NovelToon NovelToon
Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Xianxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern

Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.

sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Roda-roda kayu berlapis besi menempa jalanan berbatu menuju utara. Kereta kuda megah berukir garis-garis emas milik Keluarga Hu bergerak stabil dalam pengawalan ketat para prajurit yang tersisa. Di dalam salah satu kereta penumpang, Tian Gu—sosok penyamaran dari Gu Tian—duduk bersila di atas bantalan sutra yang empuk.

Tatapan matanya yang tampak polos memandang keluar jendela, memperhatikan gumpalan kabut tipis yang mulai menyelimuti perbukitan.

"Kakak Tian Gu, ini... cobalah pil pemulihan ini!"

Sebuah suara nyaring dan lembut memecah keheningan. Hu Yan'er, gadis muda yang kemarin diselamatkan Gu Tian, menyodorkan sebuah botol porselen kecil berwarna merah muda dengan senyum mengembang. Di tangannya yang lain, ia juga memegang sepinggan kue beras manis yang masih hangat.

"Luka dalammu akibat menahan serangan pakar Puncak Ranah Fondasi kemarin pasti belum sembuh total, kan? Ini adalah Pil Pemurni Darah tingkat menengah dari kediaman utamaku. Ini sangat bagus untuk memulihkan Qi!" lanjut Yan'er dengan mata berbinar penuh rasa kagum.

Gu Tian menatap gadis kecil itu, lalu terkekeh pelan di dalam hatinya. Luka? Serangan pakar Ranah Fondasi kemarin bahkan tidak sanggup menggores kulit dalamnya. Ia hanya berpura-pura terpental demi menjaga peran pemuda biasa. Namun, melihat kepolosan dan rasa terima kasih yang tulus dari Yan'er, Gu Tian tetap menerima botol porselen itu dengan sikap amat sopan.

"Terima kasih banyak, Nona Yan'er. Anda terlalu baik. Hamba sebenarnya sudah merasa jauh lebih baik," ujar Gu Tian seraya membungkuk kecil, menunjukkan kerendahan hati seorang pemuda desa.

"Ah, jangan panggil aku Nona! Panggil saja Yan'er!" seru gadis itu sambil menepuk pelan paha Gu Tian. "Kalau bukan karena Kakak Tian yang berdiri di depanku waktu itu, mungkin aku sudah dipatuk oleh tikus-tikus bertopeng itu!"

Di sudut kereta yang sama, Tetua Hu Qin yang duduk bersila menyaksikan interaksi tersebut hanya bisa tertawa terkekeh. Suara tawa bapak tua itu menggelegar memenuhi ruangan kereta.

"Hahaha! Yan'er benar, Tian Gu. Kau tidak perlu terlalu kaku di hadapan kami," potong Tetua Hu Qin. Ia kemudian memperbaiki posisi duduknya dan menatap Gu Tian dengan raut wajah yang sedikit lebih serius.

"Karena kita sebentar lagi akan sampai, ada baiknya kau memahami peta kekuatan di tempat yang akan kau tuju. Sekte Awan Hijau bukanlah sekte sembarangan. Di benua ini, kedudukan sekte kami sangat megah dan memegang kendali atas ribuan mil wilayah."

Gu Tian memasang raut wajah penuh rasa ingin tahu, mendengarkan dengan patuh. "Hamba siap mendengarkan petunjuk Tetua Qin." Padahal dirinya cukup mengenal sekte awan hijau

"Sekte Awan Hijau berdiri di atas aliansi tiga keluarga kultivasi besar," terang Hu Qin seraya mengangkat tiga jarinya. "Keluarga Hu milik kami, Keluarga Ji, dan Keluarga Xi. Walaupun di luar kami tampak bersatu menjaga nama besar sekte, persaingan di dalam sangatlah tajam. Setiap sepuluh tahun sekali, perebutan pengaruh dan sumber daya ditentukan oleh pencapaian para generasi muda."

Tetua Hu Qin memicingkan matanya, menambahkan dengan nada berbisik, "Serangan bertopeng kemarin... aku yakin 80% adalah ulah dari faksi Keluarga Ji atau Xi yang ingin mengguncang posisi kakek Yan'er sebagai Ketua Sekte. Ujian penerimaan murid baru yang akan kau ikuti hari ini adalah medan tempur pertama bagi anak-anak muda dari ketiga keluarga tersebut."

Gu Tian mengangguk-angguk pelan. Di balik raut wajahnya yang tampak lugu, benak seorang legenda tua berputar cepat. Persaingan tiga keluarga... sangat tipikal, batin Gu Tian dingin. Struktur aliansi seperti ini sangat rapuh. Cukup beri sedikit pemicu, maka mereka akan saling makan dari dalam. Ini tempat yang bagus untuk melatih keterampilanku kembali sambil mengumpulkan informasi.

Dua jam kemudian, perjalanan mereka akhirnya mencapai puncaknya.

"Kita sudah sampai!" seru Hu Yan'er gembira sambil menunjuk ke luar jendela.

Gu Tian menyibak tirai kereta dan menatap ke luar. Di hadapannya, terhampar pemandangan alam yang luar biasa menakjubkan.

Di atas puncak pegunungan yang menjulang menembus awan, berdiri sebuah Gerbang Giok Raksasa bertuliskan nama "Sekte Awan Hijau" dengan ukiran tinta emas yang memancarkan aura magis. Di balik gerbang tersebut, puluhan puncak gunung terlihat melayang-layang di udara, dihubungkan oleh jembatan-jembatan rantai besi raksasa. Kabut berwarna hijau keemasan mengalir di antara celah-celah tebing, menciptakan atmosfer keabadian yang sangat kental.

Di pelataran batu raksasa di bawah gerbang utama, ribuan manusia tampak menyemut. Mereka adalah para pemuda-pemudi dari berbagai pelosok negeri yang datang dengan harapan bisa lolos dalam Ujian Penerimaan Murid Sekte Awan Hijau.

Gu Tian menatap kemegahan tersebut tanpa mengedipkan mata. Di dalam batinnya, ia membandingkan pemandangan ini dengan puncak kejayaan Sekte Dao Langit miliknya dulu.

Formasi gunung melayang yang cukup rapi, kerapatan energi alam yang lumayan... Tapi dibanding Sekte Dao Langit di masa keemasanku, ini masih terasa seperti istana mainan, batin Gu Tian menilai secara objektif. Tentu saja, tidak ada satu pun emosi atau kesombongan yang bocor ke wajah penyamarannya. Ia tetap berakting terpukau seperti pemuda daerah yang baru pertama kali melihat kemegahan dunia luar.

Rombongan Keluarga Hu tidak perlu berdesak-desakan di pelataran bawah. Sebagai faksi penguasa, kereta kuda mereka langsung meluncur melewati jalur khusus menuju Area Pendaftaran Tingkat Atas.

Begitu turun dari kereta kuda di pelataran khusus, Tetua Hu Qin memanggil Gu Tian untuk mendekat. Pria paruh baya itu merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah Plakat Giok Hitam berukirkan naga emas.

"Tian Gu," kata Tetua Hu Qin dengan suara mantap. "Kau telah menyelamatkan nyawa cucu Ketua Sekte. Jasa ini sangat besar. Dengan wewenangku sebagai Tetua Pelindung, aku memberimu Plakat Rekomendasi Khusus ini."

Gu Tian menatap plakat giok tersebut.

"Dengan token ini," lanjut Hu Qin, "kau tidak perlu mengantre dan bertarung dari tingkatan murid luar paling bawah bersama ribuan orang di sana. Kau bisa langsung meloncat mengikuti ujian seleksi Murid Dalam (Inner Disciple). Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya!"

Hu Yan'er tersenyum gembira. "Wah, selamat Kakak Tian! Dengan bakatmu, kau pasti bisa lolos!"

Namun, tepat ketika Gu Tian hendak mengulurkan tangannya untuk menerima plakat tersebut—

"Tunggu dulu! Paman Qin, apakah Anda sudah pikun?!"

Sebuah suara lantang bercampur nada ejekan yang sangat tajam memotong udara dari arah samping pelataran.

Langkah kaki yang angkuh terdengar mendekat. Seorang pemuda tampan berusia sekitar dua puluh dua tahun, mengenakan jubah mewah berwarna biru laut bertabur benang perak, berjalan menghampiri mereka. Di belakangnya, mengikut empat orang pengawal berpakaian ketat yang memancarkan aura tekanan Ranah Fondasi Puncak.

Pemuda berjubah biru itu adalah Ji Long, salah satu jenius termuda dari faksi Keluarga Ji yang baru saja menembus Ranah Fondasi Tingkat Menengah di usia yang sangat muda.

Ji Long melipat kedua tangannya di dada, menatap Gu Tian dari atas ke bawah dengan pandangan penuh jijik dan penghinaan.

"Sejak kapan Plakat Rekomendasi Khusus Sekte Awan Hijau yang begitu berharga bisa diberikan secara sembarangan kepada seekor 'tikus desa' berjubah abu-abu seperti dia?" sergah Ji Long dengan nada berbisik namun cukup keras untuk didengar semua orang di sekitar pelataran.

Wajah Tetua Hu Qin seketika berubah gelap. "Ji Long! Jaga mulutmu! Dia adalah tamu kehormatan Keluarga Hu!"

"Tamu kehormatan? Hahaha!" Ji Long tertawa menyeringai, mengibaskan lengan jubah mewahnya. "Paman Qin, jangan membodohi kami. Aku sudah mendengar kabarnya. Pemuda ini hanyalah seorang pencari keberuntungan di Ranah Fondasi Tingkat Awal yang kebetulan lewat dan mengambil keuntungan saat rombongan kalian diserang!"

Ji Long melangkah mendekati Gu Tian, menatap mata Gu Tian dengan jarak hanya beberapa jengkal. Aura penindasan dari Ranah Fondasi Tingkat Menengah sengaja ia semburkan untuk menekan pemuda di hadapannya.

"Lihatlah pakaiannya yang kotor dan tingkat kultivasinya yang sampah ini," ejek Ji Long tanpa tendaling aling. "Paling-paling dia hanya memanfaatkan situasi untuk mencari perhatian Nona Yan'er. Mengizinkan sampah tak berlatar belakang seperti ini langsung melompati ujian murid luar dan menggunakan jalur VIP... itu adalah sebuah penghinaan bagi kami para murid yang berjuang dengan bakat murni!"

Para murid dari faksi Ji dan Xi yang berada di sekitar tempat itu mulai berbisik-bisik, mengangguk setuju dengan kompor provokasi dari Ji Long.

"Benar... tingkat Fondasi Tingkat Awal untuk ikut ujian Murid Dalam? Itu seperti menyerahkan nyawa!" "Paling dia cuma pemuda beruntung yang mengandalkan muka tebal!"

Hu Yan'er yang tidak terima langsung maju melotot. "Ji Long! Jaga ucapanmu! Kakak Tian Gu mempertaruhkan nyawanya melawan pakar Puncak kemarin!"

"Hmph! Menahan satu tebasan secara kebetulan tidak membuktikan apa-apa, Nona Yan'er," balas Ji Long dingin. Ia lalu memutar tubuhnya, menatap Gu Tian dengan senyum licik yang sarat akan niat jahat.

"Hei, Tian Gu! Jika kau memang pria berkulit tebal yang punya sedikit harga diri... batalkan rekomendasi itu dan buktikan kemampuanmu di panggung ujian! Atau... apakah kau memang cuma seorang penakut yang hanya bisa berlindung di balik gaun wanita dan kebaikan Keluarga Hu?"

Ketegangan di pelataran pendaftaran mendadak melonjak drastis. Tetua Hu Qin hendak melangkah maju untuk memukul mundur Ji Long, namun sebuah gerakan kecil menghentikannya.

Gu Tian, yang sejak tadi bergeming di tempatnya, perlahan meraba jubah abu-abunya yang sederhana.

Di dalam benak Gu Tian,menggelengkan kepala melihat tingkah pemuda arogan di hadapannya. Anak muda zaman sekarang... menggonggong terlalu keras hanya karena sedikit bakat dangkal, batin Gu Tian dengan geli mendalam. Menghadapi provokasi semurah ini tidak membuat emosinya terpancing sedikit pun.

Sebaliknya, Gu Tian justru mengukir sebuah senyuman tipis—sebuah senyuman yang sangat tenang, misterius, dan sulit diartikan oleh siapa pun yang melihatnya.

Dengan santai, Gu Tian melangkah satu tindak ke depan, berdiri tepat di hadapan Ji Long tanpa berkedip sedikit pun di bawah tekanan aura pemuda tersebut.

"Karena Saudara Ji sangat bersemangat untuk melihat kemampuanku..." suara Gu Tian mengalir tenang bagaikan air telaga yang tak berombak, "maka dalam Ujian Penerimaan Murid Dalam nanti... mohon bimbingannya."

Gu Tian tidak menolak, tidak pula marah. Dia menerima tantangan terbuka itu dengan ketenangan yang luar biasa!

Mata Ji Long memicing tajam, merasa gusar karena intimidasi auranya sama sekali tidak membuat pemuda berjubah abu-abu ini gemetar.

"Bagus! Mari kita lihat berapa detik kau bisa bertahan di dalam panggung ujian!" dengus Ji Long dingin sebelum membalikkan badan dan pergi bersama para pengawalnya.

Tetua Hu Qin menatap Gu Tian dengan pandangan rumit, sementara Hu Yan melempar tatapan cemas. Namun, Gu Tian hanya memiringkan kepalanya sedikit, menatap ke arah Panggung Ujian Seleksi di puncak gunung dengan pendar cahaya dingin yang tersembunyi jauh di balik matanya.

Bunga api pertama persaingan di Sekte Awan Hijau telah terpercik, dan ujian pendaftaran akan segera dimulai!

1
syarif ibrahim
jangan terlalu lama cerita di penerimaan murid baru.... 🤔🤔🤔
Hindra Hin: siap, terimakasih atas sarannya. itu sangat membantu
total 1 replies
syarif ibrahim
bunuh semua musuh mu yg dulu.... 👍
syarif ibrahim
perlahan-lahan saja.... yang penting bertambah kuat setiap hari..... 👍
syarif ibrahim
jadi sakti kayaknya nih... 🤔🤭
Hindra Hin: nikmati prosesnya 🙏🙏👍
total 1 replies
syarif ibrahim
lanjutkan petualanganmu.... 👍
zerotwo
Bagus up terus 🤭🤭🤭
Hindra Hin
Jangan lupa di komen dan like cerita ini, jika kalian suka.
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!