NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Juna melompat mundur sekali lagi, punggungnya kini benar-benar menempel ke dinding gudang yang dingin, tidak ada lagi ruang untuk mundur. Obor di tangan Kaisar Dirgantara mendekat perlahan, nyala apinya memantul di matanya yang berkilat penuh kemenangan.

'Terpojok,' batin Juna, namun alih-alih panik, pikirannya justru semakin tajam di tengah tekanan itu. 'Kalau aku nggak bisa lari lagi, berarti aku harus manfaatin momen ini.'

Ia mengingat kembali setiap pertarungan sebelumnya melawan Kaisar Dirgantara, cara pria itu selalu memanfaatkan barang di sekitarnya sebagai senjata, cara ia selalu mengayunkan benda apa pun dengan tenaga penuh tanpa menyisakan ruang untuk menahan diri.

'Dia selalu ngandelin senjata di luar tubuhnya sendiri,' pikirnya cepat, matanya menatap tajam gagang kayu obor yang mulai menghitam terbakar di bagian ujungnya. 'Kalau gagangnya patah, apinya bakal lepas kendali juga.'

Kaisar Dirgantara mengayunkan obor itu sekali lagi, tusukan lurus ke arah dada Juna dengan kecepatan penuh.

Juna menunggu sampai detik terakhir, lalu menggeser tubuhnya tipis ke samping sambil menangkap gagang obor itu dengan kedua tangannya, menahan ayunan itu tepat sebelum mengenai sasaran.

"Lepasin, bangsat!" Kaisar Dirgantara menggeram, mencoba menarik kembali obornya, namun Juna menahan dengan sekuat tenaga, memanfaatkan momentum tarikan itu untuk mengangkat kakinya dan menghantam gagang kayu yang sudah rapuh terbakar.

KRAK!!

Gagang kayu itu patah tepat di tengah, bagian ujung yang masih menyala terlepas dari genggaman Kaisar Dirgantara dan jatuh berguling ke lantai, apinya mengecil perlahan tanpa lagi ada yang mengendalikannya.

Kaisar Dirgantara terkejut, matanya membelalak menatap sisa gagang kayu di tangannya yang kini tidak lebih dari tongkat pendek tanpa api. "Anjing, lu—"

Sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, Juna sudah melesat maju, memanfaatkan momen keterkejutan itu sepenuhnya.

DUAGH!!

Kepalan tangan Juna mendarat telak di rahang Kaisar Dirgantara, membuatnya terhuyung mundur beberapa langkah. Namun Kaisar Dirgantara bukan lawan yang mudah menyerah, ia segera membalas dengan ayunan sisa tongkat kayu pendek yang masih ada di tangannya.

TRAKKK!!

Juna menangkis dengan lengannya, rasa sakit menjalar cepat namun ia menahan diri untuk tidak mundur.

"Gimana rasanya," Juna berseru, suaranya sedikit serak namun penuh kemenangan, "pas senjata andalanmu sendiri udah gak rusak?"

"Diem lu!" Kaisar Dirgantara kembali menyerang, kali ini dengan ayunan membabi buta, amarahnya jelas sudah mulai tidak terkendali setelah kehilangan keunggulan terbesarnya.

Juna menghindar dua kali berturut-turut, memperhatikan bagaimana setiap pukulan Kaisar Dirgantara mulai kehilangan presisi, lebih mengandalkan emosi daripada perhitungan seperti sebelumnya.

'Sekarang kondisinya setara,' batinnya, mengatur napas cepat di tengah asap yang masih mengepul tipis di sekelilingnya. 'Nggak ada lagi obor yang bikin dia unggul. Sekarang tinggal siapa yang lebih tahan lama.'

Ia membalas dengan pukulan ke rusuk, membuat Kaisar Dirgantara meringis sambil mundur beberapa langkah, napasnya mulai terdengar lebih berat dari sebelumnya.

"Lumayan juga lu," Kaisar Dirgantara menyeringai, meski suaranya kini terdengar sedikit terengah, keringat bercampur jelaga menghitam di wajahnya. "Tapi jangan seneng dulu. Ini baru pemanasan."

"Udah dari tadi lu bilang gitu," Juna membalas, mengangkat kedua tangannya ke posisi bertahan, "kapan baru masuk babak intinya?"

Kaisar Dirgantara tidak menjawab, hanya melemparkan sisa tongkat kayunya ke lantai, membiarkannya berguling menjauh bersama bara api terakhir yang perlahan padam karena kekurangan bahan bakar. Ia mengepalkan kedua tangannya kosong, menatap Juna dengan tatapan yang kini jauh lebih serius, tidak lagi menyimpan seringai mengejek seperti sebelumnya.

"Kalau gitu," Kaisar Dirgantara berkata, suaranya rendah dan berat, "mari kita selesain ini pake cara yang paling jujur, tanpa trik, tanpa barang-barang sialan di sekitar sini."

Asap tipis masih mengepul dari bara api yang tersisa di lantai, perlahan memudar seiring angin malam yang berembus masuk lewat celah-celah dinding gudang yang berkarat. Keheningan sesaat menyelimuti keduanya, hanya suara napas yang sama-sama memburu yang mengisi ruang kosong di antara mereka, sebelum akhirnya keduanya kembali mengambil posisi siap bertarung.

Juna mengangguk pelan, sudut bibirnya yang berkeringat terangkat tipis membentuk seringai kecil.

'Baiklah,' batinnya, menatap lurus ke arah lawannya yang kini berdiri tanpa senjata api lagi di tangannya, hanya tersisa kekuatan mentah dan pengalaman bertarung yang sama-sama mereka miliki. 'Kalau gitu, mari kita selesaikan ini dengan cara yang paling sederhana.'

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!