NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: Annaaluvv

Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.


seperti kisah Jovandra dan adelliana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Berhari hari Liana tak ada di hadapan Joan bikin Joan bertanya tanya, Liana benar benar menjauhinya ya? Bahkan sosial media Liana pun tidak aktif, Joan chat tak di balas, Yolla yang mencoba ikut membantu Joan pun tak di balas sama sekali oleh Liana.

" Akhhh elah, pusing gua " Ujar Joan sembari melempar ponsel ke sisi kanannya lalu dia ubah posisi duduknya.

Dika dan Yohan yang berada di sana kebingungan melihat Joan yang tiba tiba marah, Sudah beberapa hari kebelakang Joan seperti orang kebingungan dan juga gampang sekali marah.

" Lu kenapa sih akhir akhir ini Jo? Beda banget lo perasaan " Ujar Yohan mencoba bertanya.

Joan menoleh lalu membalas pertanyaan Yohan

" Gua bingung Han, Liana kaya menjauh dari gua, gua ga tau salah gua apa " Katanya.

" Ga coba Lo tanya Liana langsung Jo? " Kini Dika bertanya pada Joan.

" Udah gue coba beberapa hari lalu, jawaban dia dia gak mau kalo jadi seseorang yang gua butuhin saat gua butuh aja,,,, " Ujar Joan lalu dia ceritain semua kejadian waktu dia ngobrol sama Liana di depan gerbang sekola lentera putih.

" Abis itu dia pergi tanpa nunggu gua ngomong" Sambung Joan.

Yohan mengangguk anggukan kepalanya denger Joan selesai cerita " Kalo soal itu gua ngerti kayaknya apa yang di maksud Liana" Ujar Yohan

Joan menatap yohan serius " Apa tuh? " Tanya Joan.

" Lu selalu kasih dia perlakuan spesial entah itu dari cara Lo ngomong ataupun cara Lo selalu manja sama dia, perilaku lu beda sewaktu Lo sama dia di banding sama cewe lain yang buat dia mikir kalo Lo itu ada rasa, cuma dia ragu sama perasaan dia dia takut itu cuma pemikiran dia aja, dia cewe Jo ga mungkin ngomong langsung apa yang dia maksudkan " Jelas Yohan.

Aduh Yohan ini memang cowo idaman sekali, peka, mudah mengerti, beruntung cewe yang jadi pasangan hidup dia kayaknya.

Balik ke posisi Joan, Joan kini termenung mendengar apa yang di katakan Yohan, mencoba mencerna ucapan Yohan.

" Jadi maksud Lo Liana ada rasa sama gua? " Tanya Joan, Dia coba memastikan siapa tau kan Yohan tau dengan cara pandang Yohan bagaimana perasaan Liana pada Joan.

" Bisa aja Jo, gamungkin dia berperilaku kaya gitu, pasti ada alasannya menurut gua " Jawab Yohan.

Joan tersenyum lebar, jadi Liana sebenarnya punya perasaan padanya hanya saja Joan tidak mengerti apa yang Liana maksud sebelumnya, Joan jadi tenang setelah tau itu.

" Terus gua harus gimana nih, kalo kejadiannya udah kaya gini, minta saran dong " Pinta Joan pada Yohan, Yohan kan pintar dalam hal seperti ini jadi Joan percayakan ini pada Yohan, yaa Joan akui kalo dirinya memang amatir soal seperti ini, buktinya dia di selingkuhi.

" mikir sendiri jir, minta saran Mulu, Lo laki apa bukan " Celetuk Dika yang akhirnya bersuara.

Membuat Joan kini menatap Dika sinis " Gua ga akan minta tolong kalo gua tau ya sialan, gua minta saran doang lagian "

Tapi Joan diam, dan termenung sesaat betul juga yang di katakan Dika, ya masalah dirinya sendiri harus dirinya juga yang cari solusinya " Tapi Lo ada benernya juga sih, Ini harus gue selesaiin sendiri " Ujar Joan.

Joan bangkit dari duduknya lalu dia ambil kunci motor yang ada di saku jaketnya "Thanks Han kalo lu ga kasih tau mungkin gua masih mikirin hal itu " Kata joan.

" Gua cabut ya mau balik "

...----------------...

Liana baru saja memberikan tas milik ayahnya yang tertinggal di rumah, Karna ayahnya dan beberapa guru ada acara penting ke luar alhasil Liana harus mengantarkan tas milik ayahnya kembali ke sekolah dan menemani ayahnya sampai pergi meninggalkan sekolah.

Tapi saat Liana hendak pulang hujan turun.

Liana berlari ke arah pos satpam dan cepat cepat berteduh di pos satpam, sesampainya di sana Liana lap mukanya pakai Hoodie yang terikat di pundaknya.

" Yahh hujan, pulangnya gimana nih " Gumam Aluna sembari melihat ke arah jalanan yang kini sudah Basah akibat hujan yang turun.

Liana melihat jam tangan di tangan kirinya

" Udah jam lima sore "

Langit yang sudah gelap karna waktu sudah menjelang malam semakin gelap dan mulai berkabut.

Liana menghela nafasnya lemah, mau tak mau Liana harus menunggu hingga hujan reda, payung tidak ada, minta ka Chandra menjemput dia berkerja shift malam dan jam segini pasti sudah tidak ada di rumah.

Liana pun duduk di bangku dan memasang earphone di telinganya lalu menyandarkan kepalanya di kaca sembari mendengarkan lagu.

Berselang beberapa menit ada suara deruan motor yang berhenti di dekat Liana, Namun Liana tak sadar ada yang datang, sampai orang yang baru saja turun dari motor itu menepuk pelan pundak Liana.

Liana berbalik, dan bertapa terkejutnya Liana saat tahu bahwa yang menepuknya tadi adalah Joan, Liana bangkit dan hendak pergi.

Joan cepat cepat menarik tangan Liana yang hampir saja pergi " Kenapa sih Li, setiap ada gua Lo menghindar kaya gini? " Tanya Joan, Joan sedikit menguatkan genggaman tangannya.

" Lepasin gua Jo bisa? " Pinta Liana yang jelas langsung di respon gelengan kepala oleh Joan.

Joan meraih tangan Liana satunya lagi dan kembali menatap Liana " Tolong, kasih kesempatan buat gua ngomong sama Lo Liana "

Liana diam, Liana menatap Joan balik, Tatapannya dalam sekali pikir Liana, Kenapa kini rasanya tatapannya berbeda.

Liana mengedipkan matanya membuang pikirannya cepat, tak bisa Liana tak bisa berada di sana terus menerus, Liana harus pergi dari sana.

Liana tak mau perasaan itu muncul kembali.

" Biarin gue pergi Jo, gue mau pulang " Pinta Liana, namun tetap tak membuat Joan melepaskan genggamannya.

" Dengerin gua dulu Liana, sekali aja, Setelah itu terserah Lo " Ujar Joan memohon, Liana yang tadinya bersih kukuh ingin melepaskan tangannya dari genggaman Joan kini menurunkan tenaganya dan membiarkan Joan untuk berbicara.

Joan sedikit mendekat saat menyadari kalau Liana kini memberikan ruang untuk Joan bicara

" Gua,,, gua ada rasa sama Lo Liana, semenjak di bukit hari itu,,,, "

...TO BE CONTINUED ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!