NovelToon NovelToon
PRAJURIT SENGKLEK DAN CEO CANTIK GALAK

PRAJURIT SENGKLEK DAN CEO CANTIK GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Action
Popularitas:719
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Dika Pratama, penjaga baru yang mulutnya nggak pernah diam dan kelakuannya selalu nyeleneh, ditugaskan menjaga kantor milik Vanesha Aurelia — CEO termuda, tercantik, dan paling ditakuti seantero kota. Cantiknya kayak lukisan, tapi kalau ngomel bisa bikin orang langsung kicep sampai lupa napas.

Satu terlalu santai dan sok asik, satu lagi perfeksionis dan gampang meledak. Setiap hari pasti ada aja alasan buat berantem — dari sepatu yang bunyi, senyum yang terlalu lebar, sampai tatapan yang katanya "terlalu lama natap bos".

Tapi di balik omelan dan tatapan tajam itu, perlahan tumbuh rasa yang nggak bisa dijelasin pakai kata. Siapa sangka hati bos yang galak itu akhirnya luluh sama senyum kuda seorang penjaga yang nggak pernah nyerah

"Diamlah, Nona Bos. Ngomel terus nanti kerut lho."
"Kamu... siapa yang kasih izin ngomong gitu sama saya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Obrolan Hangat di Bawah Temaram Lampu Alun-Alun

Suasana di sudut warung tenda sederhana dekat kawasan Alun-Alun Sidoarjo malam itu terasa begitu hidup dan penuh kehangatan. Deretan bangku plastik panjang yang diduduki oleh Vanesha, Dika, serta kedua orang tuanya tampak menyatu dengan riuh rendahnya suara malam minggu. Aroma kaldu sapi yang gurih bercampur dengan harumnya bawang goreng mengepul dari mangkuk-mangkuk tahu pentol yang baru saja dihidangkan oleh sang pedagang.

Pak Joko — ayah Dika — tampak sangat menikmati suapan pertama tahu pentol berkuah pedas itu. Matanya menyipit puas, lalu dia melirik ke arah Vanesha yang duduk tepat di seberang meja.

"Wah, pilihan tempat makan Neng Vanesha ini juara banget," ucap Pak Joko sambil tersenyum ramah. "Biasanya anak muda zaman sekarang kalau pacaran atau nongkrong kerjanya ke mal mewah yang dingin. Nggak disangka, bos besar perusahaan malah merendah mau makan jajanan kaki lima pinggir jalan."

Mendengar kata-kata 'pacaran' yang meluncur begitu saja dari mulut sang bapak, wajah Vanesha langsung merona merah padam hingga menjalar ke lehernya. Dia spontan tersedak pelan, berusaha menutupi rasa salah tingkahnya dengan meneguk air mineral hangat di dalam gelas plastik.

Dika yang duduk di samping Vanesha tak kalah salah tingkah. Wajah sang prajurit sengklek itu mendadak kaku, sementara tangannya sibuk mengaduk-aduk mangkuk tahu pentol seolah-olah ada rahasia negara di dalamnya.

"Pak, ngomongnya jangan sembarangan deh," jawab Dika dengan nada memelas, berusaha meluruskan situasi agar tidak semakin salah paham. "Kita berdua ke sini murni dalam rangka tugas dinas luar... eh, maksudnya kegiatan pengawalan profesional! Vanesha kan atasan saya di kantor."

Emak yang sejak tadi duduk di samping Pak Joko langsung mendengus pelan sambil mencubit lengan suaminya dengan gemas. "Halah, tugas pengawalan apa kalau malam-malam minggu mukanya sumringah begitu? Jangan ngeles kamu, Dik. Emak tahu gelagat anak muda kalau lagi jatuh cinta. Matanya gak bisa bohong," ucap Emak sambil tertawa kecil, melirik penuh arti ke arah Vanesha yang masih tersipu malu.

Vanesha merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, lalu tersenyum manis untuk mencairkan suasana yang mendadak canggung itu. Meskipun hatinya berdegup kencang mendengar ucapan Emak, ada rasa hangat yang teramat sangat menyelimuti dadanya — sebuah penerimaan tulus dari orang tua sederhana yang sama sekali tidak mempermasalahkan status sosial atau jabatan tingginya di dunia korporat.

"Tidak apa-apa kok, Bu, Pak," ucap Vanesha dengan suara lembut dan tulus, menatap kedua orang tua Dika bergantian. "Jujur saja, justru malam ini adalah salah satu malam paling menyenangkan buat saya. Di kantor, hari-hari saya selalu dipenuhi tekanan, laporan keuangan, dan ketegangan rapat. Tapi di sini... bersama Dika dan keluarga, saya bisa merasa benar-benar hidup dan tertawa lepas tanpa beban."

Pak Joko dan Emak tertegun sejenak mendengarkan kejujuran dari sang CEO cantik itu. Sikap Vanesha yang sama sekali tidak menunjukkan kesombongan atau rasa risih bergaul dengan orang biasa membuat rasa hormat dan kagum tumbuh subur di hati kedua orang tua Dika.

"Baguslah kalau begitu, Neng Vanesha," ucap Pak Joko dengan nada bijak, wajahnya menyiratkan kelegaan. "Dika ini memang dari kecil anaknya suka bertingkah konyol dan bikin pusing kepala. Kalau di kantor kerjanya sering bikin emosi atau bertingkah aneh-aneh, jewer saja telinganya langsung. Jangan sungkan-sungkan."

"Siap, Pak! Nanti kalau dia bandel di kantor, saya hukum suruh lari keliling lapangan gedung sepuluh putaran," jawab Vanesha bercanda, memicu gelak tawa dari seluruh anggota meja tersebut.

Dika langsung memasang wajah sedih dramatis, menatap kedua orang tuanya dengan tatapan teraniaya. "Wah, ini konspirasi tingkat tinggi namanya. Bapak sama Emak malah bersekutu sama bos buat menindas prajurit kecil yang malang ini," keluh Dika, membuat Emak langsung melayangkan cubitan gemas ke bahunya.

Suasana warung tenda itu terus dipenuhi oleh gelak tawa, candaan ringan, dan obrolan hangat yang mengalir tanpa sekat. Perbedaan status sosial yang tadinya sempat dikhawatirkan Dika seketika runtuh di bawah temaram lampu lampion alun-alun. Yang tersisa hanyalah kebersamaan murni dari dua insan yang mulai saling merajut hati, didukung restu hangat dari keluarga yang sederhana.

Setelah hampir satu jam menghabiskan waktu bersama dan menikmati hidangan penutup, waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Udara di sekitar Alun-Alun Sidoarjo mulai terasa semakin dingin, menandakan saatnya bagi keluarga kecil itu untuk beristirahat.

"Ya sudah, Neng Vanesha. Kami sekeluarga pamit balik ke penginapan dulu ya, takut kemalaman di jalan," pamit Pak Joko sambil berdiri dari bangku plastiknya, merapikan jaket kain yang dipakainya.

Emak ikut berdiri, lalu mendekati Vanesha dan menggenggam kedua tangan wanita itu dengan penuh kehangatan. "Terima kasih banyak ya, Neng, sudah ditraktir tahu pentol enak malam ini. Kalau ada waktu luang main-main ke kampung kami ya," pesan Emak tulus.

"Pasti, Bu. Nanti kalau ada waktu libur, saya pasti usahakan berkunjung ke sana," jawab Vanesha sambil tersenyum manis, membalas genggaman tangan Emak dengan takzim.

Dika bertindak sebagai pengantar setia, menemani kedua orang tuanya berjalan menuju pangkalan ojek dan angkutan umum terdekat yang akan membawa mereka kembali ke tempat istirahat. Sementara itu, Vanesha berdiri menunggu di dekat trotoar, menatap kepergian keluarga kecil tersebut dengan perasaan yang membuncah hangat.

Beberapa menit kemudian, Dika kembali menghampiri Vanesha dengan langkah tegap dan senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Udah beres, Vanesha? Orang tua saya sudah naik angkutan dengan selamat," lapor Dika setengah bercanda sambil memberi hormat militer.

Vanesha menoleh, menatap Dika lekat-lekat di bawah cahaya lampu jalan yang temaram. "Terima kasih ya, Dika," bisik Vanesha pelan, suaranya terdengar begitu tulus. "Malam ini... benar-benar berharga buat saya."

Dika tertegun sejenak. Hilang sudah seluruh candaan konyol dari wajahnya, digantikan oleh tatapan penuh cinta dan ketulusan yang mendalam. Dia melangkah lebih dekat, merapatkan jarak di antara mereka berdua.

"Sama-sama, Vanesha," jawab Dika lembut. "Selama saya ada di samping kamu, saya bakal pastikan hari-hari kamu tidak akan pernah sepi dari senyuman dan kebahagiaan."

Tanpa kata-kata tambahan, Vanesha melangkah maju dan menyandarkan kepalanya sejenak di dada bidang Dika, membiarkan deru napas dan detak jantung pria itu menenangkan jiwanya yang lelah. Di bawah langit malam Sidoarjo yang luas, di antara riuh rendah kota yang mulai tenang, janji-janji kecil mulai terukir di dalam hati mereka — menyongsong hari esok dengan lembaran kisah cinta yang kian indah dan pasti.

1
Davide David
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!