" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerja Sama
Seorang pria yang terlihat gagah dengan tubuh yang semakin besar dan tinggi, otot-ototnya semakin terlihat menandakan bahwa si pria sangat suka berolahraga.
Jas mewah dan mahal begitu pas di tubuhnya, semua orang menganggap bahwa pakaiannya seperti di rancang khusus untuk dirinya, sosok itu terlihat dingin dengan sorot mata yang tajam, auranya seperti tak tersentuh bahkan setiap orang yang melihatnya akan ada rasa takut tersendiri.
Dia adalah Tommy Moretti, pewaris dari keluarga Moretti... pengusaha dengan usia yang matang dan sudah sukses memiliki cabang perusahaan hampir di seluruh dunia, dia adalah sosok yang dikenal oleh banyak kalangan orang kelas atas semua orang merasa sungkan dan segan padanya.
" Bos ada beberapa projek iklan produk pembelian yang akan kita keluarkan di musim ini "
" Cari model yang terbaik, model yang sedang naik daun dan banyak di sukai orang lain terutama para wanita "
" Pihak marketing sudah memilih beberapa model yang akan membintangi iklan perusahaan kita Bos, tetapi ada beberapa yang masuk dalam kriteria kita" ucap Peter.
" Pilihlah yang paling populer diantara lainnya "
" Baik Boss saya akan katakan pada pihak Marketing. " jawab Peter lalu pergi dari ruangan tersebut.
Tommy terdiam dengan menatap ke arah luar jendela besarnya, ia menggoyangkan wine yang ada di tangannya.
Tak lama terdengar bell pintu,
" Masuk " ucap Tommy pada remot yang ia pegang.
Suara langkah kaki dari sepatu hak tinggi begitu terdengar, sosok wanita yang memakai gaun sexy berwarna kuning datang dengan membawa paperbag ditangannya.
" Momm menyuruhku membawa ini untukmu " ucap wanita itu.
Tommy memutar tubuhnya dan menatap sosok wanita yang berjalan ke arahnya lalu memeluknya dari samping tapi Tommy tak bergeming sama sekali.
" Aku sudah mengurus perusahaan pusat, ketika kita menikah nanti maka aku akan menyerahkan beberapa perusahaanku untuk kamu kelola, mendiang Daddyku pasti senang melihat kita bersama " ucap wanita itu dengan memainkan lengan kemeja Tommy.
Ya.. dia adalah Monika Castello.
Monika mendapat warisan berupa perusahaan pusat, sedangkan Tommy hanya bisa merampas anak cabang Castello, karena bagaimanapun keturunan dari Castello masih hidup.
" Kau urus dulu berkas pengalihannya "
" Tenang saja sayang " senyum Monika, ia merasa bahagia karena akan menikah dengan Tommy. ia berpikir sebentar lagi dirinya akan jadi Nyonya Moretti, dan anak-anaknya akan jadi pewaris Moretti.
Tommy menatap Monika dan menarik sudut bibirnya.
" Aku ada rapat hari ini "
" Tidak bisa pulang, aku baru sampai, aku ingin berada di sini lebih lama" ucap Monika dengan cemberut.
" aku sedang sibuk "
" tidak apa-apa aku akan menunggu di kantor ini dan berada di sofa yang nyaman ini "
" aku tidak suka ada orang lain di ruanganku ketika aku sedang bekerja "
" Aku tunanganmu Tommy, bukan orang lain " ucap Monika.
Tommy menatap ke arah Monika,
" Please aku mohon" ucap Monika.
" aku tidak pernah suka ada orang yang membantahku, sekali aku menyuruhnya keluar maka keluar " ucap Tommy dengan tatapan tajam tapi dengan suara yang rendah dan berat.
Monika dengan terpaksa akhirnya keluar dari ruangan tersebut. Pertunangan diantara mereka seperti permainan bagi Tommy ia merasa jika pertunangan mereka dilakukan atas dasar keuntungan, karena Tommy mengincar pusat perusahaan milik keluarga Castello.
Peter memasuki ruangan Tommy lagi ketika Monika keluar.
" Boss.. model iklan sudah dipilih oleh pihak Marketing, besok akan mulai pemotretannya "
" Hmm " angguk Tommy.
" Siapa modelnya? "
" Esca dari London, " ucap Peter.
Tiba-tiba tubuh Tommy menegang, namanya tidak sama tapi huruf depannya membuat dia ingat akan seseorang.
" Aku belum melihat wajahnya, tapi kata pihak Marketing namanya sedang melambung saat ini, dia juga memiliki beberapa toko emas dan berlian cukup besar di London ".
Tommy mematap Peter.
" Hmm... " angguk Tommy.
" Pemotretan akan dilakukan di perusahaan Diamond kita " lanjut Peter
Tommy menganggukkan kepalanya, karena posisi mereka saat ini sedang ada di pusat perusahaan teknologi.
******
Disisi lain, Ester menatap ke arah Devano dengan tatapan serius.
" Berarti kontrak di perpanjang lagi untuk dua minggu ke depan? "
" iya karena kamu akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan besar yang akan membuat namamu besar di negara ini "
" Oh ya .. berarti perusahaan itu begitu terkenal? "
" Tidak hanya terkenal Ester, perusahaan itu cabangnya ada di mana-mana di seluruh dunia bahkan di negara ini dia sangat berkuasa "
" Baiklah... Kapan pemotretan akan dimulai?"
" Besok "
" Besok ? mendadak sekali ya karena mereka sedang mengejar laba yang besar "
" Baiklah besok aku akan datang ke sini "
" no no no bukan di sini Ester, kau akan melakukan pemotretan di perusahaannya "
" What ?? Perusahaannya ? kenapa tidak di sini saja,"
" Tidak Ester karena mereka ingin tema belakangnya adalah perusahaan mereka, jadi mereka ingin kamu melakukan Photoshoot di tempat mereka ".
" Berarti aku akan datang ke perusahaannya? "
" Nanti aku akan mengantarmu ke sana, tenang aku akan ikut menemani sesi pemotretan itu... "
" Tumben sekali kamu mau menemaniku Photoshoot di perusahaan? "
" Bukan begitu Ester, Dia adalah orang besar, dia disegani di sini, kekuasaannya begitu besar jadi aku menemanimu di sana, siapa tahu kita bisa menjadi partner bisnis bersama perusahaannya seterusnya, aku akan mengalami kenaikan popularitas, begitu juga kamu " ucap Devano.
" Berarti perusahaan ini begitu besar hingga kamu begitu bersemangat " geleng Ester.
" Bukan besar lagi, tapi perusahaan yang berkuasa dan tak tersentuh " ucap Devano terlihat seperti melebih-lebihkan.
Ester merasa ini mungkin akan jadi pijakan untuknya agar kepopulerannya bisa semakin meluas.
" Okey.. besok jemput aku Devano " ucap Ester dan Devano mengangguk.
" Kamu akan mengiklankan berlian, Ansel akan mengiklankan emasnya " ucap Devano lagi.
" Baguslah.. setidaknya ada teman dan tak membuatku bosan disana, aku pulang dulu,,, "
" Oke hati-hati, supirmu sudah menunggu " jawab Devano.
Ester segera menuju ke hotel, ia ingin istirahat sebelum besok kembali bekerja.
sesampainya di hotel, Ester segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lalu setelah itu ia makan dengan lahap.
Ester merasa kekenyangan Iya duduk diam di kursi dengan memainkan ponselnya, ia melihat-lihat foto hasil pemotretannya tadi sungguh ia kagum pada dirinya sendiri karena dia merasa bahwa dirinya bisa sampai di titik ini dan bisa sukses dibawa kakinya sendiri.
Setelah merasa cukup santai Ester terlalu berjalan ke ranjang dan merebahkan dirinya di sana dengan pikiran yang berputar, hari ini ia sudah berada di negara di mana ia dulu dilahirkan, pikirannya tentang seorang wanita yang dulu selalu menyiksanya dan juga seorang pria yang memberikan luka di hatinya tiba-tiba terbesit dalam benaknya.
Tak terasa karena tubuhnya yang sangat lelah ia tiba-tiba merasa mengantuk dan memejamkan mata, lalu ia masuk ke alam mimpi.