Di mana dokumen aslinya?”

Gabriel menunjuk sebuah kotak kecil di bawah tempat tidur.

“Di sana. Tetapi berhati-hatilah. Vittorio tidak akan membiarkan kalian membukanya.”

Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar rumah.

Marco berteriak dari lorong.

“Don! Kita diserang!”

Dante segera menarik Bianca ke belakang dinding.

“Jangan bergerak!”

Beberapa anak buah Dante membalas tembakan. Kaca jendela pecah dan suara langkah kaki terdengar dari lantai bawah.

Gabriel mencoba berdiri, tetapi tubuhnya terlalu lemah.

Bianca membantu menopangnya.

“Kita harus membawa Anda keluar.”

Gabriel menggeleng.

“Selamatkan dokumen itu.”

Dante mengambil kotak kecil dari bawah tempat tidur dan menyerahkannya kepada Marco.

“Bawa ini ke mobil. Jangan sampai jatuh ke tangan mereka.”

Mereka bergerak menuju pintu belakang.

Namun, sebelum keluar, Bianca mendengar suara dari lantai bawah.

“Bianca!”

Ia membeku.

Suara itu sangat dikenalnya.

“Adrian?”

Seseorang muncul di ambang pintu.

Namun, bukan Adrian.

Itu adalah Vittorio.

Ia berdiri sambil mengarahkan pistol kepada mereka. Di belakangnya terdapat dua pria bersenjata.

“Selamat malam, keponakanku.”

Dante langsung mengarahkan senjatanya.

“Turunkan pistolmu.”

Vittorio tertawa kecil.

“Kau masih berpikir bisa memerintahku?”

Bianca berdiri di samping Dante.

“Di mana Adrian?”

Vittorio menatapnya.

“Dia menunggu kalian.”

“Apa maksudmu?”

Vittorio tersenyum tipis.

“Besok malam, kalian akan datang ke gereja tua. Di sana aku akan memberikan jawaban tentang siapa sebenarnya ayah kandungmu.”

Ia kemudian menatap Dante.

“Dan kau akan mengetahui mengapa Alessandro membesarkan seorang anak yang seharusnya tidak pernah menjadi pewaris keluarga Vieri.”

Dante mengangkat pistolnya lebih tinggi.

“Jika kau menyentuh Bianca atau Adrian, aku akan menghabisimu.”

Vittorio hanya tertawa sebelum mundur bersama anak buahnya.

Dalam beberapa detik, suara mobil menjauh ditelan hujan.

Setelah berhasil keluar dari rumah tua, Bianca berdiri di bawah hujan sambil menggenggam tangan Dante.

“Aku tidak mau kehilangan Adrian,” bisiknya.

Dante mengusap rambutnya yang basah.

“Kita akan menyelamatkannya.”

“Dan setelah itu?”

Dante menatap wajah Bianca.

“Setelah itu, kita akan membuka semua rahasia yang tersisa.”

Bianca mengangguk.

Namun, ketika Marco kembali dari mobil, wajahnya terlihat sangat pucat.

“Don…”

“Ada apa?”

Marco menyerahkan sebuah amplop yang ditemukan di dalam kotak Gabriel.

“Dokumen ini bukan hanya berisi catatan kelahiran. Ada hasil tes darah yang dilakukan bertahun-tahun lalu.”

Dante membuka amplop itu.

Di dalamnya terdapat dua lembar hasil pemeriksaan dan sebuah catatan tulisan tangan.

Ia membaca baris pertama, lalu wajahnya berubah.

Bianca mendekat.

“Apa isinya?”

Dante menatapnya tanpa suara.

Kemudian ia menyerahkan dokumen itu kepada Bianca.

Di bagian kesimpulan tertulis:

Dante Alessandro Vieri dan Bianca Elena Laurent tidak memiliki hubungan biologis sebagai saudara kandung.

Bianca mengembuskan napas panjang.

Namun, sebelum rasa leganya benar-benar muncul, ia membaca catatan di bawah hasil pemeriksaan.

Identitas ayah biologis Bianca Laurent belum dapat dipastikan. Sampel pembanding berasal dari seorang pria yang tercatat telah meninggal.

Bianca mengangkat wajah.

“Siapa pria itu?”

Dante membaca nama yang tertulis di bagian bawah.

Alessandro Vieri.

Hujan semakin deras.

Dan kini, rahasia terbesar keluarga Vieri justru semakin dekat untuk terbongkar.

Bersambung…

1
nnda
ceritanya dipercepat kah kak? kok tiba² udah punya anak si Bianca sama Dante
Isabell: iya kak mohon maaf update hari ini agak amburadul 😖 ada bab yang hilang, nanti aku ubah dulu kak 🙏
total 1 replies
Frida
💪
Yiruma Nitya
Bagus loh kak sumpah, semangat terus, jangan lupa mampirin aku jg ya
Yiruma Nitya
Jadi penasaran
Zendyaa4
aku baca baca ini kak,tapi pelan pelan. semangat kakk💪
jangan lupa mampirr🤭
niaww
semngat trus kak isabelll
Isabell: terima kasih kak 😍semangat juga untuk mu kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!