NovelToon NovelToon
Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Konflik etika / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Malam yang mengerikan telah menimpa seorang gadis malang bernama Asri Devantara, kesuciannya di renggut oleh Angga Pratama dalam keadaan mabuk. Sejak malam itu Asri berusaha melarikan diri dari masalah sekaligus traumanya, namun takdir selalu punya cara mempertemukannya kembali dengan pria yang sudah merusak masa depannya. Ini bukan suatu kebetulan melainkan sebuah takdir kejam untuk keduanya, takdir yang ditulis semesta agar memang keduanya bersatu. Apa alasan semesta menyatukan keduanya dengan cara kejam dan waktu yang dipaksakan.
"Saya akan nikahi kamu Asri, meski saya tahu kamu masih trauma akan kejadian malam itu." Mayor Angga Pratama.
"Kasih aku waktu, Mas. Aku masih takut melayanimu." Asri Devantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Siang ini pintu ruang rapat utama markas militer akhirnya terbuka perlahan, menandai selesainya rapat dinas yang di hadiri perwira menengah sampai perwira tinggi.

Rapat dinas taktis berlangsung sejak pagi hari, kini telah usai---di dalam ruangan dingin menggunakan AC yang rata-rata terbuat dari kayu jati bercat gelap ini.

Di ruangan ini, nampak bendera merah putih yang berdiri tepat dengan lambang Garuda Pancasila di dinding utama.

Selesai rapat, puluhan perwira menengah sejak tadi tampak mulai merapikan tumpukan berkas laporan, ada yang menutup laptop untuk bersiap meninggalkan ruangan ini.

Namun, di tengah kesibukkan para perwira yang mulai melangkahkan kakinya keluar ruangan----Mayor Angga Pratama masih berdiri di dekat meja panjang.

Tubuhnya yang gagah masih mengenakan seragam dinas lapangan TNI loreng-loreng hijau, lengkap dengan lencana pangkat Mayor di kerah bajunya.

Mayor Angga tengah berbicara dengan sosok anak buahnya---Letnan satu, yang merupakan anak buah kepercayaannya sekaligus teman dekatnya.

Anak buahnya ini ahli di bidang intelijen----segera menyodorkan ponselnya ke hadapan Angga, lalu tangan kanannya menunjukkan layar ponsel itu yang menjadi temuannya---hal yang di harapkan Angga.

"Izin, Mayor," bisik Letnan satu.

Matanya melihat kesana-kesini, dan suaranya di rendahkan agar tidak menarik perhatian perwira lain yang masih bercakap-cakap di ruangan ini.

"Letnan Rizki?" tanyanya.

"Saya mau berbicara perihal Asri Devantara," ucap Letnan Rizki.

Mendengar itu Angga langsung menarik anak buahnya untuk duduk di ruang kursi rapat, sementara dirinya berdiri di dekat meja panjang.

"Kamu duduk aja, saya berdiri. Dan katakan pada saya apa yang kamu temukan?" tanya Angga kepada anak buahnya.

Letnan satu Rizki langsung menunjukkan semua laporannya yang di perlukan Angga.

"Siap Mayor, saya berhasil melacak identitas lengkap dan alamat rumah Asri Devantara. Ini akun instagram pribadinya, dan saya juga menemukan tautan yang mengarah ke profil facebook."

Angga tersenyum tipis sebagai tanda kepuasan dan kelegaan, senyum mengembang di bibirnya.

Matanya menatap lekat-lekat layar ponsel yang menampilkan profil instagram foto-foto Asri Devantara di dalamnya.

"Ada apa lagi yang kamu temukan?" tanya Angga kepada anak buahnya.

"Izin Mayor, saya juga berhasil mendapatkan nomor ponsel aktif dan alamat rumah tempat tinggalnya," lanjutnya.

Hampir seminggu ini hidup Angga benar-benar tak tenang, pikirannya terus terbayang wajah Asri---bahkan sampai terbawa mimpi.

Sungguh baru kali ini dirinya memendam hasrat dan rasa cinta kepada wanita yang tanpa sengaja di tidurinya, Angga tak menyangka soal hal ini.

"Sebagai rasa terimakasih! kau, aku traktir bakso habis pulang dinas, eits tak ada penolakan." Angga berucap sambil menepuk bangga bahu Letnan satu Rizki.

Rizki hanya tersenyum bahagia, dirinya senang mendapatkan senior sekaligus atasan yang humble saat di luar jam dinas.

Bima saat ini sedang tak ada disini, pria itu tengah menemui Mayor Jendral Hussen Simanjuntak---membicarakan soal penugasan, dan itu hanya baru rencana saja.

Angga dan Rizki baru melangkah keluar, sedari tadi Angga tersenyum puas.

Tentu dengan nomor ponsel dan alamat lengkap dari Asri, dirinya bisa memuaskan soal antara rasa bersalah, hasrat, dan alasan kenapa dirinya selalu terbayang wajah Asri.

Mungkin saja, Angga takut jika karir militernya hancur---karena ketakutannya akan Asri yang mengadu ke kesatuannya, soal kejadian di malam terkutuk itu.

Sementara itu, di tempat lain.

Cahaya matahari siang menjelang sore menerobos lembut melalui celah jendela kamar tidur, di kediaman rumah Asri Devantara.

Untaian lampu tumblr yang cahaya kuning menggantung di langit-langit kamar----sedang di matikan, karena cahaya alami sedang masuk menerangi sudut ruangan.

Di dalam kamar ini, Asri tengah mencoba merajut kembali masa depannya yang hancur akibat malam menjijikan itu.

Sekarang, Asri terduduk di atas kursi kayu tepat di depan meja belajar minimalis miliknya.

Asri tampil dengan mengenakan kaos lengan pendek bahan rayon warna baby blue, di padukan dengan celana pendek motif kotak-kotak perpaduan warna cokelat dan abu-abu.

Nampak jari-jemarinya bergerak mengetik keyboard di papan laptop miliknya yang menyala di atas meja, karena sedang menyusun sebuah surat dalam bahasa Inggris yang akan di kirim ke Profesor Willy Leington di Cambridge.

Kali ini raut wajah Asri tegang dan di penuhi rasa cemas yang mendalam, karena belum ada kabar untuk Visa keberangkatannya yang di terbitkan oleh pihak kedutaan Inggris.

Namun, seluruh dokumen dan paspor barunya sudah di urus dan di serahkan secara lengkap oleh pihak imigrasi----hanya visa saja yang belum.

Setiap hari di Jakarta ini bagai siksaan tiada akhir, karena ingatannya selalu menyimpan akan kejadian malam menjijikan itu di dalam hotel bintang lima.

Sungguh Asri mau menjauh dan berharap traumanya akan hilang, jika dirinya pergi beda benua dan wilayah.

Keterlambatan visanya terasa bagai dinding tak kasat mata yang menahannya, seolah lehernya tengah di cekik.

Asri yang tak bisa berbuat apapun hanya bisa menyibukkan diri----wanita ini tengah sibuk mengetik surat elektronik yang akan di kirim ke Profesor Willy, menjadi terhenti saat Putri menghampirinya.

Asri sedikit heran dengan penampilan sang sepupu yang sangat rapi, dengan mengenakan blouse warna Indian red atau merah bata tua---di hiasi renda di sepanjang lingkar lehernya.

Bawahnya di padukan celana bahan hitam formal, sementara sebuah tas selempang warna hitam sudah tersampir di bahu kirinya.

"Mau kemana lu? rapih bener?" tanya Asri dengan nada yang sedikit heran.

Putri mendekati Asri, lalu meletakkan tangan kanannya di atas pundak kiri sepupunya.

Menatap wajah Asri yang masih terlihat tegang menatap layar laptop.

"As, gua mau ke toko dulu ya. Biasa mau ngecek, toko lu. Udah lu fokus buat ke luar negeri aja," pamit Putri dengan nada suara rendah.

Asri mendongakkan kepalanya sedikit, menatap sang sepupu---dirinya merasa tak enak karena bisnis milik mendiang orangtuanya, semuanya Putri yang ngatur, meskipun uang masuk ke rekening Asri.

Bukan bisnis besar, tapi bisnis kecil---UMKM.

Wanita ini hanya mengangguk sambil tersenyum manis menatap sepupunya.

"Iya, Put... hati-hati di jalan ya," bisik Asri tulus, mencoba mengulas senyum tipis di bibirnya yang pucat.

Putri membalas senyuman itu dengan binar mata yang penuh kasih sayang. Ia meremas lembut pundak Asri sekali lagi sebelum melangkah mundur menuju pintu keluar.

"Ok gua berangkat, jangan lupa makan siang lu. Udah gua siapin di meja makan," ucap Putri.

"Iya Putri Lestari Devantara," jawab Asri sambil mengangguk patuh.

Setelah kepergian Putri Asri tengah fokus dengan surat yang akan di kirim kepada calon atasannya, namun entah mengapa hatinya merasa tak enak.

Entah apa yang akan terjadi, tapi Asri mencoba mengabaikannya saja.

*

*

*

*

*

1
Salmah Salmah
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!