NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Meskipun sistem keuangan dan dukungan politik Lukas Vane telah diratakan sepenuhnya dari ruang komando bawah tanah, Adrian dan Aura bukanlah tipe pasangan yang membiarkan musuh mereka bernapas lega hingga esok hari. Bagi seorang penguasa mafia dan mantan agen elit, penuntasan masalah secara fisik adalah penutup yang mutlak.

Jam menunjukkan pukul 03.15 dini hari. Gerimis tipis masih menguyur kota ketika tiga helikopter taktis serba hitam milik Vane Group terbang rendah tanpa lampu navigasi, mengepung lantai teratas Hotel Grand Imperial.

Di dalam *penthouse* mewah bernilai ratusan miliar itu, suasana penuh dengan kepanikan. Koper-koper berisi uang tunai, dokumen rahasia, dan paspor palsu berserakan di atas karpet mahal.

Lukas Vane berdiri di depan jendela kaca raksasa dengan wajah pucat pasi dan mata merah membara. Ponselnya yang berkali-kali ia gunakan untuk menghubungi kolega dan dewan tetua di Eropa hanya menghasilkan nada sibuk—semua akses dan perlindungannya telah diputus total.

"Sialan! Sialan! Bagaimana bisa akun-akun Zurich dibekukan dalam waktu sepuluh menit?!" raung Lukas histeris sambil membanting gelas wiskinya ke lantai marmer hingga hancur berantakan.

Empat pengawal pribadi *Black Viper* yang tersisa berdiri mengepung pintu masuk dengan senjata otomatis terkokoh, bersiap menghadapi serbuan.

*BOOM!*

Pintu besi berlapis baja *penthouse* meledak hebat! Pecahan engsel dan asap tebal membumbung tinggi menyelimuti area ruang tamu.

Sebelum para pengawal *Black Viper* sempat menarik pelatuk senjata mereka, dua sosok meluncur cepat dari balik asap dengan presisi mematikan!

Adrian melangkah masuk bagaikan malaikat pencabut nyawa dari kegelapan. Dengan gerakan yang sangat efisien, ia mengarahkan tembakan berperedam suaranya, melumpuhkan dua pengawal di sisi kiri tepat di bagian lutut dan bahu dalam hitungan detik.

Sementara di sisi kanan, Aura melesat seperti bayangan hijau zamrud! Gaun malamnya yang panjang telah diikat rapi di bagian paha demi mobilitas tinggi. Tanpa ragu, Aura memutar tubuhnya, melancarkan *flying spinning back-kick* tepat di rahang pengawal ketiga, lalu menyambar laras senjata pengawal keempat, memutarnya hingga patah, dan menghantamkan sikutnya tepat di ulu hati lawan!

*Brak! Krak!*

Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, seluruh barikade terakhir Lukas tumbang tak berdaya di atas lantai marmer!

Lukas terduduk lemas di dekat sofa, gemetaran hebat menyaksikan pemandangan mengerikan itu. Ia menatap Adrian dan Aura yang melangkah berdampingan menembus asap tipis—tampak begitu mendominasi, tak tersentuh, dan sangat berbahaya.

Aura merapikan gaunnya dengan santai, melangkah mendekati Lukas yang merangkak mundur ketakutan. Begitu bibirnya terbuka, kata-katanya menyambar secepat senapan mesin, menyerang sisa-sisa mental Lukas tanpa ampun!

"Mas Sepupu konyol!" cecar Aura secepat peluru tanpa jeda napas. "Katanya mau kabur pakai helikopter jam empat pagi? Pesawat helikoptermu sudah disita oleh otoritas bandara lima belas menit yang lalu atas nama penunggakan pajak dan transaksi ilegal! Paspor palsumu sudah masuk daftar pencarian orang internasional, dan akun kasinormu di Monako sudah dikosongkan buat membayar ganti rugi mobil Rolls-Royce suamiku yang kamu lecetkan tadi malam!"

Lukas membelalakkan mata dengan napas memburu, bibirnya gemetaran. "K-kamu... kamu iblis, Aura! Kamu menghancurkan seluruh hidupku!"

"Iblis?!" Aura terkekeh sinis, menatap Lukas dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan. "Bukan aku yang menghancurkan hidupmu, Mas Sepupu! Kesombongan, ketakberdayaan analisismu, dan kebiasaan judimu yang menghancurkan dirimu sendiri! Kamu itu cuma parasit di keluarga Vane yang kebetulan ketahuan!"

Adrian melangkah maju, meletakkan sebelah kakinya di atas armrest kursi tepat di samping kepala Lukas. Pria itu menundukkan tubuhnya sedikit, memancarkan aura membunuh yang sanggup membekukan darah siapa pun.

"Tim keamanan Eropa akan menjemputmu dalam lima menit, Lukas," ujar Adrian dengan suara berat yang dingin tanpa emosi. "Sisa hidupmu akan dihabiskan di penjara bawah tanah keluarga di Swiss. Jangan pernah bermimpi untuk melihat matahari lagi."

Lukas histeris dan menangis meraung-raung saat dua pengawal pribadi Vane Group menyeretnya keluar dari *penthouse*.

Pukul 05.00 pagi.

Matahari terbit memancarkan pendar cahaya keemasan yang hangat menembus awan pagi di atas perbukitan Mansion Vane.

Di kamar utama Mansion Vane, suasana mendadak menjadi sangat tenang dan damai. Seluruh ancaman dari Siska, Clara, Julian, Elena Vanderbilt, hingga Lukas Vane telah dibabat habis tanpa sisa.

Aura berdiri di depan kaca rias besar, baru saja selesai mandi dan mengenakan gaun tidur sutra berwarna putih longgar. Ia menatap pantulan dirinya di cermin—cincin berlian biru keluarga Vane berkilau indah di jari manisnya.

Langkah kaki yang mantap mendekat dari belakang. Adrian, yang sudah mengenakan pakaian santai berupa kaus hitam dan celana bahan, melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aura, menarik tubuh istrinya bersandar rapat di dada bidangnya.

Adrian menyandarkan dagunya di bahu Aura, menatap pantulan mereka berdua di dalam cermin.

"Semua musuh sudah selesai, Aura," bisik Adrian dengan suara rendah yang sangat seksi dan lembut. "Kota ini, Vane Group, dan Keluarga Utama di Eropa... sekarang sepenuhnya berada di bawah kendali kita."

Aura tersenyum manis, memegang jemari hangat Adrian yang melingkar di perutnya. "Artinya... tidak ada lagi musuh yang bakal mengganggu jam tidurku di mansion ini?"

"Tidak ada lagi," balas Adrian mantap. "Mulai hari ini... yang ada hanya kamu dan aku."

Adrian memutar tubuh Aura agar menghadapnya secara penuh. Pria itu merogoh saku kausnya dan mengeluarkan sebuah kaset pita hitam kecil berlabel emas—sebuah *drive* enkripsi tingkat tinggi.

"Ini apa?" tanya Aura penasaran, matanya berkedip-kedip.

"Ini adalah *drive* otoritas penuh atas seluruh jaringan satelit dan aset rahasia V-Core yang sudah aku gabungkan resmi atas namamu," ujar Adrian tulus, menatap mata bulat Aura dengan kedalaman rasa cinta yang tak terbatas. "Hadiah dari Raja Vane... untuk Ratunya."

Dada Aura berdesir hebat. Aset bernilai ratusan triliun Rupiah dan kontrol jaringan intelijen global kini diserahkan sepenuhnya ke tangannya tanpa keraguan sedikit pun.

"Kamu... benar-benar gila ya, Adrian?" bisik Aura pelan, bibirnya terkembang mengukir senyum yang amat sangat cantik. "Memberikan kontrol intelijen sebanyak ini pada mantan agen rahasia sepertiku?"

"Aku tidak gila, Istriku," balas Adrian lembut, jemarinya mengusap lembut pipi Aura. "Aku cuma sangat mencintaimu."

Mendengar pengakuan yang begitu tulus dan dalam dari pria di depannya, benteng gengsi Aura runtuh sepenuhnya. Aura mendongak, menyandarkan kedua tangannya di leher kekar Adrian, lalu secara aktif mendaratkan ciuman hangat dan manis di bibir suaminya.

Adrian tertegun sejenak menerima serangan manis nan tiba-tiba dari istrinya, sebelum akhirnya membalas ciuman itu dengan gairah dan kehangatan yang meluap-luap.

Namun... seperti yang sudah menjadi hukum alam tak terelakkan dalam hidup mereka, sifat ceroboh bawaan jiwa Aura yang selalu kumat setiap kali ia merasa terlalu bahagia atau terbawa perasaan kembali berulah di saat yang paling romantis!

Saat Aura mencoba makin mempererat pelukannya di leher Adrian dan meninjitkan kakinya... ujung gaun tidur sutra putihnya yang agak panjang terinjak oleh tumit kakinya sendiri!

"Waa! Adrian!" jerit Aura kaget saat tubuhnya hilang keseimbangan total!

*Greb!*

Tentu saja, refleks kelas dunia milik Adrian bergerak secepat kilat. Adrian menyambar pinggang Aura dari belakang, menarik tubuh wanita itu rapat-rapt ke dalam dekapannya. Namun karena dorongan gaya berat mereka berdua, mereka berdua akhirnya jatuh bersama ke atas tempat tidur *king size* yang empuk, dengan posisi Aura berada tepat di atas dada bidang Adrian!

Aura berkedip-kedip konyol di atas dada Adrian, rambut hitamnya terurai indah menutupi sebagian wajah mereka berdua.

Adrian menatap wajah merona Aura yang kini begitu dekat, lalu sebuah tawa renyah, lepas, dan sangat bahagia membahana di seluruh kamar utama tersebut.

"Bahkan setelah kita menaklukkan seluruh dunia dan meratakan semua musuh," bisik Adrian dengan suara rendah yang seksi sambil menyelipkan helai rambut Aura ke belakang telinganya, "kamu tetap tidak pernah gagal untuk jatuh tepat di atas dadaku, Aura."

Wajah Aura membara merah panas sampai ke ujung leher, tetapi kali ini... ia tidak lagi mencoba bersilat lidah secepat senapan mesin atau melarikan diri.

Aura menyandarkan keningnya di kening Adrian, mengulas senyum paling bahagia yang pernah terukir di wajahnya.

"Iya, Tuan CEO konyol..." gumam Aura lembut dengan intonasi yang begitu hangat. "Aku memang bakal selalu terpeleset... tapi selama kamu yang menangkapku, aku tidak keberatan untuk jatuh selamanya bersamamu."

Adrian tersenyum menawan, lalu menarik kepala Aura mendekat dan mengecup bibirnya sekali lagi di bawah pendar sinar matahari pagi yang hangat dan indah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!