NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:673
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

misi selesai

Tepat jam sebelas malam, keheningan di dalam villa tepi danau yang semula terasa sangat mencekam dan menegangkan itu mendadak pecah oleh suara klik nyaring dari lubang kunci pintu utama. Pintu kayu ek besar yang kokoh itu perlahan-lahan terbuka.

menampilkan sosok tegap Bima yang melangkah masuk ke dalam ruangan dengan langkah yang sangat santai tanpa beban. Hebatnya, rambut pria itu masih tertata rapi, pakaian atau jaket hitam yang dikenakannya sama sekali tidak lecek, dan tidak ada satu pun bekas luka, lecet, ataupun noda darah yang menempel di tubuh maupun pakaiannya.

Melihat kepulangan Bima yang mendadak, Viona dan Nyonya Besar yang sejak beberapa jam lalu duduk tegang menanti dengan cemas di sofa ruang tamu seketika berdiri secara serentak. Tampak jelas raut kelegaan yang luar biasa di wajah mereka. Napas Viona bahkan sempat tertahan selama beberapa detik; sepasang mata bulatnya langsung bergerak cepat memindai seluruh tubuh Bima dari ujung rambut hingga ujung kaki demi memastikan dengan mata kepala sendiri bahwa suaminya pulang dalam keadaan utuh dan selamat.

Bima terus melangkah masuk mendekati ruang tamu dengan ekspresi wajah yang tetap datar, tenang, seolah tidak baru saja melewati badai yang bertaruh nyawa. Namun, ada satu hal mencolok yang langsung menyita perhatian kedua wanita beda generasi itu: tangan kanan Bima tampak kokoh menenteng sebuah koper kulit besar berwarna hitam legam yang terlihat sangat penuh, padat, dan berbobot berat.

Bima berjalan mendekati meja kaca di tengah ruangan, lalu dengan gerakan tangan yang tenang, dia meletakkan koper besar tersebut di atas meja hingga menimbulkan bunyi debuman yang cukup solid dan berat. Pria itu menatap wajah Viona dan Nyonya Besar secara bergantian, sebelum akhirnya mengulas sebuah senyuman tipis misterius yang memancarkan rasa percaya diri yang amat sangat kuat.

"Mission complete,"

ujar Bima singkat dengan suara baritonnya yang mantap dan terdengar begitu sejuk di telinga.

Bima kemudian mengulurkan tangan untuk membuka kunci pengait ganda koper kulit tersebut, lalu mengangkat tutupnya ke atas. Seketika itu juga, mata Viona dan Nyonya Besar membelalak sempurna karena terbelalak kaget setengah mati, benar-benar tak mampu menyembunyikan rasa syok yang luar biasa. Bagaimana tidak, di dalam koper tersebut, tersusun dengan sangat rapi dan rapat berbendel-bendel uang tunai pecahan seratus ribu rupiah baru dalam jumlah yang sangat fantastis. Nilainya benar-benar pas, persis dengan seluruh total hutang lama milik mitra bisnis tersebut beserta seluruh akumulasi bunganya yang selama bertahun-tahun ini macet total dan tidak pernah bisa ditagih oleh siapa pun.

Viona melangkah maju dengan lutut yang terasa lemas dan tangan yang gemetar hebat. Dia menyentuh permukaan tumpukan uang tunai itu seolah masih tidak percaya dengan apa yang terpampang nyata di hadapannya. Otak tsundere-nya langsung mengalami macet total dan tidak bisa berpikir jernih. Pria yang baru beberapa waktu lalu dia ketahui sebagai seorang petani jagung biasa dari ujung desa terpencil, kini baru saja pulang dengan tenang membawa sekeranjang uang dari sarang preman bersenjata api yang kejam hanya dalam waktu tiga jam saja.

Nyonya Besar pun hanya bisa terpaku membisu di tempatnya berdiri. Beliau menatap nanar ke arah koper berisi uang itu, lalu perlahan beralih menatap sosok Bima dengan pandangan mata yang kini sarat akan rasa kagum sekaligus rasa penasaran yang teramat mendalam. Pengalaman hidupnya yang matang selama puluhan tahun sebagai kepala keluarga konglomerat Utara memberi tahu satu hal pasti: pemuda yang berdiri tenang di hadapannya ini jelas-jelas bukan sekadar mantan petani desa biasa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!