NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Jaringan Intelijen dan Bayangan Bloody Mist

Pagi harinya di Teluk Karang Hantu, embun tipis masih membasahi geladak kayu Kapal Perang Lautan Merah, Kapal Sloop Bertiang Dua, dan Kapal Perintis 01. Bau garam pekat menyatu dengan aroma asap cerutu yang ditiupkan Smoker dari puncak tebing pengawas.

Di pantai pasir putih, Paulie sedang sibuk mengukur diameter tiang layar Kapal Perintis 01 menggunakan pita ukur kain, membetulkan kacamata pelindungnya seraya sesekali meneriaki dua anggota Unit Beta yang salah mengangkat balok kayu.

"Oi! Angkat bagian pangkalnya dulu, Kacamata Hitam!" teriak Paulie pada Johnny yang sedang memanggul balok kayu jati. "Kalau serat kayunya retak karena tekanan tak seimbang, ketahanan lambung kapal ini bakal berkurang sepuluh persen!"

Johnny menyeringai lebar, menyapu keringat di keningnya tanpa rasa kesal. "Haha! Tenang saja, Tukang Tali! Fisikku ini sekeras besi karang!"

Di dalam kabin utama Pos Terdepan 2, Rian duduk di hadapan meja kayu tebal. Di sisinya, Tashigi sedang merapikan lembaran dokumen hak guna Gudang Sektor Sekunder #08 dan laporan pembukuan dari Gordo.

"Tuan Rian," panggil Tashigi seraya membetulkan letak kacamatanya dengan gerakan anggun dan teratur. "Dengan beroperasinya gudang di Sektor Sekunder Kepulauan Hagi, kita sekarang memiliki tiga jalur masuk informasi. Pertama dari Dogo di Pulau Ren melalui Den Den Mushi, kedua dari Gordo di balai lelang, dan ketiga dari transaksi langsung di gudang kita."

Rian mengangguk pelan, jemarinya mengetuk meja secara teratur. "Keuangan kita stabil dengan kas 52.800 Ryo di Pos Hagi dan 10.000 Ryo di Pulau Ren. Tetapi gudang di Sektor Sekunder itu masih kosong tanpa penanggung jawab tetap."

"Maksud Anda, kita butuh menempatkan personel permanen di sana?" tanya Tashigi.

"Benar," jawab Rian dingin. "Gudang itu adalah simpul penting di pasar gelap. Jika kita meninggalkannya tanpa pengawasan, faksi lokal seperti sisa-sisa Kelompok Serigala Hitam yang kita hajar kemarin bisa mencoba menempatinya kembali. Kita butuh seseorang yang cermat untuk mengelola tempat itu sebagai toko peralatan maritim dan pos intelijen terselubung."

Rian memanggil antarmuka sistem di dalam pikirannya. Skor Intelligence 14-nya mengeksekusi analisis kebutuhan organisasi secara menyeluruh. Dengan 900 System Point yang dimiliki, Rian memeriksa penawaran item dan upgrade pendukung di Shop Level 3.

[SYSTEM SHOP LEVEL 3 - SPECIAL UTILITY]

Civilian Merchant Staff Package (3 Persons) - Cost: 100 SP (Memunculkan 3 staf logistik/pelayan toko non-kombatan yang terikat loyalitas penuh untuk mengelola aset bisnis bawah tanah.)

Encrypted Den Den Mushi Sub-Station - Cost: 100 SP (Satu unit Den Den Mushi tambahan khusus jaringan bisnis internal.)

"Sistem, beli Civilian Merchant Staff Package dan Encrypted Den Den Mushi Sub-Station," perintah Rian secara mental.

[Membeli Item: Civilian Merchant Staff Package... Berhasil.] [Membeli Item: Encrypted Den Den Mushi Sub-Station... Berhasil.] [System Point Berkurang: -200 SP] [Sisa System Point: 700 SP]

Tiga orang pria berpakaian pedagang sederhana dengan raut wajah tenang dan profesional muncul di dalam kabin kayu. Mereka membungkuk dalam-dalam kepada Rian dan Tashigi. Di meja, sesosok siput komunikasi Den Den Mushi ketiga bercangkang cokelat muda muncul secara material.

"Tashigi," instruksi Rian. "Tiga orang staf ini akan ditempatkan permanen di Gudang Sektor Sekunder #08. Berikan siput ketiga ini kepada mereka. Dengan ini, kita memiliki jaringan Den Den Mushi segitiga yang terhubung langsung: Pulau Ren, Teluk Karang Hantu, dan Kota Pelabuhan Hagi."

Mata Tashigi berbinar gembira melihat kerapian sistem jaringan komunikasi tersebut. "Luar biasa, Tuan Rian! Jaringan komunikasi segitiga ini akan membuat koordinasi faksi Gale menjadi yang tercepat di seluruh perairan luar Negara Air!"

Menjelang siang, Rian, Tashigi, dan tiga staf pedagang baru berlayar menuju Kota Pelabuhan Hagi menggunakan Kapal Sloop Bertiang Dua. Paulie dan Johnny tetap berada di Teluk Karang Hantu bersama Smoker untuk menjaga tiga kapal utama dan memimpin perbaikan fasilitas pos terdepan.

Sloop merapat mulus di Sektor Barat Pelabuhan Hagi. Rian menyerahkan 200 Ryo untuk biaya tambat harian kepada petugas pelabuhan.

[Uang Tunai di Hagi Berkurang: 52.800 Ryo → 52.600 Ryo]

Rian dan Tashigi mengantar tiga staf pedagang menuju Gudang Sektor Sekunder #08. Lorong batu di sekitar gudang tampak sepi dan bersih dari preman; kekalahan telak Kelompok Serigala Hitam di tangan Rian dan Paulie kemarin rupanya telah menyebar di kalangan preman lokal, membuat tak ada satu pun kelompok kriminal bawah tanah yang berani mendekati area tersebut.

Gudang batu dua lantai itu kini diatur secara profesional oleh tiga staf baru. Bagian depan lantai satu dijadikan toko penjualan perlengkapan pelayaran umum seperti tali tambang, minyak ter, kompas, dan rantai besi, sementara lantai dua dan basement bawah tanah difungsikan sebagai ruang arsip rahasia dan kamar persinggahan perwira Gale.

Siput Den Den Mushi ketiga dipasang rapi di balik meja kayu basement yang terkunci.

Saat Rian sedang memeriksa ketahanan pintu basement, pintu toko di lantai satu diketuk pelan tiga kali dengan irama teratur.

Tok... Tok... Tok...

Tashigi melangkah cepat ke lantai atas, mengintip melalui celah jendela kayu sebelum membuka pintu.

Seorang pria kurus mengenakan mantel cokelat kusam dengan topi kain lebar melangkah masuk. Ia adalah kurir khusus suruhan Gordo dari balai lelang.

"Tuan bertudung hitam ada di dalam?" tanya kurir itu dengan suara berbisik, matanya cemas memantau lorong luar.

Rian melangkah naik dari tangga basement. "Ada kabar apa dari Gordo?"

Kurir itu membungkuk dalam-dalam seraya menyerahkan sebuah gulungan kertas bersegel lilin hitam. "Gordo-sama meminta saya menyampaikan gulungan ini secara langsung kepada Anda, Tuan. Sebuah informasi rahasia tingkat tinggi baru saja masuk ke pasar lelang bawah tanah satu jam lalu!"

Rian menerima gulungan tersebut, membuka segel lilinnya, dan membaca isinya bersama Tashigi.

Isi Pesan Intelijen Gordo:

Kepada Pimpinan Gale. Situasi di pusat perairan Negara Air memanas drastis. Pasukan Khusus Kirigakure di bawah perintah langsung Divisi Pembunuhan Senjail (Anbu Executions) telah mengepung wilayah Kepulauan Karang Merah—sekitar dua puluh lima mil laut ke arah timur dari Hagi. Sasaran mereka adalah sekelompok pelarian klan Kaguya dan pelarian klan Yuki yang membawa dokumen rahasia serta material logam khusus milik Kirigakure. Pertempuran diperkirakan akan meletus malam ini. Seluruh kapal pedagang netral dilarang mendekati radius sepuluh mil dari Kepulauan Karang Merah.

Tashigi membetulkan letak kacamatanya, matanya membelalak membaca nama dua klan legendaris Kirigakure tersebut. "Klan Kaguya dan Klan Yuki... dua klan pemilik Kekkei Genkai paling ditakuti di Negara Air!"

Rian merapatkan mantel bertudung hitamnya, matanya menyipit tajam.

Sebagai seseorang yang memahami sejarah canon dunia Naruto, Rian tahu betul latar belakang tragis era Bloody Mist (Desa Kabut Berdarah) di bawah kendali Mizukage Keempat Yagura Karatachi. Dalam periode pembantaian Kekkei Genkai ini, klan-klan pemilik kemampuan garis keturunan darah seperti klan Yuki (Pengguna Elemen Es / Hyoton) dan klan Kaguya (Pengguna Tulang / Shikotsumyaku) diburu secara kejam oleh militer Kirigakure hingga punah.

"Pembersihan etnis klan Kekkei Genkai..." gumam Rian dingin.

"Tuan Rian," sela Tashigi dengan cemas. "Gordo memberi peringatan agar semua faksi independen menjauh dari Kepulauan Karang Merah. Pasukan Pembunuh Kiri terkenal tidak pernah menyisakan saksi mata."

Rian berdiri tegap di tengah ruangan gudang. Skor Intelligence 14-nya mengkalkulasi skenario besar di balik peristiwa ini.

Pertempuran di Kepulauan Karang Merah bukan sekadar konflik internal Kirigakure. Bagi faksi Gale, ini adalah kesempatan strategis langka. Jika Gale sanggup mengintervensi secara terselubung, menyelamatkan aset atau tokoh kunci dari klan yang diburu tersebut, faksi Gale tidak hanya akan memperoleh Military Reputation dan lonjakan Underworld Reputation yang masif, tetapi juga membuka potensi perekrutan dan penguasaan material langka.

Denting suara sistem berdenting nyaring dan bergema di dalam pikiran Rian.

[MISSION TRIGGERED: Bayangan di Kepulauan Karang Merah]

Tujuan Misi: Bergerak menuju Kepulauan Karang Merah, amankan aset/pelarian dari pembersihan Pasukan Pembunuh Kirigakure, dan bawa armada Gale kembali tanpa teridentifikasi secara terbuka oleh markas besar Kiri.

Kondisi Kemenangan: Selamatkan target klan Kekkei Genkai / Amankan material rahasia & Lumpuhkan pasukan pengejar Kiri.

Hadiah Misi: +600 System Point, +300 Underworld Reputation, +200 Military Reputation, Unlocked: Character Recruitment Ticket (Rare/Epic) (1).

Batas Waktu: Sebelum Fajar Hari Berikutnya.

Rian menatap rincian misi tersebut. Tiket perekrutan tingkat Epic adalah hadiah kelas atas yang dapat membuka karakter-karakter One Piece tingkat komandan tinggi.

"Kita kembali ke Teluk Karang Hantu sekarang," keputusan Rian mantap. "Siapkan seluruh armada. Malam ini, faksi Gale akan bergerak ke perairan timur."

Dua jam kemudian, menjelang sore hari, Sloop milik Rian telah kembali dan bersandar di Teluk Karang Hantu.

Seluruh jajaran perwira Gale—Smoker, Tashigi, Paulie, dan Johnny—berkumpul di aula kabin utama Pos Terdepan 2.

Smoker menghembuskan asap tebal dari dua cerutunya, mendengarkan penjelasan Rian dengan pandangan mata yang sangat tajam. Tangannya mengepal rapat di atas meja saat mendengar tentang tindakan pembantaian klan Kekkei Genkai oleh Kirigakure.

"Membantai warga dan klan mereka sendiri hanya karena kemampuan garis keturunan darah...?" suara Smoker terdengar berat dan penuh kejijikan khas Angkatan Laut yang membenci kejahatan tirani. "Pemerintahan desa ninja ini benar-benar busuk sampai ke akar-akarnya."

"Itu sebabnya kita bergerak, Smoker," ujar Rian dingin. "Tapi ini adalah operasi militer malam hari. Kita tidak bisa membawa tiga kapal sekaligus karena Kepulauan Karang Merah dipenuhi terumbu dangkal."

Paulie membeberkan peta Karang Merah di atas meja. "Boss benar! Kepulauan Karang Merah itu labirin batu karang tajam! Kapal Perang Lautan Merah yang berukuran sedang bakal tersangkut kalau nekat masuk ke terumbu dalam. Yang paling cocok untuk pergerakan siluman adalah Kapal Sloop Bertiang Dua dan Kapal Perintis 01!"

Rian membagi formasi tempur secara taktis:

Tim Penembus (Kapal Sloop): Dipimpin langsung oleh Rian, Smoker, dan Tashigi bersama lima anggota Unit Alpha untuk merobos ke dalam area terumbu Karang Merah dan melakukan evakuasi darat/laut.

Tim Pendukung & Jalur Pelarian (Kapal Perintis 01): Dipimpin oleh Johnny dan Paulie bersama lima anggota Unit Beta, bertugas menjaga celah keluar terumbu karang dan memotong kapal patroli pengejar Kiri menggunakan serangan tali Paulie dan tebasan Johnny.

Penyimpanan Kapal Utama: Kapal Perang Lautan Merah tetap disembunyikan di Teluk Karang Hantu di bawah penjagaan sistem barikade rantai bawah laut.

"Paulie, pastikan kanon portabel di Kapal Sloop dan Perintis dilapisi dengan bubuk belerang dan larutan garam tempa murni," perintah Rian. "Para pembunuh Kiri mengandalkan jutsu elemen air (Suiton). Larutan garam adalah kunci melumpuhkan konsentrasi chakra air mereka."

"Serahkan padaku, Boss! Amunisi khusus sudah ku siapkan di kargo!" jawab Paulie tegas.

"Bergerak sekarang!" instruksi Rian.

Malam jatuh sepenuhnya di perairan timur Negara Air. Awan hitam tebal menutupi rembulan, membuat lautan lepas terasa kelam bagai tinta.

Dua kapal faksi Gale—Kapal Sloop Bertiang Dua dan Kapal Perintis 01—melaju kencang menembus gelombang malam tanpa menyalakan satu pun lentera di geladak. Hanya pendar asap tipis Smoker dan navigasi presisi Rian yang memandu perjalanan sejauh dua puluh lima mil laut tersebut.

Jelang pukul sepuluh malam, garis siluet Kepulauan Karang Merah muncul di hadapan mereka. Kepulauan itu terdiri dari puluhan pilar batu karang berwarna merah tua yang menjulang tinggi secara tidak teratur dari dasar laut, dikelilingi oleh buih ombak deras dan terumbu karang dangkal yang mematikan bagi kapal biasa.

Melalui Kenbunshoku Haki (Basic)-nya yang merentang luas, Rian menangkap gejolak hawa membunuh dan percikan chakra yang sangat pekat dari arah pulau karang utama di tengah labirin.

Bau hangus minyak dan dentuman jutsu elemen air bergemuruh dari kejauhan.

"Aniki," bisik Johnny dari geladak Kapal Perintis 01 yang berada di samping Sloop. "Dua kapal patroli Kiri berjaga di celah luar terumbu!"

"Johnny, Paulie," panggil Rian pelan namun tegas dari kemudi Sloop. "Tahan posisi Kapal Perintis di luar celah karang ini. Jika ada kapal Kiri yang mencoba keluar membawa bantuan, tenggelamkan mereka."

"Siap, Aniki!" seru Johnny seraya membetulkan kacamata hitamnya.

Kapal Sloop yang dikemudikan Rian meluncur mulus memotong celah sempit terumbu karang, memanfaatkan bentuk lambungnya yang lincah untuk masuk ke perairan dalam Kepulauan Karang Merah.

Di pantai pasir hitam pulau karang utama, pertempuran berat sedang berada di puncaknya.

Belasan obor tempur menerangi area pantai yang dipenuhi oleh serpihan batu hancur dan genangan air laut. Sekitar dua puluh orang prajurit Pasukan Pembunuh Kirigakure (Anbu Executions) berseragam hitam dengan topeng porselen bertanduk sedang mengepung sebuah gua karang di kaki bukit.

Di mulut gua tersebut, dua orang prajurit klan Kaguya bertubuh tinggi dengan tato dua titik merah di dahi bertarung secara brutal. Tulang-tulang putih tajam menyeruak keluar dari bahu dan telapak tangan mereka (Shikotsumyaku), menangkis tebasan Ninjato para Anbu Kiri dengan suara berdenting nyaring.

KRING! KRAK!

Namun, tubuh kedua prajurit Kaguya itu sudah dipenuhi oleh puluhan luka tebasan dan tancapan senbon beracun. Di belakang mereka, di dalam gua, beberapa wanita dan anak-anak klan Yuki memeluk peti kayu bertutup kain besi rapat dengan wajah ketakutan setengah mati.

Seorang Komandan Anbu Kiri berseragam jubah kelabu dengan topeng porselen bermotif iblis (Hannya) melangkah maju dari barisan belakang. Di tangannya menggantung sebilah pedang Ninjato panjang yang memancarkan aura chakra air pekat.

"Tikus-tikus Kaguya dan Yuki yang menyedihkan," suara Komandan Anbu itu dingin mematikan dari balik topengnya. "Menyerahkan diri atau dibantai di tempat ini tidak ada bedanya. Dekrit Mizukage-sama telah menetapkan bahwa seluruh pemilik Kekkei Genkai adalah hawar yang harus dimusnahkan dari Negara Air."

Salah satu prajurit Kaguya yang terluka parah meludah darah, mencabut tulang tajam dari lengannya seraya menggeram murka. "Anjing-anjing Kirigakure! Klan Kaguya tidak akan pernah berlutut pada tirani Yagura!"

"Kalau begitu, matilah," jawab Komandan Anbu dingin seraya mengacungkan pedangnya. "Pasukan! Sapu habis gua itu dengan Suiton!"

Dua belas Anbu Kiri maju bersamaan, tangan mereka membentuk segel secara serentak.

"Suiton: Ja no Kuchi!" (Mulut Ular Air)

Gelombang air bah raksasa bertekanan tinggi tercipta dari permukaan pantai, menyembur deras membentuk pasang gergasi yang siap menggulung dan meremukkan gua karang beserta seluruh pelarian di dalamnya!

Para wanita klan Yuki menjerit histeris, menyelimuti anak-anak mereka dengan tubuh mereka.

Namun, sebelum gelombang air bah itu menyentuh mulut gua—

WUSH!

Sesosok pria jangkung bertelanjang dada dengan mantel putih "Keadilan" melayang turun secara mendadak dari udara terbuka di atas pantai.

Smoker mendarat telak di antara gelombang air bah dan mulut gua!

"Kalian membuat air laut ini terlalu bising, Ninja-ninja busuk!" gertak Smoker seraya merentangkan kedua tangannya.

BOOM!

Kedua lengan Smoker meledak menjadi gumpalan asap putih raksasa (Moku Moku no Mi). Dinding asap padat setinggi lima belas meter menyembur eksplosif, membentur gelombang air bah Kiri dengan daya tahan fisik yang luar biasa!

BRAK! CIIIISSS!

Gelombang air bah bertekanan tinggi itu pecah berhamburan menjadi buih liar saat menghantam dinding asap padat Smoker, tidak sanggup menembus satu milimeter pun ke arah mulut gua!

Seluruh anggota Pasukan Pembunuh Kirigakure membeku total di tempat. Mata mereka di balik topeng porselen melotot tak percaya menatap dinding asap raksasa yang menahan jutsu elemen air mereka.

"A-Apa?! Dinding asap?!" teriak salah satu Anbu Kiri kaget. "Tidak ada chakra di dalam jutsu ini! Siapa orang itu?!"

Smoker berdiri tegap di tengah asap yang membumbung, menyedot dua cerutunya dalam-dalam, lalu mencabut Jitte batu lautnya dari punggung dengan dentang logam yang dingin.

"Aku adalah Angkatan Laut," suara Smoker menggema berat di seluruh pantai. "Dan pembantaian seperti ini berakhir di sini!"

Sebelum para Anbu Kiri sempat memulihkan keterkejutan mereka, dua bayangan melesat kilat dari balik bayangan tebing karang atas.

Rian dan Tashigi mendarat anggun di sisi kiri Smoker.

Rian mengenakan mantel bertudung hitamnya yang berkibar ditiup angin laut, sementara Tashigi mencabut pedang katananya, Shigure, yang berkilau tajam disiram cahaya obor.

"Sori!" (Soru)

BAM!

Rian menghentakkan kakinya ke pasir pantai sepuluh kali dalam sepersekian detik. Tubuhnya lenyap dari pandangan mata biasa, muncul secara instan di tengah empat Anbu Kiri di barisan depan.

"Rokushiki: Rankyaku!" bisik Rian dingin.

Rian menyepakkan kaki kanannya secara melingkar di udara.

SWOOSH!

Tebasan angin tajam berwarna biru muda meluncur dari ujung kakinya, memotong empat parang Kiri hingga patah dan melempar empat Anbu tersebut menghantam pilar batu karang hingga pingsan seketika!

"Bicara dengan tebasan pedang!" seru Tashigi seraya meluncur kencang menembus barisan kanan musuh.

Dua Anbu Kiri mencoba menahan Tashigi dengan Ninjato. Namun ilmu pedang Shigure Style milik Tashigi dengan Speed 26-nya berada di tingkatan yang jauh lebih presisi.

SRETT! KIK!

Dalam dua gerakan tebasan mendatar yang sangat elegan, Tashigi memotong pelindung tangan musuh dan memukul rahang dua Anbu tersebut menggunakan bagian tumpul katananya, membuat mereka tumbang tak sadarkan diri di atas pasir.

Komandan Anbu bermasker iblis melangkah mundur dua langkah, wajahnya di balik topeng dipenuhi oleh rasa guncang dan murka yang luar biasa. "Kalian... Siapa kalian?! Berani-beraninya mengganggu operasi resmi Desa Kirigakure?!"

Rian melangkah tenang melewati asap Smoker, menatap Komandan Anbu tersebut dari balik tudung hitamnya.

"Faksi Gale," jawab Rian datar.

Komandan Anbu menggeram murka, tangannya membentuk segel cepat. "Suiton: Suiryuudan no Ju—"

"Shigan!" bisik Rian yang sudah berada persis di hadapan Komandan Anbu menggunakan Soru.

Jari telunjuk Rian yang dilapisi ketahanan keras setara peluru besi tempa menembus pertahanan tangan Komandan Anbu, menancap tepat di pundak kirinya sebelum segel tangan musuh terangkai.

JLEB!

"AGGGHHH!" jerit Komandan Anbu histeris saat tulang pundaknya retak dan aliran chakranya terputus secara mendadak.

Smoker melangkah maju seraya mengayunkan Jitte batu lautnya, menghantamkan pelindung besi Jitte tepat ke rahang Komandan Anbu tersebut.

BUGHHH!

Topeng iblis porselen itu hancur berkeping-keping. Komandan Anbu terlempar melayang tiga meter sebelum jatuh terhempas ke dalam air dangkal, pingsan total.

Sisa belasan Anbu Kiri yang tersiksa oleh guncangan mental melompat ketakutan ke dalam perairan terumbu, mencoba melarikan diri menggunakan perahu dayung cepat mereka.

Namun di celah luar terumbu karang, Kapal Perintis 01 yang ditunggui Johnny dan Paulie telah memotong jalur pelarian mereka.

WUSH!

Tali-tali tambang putih Paulie meluncur seperti jaring raksasa dari atas geladak Kapal Perintis, mengikat lima perahu dayung Kiri dalam simpul mati (Pipe Hitch), sementara tebasan berat katana Johnny mematahkan dayung-dayung mereka dan melemparkan para ninja pengejar itu jatuh berhamburan ke dalam laut!

Pertarungan di Kepulauan Karang Merah berakhir dengan kemenangan mutlak faksi Gale dalam waktu kurang dari delapan menit.

Di mulut gua karang, suasana mendadak menghening.

Dua prajurit kaguya yang terluka parah menatap Rian, Smoker, dan Tashigi dengan mata melotot tak percaya. Tulang-tulang tajam di tubuh mereka perlahan melembut dan masuk kembali ke dalam kulit saat mereka menyadari bahwa ancaman pembantaian telah musnah.

Seorang pria paruh baya klan Kaguya yang memimpin rombongan melangkah keluar dari dalam gua, memegang sebuah peti kayu berbalut rantai besi tebal. Di belakangnya, lima wanita dan anak-anak klan Yuki melangkah dengan gemetaran namun dipenuhi rasa syukur yang mendalam.

Pria Kaguya itu berlutut di atas pasir di hadapan Rian, menundukkan kepalanya secara mendalam.

"T-Tuan... Penyelamat kami..." suara pria Kaguya itu bergetar emosional. "Namaku Kaguya Gen. Kami adalah sisa-sisa pelarian klan Kaguya dan Yuki yang diburu oleh Kirigakure. Jika bukan karena bantuan luar biasa dari faksi Anda, kami semua sudah menjadi mayat di dalam gua ini..."

Rian melangkah mendekati Gen, merapatkan mantel hitamnya. "Berdirilah, Kaguya Gen."

Gen berdiri perlahan, memegang peti kayu berantai besi itu dengan kedua tangannya, lalu menyodorkannya ke hadapan Rian.

"Tuan Rian... Kirigakure memburu kami bukan hanya karena garis keturunan kami, tetapi juga karena isi peti ini," terang Gen dengan raut wajah sangat serius. "Peti ini berisi tiga buah Logam Bijih Besi Laut Kuno (Ancient Deep-Sea Ore) yang kami selamatkan dari gudang rahasia klan kami. Logam ini tidak bisa berkarat dan memiliki ketahanan terhadap chakra elemen air. Kami menyerahkannya kepada Anda sebagai bentuk ungkapan terima kasih tertinggi klan kami!"

Mendengar nama Ancient Deep-Sea Ore, mata Paulie yang baru melompat turun dari Kapal Perintis langsung melotot lebar! Paulie berlari mendekat, berlutut di atas pasir seraya meraba permukaan logam di dalam peti itu dengan mata berbinar-binar gila khas ahli pembuat kapal!

"G-Gila! Logam Bijih Laut Kuno!" seru Paulie gembira setengah mati. "Logam ini kalau dilebur bersama besi tempa biasa bisa dijadikan pelapis lunas kapal dan meriam pelontar tingkat tinggi! Ketahanannya sekelas material kapal perang kelas berat!"

Rian menerima peti logam tersebut, merasai bobotnya yang sangat berat.

[SISTEM NOTIFIKASI: Memperoleh Material Langka]

Item Diperoleh: Ancient Deep-Sea Ore (3 Peti/Bijih Utama).

"Kaguya Gen," kata Rian dingin seraya menatap seluruh pelarian klan Kaguya dan Yuki. "Negara Air bukan lagi tempat yang aman bagi klan kalian. Kirigakure akan terus mengirim pembunuh sampai kalian punah. Apakah kalian memiliki tempat tujuan?"

Gen menundukkan kepalanya sedih, menggelengkan kepala. "Kami tidak memiliki tempat tuju lagi di lautan ini, Tuan... Seluruh pulau telah diawasi oleh Anbu Kiri."

Rian menyunggingkan senyum tipis di balik tudung hitamnya.

"Ikutlah bersama faksi Gale," tawar Rian tegas dan berwibawa. "Kami memiliki Pos Terdepan 2 yang aman di Teluk Karang Hantu dan Markas Utama di Pulau Ren. Kalian bisa tinggal di sana di bawah perlindungan faksi kami, bekerja sebagai pengrajin dan penjaga wilayah."

Mata Gen dan para wanita klan Yuki berkaca-kaca dipenuhi air mata haru. Mereka semua berlutut serentak di atas pasir pantai.

"Kami bersumpah setia kepada faksi Gale dan Tuan Rian!" seru Gen penuh dedikasi. "Mulai hari ini, nyawa dan kemampuan klan kami adalah milik Anda!"

[SISTEM NOTIFIKASI: Perekrutan Aset Warga/Pengungsi]

Memperoleh 8 Personel Warga Permanen (2 Prajurit Klan Kaguya & 6 Pengrajin/Warga Klan Yuki).

Pengaruh Faksi: Wilayah Pos Terdepan 2 kini memiliki populasi pengrajin khusus.

Denting suara sistem yang sangat nyaring dan bergema berturut-turut membahana di dalam pikiran Rian, menandakan penyelesaian sempurna misi skala besar ini.

[MISSION COMPLETED: Bayangan di Kepulauan Karang Merah]

Tujuan Misi: Menyelamatkan pelarian klan Kekkei Genkai, mengamankan material rahasia, dan melumpuhkan Pasukan Pembunuh Kirigakure (Berhasil).

Hadiah Diterima:

+600 System Point

+300 Underworld Reputation

+200 Military Reputation

Unlocked: Character Recruitment Ticket (Rare/Epic) (1).

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Bloodline Protector]

Menyelamatkan keturunan klan Kekkei Genkai (Kaguya & Yuki) dari pemusnahan massal Kirigakure secara terselubung.

Reward: +250 System Point.

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Ancient Material Collector]

Memperoleh material perkapalan langka Ancient Deep-Sea Ore untuk pengembangan armada.

Reward: +150 System Point.

Rian berdiri di haluan Kapal Sloop di bawah naungan malam, memanggil antarmuka status sistem untuk mengalkulasi seluruh lonjakan poin dan reputasi terbarunya secara mutlak.

[Kalkulasi System Point:] 700 SP (sisa) + 600 SP (misi) + 250 SP (achievement 1) + 150 SP (achievement 2) \= 1.700 SP!

Rian menatap tiket perekrutan tingkat Rare/Epic yang kini bersinar terang dengan pendar keemasan ungu di dalam kolom Inventory-nya.

Tanpa ragu, Rian mengeksekusi perintah perekrutan karakter baru tersebut dari pantai Kepulauan Karang Merah sebelum armada bergerak pulang.

"Sistem," perintah Rian secara mental, "gunakan Character Recruitment Ticket (Rare/Epic) sekarang."

HUMMMMMM!

Pendar cahaya keemasan bercampur ungu pekat yang sangat silau dan agung membumbung tinggi dari permukaan pantai pasir hitam. Pressure udara di seluruh pulau karang bergetar hebat, bahkan asap Smoker sampai terdorong mundur oleh pusaran aura yang terpancar dari panggilannya!

Partikel-partikel cahaya ungu keemasan itu memadat secara anggun, membentuk siluet sosok pria bertubuh jangkung dan tegap dengan gaya pakaian yang sangat eksentrik dan megah.

Ketika cahaya itu memudar total, tampaklah sosok pria berambut kebiruan yang ditata tinggi menyerupai tanduk, mengenakan riasan wajah unik dengan garis merah di sekitar matanya, baju besi pelindung dada berwarna merah tua di atas jubah sutra ungu yang megah, serta mantel bulu putih tebal yang menyelimuti bahunya. Di tangannya, ia memegang sebuah kipas perang baja (Gumbai) berhias permata.

Wajahnya tenang, penuh dengan keanggunan teaterik, ketegasan militer, dan aura seorang komandan perang papan atas.

Pria itu mengibaskan kipas perang bajanya dengan satu gerakan halus namun bertenaga, membuang embun malam, lalu menatap Rian dengan tatapan mata yang berkilat penuh kecerdasan taktis.

"Cahaya pemanggilan ini... dan pengetahuan dunia baru ini," suara pria itu terdengar sangat berwibawa, anggun, namun memancarkan intonasi komando yang tak tertandingi. Ia membungkuk anggun dengan gaya teaterik yang sempurna. "Namaku Izo. Former Commander of the 16th Division of the Whitebeard Pirates. Siap mempersembahkan kesetiaan dan strategi perangku untuk faksi Gale, Host."

Izo.

Mantan Komandan Divisi ke-16 dari Kelompok Bajak Laut Shirohige (Whitebeard Pirates 16th Division Commander) dari dunia One Piece! Seorang ahli menembak meriam/senjata api (Flintlock Master) dan petarung tingkat Epic yang pernah mengarungi Dunia Baru (New World)!

[SISTEM NOTIFIKASI: Perekrutan Karakter Berhasil]

Nama Karakter: Izo

Kategori: Epic

Asal: Wano Kuni / Whitebeard Pirates (16th Division Commander)

Status/Kekuatan:

Strength: 45

Speed: 48

Vitality: 44

Stamina: 45

Keahlian: Master Dual Flintlock / Marksmanship, Busoshoku Haki (Basic/Intermediate), Kenbunshoku Haki (Intermediate), Fleet Tactical Command, Wano Martial Arts.

Loyalitas: Tingkat Dasar (Sistem Binding) - Mematuhi perintah Host sebagai pimpinan tertinggi faksi, namun mempertahankan kehormatan Wano, kesetiaannya pada rekan, dan gaya bertarung anggunnya.

Atribut fisik dan kecepatan Izo yang menyentuh angka 48—dipadu dengan penguasaan Busoshoku Haki dan Kenbunshoku Haki—menciptakan lonjakan kekuatan tempur tertinggi yang pernah dimiliki faksi Gale sejauh ini!

Smoker yang berdiri di dekat sana menahan napasnya, dua cerutunya hampir jatuh dari bibirnya seraya menatap Izo dengan mata melotot. "Pria itu... Komandan Divisi Shirohige?! Izo dari Wano?!"

Izo menoleh melirik Smoker, menyunggingkan senyum tipis di balik riasan wajah anggunnya seraya mengibaskan kipas bajanya. "Oho? Seorang Captain Marine dari Loguetown... Dunia fusi ini benar-benar mempertemukan faksi-faksi yang tidak terduga."

Johnny, Paulie, dan Tashigi melangkah mendekat dengan wajah penuh guncangan kekaguman atas kehadiran komandan tingkat Epic tersebut.

Rian melangkah maju satu titik, merapatkan mantel hitamnya seraya menatap Izo dengan intonasi yang sangat mantap dan berwibawa.

"Selamat datang di faksi Gale, Izo," kata Rian. "Kau datang di saat yang tepat saat organisasi ini sedang bersiap mengguncang kekuasaan perairan Negara Air."

Izo menguncupkan kipas perang bajanya dengan bunyi sret yang mantap, lalu merogoh dua pucuk pistol Flintlock berukir indah dari balik jubah ungunya. "Tugaskan aku di bagian mana pun yang Anda kehendaki, Tuan Rian. Di bawah naungan bendera Gale, peluru dan strategiku tidak akan pernah meleset."

Rian menyunggingkan senyum dingin penuh kepuasan.

make sure to update status.

Rian memanggil antarmuka status sistemnya secara menyeluruh untuk mengonfirmasi seluruh data terbarunya secara mutlak, akurat, dan tanpa retcon.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 12 Speed: 13 Vitality: 8 Stamina: 10 Intelligence: 14

System Point: 1.700 SP Reputation:

Public Reputation: 550 (Pulau Ren & Kepulauan Hagi)

Underworld Reputation: 1.150 (850 + 300 - Faksi Gale Ditakuti di Pasar Gelap)

Military Reputation: 200 (Intervensi Terhadap Pasukan Pembunuh Kirigakure)

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Rokushiki: Geppo (Basic)

Rokushiki: Tekkai (Basic)

Rokushiki: Soru (Basic)

Rokushiki: Rankyaku (Basic)

Rokushiki: Shigan (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters:

Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Kepulauan Karang Merah

Smoker (Rare - Marine Captain) - Lokasi: Kepulauan Karang Merah

Tashigi (Rare - Marine Ensign) - Lokasi: Kepulauan Karang Merah

Paulie (Rare - Galley-La Dock 1 Foreman) - Lokasi: Kepulauan Karang Merah

Izo (Epic - Whitebeard Pirates 16th Division Commander) - Lokasi: Kepulauan Karang Merah

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Kunai Standar Kiri (10)

Senbon (8)

Parang Pemotong Kayu Tebal (5)

Gulungan Peta Rahasia Anbu Kiri (1)

Topeng Porselen Anbu Terbelah (1)

Den Den Mushi Pair (1 di Pos Hagi, 1 di Markas Pulau Ren)

Encrypted Den Den Mushi Sub-Station (1 di Gudang Hagi)

Dokumen Sewa Gudang Sektor Sekunder #08 (1)

Peti Ancient Deep-Sea Ore (3)

Uang Tunai: 62.600 Ryo (52.600 Ryo di Pos Hagi + 10.000 Ryo di Markas Pulau Ren)

Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)

Kapal Sloop Bertiang Dua (1 - Kepulauan Karang Merah)

Kapal Perang Lautan Merah (1 - Bersandar di Teluk Hagi)

Kapal Perintis 01 / Eks-Anbu Cutter (1 - Kepulauan Karang Merah)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Founder

Naval Dominance

Fleet Expansion

Martial Mastery

Shinobi Hunter

Commander Assembly

Marine Bureaucracy

Anbu Suppressor

Multi-Island Expansion

Master Shipwright

Underworld Merchant

Six Powers Initiate

Bloodline Protector

Ancient Material Collector

Organization: Gale (Level 2 - Organisasi Rahasia) Territory:

Markas Utama: Tebing Barat (Pulau Ren)

Pos Terdepan 2: Teluk Karang Hantu (Kepulauan Hagi)

Aset Bawah Tanah: Gudang Sektor Sekunder #08 (Kota Pelabuhan Hagi)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Dua kapal faksi Gale—Kapal Sloop Bertiang Dua dan Kapal Perintis 01—mengarahkan haluannya membelah gelombang malam perairan timur, membawa sepuluh prajurit Gale, lima perwira hebat dari dunia One Piece, delapan pengungsi klan Kaguya dan Yuki, serta tiga peti Ancient Deep-Sea Ore kembali menuju benteng Teluk Karang Hantu.

Di bawah kepemimpinan Rian dan komando taktis Izo, Smoker, Tashigi, Paulie, serta Johnny, bayangan faksi Gale kini siap melangkah memasuki panggung konfrontasi utama dunia Shinobi.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!