NovelToon NovelToon
Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: fianaqila

Sejak kecil, Alkina selalu tahu bahwa dirinya berbeda di mata kedua orang tuanya. Di rumah, Sisil selalu mendapatkan apa pun yang diinginkan. Ketika Sisil meminta uang, orang tua mereka memberikannya tanpa banyak bertanya. Ketika Sisil melakukan kesalahan, mereka selalu mencari alasan untuk membelanya. Bahkan ketika Alkina berprestasi dan berusaha membuat orang tuanya bangga, keberhasilannya dianggap biasa saja. Berbeda dengan Sisil, Alkina justru selalu dituntut untuk mengalah. "Kamu itu jangan egois... Apa susahnya sih mengalah." Kalimat itu sudah terlalu sering ia dengar. Alkina terbiasa melihat hadiah mahal diberikan kepada Sisil, sementara dirinya hanya mendapatkan barang bekas. Ia terbiasa bekerja membantu pekerjaan rumah, sementara Sisil bebas menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Sampai Alkina berada di titik dimana ia berhenti berharap. Ia tidak lagi meminta dibelikan sesuatu. Tidak lagi menceritakan prestasinya. Tidak lagi menunggu ucapan bangga dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fianaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19 keluarga sisil yang mulai panik

“Ibu Ranti Wiratmaja.”

Telepon langsung terputus dari tangan Sisil, ia segera kembali ke rumah lalu mulai mencari keberadaan mama angkatnya.

Tubuhnya sempat gemetar namun ia segera berlari menuju ruang kerja Ranti. Rasa kesalnya lebih kuat dibandingkan rasa ragu dan takutnya.

Brak!

Pintu dibuka kasar.

“Aunty!” teriaknya.

Ranti mengangkat kepala pelan.

“Apa-apaan kamu?” Ranti cukup kesal dengan sikap tidak sopannya Sisil dan ia baru menyadari hal itu. Selama ini ia selalu menutup mata dan membiarkan saja sikap arogan Sisil selama ini.

“Kenapa rekening aku diblokir?” ucap Sisil marah.

“Itu bukan rekening kamu, tapi rekening aunty, jadi terserah aunty mau blokir atau tidak.”

“Tapi itu uang aku aunty!” ucapnya tidak terima.

“Bukan.” Ranti membuka salah satu map di mejanya.

“Semua aset yang dulu atas namamu dibeli menggunakan uang keluarga Wiratmaja, termasuk juga uang itu.”

Wajah Sisil mulai memucat.

“Dan mulai sekarang…” Ranti mendorong dokumen itu ke depan.

“…semuanya sudah dipindahkan, itu bukan lagi milik kamu.” Tangan Sisil gemetar saat membaca isi dokumen.

Rumah, tabungan, investasi, saham dan semuanya. Nama pemilik baru tertulis jelas di sana.

Alkina Wiratmaja.

“Tidak, ini tidak mungkin…” Suara Sisil melemah.

“Ini tidak mungkin, Aunty pasti bercanda kan?”

Ranti menatapnya tanpa ekspresi.

“Ini kenyatannya, semua yang seharusnya menjadi milik Alkina sudah kembali padanya.”

Deg.

Dunia Sisil seperti runtuh selama ini ia hidup nyaman karena percaya dirinya akan menjadi pewaris keluarga Wiratmaja.

Namun sekarang semuanya hilang.

“Kenapa, kenapa…” air mata mulai jatuh di pipinya. “Aunty tega sama aku?”

Ranti tertawa kecil, tawa pahit penuh luka.

“Tega?” Tatapan wanita itu perlahan berubah dingin.

“Kamu mau bicara soal tega setelah apa yang terjadi pada Alkina?” ucap Ranti yang membuat Sisil merasa tidak nyaman.

Sisil langsung terdiam.

“Aku mungkin tidak bisa mengembalikan masa kecil anak aku…” lanjut Ranti lirih, “tapi aku tidak akan membiarkan haknya direbut lagi oleh siapa pun, termasuk kamu.”

Sejak hari itu hidup Sisil berubah drastis. Ia mulai dihitung dalam segala hal.

Uang harian hanya seratus ribu. Tidak ada kartu tambahan. Tidak ada belanja mewah. Tidak ada mobil pribadi. Bahkan pelayan rumah kini diperintahkan tidak lagi melayani semua keinginannya.

Dan yang paling menyakitkan teman-temannya mulai menjauh. Bahkan teman satu kelasnya mulai mempertanyakan semuanya kepada dirinya.

“Katanya keluarga kamu bangkrut ya?” ucap teman sebelah kanannya.

“Aku dengar kamu bukan pewaris lagi?” ucap teman sebelah kirinya

“Serius semua aset pindah ke anak kandung?” ucap teman belakangnya.

"Emang sudah seharusnya ngak sih, semua aset jatuh ke tangan anak kandung."

Sisil hanya diam saja, tidak mampu untuk membantah, pertanyaan itu menghancurkan harga diri Sisil perlahan dan Sisil sangat membenci situasi yang tidak lagi berpihak kepada dirinya.

Ia mulai sangat panik karena untuk pertama kalinya dalam hidup ia merasa kehilangan segalanya.

Malam itu Sisil kembali menelepon orang tua kandungnya sambil menangis.

“Mama… semuanya sudah diambil…”

Suara perempuan di seberang langsung tajam.

“Apa maksud kamu diambil?!”

“Semua aset sekarang atas nama Alkina ma!”

Sunyi sesaat lalu terdengar suara benda dibanting.

“Sial, ini sangat keterlaluan!”

Ayah kandung Sisil ikut berbicara.

“Kalau begitu kita tidak punya banyak waktu, kita harus bergerak cepat.”

Napas Sisil memburu.

“Aku harus gimana sekarang?” tanya Sisil yang sangat bingung sekarang.

1
Adinda
kenapa gk lapor polisi
Adinda
balikkin aja anak angkat kamu udah sifatnya kurang ajar sok berkuasa juga
Ds Phone
kau yang tak nak jumpa dia pergi lah
Ds Phone
yang keras hati tu kenapa
Ds Phone
dia tahu itu anak nya
Ds Phone
meraka dah siap sedia
Ds Phone
kau sebok nak hancur kan orang siapa suruh
Ds Phone
abang nya pantau dia
Ds Phone
itu nenek nya juga patut lah begitu sayang
Ds Phone
mintak mintak dia aman
Ds Phone
ya kak kamu tengah beruasa
Ds Phone
semua orang lindung dia
Ds Phone
dia dah mula tenang sikat
Ds Phone
nak bunuh anak orang kah tu
Ds Phone
nak hidup senang aja tahu dia
Ds Phone
tak sedar diri nak harta orang tapi bunuh anak orang
Ds Phone
dia nak balas cara perlahan lahan
Ds Phone
baru kau tahu langit tinggi rendah nya
Ds Phone
mesti budak tak guna tu punya kerja
Ds Phone
kenapa di tutup mesti budak tak guna tu sorok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!