Satu malam gila di Los Angeles mengubah takdir dua jiwa yang terluka. Terpukul oleh pengkhianatan kekasih dan sahabatnya, Jameson Baxter Ashford—dosen muda jenius sekaligus pahlawan kota yang disegani—meluapkan amarahnya pada Hazel Rosemary Brooks, wanita asing bertato kupu-kupu yang berani meremehkan kesombongannya.
Namun saat fajar menyingsing, Hazel menghilang tanpa jejak—hanya meninggalkan segepok uang tunai dan sepucuk surat "ganti rugi" yang menghantam telak harga diri Jameson.
Diperlakukan bagai pria bayaran, amarah sang pewaris klan Ashford meledak. Dengan kekuasaan dan obsesi yang membara, Jameson bersumpah memburu wanita misterius itu ke seluruh sudut kota.
Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Hazel menyadari bahwa melarikan diri dari Jameson adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.
•
•
🦋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#20
PRANGGGGG!!!!!
BRAKKK!!!
Suara pecahan kaca dan dentuman keras benda-benda berat menghantam lantai marmer bergetar hebat di dalam master bedroom sebuah kondominium mewah di kawasan elit Beverly Hills.
Botol-botol parfum kaca berharga ribuan dolar, wadah kosmetik berbahan kristal, hingga cermin rias berukir perak hancur berkeping-keping di atas karpet.
Christie berdiri di tengah ruangan yang kini bagai medan perang mini, napasnya memburu kencang, dadanya naik-turun oleh amarah yang meledak-ledak tanpa terkendali.
Wajah cantiknya yang biasa dipoles dengan senyuman manis nan polos kini tercoreng oleh urat-urat emosi yang menegang kaku.
Matanya memerah, memancarkan dengki dan kedengkian murni yang mengerikan.
Kabar mengenai skandal rapat daring yang memperlihatkan gairah panas Jameson Baxter Ashford dengan seorang wanita misterius di atas karpet penthouse-nya telah sampai ke telinga Christie pagi ini.
Potongan rumor, rekaman suara yang sempat bocor, serta rincian cerita dari relasi kalangan atas di Los Angeles merobek kesombongan Christie hingga tak tersisa.
Ia tidak bisa bertahan lagi di Paris.
Christie mempercepat penerbangannya dan pulang ke Los Angeles jauh lebih cepat dari jadwal semula—seharusnya ia baru kembali minggu depan.
Rencana matangnya untuk berpura-pura menangis, bersimpuh memohon ampun, serta meluluhkan hati JB agar membatalkan serangan bisnis pada perusahaan modeling Jerry seketika berantakan total akibat kabar skandal ini.
"Bajingan! Pria sialan!" teriak Christie histeris, menendang bingkai foto yang sudah retak hingga menghantam dinding.
Demi Tuhan, Christie tidak akan pernah rela jika Jameson Baxter Ashford jatuh ke tangan wanita lain!
Baginya, Jameson adalah aset terbesar, pelindung, dan piala kemenangan yang menjamin masa depannya di puncak strata sosial.
Jerry? Jerry hanyalah pria biasa yang ia manfaatkan sebagai alat pemuas kebutuhan biologis dan pelampiasan hasrat intim yang tidak pernah bisa ia dapatkan dari Jameson selama dua tahun terakhir.
Jameson selalu memperlakukannya bagai porselen mahal yang suci—pria itu sangat menjaga batasan, bersikap begitu terhormat, dan tidak pernah menyentuh Christie secara liar di atas ranjang.
Christie meratapi sikap kaku Jameson dan beralih ke pelukan Jerry untuk menikmati gairah kasar, namun ia tetap menggantungkan hidup dan status sosialnya pada nama besar keluarga Ashford.
Namun sekarang?
Pria yang selama dua tahun berpacaran selalu bersikap dingin, kaku, dan menjaga jarak dari sentuhan fisik... justru memamerkan adegan penyatuan yang begitu liar, panas, dan intens dengan wanita lain di penthouse pribadinya!
Bahkan pria itu tanpa malu memamerkan dua ruam merah bekas gigitan wanita tersebut di lehernya saat mengajar di kampus!
"Aku akan membunuh wanita itu, JB! Aku bersumpah akan membunuhnya!" raung Christie, mencengkeram jemarinya kencang hingga kuku-kukunya yang terawat menancap ke telapak tangan.
Air mata amarah meluncur menetes di pipi Christie.
Rasa cemburu yang membakar bercampur dengan ketakutan luar biasa mulai menggerogoti pikirannya.
Christie mengenal sosok Jameson lebih baik dari siapa pun di lingkungan mereka.
Jameson Baxter Ashford bukanlah tipe pria sembarangan yang akan membawa sembarang wanita ke dalam penthouse pribadinya—apalagi sampai menyentuhnya di atas ranjang atau karpet tempat tinggalnya sendiri.
Penthouse itu adalah benteng tersuci milik JB; tempat di mana bahkan Christie pun sangat jarang diizinkan untuk menginjakkan kaki selama dua tahun mereka menjalani hubungan secara backstreet.
Jika Jameson sampai membawa wanita itu masuk ke ruang pribadinya, menyatukan tubuh mereka dengan penuh rasa berhasrat, dan membiarkan wanita itu meninggalkan jejak gigitan di lehernya... itu artinya wanita tersebut bukanlah sekadar pelampiasan sementara.
Wanita itu sangat spesial di mata Jameson.
Dan kenyataan pahit itulah yang membuat Christie hampir gila oleh rasa dengki.
"Kau pikir kau bisa menggantikanku, heh?" desis Christie dengan suara serak yang mematikan, menatap pantulan wajahnya yang berantakan di sisa pecahan cermin yang tergantung di dinding.
"Aku yang mendampingi Jameson selama dua tahun! Aku yang memegang hatinya! Kau hanyalah wanita murahan yang kebetulan masuk di saat kami sedang berselisih!"
Christie merampas ponsel pintar dari atas tempat tidur, menekan nomor kontak Jameson dengan jemari yang gemetar hebat oleh amarah.
Namun, suara operator otomatis langsung menyambutnya—nomor selulernya telah diblokir secara permanen oleh tim siber Ashford.
"Sialan!" caci Christie, melempar ponselnya ke atas sofa.
Ia melangkah cepat menuju lemarinya, menyambar sebuah mantel tebal dan kacamata hitam besar.
Christie tidak akan tinggal diam melihat posisinya digeser begitu saja. Ia akan mencari tahu siapa wanita jalang yang telah berani menyentuh pria miliknya.
"Akan kucabik-cabik wajah porselenmu, siapa pun kau..." bisik Christie penuh racun dengan senyuman iblis yang mengerikan.
"Aku akan memastikan kau memohon ampun sebelum kau menyadari bahwa Jameson Baxter Ashford hanya milikku!"
Dengan langkah kaki yang diiringi oleh aura dendam dan obsesi yang membara, Christie keluar dari kondominiumnya, siap menyeret seluruh kota Los Angeles ke dalam badai kehancuran yang ia ciptakan sendiri.
...****************...
Sementara itu, di belahan kota yang jauh dari hiruk-pikuk pusat Los Angeles, suasana di Mansion Mewah Keluarga Ashford berdiri megah dan anggun di atas perbukitan eksklusif Beverly Hills.
Arsitektur megah bergaya klasik Eropa dengan pilar-pilar marmer putih serta lampu kristal gantung raksasa yang menyinari aula utama biasanya memancarkan aura ketenangan dan kekuasaan mutlak.
Namun malam ini, ketenangan aristokratik itu lenyap sepenuhnya.
Di dalam ruang keluarga utama yang luas dan berornamentasi serba emas, dua sosok penguasa tertinggi keluarga Ashford—Leander Ashford dan istrinya, Glow—terduduk di atas sofa kulit berukir.
Di hadapan mereka, sebuah tablet canggih tergeletak di atas meja kaca, baru saja selesai menampilkan laporan rahasia serta analisis rekaman dari tim intelijen pribadi keluarga.
Leander dan Glow menganga hebat.
Keheningan yang sangat pekat dan tegang menggantung di udara saat keduanya memproses informasi menggemparkan yang baru saja mereka terima.
Mereka tidak pernah menyangka putra tunggal mereka—seorang Jameson Baxter Ashford yang selama ini terkenal sangat disiplin, dingin, kaku, dan selalu menjaga jarak dari skandal moral—bisa berbuat sejauh itu!
Namun, kejutan yang sesungguhnya bukanlah sekadar insiden gairah panas di penthouse tersebut.
Yang membuat sepasang suami istri penguasa itu benar-benar terpaku adalah identitas wanita misterius di dalam video tersebut.
Berdasarkan pencocokan garis tubuh, waktu kedatangan, serta laporan pengawasan pengawal pribadi keluarga, wanita di dalam video itu adalah sosok yang sama persis dengan wanita yang beberapa hari lalu JB perintahkan kepada tim pengawal mereka untuk diselidiki secara mendalam!
Hazel Rosemary Brooks.
Orion Leander Ashford menyandarkan punggungnya ke sofa, menyisir rambut hitamnya yang mulai dihiasi sedikit uban di bagian pelipis.
Pria paruh baya bernapas berat, menggelengkan kepalanya berulang kali dengan raut wajah campuran antara rasa tak percaya dan geli yang tertahan.
"Anak itu..." gumam Leander dengan suara beratnya, memijat pelipisnya yang berdenyut pelan.
"Kenapa dia malah mengikuti jejakku? Menyentuh seorang wanita dan membawanya dalam gairah liar seperti itu tanpa menikahinya terlebih dahulu?"
Leander menghela napas panjang, mengingat masa mudanya sendiri saat mengejar dan menundukkan Glow dengan cara-cara yang tak kalah dominan.
"Aku membesarkannya untuk menjadi seorang pria terhormat yang memegang teguh kendali diri, tapi lihat apa yang dilakukannya di penthouse-nya sendiri... Dia benar-benar darah dagingku."
"Leander! Ini sama sekali tidak lucu!" potong Glow dengan nada suara yang membumbung tinggi oleh amarah dan ketidakpuasan murni.
Glow murka.
Wanita anggun itu berdiri dari duduknya, meremas kencang saputangan sutra di tangannya. Matanya berkilat marah saat menatap suaminya dan layar tablet di atas meja.
"Putramu itu benar-benar tidak mendengarkan peringatanku!" cetus Glow tajam, melangkah bolak-balik di atas karpet Persia yang tebal.
"Sudah berulang kali aku ingatkan padanya untuk menjaga martabat dan nama baik keluarga Ashford! Apalagi setelah dia membuang wanita bernama Christie itu, aku berharap dia fokus pada urusan bisnis dan akademisnya! Tapi apa yang dia lakukan sekarang?!"
Glow memajukan tubuhnya ke arah Leander, menunjuk layar tablet dengan jari lentiknya yang dihiasi cincin berlian.
"Dia membawa seorang mahasiswi—seorang wanita muda yang bahkan baru saja diselidikinya—masuk ke dalam ruang pribadinya! Dia bercinta sampai ditonton oleh seluruh jajaran direksi perusahaan kita! Apakah dia sudah kehilangan akal sehatnya?!"
"Tenanglah, Glow," sahut Leander lembut, berusaha menenangkan istrinya.
"Kau tahu betul bagaimana karakter Jameson. Dia tidak pernah menyentuh wanita sembarangan. Jika dia sampai membawa gadis bernama Hazel itu ke penthouse-nya, artinya gadis itu memiliki nilai yang sangat berbeda di mata putra kita."
"Aku tidak peduli seberapa spesialnya gadis itu!" sembur Glow tak berkurang murkanya.
"Tindakan keteledorannya semalam telah membuat seluruh direksi Ashford Enterprises saling berbisik! Bahkan para tetua keluarga sudah menelponku pagi ini untuk menanyakan kebenaran rumor tersebut!"
Glow mengepalkan tangannya di samping tubuh, menyunggingkan senyum dingin yang dipenuhi ketegasan seorang ibu penguasa.
"Panggil Jameson pulang ke mansion besok malam, Leander. Aku sendiri yang akan menuntut penjelasan langsung dari mulutnya. Jika dia benar-benar menginginkan wanita bernama Hazel itu... dia harus memperlakukannya dengan cara yang benar, bukan menjadikan gadis itu sekadar skandal di apartemennya!"
Leander menatap istrinya sejenak, lalu menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan makna.
Pria itu tahu betul bahwa permainan yang dimainkan oleh putramu kali ini jauh lebih rumit dan berbahaya daripada yang terlihat di permukaan.
...----------------...
Happy reading 🦋 Author Up besok lagi 🙏🏻
up up up 🤣