NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

“Sejauh ini aman..tapi dia terlalu tertutup..”jawab liam.

“Itu ga masalah..intinya dia jadi cewek lo..udah itu aja..”jawab kai..liam mengangguk kecil..tapi di hatinya masih ada sesuatu yang menganjal tentang gadis itu.

______________________________

Aruna belajar dengan giat di ruang belajar itu..beberapa murid lain yang juga mengikuti lomba dari pelajaran berbeda sudah tepar diatas meja belajar mereka..sedangkan aruna masih terjaga menatap buku pelajarannya, padahal jarum jam sudah menunjukan pukul 1 malam..dia benar-benar menebus beberapa hari khusus belajar yang sudah dia lewatkan.

Sedangkan di halaman sekolah, sebuah motor gede baru saja tiba di parkiran sekolah..dia liam..pria itu datang menjemput aruna sesuai dengan janji yang tadi siang dia ucapkan..pria itu menggunakan jekat kulit dan celana jeans berwarna hitam..sanggat kontras dengan warna motornya yang juga hitam legam.

Liam turun dari motornya..pria itu celingak-celinguk menatap kesana kemari..sekolah itu sangat sepi dan gelap di beberapa bagian..tapi liam tak merasa takut..dia duduk di jok motornya sambil mengotak atik ponselnya.

“Sial..gue ga punya nomernya..”gerutu liam..selama mereka dekat..liam baru sadar belum memiliki nomer aruna..di mencari di grup sekolah, tapi tak ada nomer aruna disana..dia juga mencari akun media sosial aruna di berbagai platform..tapi lagi-lagi dia tak menemukan akun aruna.

“Ck..”liam berdecak pelan..terpaksa dia harus berjalan menuju ruang belajar menghampiri gadis itu.

.

Beberapa menit kemudian liam sampai di ruang belajar yang terletak di paling ujung dekat laboratorium..dari pintu masuk liam sudah menemukan posisi aruna..liam tak langsung menghampiri..dia memperhatikan gadis itu terlebih dahulu.

Disana, aruna terlihat sepertinya sedang mengoleskan sesuatu di lenganya..gadis itu juga terlihat meniup pelan lenganya..liam mengeryit heran melihat apa yang di lakukan aruna..dia juga manatap sekitar gadis itu..ruangan itu gelap, hanya ada beberapa lampu belajar yang hidup di beberapa meja..liam juga melihat semua siswa yang ada di ruang belajar tertidur pulas di meja mereka, dan hanya menyisakan aruna seorang diri.

Liam berjalan mendekat kearah aruna..saat sudah di belakang gadis itu, liam memegang bahu aruna yang membuat gadis itu memekik pelan.

“Aaa..”kaget aruna..untung suaranya tidak teralu kencang..jadi para murid disana tak ada yang terganggu.

Aruna berbalik dan mendapati liam berdiri di belakanganya..pria itu hanya menunjukkan wajah datar tanpa rasa bersalah sedikitpun..aruna menatap pria itu kesal.

“Kamu ini mengagetkan ku saja..”kesal aruna..liam hanya berdehem pelan.

“Sedang apa?..”tanya pria itu manatap lengan aruna..aruna buru-buru menyembunyikan bekas lukanya.

“Tidak ada..”jawab aruna cepat..liam terdiam menatap gadis itu..merasa di perhatikan, aruna langsung mengalihkan perhatian liam.

“Kamu menjemputku kan?..ayo pulang..”ajak aruna..dia bergerak cepat membereskan semua bukunya, tak memberikan liam celah untuk kembali bertanya..liam lagi-lagi hanya diam mengamati gerak-gerik aruna.

Mereka berjalan dikoridor dengan canggung..bukan mereka sih, lebih tepatnya aruna..sedangkan liam hanya berjalan santai..tak ada percakapan diantara mereka selama di perjalanan..aruna menoleh kesana-kemari.

“Horor juga..”batin aruna mengamati sekelilingnya.

“Lo takut?..”tanya liam membuka percakapan.

“Enggak..tapi suasananya memang sedikit horor..”jawab aruna..liam hanya mengangguk..dan lagi-lagi tak ada percakapan diantara mereka sampai ke parkiran.

.

Angin malam menerpa wajah aruna..malam ini sangat dingin, sepertinya akan turun hujan..walau begitu jalanan kota tatap masih sangat ramai dihiasi kendaraan baik mobil maupun motor..beberapa restoran juga masih terbuka.

Mereka berhenti di restoran bintang lima..liam masuk sendiri karna aruna tak mau masuk..tak lama kemudian pria itu keluar membawa kantong makanan berlogo restoran mewah itu..liam menyerahkanya pada aruna.

“Untukku?..”tanya aruna.

“Hmm..gue capek dengar bunyi perut lu terus..”ucap liam cuek..aruna menunduk malu, dan dengan segan menerima sodoran dari liam.

Mereka akhirnya kembali menaiki motor..saat jarak sudah tak terlalu jauh dari kosan aruna, angin kencang menerpa mereka membuat motor liam hampir saja kehilangan keseimbangan..aruna kaget, dengan reflek gadis itu memeluk liam erat..tak lama kemudian hujan lebat mulai turun.

“Ais, sialan..”umpat liam..sedangkan aruna berlindung dibelakang punggung kokoh pria itu.

Jarak mereka sudah tak terlalu jauh..hanya perlu melewati gang saja..tapi baju liam dan aruna sudah basah kuyup..liam tak bisa mengendarai motornya dengan cepat karna badai yang sangat kencang menghalangi penglihatan liam.

Sesampainya di kos, mau tak mau pria itu harus mampir terlebih dahulu..aruna sebenarnya merasa tak nyaman..apalagi tempat tinggalnya kecil, tapi apa boleh buat.

“Masuklah dulu selagi menunggu hujannya reda..”ucap aruna canggung.

Liam berdiri di pintu kosan aruna dengan enggan..sebelum melangkah kan kakinya kedalam, dia terlebih dahulu mengamati tempat kecil didepanya itu..bahkan lebar tempat tinggal aruna ini tak sampai selebar kamar mandinya.

Aruna menatap wajah enggan liam..dia mengerti, orang kaya seperti liam mana sudi menginjakan kaki di kosan sempitnya ini…tapi aruna tak berkomentar hanya mengamati pria itu dan kemudian masuk terlebih dahulu.

Aruna masuk dan mulai mengemasi apa yang sekiranya berantakan..setelah menurutnya cukup rapi, dia menoleh ke pintu kosan..disana liam mulai masuk dan mengamati beberapa foto lama di dinding kosannya..wajah pria itu tak berubah..hanya tatapan datar tampa ekspresi.

“Maaf..pakai handuk ku dulu..”ucap aruna menyarahkan handuk pink miliknya..liam menatap lama handuk itu.

“Ini baru ku cuci..”ucap aruna cepat takut liam jijik..liam akhirnya meraih handuk itu..sebelum handuk itu sampai ditangan liam, pria itu dengan cepat mendekat dan memutar tubuh aruna.

“Ini kenapa?..”tanya liam menatap punggung aruna yang basah oleh air hujan..bekasan basah itu bercampur dengan noda berwarna merah.

“Apa?..”tanya aruna masih belum sadar.

“Kenapa punggung lo berdarah?..”tanya liam..tersirat sedikit kekhawatiran di mata pria itu.

“Berda—“aruna dengan cepat berbalik saat menyadari sesuatu..dia berjalan menjauhi liam..liam menatap gerak geriknya curiga.

“Duduklah..aku ke kamar mandi sebentar..”ucap aruna berlari dari sana.

.

Sesampainya di kamar mandi aruna melihat dari pantulan kaca luka cambukan yang belum di obatinya kembali mengeluarkan darah..mungkin karna senggolan dan terkena hujan makanya kembli berdarah.

“Huh..bagaimana ini..”ucap aruna binggung..dia akhirnya memilih mengganti baju terlebih dahulu.

Aruna kembali ke kosanya setelah menganti baju..rambut gadis itu juga di bungkus dengan handuk karna masih basah..yang menganggu pikiranya sekarang adalah kehadiran liam di dalam sana..apa lagi saat dia mamasuki pintu kos, pria itu sudah bertelanjang dada duduk di kasurnya sambil bermain ponsel..sedagkan handuk pink miliknya sudah tergeletak dibawah sana..sedangkan diluar sana hujan badai masih sangat kencang..sesekali juga di hiasi dengan petir.

“Hmm..”aruna berdehem pelan..dia berdiri canggung tak jauh dari pria itu.

Liam menoleh..dia terdiam melihat aruna yang berdiri di depanya..tak ada kacamata, tak ada poni maupun rambut kepang dua yang menghalangi pandangan pria itu..liam terperangah seketika..sedangkan aruna merasa tak nyaman di tatap begitu.

“Apa aku menganggu penglihatanya..”batin aruna.

“Cantik..”batin liam.

.

.

.

TO BE CONTINUE………

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!