NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:40.3k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat satu tahun berlalu, Reatha diam-diam pergi.

Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Empat

Azka akhirnya melepaskan tangan Reatha. Tidak ada senyum, atau basa-basi. Bahkan setelah perkenalan itu, pria tersebut sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan untuk mengenal calon istrinya lebih jauh.

Azka hanya mengangguk singkat, lalu berjalan menuju deretan jas yang sudah disiapkan oleh pihak butik. Seolah kehadiran Reatha tak ada artinya.

“Silakan, Tuan Azka. Ini beberapa pilihan jas yang sudah kami siapkan untuk acara pernikahan,” ujar pegawai butik.

Azka mengambil salah satunya, ia berkata singkat, “Yang ini.” Hanya itu.

Reatha yang berdiri tidak jauh darinya memperhatikan dalam diam. Entah kenapa, melihat sikap Azka yang begitu dingin membuatnya sedikit lega.

Mungkin pernikahan ini memang hanya sebuah kesepakatan. Tidak ada perasaan atau pun harapan. Dan mungkin, itu justru akan membuat semuanya lebih mudah.

Azka masuk ke ruang ganti. Beberapa menit kemudian, ia keluar mengenakan jas hitam yang sudah disesuaikan dengan ukuran tubuhnya.

Mama Azka langsung tersenyum. “Bagus sekali. Cocok denganmu,” ucapnya.

Azka hanya melihat pantulan dirinya di cermin. “Sudah?” tanyanya.

Pegawai butik mengangguk. “Sudah, Tuan.”

“Pesan yang ini aja," ucapnya dengan suara dingin.

Setelah urusan jas selesai, mereka memilih beberapa pakaian lain untuk keperluan pernikahan. Reatha juga diminta mencoba beberapa gaun.

Namun, selama proses itu, Azka sama sekali tidak banyak bicara. Bahkan ketika Reatha keluar dari ruang ganti mengenakan gaun sederhana berwarna putih, pria itu hanya melirik sekilas. Tidak ada pujian maupun komentar.

Reatha juga tak mengharapkan komentar, justru merasa nyaman dengan sikap Azka tersebut. Setelah semua selesai, Papa dan Mama Azka mengajak mereka makan siang.

Restoran yang mereka datangi cukup mewah. Begitu duduk di meja, Papa Azka langsung sibuk membicarakan rencana pernikahan.

“Undangan sudah hampir selesai. Tinggal beberapa detail yang perlu diperbaiki,” ucap Papa Azka.

Mama Azka ikut menyahut. “Dekorasi juga sudah Tante pilih. Untuk acara utama, Mama ingin semuanya sederhana tapi tetap elegan.”

Reatha mengangguk sesekali. Sementara Azka? Pria itu hanya makan dengan diam.

Tatapannya bahkan lebih sering tertuju pada ponsel daripada orang-orang di meja.

Reatha juga memilih diam. Ia tidak tahu harus mengatakan apa. Lagipula, untuk apa berbasa-basi dengan pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya, tetapi bahkan tidak terlihat tertarik pada keberadaannya?

Makan siang berlangsung cukup lama. Namun, percakapan hanya didominasi oleh kedua orang tua Azka.

Setelah selesai makan, Azka langsung berdiri. “Aku pergi dulu," ucapnya.

Mama Azka mengerutkan kening. “Mau ke mana?” tanya wanita itu.

“Ada urusan," jawab Azka singkat.

“Azka,” panggil Papa.

Pria itu berhenti. Ia memandangi papanya.

“Antarkan Raisa pulang!" perintah Papa.

Azka menghela napas. “Kenapa harus aku?” tanyanya dengan wajah yang terlihat kesal.

“Karena dia calon istrimu,” jawab Mama Azka.

Azka tidak menjawab. Ia hanya mengambil kunci mobil. “Baiklah," jawabnya.

Reatha mengikuti pria itu keluar dari restoran. Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa sangat sunyi. Tidak ada musik atau percakapan. Hanya suara mesin mobil yang sesekali terdengar.

Reatha menatap keluar jendela. Sementara Azka fokus menyetir.

Beberapa menit kemudian, suara Azka akhirnya terdengar. “Kenapa kamu mau menikah denganku?” tanyanya dengan nada datar.

Reatha menoleh. “Kenapa ya?” Bukannya menjawab, gadis itu balik bertanya.

“Apa karena harta?” tanya Azka lagi.

Pertanyaan itu begitu langsung sampai Reatha terdiam beberapa detik. Ia tahu alasan sebenarnya. Dua miliar rupiah. Itulah harga yang dijanjikan orang tuanya jika ia mau menggantikan Raisa selama satu tahun. Namun, tentu saja ia tidak mungkin mengatakan hal tersebut.

Reatha menarik napas. “Tidak sepenuhnya benar.”

Azka melirik sekilas. Ia tak menyangka jawaban gadis itu.

“Dan juga tidak salah,” lanjut Reatha.

Azka kembali menatap jalan. “Jadi?”

“Aku menerima kamu karena ingin berbakti sebagai anak," ucap Reatha.

Azka tertawa kecil, tetapi terdengar hambar. “Berkorban demi orang tua?”

Reatha mengangguk. “Kurang lebih begitu," katanya.

Padahal di dalam hati, Reatha tahu dirinya tidak sebaik itu. Ia memang ingin berbakti. Tapi ia juga membutuhkan uang tersebut.

Dua miliar bukan jumlah kecil. Dengan uang itu, ia bisa pergi dari keluarganya dan memulai kehidupan baru.

Azka kembali diam. Beberapa saat kemudian, ia berkata, “Aku sudah punya kekasih.”

Reatha menatapnya. “Aku tahu," balasnya.

Azka terlihat sedikit terkejut. “Kamu tahu?”

“Iya," jawab Reatha singkat.

“Lalu kenapa kamu masih menerima pernikahan ini?” tanya Azka sedikit terdengar kesal.

Reatha tersenyum tipis..“Kamu sendiri, kenapa kamu tidak menolaknya?” tanyanya.

Azka langsung terdiam. Pertanyaan itu sederhana. Namun, justru sulit dijawab. Karena kenyataannya, dirinya pun tidak mampu menolak keinginan orang tuanya.

Reatha kembali menatap ke luar jendela. “Apa aku sebagai anak bisa menolak permintaan orang tua?”

Azka tidak menjawab. Ia merasa kehilangan kata-kata. Reatha hanya sesekali berucap, tapi semua benar..Karena pertanyaan gadis itu sebenarnya juga berlaku untuk dirinya.

Kalau Reatha tidak bisa menolak orang tuanya, lalu apa bedanya dengan dirinya? Bukankah dia juga sama-sama terjebak?

Mobil akhirnya memasuki halaman rumah keluarga Handoko. Azka menghentikan mobil.

Reatha membuka sabuk pengaman. “Terima kasih sudah mengantarku," ujarnya.

Azka hanya mengangguk. Reatha hendak membuka pintu ketika suara Azka menghentikannya.

“Raisa.”

Reatha menoleh. Tatapan Azka kali ini begitu serius.

“Jangan pernah mencintaiku.”

Reatha terdiam. Ia juga tak pernah ingin melibatkan hatinya, karena gadis itu tak percaya dengan cinta. Jika kedua orang tua yang telah melahirkan dirinya saja bisa begitu kejam padanya, apalagi orang lain.

Azka melanjutkan, “Aku menikahimu hanya karena permintaan orang tua. Jangan berharap apa pun dariku.”

Reatha hanya menatapnya. Sepertinya gadis itu tak memiliki tenaga untuk berdebat.

“Karena cintaku hanya untuk kekasihku Vania," ucap Azka selanjutnya.

Reatha tersenyum. Bukan senyum bahagia atau senyum kesedihan. Hanya senyum kecil yang menyembunyikan banyak hal.

“Baiklah," jawab Reatha singkat.

Azka menatapnya beberapa detik. “Aku serius.”

“Aku juga serius," balas Reatha.

Reatha kemudian turun dari mobil. Ia berdiri di halaman rumah sambil melihat mobil Azka perlahan meninggalkan kediaman keluarga Handoko.

Tidak lama kemudian, mobil itu menghilang di ujung jalan. Reatha menarik napas panjang.

Satu tahun. Hanya satu tahun, bukan waktu yang lama. Ia tidak membutuhkan cinta Azka. Ia juga tidak membutuhkan perhatian pria itu. Ia hanya perlu bertahan sampai kontrak itu selesai. Setelah itu, dua miliar akan menjadi miliknya dan ia bisa pergi.

Namun, Reatha tidak tahu satu hal, bahwa kalimat Azka hari ini, Jangan pernah mencintaiku, kelak justru akan menjadi kalimat yang paling ingin ditarik kembali oleh pria itu.

Sayangnya, saat hari itu tiba, mungkin semuanya sudah terlambat.

1
Radya Arynda
haduh pelakor2,,,mati aja.jijik kalau baca tentang vania,,,pelakor ngak tau malu
Radya Arynda
laki2 goblok,,di budak sama vania dengan dalih balas budi mau aja,,,,tolol...
ken darsihk
Vania kebakaran jenggot mengetahui kedekatan nya Azka dngn Raisa istri nya 🤣🤣🤣
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Ida Nur Hidayati
Vania....Azka dan Raisa suami istri jadi kalau mereka berdekatan itu wajib
Naufal Affiq
gak sadar juga kamu vania,rea itu istrinya,kamu hanya pelakor
Teh Euis Tea
ga mungkin gimana vania Reatha istri sah nya azka gimana sih km, tp sah ga ya pernikahan mereka kan namanya yg di ijab kabul raisa bkn reatha?
Eva Karmita
dasar benalu so berkuasa sadar diri napa kamu itu siapa cuma pelakor yg tidak tahu diri menjual kebaikan kakak mu untuk jadi tameng mu 😏
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Suanti
setelah raisa/ reatha prgi baru azka merasa kehilangan bakal menyesal azka 🤭
Eva Karmita
seiring berjalannya waktu kamu akan sadar Azka ... tapi semoga saja bila waktu nya tiba kamu tidak terlambat dan menyesal , wanita yg selama ini menemanimu Tampa menuntut apapun pergi Tampa jejak
Lela Angraini
smga dgn kejadian ini kamu segera sadar dan menyadari perasaanmu sblm waktuny tiba nanti reatha pergi dri kehidupanmu
Lela Angraini
heleeehhh preeettt,,cinta duitny doank kamu itu. pgn lihat kamu di campakkan aku 🤣🤣
ken darsihk
Apa yang akan terjadi yak , setelah satu tahun terlewati
Naufal Affiq
mudah-mudahan kau paham untuk semuanya azka,kau sudah menikah,dan harus menghargai hati istrimu,biar pun dia bukan wanita yang kau cintai,kalau untuk vania itu wanita yang dititip kan kepada mu,hanya untuk di jaga,bukan untuk di nikahi
Sugiharti Rusli
dan sejatinya hati nurani si Azka masih jalan sih, dan cinta yang selama ini dia rasa buat Vania, bisa jadi bukan cinta sebenarnya yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi keberadaan Raisa/Reatha di sisi Azka selama beberapa bulan ini bisa mendekatkan mereka, meski tidak ada sentuhan fisik,,,
Sugiharti Rusli
terkadang manusia yah terlalu percaya pada dirinya sendiri sih, padahal yang menggenggam hati manusia tuh Sang Pencipta,,,
Ass Yfa
ada yak..adil buat istri dan pacar
...nikahin tuh si Vania lepasin Raisa /Reatha
Ass Yfa
kok aku pingin alurnya dicepetin..setahun kemudian🤭...ini bahkan belum sebulan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!