NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 15

Mobil SUV hitam itu membelah kemacetan Jakarta dengan kecepatan stabil. Di dalam kabin, Senja masih berusaha mencerna keputusan sepihak yang baru saja dijatuhkan oleh bosnya.

"Pak Angkasa," panggil Senja pelan, memecah keheningan di antara mereka.

"Bapak tidak perlu melakukan sampai sejauh ini. Saya bisa menjaga diri saya sendiri. Kalau Mas Adam datang ke apartemen sepupu Anggi, saya tinggal panggil keamanan gedung."

Angkasa tidak langsung menjawab. Pria itu sibuk menggeser dokumen digital di layar tabletnya, jemarinya bergerak lincah dan elegan.

"Keamanan apartemen kelas menengah tidak akan sanggup menahan pria yang sedang kalap karena kehilangan segalanya, Senja," sahut Angkasa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

"Adam Surya itu tipe pria pengecut yang agresif saat terdesak. Kamu pikir dia akan mengetuk pintu baik-baik?"

Senja bungkam. Ucapan Angkasa tepat mengena di dadanya. Ia tahu betul bagaimana temperamen Adam jika sedang panik.

"Tapi memindahkan saya ke apartemen eksekutif perusahaan..." Senja menarik napas panjang.

"Bagaimana kalau ada rumor tak sedap di kantor? Staf analisis keuangan mendadak tinggal di Tower A? Orang-orang pasti akan berpikiran yang tidak-tidak tentang kita, Pak."

Angkasa menghentikan gerakan jarinya. Ia perlahan mematikan layar tablet, lalu memutar tubuhnya menghadap Senja sepenuhnya. Tatapan matanya yang tajam dan intens terkunci tepat di manik mata Senja.

"Siapa yang berani bergosip tentang saya di perusahaan saya sendiri?" bisik Angkasa dengan nada dingin yang menuntut ketundukan.

"Dan sejak kapan kamu peduli dengan omongan orang lain, setelah apa yang kamu lewati selama dua tahun ini?"

Senja menggigit bibir bawahnya, lidahnya mendadak kelu. Semua yang di katakan oleh Angkasa benar adanya. Namun bagi Senja menerima kebaikan dari orang yang baru di kenalnya. Apalagi orang itu adalah seorang Angkasa. Rasanya membuat dia tidak nyaman. Dia juga takut akan di salahkan oleh banyak orang terutama keluarga Angkasa pada akhirnya. Tapi penolakannya kepada Angkasa tak akan pernah ada artinya bagi pria itu. Ucapannya tak akan bisa di bantah oleh dia atau siapapun.

"Tower A memiliki akses keamanan biometric 24 jam dan terhubung langsung dengan tim pengaman internal saya," lanjut Angkasa, suaranya sedikit melunak namun tetap penuh otoritas.

"Adam tidak akan bisa menyentuh gerbang depannya, apalagi menapakkan kaki di koridor pintumu. Saya membutuhkan fokusmu 100% untuk membongkar aliran dana keluarga Lyra minggu ini. Saya tidak mau analis saya absen bekerja hanya karena memar di wajah atau teror trauma."

Senja menatap Angkasa lama. Di balik sikapnya yang dingin, arogan, dan serba terhitung, pria ini memberikan perlindungan mutlak yang tak pernah Senja dapatkan dari suaminya sendiri selama dua tahun terakhir.

"Rian," panggil Angkasa ke arah kursi depan.

"Ya, Pak Angkasa?" jawab Rian sigap.

"Suruh tim keamanan ambil kunci dan koper Senja di tempat sepupunya Anggi sekarang. Pastikan Anggi juga tahu kalau Senja aman bersama tim kita."

"Baik, Pak. Segera dilaksanakan."

"Pak Angkasa, tunggu..." Senja mencoba menyela, namun Angkasa sudah lebih dulu mengangkat satu tangannya, menghentikan kalimat Senja di udara.

"Keputusan saya mutlak, Bu Senja," potong Angkasa tegas.

"Sekarang rapikan pakaianmu. Tiga menit lagi kita sampai di pelataran kantor. Saya tidak mau kita terlihat keluar dari mobil yang sama di depan lobby."

Senja membelalak heran. "Bukannya Bapak tadi bilang tidak peduli dengan gosip kantor?"

Bibir Angkasa tertarik tipis, membentuk senyum samar yang hampir tak terlihat.

"Saya memang tidak peduli. Tapi saya tahu kamu peduli. Pak Mamat, turunkan Bu Senja di pintu samping gedung."

"Baik, Pak Angkasa," sahut Pak Mamat patuh seraya membelokkan kemudi ke arah pintu masuk khusus staf di samping gedung.

Mobil berhenti dengan mulus. Senja merapikan tas dan amplop bukti pendaftaran perceraiannya. Sebelum membuka pintu, ia menoleh kembali pada pria di sampingnya.

"Terima kasih, Pak Angkasa. Untuk semuanya," ucap Senja tulus dari lubuk hatinya.

Angkasa kembali menyalakan tabletnya, berpura-pura sibuk meski matanya melirik tipis ke arah Senja.

"Jangan terlambat masuk ke ruang rapat jam dua siang nanti," sahut Angkasa datar.

"Dan pastikan ponselmu selalu aktif. Jika Adam menghubungi atau menghadangmu lagi... langsung hubungi saya."

"Baik, Pak."

Senja melangkah keluar dari mobil. Begitu pintu SUV itu tertutup, ia berjalan memasuki gedung kantor dengan dada yang terasa jauh lebih lapang. Langkah kakinya kini penuh dengan keyakinan baru, siap menghadapi badai perceraian dan perang bisnis yang akan segera meletus.

Mobil SUV hitam itu bergerak pelan meninggalkan area pintu samping gedung kantor menuju area parkir khusus eksekutif. Di dalam kabin belakang yang kini menyisakan aroma parfum cedarwood dan sisa keheningan, Angkasa masih menyandarkan tubuhnya di jok kulit.

Pria itu mengamati siluet Senja dari balik kaca mobil yang gelap. Langkah kaki wanita itu kini terlihat tegak dan mantap, tak ada lagi keraguan seperti saat ia pertama kali melangkah masuk ke ruang kerjanya kemarin sore.

"Rian," panggil Angkasa dingin, memecah keheningan kabin.

Rian segera memutar tubuhnya dari kursi penumpang depan. "Iya, Pak Angkasa?"

"Proses perceraian di Pengadilan Agama... biasanya berapa lama kalau pihak pria mencoba mempersulit?" tanya Angkasa seraya mengetukkan jemarinya di atas sandaran tangan.

"Jika pihak tergugat terus mangkir dari panggilan atau mengajukan penolakan secara sengaja, prosesnya bisa mengulur waktu sampai tiga hingga enam bulan, Pak," jawab Rian lugas.

Alis Angkasa bertaut tajam. "Enam bulan?" desisnya penuh ketidaksukaan.

"Terlalu lama. Saya tidak punya waktu dan kesabaran seluas itu untuk melihat status hukum Senja menggantung, apalagi membiarkan pria seperti Adam Surya terus merasa memiliki hak atas dirinya."

Rian tersentak pelan, mencerna arah pembicaraan atasan kepercayaannya itu. "Maksud Pak Angkasa... Anda ingin mempercepat prosesnya?"

Angkasa memajukan tubuhnya, menatap Rian dengan pandangan yang sarat akan kalkulasi tegas.

"Hubungi pengacara senior dari firm hukum mitra terbaik kita sore ini, untuk membantu Pak Raka," perintah Angkasa tanpa kompromi.

"Serahkan seluruh barang bukti yang dikirim Senja kemarin, foto-foto perselingkuhan di ranjang, rekaman video di dalam mobil, hingga bukti ancaman dari Lyra. Dengan bukti sejelas dan selengkap itu, tidak ada alasan bagi hakim untuk menunda-nunda putusan."

"Baik, Pak. Saya akan Minta tim hukum kita mendampingi Bu Senja secara langsung sebagai kuasa hukum resminya," tanggap Rian cepat.

"Bukan cuma mendampingi, Rian," potong Angkasa, suaranya makin merendah namun amat mengintimidasi.

"Instruksikan tim hukum untuk menekan jalur hukum tanpa celah. Dorong agar gugatan ini diputus secara verstek jika Adam mencoba mangkir pada sidang pertama minggu depan. Saya mau putusan cerai resmi itu keluar serentak dengan hancurnya posisi Adam di PT Adijaya Perkasa."

Rian menelan ludah, membayangkan betapa habisnya nasib Adam Surya dalam beberapa hari ke depan. Pria itu tidak hanya kehilangan jabatannya dan terancam gulung tikar akibat penundaan investasi, tetapi juga akan ditendang secara sah dari kehidupan Senja dalam waktu singkat.

"Pesan Pak Angkasa dipahami dengan sangat jelas. Segera saya eksekusi sore ini juga," sahut Rian tegas.

Angkasa menyandarkan kembali punggungnya, menatap lurus ke depan dengan senyum dingin yang samar.

"Bagus," bisik Angkasa pelan pada dirinya sendiri.

"Mari kita lihat seberapa bertahan Adam Surya saat semua tameng dan kenyamanannya diruntuhkan sekaligus."

1
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
nely_48
najis banget sih adam msh tinggal d apartemen arum,, bukan nya pergi tinggalkan apartemen arun n adam bs nge kos, bebas
nely_48
semoga senja ga jd nikah sm angkasa,, bpak n emak na angkasa az aura kunti terasa pisan kitu
sunaryati jarum
waah emak nggak sabar melihat kalian menikah dan melihat kehancuran Lyra bersama keluarga serta kekecewaan dan Penyedalan orang tua Pak Angkasa Tanuwijaya dan Ibu Fransisca
ryuka
aaaduuhhh dduuuhhh.. speechless kan 🤭🤭🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
nikmatilah adam hahaha
nely_48
PD sangan ngana ini Lyra,, ngatain senja wanita murahan eh ga tau nya ngana sendiri yg murahan, sana sini boleh masuk✌✌
nely_48
klau udh tau rasa nya n mengalami lgsg az adam lgsg menyesal
Oma Gavin
lama banget nunggu kehancuran arum dan keluarga nya
Muft Smoker
siapin keresek yx nyonya fransiska tuan tanuwijaya ,, kalo kenyataan gx sesuai ekspetasii ,,
Harniati Rifqy
lanjut
Cicih Sophiana
qta liat aja nanti Senja... siapa yg akan hancur sebelum hari bahagia nya...
Cicih Sophiana
ngatain orang murahan... terus dia apa ?
padahal dia yg murahan 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Apakah Ny Fransisca dan Tuan Tanuwijaya akan sekeras dan seantusias itu setelah tahu kebejatan perilaku Lyra alias Arum
sunaryati jarum
Tak sadar Lyra mengeluarkan kebusukan dirinya sendiri saat melihat Senja.Yang mengobral tubuh itu kamu Lyra kok tidak tahu malunya menyebut jalang pada Senja.Makin ilfil Angkasa, lagian Pak Angkasanya sudah melamar Senja dan direstui Ny Besar, nenek Pak Angkasa.Keahlianku kamu cuma main di ranjang,merayu pria kaya dan morotin uangnya ya Lyra/ Arum
Muft Smoker
mau nangis sambil guling2 juga semua gx bakal bisa balik ke masa lalu dam ,,
mending km bekerja yg baik ,, berubah dg baik ,,
jgn ganggu senja lgii ,,
Muft Smoker
tau aj nii pak angkasa yg fresh2 ,,
lngsung gerak cepat tkut di ambil Rian yx pak 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
falea sezi
🤣🤣🤣mampus
Cicih Sophiana
gimana Adam rasa nya? tentu sakit kan... begitu jg dgn Senja yg setia dan melayani kamu Adam
ryuka
bagus thor.. aku suka karya2 mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!