NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:118.1k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permaisuri Kekaisaran Zhou Diculik

Sha Nuo memandang Gao Rui sambil tersenyum lebar.

"Kau mau ikut juga?"

"..."

Gao Rui sempat terdiam beberapa saat. Wajahnya memperlihatkan keterkejutan yang tidak bisa disembunyikan.

"Ikut?"

Ia segera teringat percakapannya dengan Lan Suya beberapa saat yang lalu.

"Bibi Ya tadi berkata... kemungkinan aku tidak bisa ikut."

"Yang Mulia Kaisar tidak memasukkan namaku ke dalam daftar orang yang diminta hadir."

Ia menggeleng pelan.

"Paman... sebaiknya aku tidak usah ikut saja."

Sha Nuo justru mengernyit.

"Kenapa?"

Ia tertawa kecil.

"Ayo ikut saja."

"..."

Rou Xi yang berdiri di samping meja ikut terdiam. Tentu saja ia mengetahui apa yang dimaksud Gao Rui.

Sebelumnya, Yang Mulia memang hanya meminta kehadiran Lan Suya, Yuang Dao, dan Sha Nuo. Nama Gao Rui sama sekali tidak disebutkan. Namun orang yang baru saja mengajaknya bukanlah orang sembarangan.

Di hadapannya berdiri Hantu Pedang Sha Nuo. Tangan kanan Dewa Kematian, Boqin Changing. Menurut berbagai kabar yang beredar di dunia persilatan, kekuatan pria bertubuh besar itu hampir setara dengan Boqin Changing sendiri.

Banyak orang bahkan meyakini bahwa jika bukan karena keberadaan Dewa Kematian, Sha Nuo sendirilah yang layak disebut sebagai salah satu pendekar paling mengerikan di dunia. Menghadapi orang seperti itu, Rou Xi sama sekali tidak berada pada posisi untuk membantah.

Gao Rui kembali memandang Sha Nuo. Ia ragu-ragu.

"...Tidak apa-apa?"

Sha Nuo langsung melambaikan tangannya dengan santai.

"Seharusnya tidak masalah kalau aku mengajakmu."

"Hahaha..."

Tawanya kembali memenuhi ruang makan.

Sebenarnya, ada alasan sederhana mengapa ia mengajak Gao Rui. Ia bukan benar-benar memikirkan aturan pertemuan itu.

Ia hanya merasa akan jauh lebih nyaman bila ada Gao Rui di sana. Apalagi, Lan Suya juga berada di ruang pertemuan.

Di seluruh Kekaisaran Zhou, tidak banyak orang yang benar-benar akrab dengannya. Gao Rui jelas termasuk salah satunya. Dengan adanya bocah itu, setidaknya suasana tidak akan terasa terlalu kaku baginya.

Gao Rui akhirnya menganggukkan kepala.

"Kalau begitu... aku ikut."

"Bagus!"

Sha Nuo segera berdiri sambil menepuk bahu Gao Rui dengan ringan.

"Ayo."

Rou Xi pun berbalik memimpin jalan. Ketiganya segera meninggalkan ruang makan dan berjalan menyusuri lorong Penginapan Kayu Mawar menuju ruang pertemuan. Tak lama kemudian, mereka tiba di depan sebuah ruangan besar di lantai atas.

Di depan pintu, beberapa pendekar elit Kelompok Kayu Mawar dan prajurit istana berdiri berjaga dengan wajah serius. Tatapan mereka terus mengawasi setiap orang yang mendekat.

Namun ketika melihat Rou Xi berjalan di barisan depan, mereka segera menegakkan tubuh. Sesaat kemudian, pandangan mereka beralih kepada dua sosok di belakangnya.

Seorang remaja tampan berjalan dengan tenang. Di samping remaja itu, seorang pria bertubuh tinggi besar melangkah santai. Dua pedang kembar hitam tergantung di pinggangnya, memancarkan aura dingin yang membuat siapa pun enggan menatap terlalu lama.

Mata para penjaga langsung berubah serius. Mereka tidak mungkin salah mengenali orang itu. Itu adalah Hantu Pedang, Sha Nuo. Tangan kanan Dewa Kematian.

Tanpa menunggu perintah sedikit pun, kedua penjaga yang berada di depan pintu segera mendorong daun pintu besar itu hingga terbuka lebar.

Krek...

Pintu kayu itu terbuka perlahan.

Ruangan yang cukup luas itu langsung terlihat jelas. Di bagian tengah telah tersedia sebuah meja panjang dengan beberapa kursi di sekelilingnya. Cahaya lampu minyak menerangi seluruh ruangan, membuat suasana terasa hangat, tetapi tetap dipenuhi kewibawaan.

Di dalam telah duduk empat orang. Kaisar Zhou Ren, Jenderal Go Mu, Lan Suya, dan Yuang Dao. Mendengar pintu terbuka, keempatnya serempak mengangkat kepala.

Sesaat kemudian, mereka langsung berdiri.

"Senior Sha Nuo."

Zhou Ren melangkah beberapa langkah ke depan sambil menangkupkan kedua tangan.

"Terima kasih telah memenuhi undanganku."

Go Mu, Lan Suya, dan Yuang Dao pun melakukan hal yang sama. Bagaimanapun juga, Sha Nuo adalah orang terakhir yang mereka tunggu malam ini. Pertemuan ini memang baru benar-benar bisa dimulai setelah kedatangannya.

Namun, tatapan keempat orang itu tiba-tiba berhenti pada sosok yang berjalan tepat di belakang Sha Nuo.

"..."

Ruangan mendadak menjadi sunyi.

Itu adalah Gao Rui. Tentu saja mereka semua mengenal remaja itu. Ia bukan hanya salah satu pemilik Kelompok Harta Langit bersama Lan Suya, tetapi juga dikenal sebagai generasi muda paling berbakat di seluruh Kekaisaran Zhou.

Selain itu ada satu identitas lain yang jauh lebih menggetarkan. Ia adalah murid Dewa Kematian, Boqin Changing. Salah satu kaisar wilayah di alam ini.

Sesaat, mereka saling berpandangan. Tak seorang pun bertanya mengapa Gao Rui datang.

Di mata mereka, jawabannya sudah sangat jelas. Yang mengajaknya pasti Sha Nuo. Bagaimanapun juga, keduanya memang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Boqin Changing.

Yang satu adalah tangan kanan Dewa Kematian. Yang satu lagi adalah murid Dewa Kematian. Bila Sha Nuo membawa Gao Rui masuk ke ruangan ini, tentu tidak ada seorang pun yang merasa hal itu terlalu aneh.

Keheningan itu akhirnya dipecahkan oleh Zhou Ren. Senyuman hangat muncul di wajahnya.

"Ternyata Rui'er juga datang."

Gao Rui segera menangkupkan kedua tangannya.

"Salam, Yang Mulia."

Zhou Ren menganggukkan kepala dengan ramah.

"Tidak perlu terlalu sungkan."

Tatapannya kemudian beralih kepada Sha Nuo.

"Senior Sha Nuo. Silakan duduk."

Kemudian ia kembali memandang Gao Rui.

"Rui'er, kau juga duduk."

"Baik."

Sha Nuo menarik sebuah kursi dengan santai, sementara Gao Rui memilih duduk di sampingnya. Rou Xi sendiri membungkukkan badan hormat sebelum mundur keluar ruangan dan kembali menutup pintu dari luar.

Krek...

Begitu pintu tertutup, suasana di dalam ruangan langsung berubah jauh lebih tenang. Tak ada seorang pun berbicara. Semua mata kini tertuju kepada Zhou Ren.

Kaisar itu mengembuskan napas pelan sebelum membuka pembicaraan.

"Sebenarnya... aku mengundang kalian semua malam ini karena ingin meminta bantuan."

Tatapannya menyapu satu per satu wajah orang-orang yang hadir.

"Kelompok Harta Langit..."

"...dan juga Senior Sha Nuo."

Mendengar itu, Lan Suya segera menangkupkan kedua tangannya.

"Yang Mulia. Selama kami memang mampu membantu, Kelompok Harta Langit tentu tidak akan tinggal diam."

Ia tersenyum tipis.

"Bagaimanapun juga, sangat jarang Yang Mulia secara pribadi menghubungi sebuah kelompok untuk meminta bantuan."

Tatapannya berubah lebih serius.

"Karena itu, aku yakin masalah ini bukanlah persoalan biasa."

Yuang Dao dan Go Mu juga menganggukkan kepala pelan.

Sha Nuo sendiri tetap duduk dengan santai sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Hm. Apa sebenarnya yang terjadi?"

Ruangan kembali menjadi sunyi.

Ekspresi Zhou Ren perlahan berubah muram. Beberapa saat ia hanya menatap meja di depannya, seolah sedang memilih kata-kata yang tepat.

Kemudian ia mengangkat kepalanya. Suaranya terdengar berat.

"Semalam..."

"...Permaisuri telah diculik."

"..."

Kalimat itu seketika membuat suasana ruangan membeku. Bahkan Lan Suya yang selama ini selalu tenang tanpa sadar sedikit membelalakkan matanya. Go Mu menundukkan kepala dengan wajah dipenuhi rasa bersalah. Sementara Gao Rui ikut terdiam.

Tak seorang pun menyangka bahwa alasan Kaisar Zhou Ren mengumpulkan mereka malam ini ternyata adalah karena sesuatu yang begitu mengejutkan.

1
tariii
👍👍👍👍
Gokil 332
jangan beri tahu biar gregetan nunggui momentumnya berhari hari 🤣🤣🤣
sabian andri
5 bab sekaligus pliiiiis.. 😍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😀😀😀💪💪💪
Ayyasying
bang folbek BG saya penulis baru
Aiby Kushina Uzumaki
jangan heran gitu lho paman nuo coba dong tanya siapa gurunya 😄😄😄
Raju
tanyakan aja lgsg lu muridnya siapa ??
HINATA SHOYO
kasih tau ssh identitas gaoru sma pmn nuo torrr
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz pokok'é 🔥🌽
Irfan tejo laksono
ahaiiii 👍👍👍
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍👍
mbono keling
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yayat
bantai jangn kash ampun tujukan pada paman nou rui murid dr boqin
Adek Darmansyah
udh mulai menyebalkan ni authorr...
Nanik S
Bantai semua dan ambil semua Cincin ruang musuh seperti biasanya
Nanik S
Rui... tunjukan pada Paman Nuo, bahwa mampu membantai mereka dan tidak selembut hatinya🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!