NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Riana berdiri dan menatap Adit dengan tatapan menilai.

​"Siapa namamu?"

​"Adit, Nona."

​"Adit, saya Riana, pemilik Restoran Bintang Nusantara di pusat kota."

​Riana menyodorkan tangan kanannya yang putih dan ramping.

​Adit mengusap tangannya yang kotor ke celana sebelum membalas jabatan tangan Riana.

​"Salam kenal, Nona Riana."

​"Saya sudah berkeliling ke banyak perkebunan bulan ini, tapi belum pernah melihat kualitas cabai sekelas ini."

​Riana melepaskan jabatan tangannya dan langsung menunjuk ke tiga keranjang itu.

​"Saya beli semuanya."

​Pak Kumis yang sejak tadi diabaikan mulai merasa panik.

​"Nona Riana, jangan beli dari dia! Cabainya itu pasti pakai bahan kimia berbahaya!" hasut Pak Kumis cepat.

​Riana menoleh ke arah Pak Kumis dengan tatapan sedingin es.

​"Pak Kumis, saya ini seorang koki profesional. Saya tahu mana bahan yang alami dan mana yang penuh kimia."

​"T-tapi Nona, dia tadi mau jual seratus ribu ke saya," Pak Kumis masih berusaha mencari alasan.

​"Seratus ribu?" Riana tertawa kecil yang terdengar sangat meremehkan.

​"Bapak benar-benar lintah darat ya, pantas saja petani di sini tidak pernah sejahtera."

​Pak Kumis langsung bungkam dengan wajah memerah karena malu dan marah.

​Riana kembali menatap Adit dengan senyum tipis di bibir merahnya.

​"Adit, saya akan bayar lima puluh ribu rupiah untuk satu kilonya."

​Adit terkesiap mendengar angka yang disebutkan oleh Riana.

​Harga itu lima kali lipat lebih tinggi dari harga cabai kualitas super di pasaran normal.

​"Apakah itu tidak terlalu mahal, Nona Riana?" tanya Adit jujur.

​"Bagi saya, kualitas bahan menentukan nyawa hidangan di restoran saya," jawab Riana tegas.

​"Dan cabai ini sangat layak dihargai segitu."

​Riana membuka tas tangan kulitnya dan mengeluarkan sebuah dompet tebal.

​Dia meminta asistennya yang baru datang membawa timbangan digital untuk menimbang semua cabai Adit.

​"Totalnya ada empat puluh lima kilogram, Nona," lapor asisten pria itu.

​"Bagus. Empat puluh lima dikali lima puluh ribu," Riana menghitung cepat di luar kepala.

​"Dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah."

​Riana menghitung lembaran uang seratus ribuan yang masih baru dan menyodorkannya ke tangan Adit.

​"Ini uangnya, silakan dihitung dulu."

​Tangan Adit sedikit gemetar saat menerima tumpukan uang tebal tersebut.

​Ini adalah uang dalam jumlah besar pertama yang dia pegang sejak kembali ke desa.

​"Pas, Nona Riana. Terima kasih banyak," ucap Adit tulus.

​"Saya yang seharusnya berterima kasih, Adit."

​Riana lalu mengambil sebuah kartu nama dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Adit.

​"Kalau kamu punya panen cabai lagi atau sayuran lain dengan kualitas yang sama, langsung hubungi nomor itu."

​"Saya pasti akan langsung menghubungi Nona," Adit menyimpan kartu nama itu dengan hati-hati di saku kemejanya.

​"Dan satu hal lagi, Adit."

​Riana mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.

​"Tolong jangan jual hasil panenmu ke restoran lain selain restoran saya. Saya ingin hak eksklusif."

​"Selama harganya cocok, Nona akan selalu jadi prioritas pertama saya," jawab Adit sambil tersenyum percaya diri.

​Riana membalas senyuman Adit dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu berbalik pergi mengikuti asistennya yang membawa keranjang cabai.

​Adit menatap punggung Riana yang perlahan menjauh dan menghilang di balik keramaian pasar.

​Dia mengepalkan tangannya yang memegang uang jutaan rupiah itu dengan erat.

​"Ini baru permulaan," batin Adit penuh semangat.

​[Pemberitahuan Sistem: Tugas Menjual Hasil Panen Pertama Berhasil Diselesaikan.]

​[Hadiah 300 Poin Pengalaman dan 1 Paket Bibit Sayuran Unggul telah ditambahkan ke dalam inventaris.]

​[Level Sistem meningkat menjadi Level 2.]

​[Fitur Baru Terbuka: Peta Analisis Kesuburan Lahan.]

​Senyum Adit semakin lebar membaca rentetan notifikasi dari sistem di kepalanya.

​Dia segera menyalakan motor tuanya dan melaju meninggalkan pasar dengan hati yang sangat ringan.

​Pak Kumis yang masih berdiri di tempatnya menatap kepergian Adit dengan wajah penuh kebencian.

​"Kurang ajar anak itu, beraninya dia membuatku malu di depan Riana."

​Pak Kumis meludah ke tanah dengan kasar.

​"Awas saja kamu, Adit. Tidak ada yang boleh merusak harga pasaranku di sini."

​Pemuda bernama Adit itu tidak tahu bahwa kesuksesan pertamanya hari ini telah memancing masalah baru.

1
Astiana 💕
cerita mu sungguh keren Thor, walaupun aku lagi sibuk nulis juga, tapi nyempetin banget baca cerita mu yang ini.😁
kiyoe: heheh harus semangat terus pokoknya kak
total 3 replies
adib
saran dikiit...

hasil panen terlalu OP..
harga terlalu enggak bgt.. pace cepet.

sy jadi agak kurang menikmati..
utk nextnya bs dipertimbangkan saran supaya lebih bisa dinikmati
kiyoe: terimakasih kak adib untuk saran nya ☺️🙏
total 1 replies
adib
beneran udah bucin ma riana..ayam grade SS cm dihargai 150rb.. telur jg cm segitu.. hadeehh
kiyoe: heheh iyaa kak soalnya dia yang membantu Adit dari 0 hingga menjadi sangat sukses 😂
total 1 replies
Astiana 💕
mampir Thor,
😁 jadi keinget film sopo Jarwo baca nama nya.
kiyoe: hehehe makasih kak udah mau mampir hehe 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!