NovelToon NovelToon
KAMU ADALAH MEMPELAI KU

KAMU ADALAH MEMPELAI KU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Dibuang oleh keluarga, dikhianati oleh orang yang dicintai, dan merasa tidak memiliki siapa-siapa.

Laura mengira hidupnya telah berakhir.
Sampai seorang pria asing datang dan berkata.“Kamu adalah mempelai ku.”

Laura tidak tahu siapa pria itu.
Yang dia tahu, sejak pertemuan malam itu, hidupnya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 : MEMPELAI YANG DIRAGUKAN

Malam semakin larut ketika Hero akhirnya kembali ke rumah singgah. Setelah menghadiri pesta dan pertemuan dengan para pengusaha, satu-satunya hal yang ada di pikirannya hanyalah Laura. dia bahkan sudah membayangkan akan menemukan Laura sedang duduk di ruang tengah atau mungkin sudah beristirahat di kamarnya.

Namun, begitu Hero masuk ke dalam rumah, langkahnya terhenti, ruang tengah terlihat sepi.

Hero mengedarkan pandangan ke sekeliling, lalu melepaskan jasnya sambil berjalan mendekati salah seorang pelayan yang sedang merapikan meja.

“Di mana Laura?” tanya Hero.

Pelayan itu langsung menoleh dan membungkuk sopan. “Nona Laura tidak ada di rumah, Tuan.”

Kening Hero langsung berkerut. “Tidak ada?”

“Iya, Tuan. Nona Laura tadi keluar.”

Hero menatap pelayan tersebut dengan serius. “Keluar ke mana?”

“Beliau mengatakan ingin pergi ke rumah temannya, Nona Diana Pratama. Katanya hanya ingin berbincang sebentar dengan temannya.”

Hero terdiam beberapa detik, wajahnya yang sebelumnya tenang mulai menunjukkan kekhawatiran.“Kenapa tidak ada yang memberitahuku?”

“Nona Laura meminta kami tidak perlu mengganggu Tuan karena Tuan sedang menghadiri pertemuan.”

Hero menghela napas panjang, dia mengambil ponselnya dan melihat layar. Tidak ada pesan dari Laura.

“Alamat rumah Diana Pratama,” ujar Hero.

Pelayan segera menyebutkan alamat yang diketahuinya. Hero mengangguk, kemudian kembali mengambil jasnya.

“Saya akan menjemput Laura.”kata Hero ke arah pelayanan. tanpa menunggu lebih lama, Hero berbalik dan berjalan menuju pintu.

Sementara itu, di tempat lain, Laura sedang duduk di ruang keluarga rumah Diana. dia datang karena ingin berbicara dengan seseorang yang sudah cukup lama dia percaya. Setelah semua kejadian yang terjadi beberapa hari terakhir, Laura merasa kepalanya terlalu penuh dan membutuhkan tempat untuk mencurahkan semuanya.

Diana duduk di samping Laura, sedangkan tunangannya berada di kursi seberang mereka. Keduanya mendengarkan cerita Laura sejak awal tanpa memotong pembicaraannya.

Laura menarik napas sebelum mulai bercerita.

“Aku sendiri masih sulit percaya dengan semua yang terjadi,” ujar Laura pelan. “Semuanya terasa terlalu cepat. Setelah aku meninggalkan rumah, aku bertemu dengannya. Kemudian dia membawaku ke rumahnya dan mengatakan bahwa aku adalah mempelainya.”

Diana yang sejak tadi mendengarkan dengan tenang tiba-tiba membelalakkan mata.

“Hero?” tanyanya memastikan.

Laura mengangguk. “Iya.”

Diana langsung menatap Laura dengan wajah tidak percaya. “Kau serius, Laura? Dia menjadikanmu mempelainya?”

“Iya, aku tidak bercanda. Aku juga kaget,” jawab Laura sambil mengangkat kedua tangannya. “Aku bahkan sampai sekarang masih belum benar-benar mengerti kenapa dia bisa begitu yakin kepadaku.”

Diana masih terlihat terkejut. “Tapi... Hero?”

Laura mengerutkan kening melihat reaksi sahabatnya. “Memangnya kenapa dengan dia?”

Diana belum sempat menjawab ketika tunangannya ikut berbicara.

“Aku tidak terlalu mengenal Hero secara pribadi,” katanya sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Tapi aku beberapa kali melihatnya di pertemuan bisnis.”

Laura menoleh kepadanya. “Lalu?”

“Dia terkenal sangat dingin. Bahkan di beberapa pertemuan, orang-orang yang mencoba berbicara dengannya sering kali hanya mendapatkan jawaban singkat.”

Diana mengangguk. “Aku juga pernah mendengar hal yang sama.”

Laura terdiam sebentar dia teringat bagaimana Hero bersikap kepadanya. Pria itu memang dingin kepada orang lain, tetapi kepadanya justru berbeda.

“Kalau begitu, mungkin dia memang seperti itu kepada orang lain,” jawab Laura. “Karena kalau bersamaku, dia tidak terlalu dingin.”

Diana menatap Laura dengan tatapan penuh rasa penasaran. “Tidak terlalu dingin bagaimana?”

Laura tersenyum kecil. “Dia terlalu banyak mengkhawatirkanku. Bahkan tadi sebelum pergi ke pertemuan, dia berkali-kali mengingatkan agar aku tidak melakukan sesuatu yang membuat lukaku sakit lagi.”

Tunangannya Diana mengangkat alis. “Itu cukup berbeda dari apa yang selama ini aku lihat.”

“Kan?” Laura mengangguk. “Makanya aku sendiri bingung.”

Pria itu kemudian menatap Laura dengan serius. “Tapi aku masih ragu dia benar-benar menjadikanmu mempelainya.”

Laura sedikit terkejut. “Kenapa?”

“Karena Hero bukan orang yang mudah mengambil keputusan seperti itu. Apalagi mengenai pernikahan. Dari yang aku tahu, dia sangat menjaga kehidupan pribadinya.”

Diana ikut menimpali, “Aku juga merasa aneh. Tapi kalau melihat cara dia datang ke rumahmu dan membelamu, mungkin memang ada sesuatu yang serius.”

Laura menundukkan wajahnya. “Aku juga tidak tahu.”

Laura memainkan jemarinya sendiri sambil mengingat semua kejadian yang telah dialaminya.

“Aku hanya tahu dia selalu mengatakan akan melindungiku. Dia bahkan membantuku memutuskan hubungan dengan keluargaku.”

Diana menatap Laura dengan lembut. “Dan sekarang kamu tinggal bersamanya?”

Laura mengangguk.

Diana terdiam sejenak sebelum tersenyum kecil. “Kau benar-benar mengalami banyak hal dalam waktu singkat.”

Laura tertawa pelan. “Aku juga merasa begitu.”

Percakapan mereka masih berlanjut, sementara Laura sama sekali tidak mengetahui bahwa seseorang sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya.

Di dalam mobil, Hero duduk dengan wajah serius. Valen yang berada di kursi depan sesekali melihat ke arah kaca spion.

“Tuan, Nona Laura sepertinya hanya mengunjungi temannya,” ujar Valen, mencoba menenangkan.

“Aku tahu.” jawab hero yang sedikit panik.

“Kalau begitu, Anda tidak perlu terlalu khawatir.” ujar Valen.

Hero menatap keluar kaca mobil. “Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja.”

Valen tersenyum tipis. “Tentu saja.”

Hero tidak menjawab lagi. Pikirannya hanya tertuju kepada Laura dia tidak marah karena Laura pergi dia hanya tidak suka ketika Laura pergi tanpa memberitahunya.

Beberapa saat kemudian, mobil Hero berhenti di depan rumah keluarga Pratama. Hero langsung turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk, Valen mengikuti dari belakang.

Di dalam rumah, Laura yang sedang tertawa bersama Diana tiba-tiba mendengar suara kendaraan berhenti di luar.

Laura menoleh ke arah jendela.“Sepertinya ada seseorang datang..

Diana ikut melihat ke arah luar. “Mungkin tamu.”

Namun beberapa detik kemudian, terdengar ketukan di pintu. salah seorang anggota keluarga Diana membukanya.

Laura yang masih duduk di ruang keluarga langsung terdiam ketika melihat siapa yang berdiri di depan pintu.

Hero.

Pria itu berdiri dengan wajah tenang, tetapi matanya langsung mencari Laura. begitu pandangan mereka bertemu, Hero berjalan mendekat.

“Laura,” panggilnya.

Laura bangkit dari tempat duduknya. “Hero? Kamu datang ke sini?”

Hero berhenti di hadapannya. “Aku datang untuk menjemputmu.”

Diana dan tunangannya saling berpandangan.

Baru saja mereka membicarakan pria yang mereka ragukan itu dan sekarang, pria tersebut datang sendiri untuk menjemput Laura.

Hero kemudian menatap Laura dengan lembut.“Sudah selesai berbincang dengan temanmu?”

Laura mengangguk perlahan. “Sudah.”

“Kalau begitu, ayo pulang.” ajak Hero dengan sedikit tersenyum ke arah Laura.

Laura masih menatap Hero beberapa saat sebelum akhirnya mengambil tasnya.

Diana hanya bisa memandang mereka dengan ekspresi tidak percaya.

Sementara tunangannya terdiam, mulai mempertanyakan kembali keraguannya sendiri. karena jika Hero memang tidak serius kepada Laura...

mengapa seorang pria seperti dirinya sampai datang sendiri untuk menjemput seorang wanita?

1
Xlyzy
siapa yang ga bingung pagi pagi udah di suguhi adegan begini mana di layani bak nyonya besar lagi
Xlyzy
Langsung garcep di selidiki seluk beluk nya Laura bah, si hero ini emang sat set e
Miu.Nuha
aku tau nih pasti mau dikenalin sama jodohnya khaann, ah kakek bisa aja ☺
Miu.Nuha
baru kusenang kamu punya pacar, seenggaknya bisa diajak berbagi sedih 🥲 eh malah makin nyesek...
Kartika Candra Buwana
hero itu kekasihnya dari masa depan ya
Prayy: tidak,, waktu kecil mereka pernah ketemu dan Laura lupa dengan Hero
total 1 replies
Kartika Candra Buwana
hero sayang banget sama kamu
Arni Arlinawati Pratiwi💃
waaahhh cowo suci dong ini, ok.. laura stay aja dulu.. heroo, emak masih liatin kamu ok! 4mata.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
kebayang.. emak meleyot, romantis banget sih pasangan orang.. suami emak mana ya, emak mauuuu.. ehem, 🗿/Curse/
Arni Arlinawati Pratiwi💃: buset.. mo di apakan nama emak yang comel nak..🗿 jangan deh, tiba tiba novel kamu end kamu yang repot! 🙄🗿
total 3 replies
Myz Pena
semoga kamu benar2 menepati janji mu jangan membuat laura menderita cukup ortunya dan author yang membuat laura menderita 😤👍
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gak tau lagi ah emak.. di bilang rezeki nomplok iya tapi tetep harus waspada, karena kalo mreka jahat lau, abis sudah.. 🗿
Myz Pena
akan melamar laura dan menjadikannya mempelaiku.. begitu nggak sih.. maaf mendahului 🤭
Prayy: di situ belum mau melar karena Laura belum bisa kasih cinta nya ke Hero dan Hero udh anggap Laura tunangan nya
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sayang ku heroo.. gimna anak emak lau mau percaya, kalian ketemu baru banget itu.. tiba tiba di jadikan mempelai kan syok emak! tapi beda cerita nya deh.. kalo beneran langsung di pinang hari itu juga.. brrti kamu orang yang udah tau laura lama, biasa nya! 🗿
Prayy: benar Mak mereka udh lama kenal waktu kecil tapi Laura lupa
total 1 replies
Myz Pena
udah benar ke kakeknya... ortunya mah nggak usah di perdulikan.. ortu kayak gitu durhaka bange ke anak sendiri 😤
ginevra
tiba-tiba banget nih
ginevra
yok kabur aja... aku mendukungmu
ginevra
kebangetan memang keluarganya...
ginevra
sebenarnya bukan hanya karena gaun. itu pemicunya... tapi emosi Laura sudah tertahan sejak lama...tertumpuk dan siap meledak
ginevra
jangan bilang kamu juga bakalan membela si Dinda. sadar nggak sih pak, kalau cara parenting yang seperti ini itu salah. kalian hanya akan menghasilkan seorang monster
ginevra
kelakuan biasa pembully... suka playing victim. ck ck ck... nggak dewasa bangeg
Putry Chan
yukian sampai kaget liat sahabat nya ini udh punya seseorang yang dia sukai sedangkan Hero yang dia pikirkan cuman Laura dan cepetan mau pulang mau liat Laura btw Hero populer bgt ya di kalangan wanita TPI wajar sih kan dia kaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!