NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 : Panik di Ruang kerja dan CEO Yang terbakar Cemburu

Ada apa, Han? Jangan ganggu saya kalau bukan urusan mendesak. Berkas Ini harus selesai hari ini! Sahut Adrian dingin tanpa mengalihkan pandangan dari dokumen di mejanya, pria itu selalu bersikap profesional dan tegas.

"ini mengenai Ibu Nala, Tuan. Beliau sedang menjadi pusat perhatian yang sangat besar di media sosial saat ini. "lanjut asisten Han, mencoba menyusun kalimat seaman mungkin.

Adrian Langsung Mendongak tajam. alis tebalnya bertaut rapat, menciptakan kerutan di dalam dahinya. Tanpa berkata-kata ia menyambar ponsel yang disodorkan oleh Kevin dengan kasar.

Begitu matanya menangkap gambar Nala sedang tersenyum ceria, dengan jaket olahraga yang sedikit melorot memperlihatkan bahu indahnya, serta celana ketat yang mengekspos bentuk tubuhnya ke hadapan publik, rahang Adrian seketika mengeras. Ditambah lagi , kolom komentar live tersebut dipenuhi oleh pujian dari ribuan pria netizen.

"wah, siapa cewek kuncir kuda berbaju hitam di sebelah Angel, cantik banget, Natural!'

'bagi akun Instagram cewek itu dong, spek bidadari bumi!'

BRAKK!

Adrian menggebrak meja kerjanya hingga cangkir kopi di atas berdenting keras. Aura di dalam ruangan mewah itu langsung turun drastis hingga ke titik beku. Matanya memancarkan Kilat posesif yang sangat berbahaya dan mematikan.

"di mana lokasi taman ini?!" geram Adrian. Suaranya rendah, namun penuh dengan ancaman yang membuat bulu kuduk merinding.

"taman menteng, tuan, "jawab asisten Han sigap tanpa berani menatap mata bosnya.

"siapkan mobil. Sekarang juga!" perintah adrian sambil menyambar jas hitam mahalnya dengan gerakan kasar. Pria berusia 32 tahun itu benar-benar terbakar cemburu. Berani- beraninya wanita milik Adrian Dirgantara di pertontonkan secara gratis kepada jutaan mata pria lain, di internet!

Kevin dan asisten Han hanya bisa saling berpandangan ngeri, mengetahui bahwa badai besar akan segera datang melanda Taman Menteng pagi ini.

Dua puluh menit kemudian, dua mobil hitam mewah bermerek Eropa berhenti mendadak di dekat area parkir Taman Menteng, menimbulkan decit ban yang cukup keras. Pintu mobil pertama terbuka, dan Adrian melangkah keluar dengan langkah lebar yang sangat mengintimidasi. Setelan jasnya yang rapi berpadu dengan Aura kepemimpinan yang kuat - tatapan mata seorang pria yang tidak pernah main-main dengan apa yang sudah menjadi miliknya.

Di belakang Adrian, asisten Han dan Kevin Melangkah dengan Sigap untuk mengimbangi langkah lebar sang CEO. Kehadiran tiga pria tampan berjas rapi di tengah-tengah kerumunan orang yang sedang senam pagi baju santai tentu saja langsung mencuri perhatian seluruh warga taman. Bisik-bisik kagum dari para wanita terdengar bersahut-sahutan.

Namun, fokus para lelaki itu langsung terpecah saat mereka semakin dekat dengan area geng Theree Girls, sisil yang sedang berputar mengikuti gerakan senam mendadak menghentikan langkahnya secara tiba-tiba. Matanya menangkap sesosok pria tinggi kaku dengan setelan jas hitam yang sangat ia kenali dari insiden tabrakan sepedanya tempo hari.

"Lho? Tuan Kanebo kering?!" teriak sisil spontan dengan suaranya yang cempreng, menunjuk tepat ke arah asisten Han yang berjalan di belakang Adrian.

Asisten Han yang mendengar teriakan tadi spontan itu langsung menghentikan langkahnya. Wajah kakunya yang mengeras seketika karena merasa harga dirinya diinjak-injak di tempat umum. "Anda lagi!...Nona Barbar.Mengapa di mana ada keributan dan ketidaknyamanan, di situ selalu ada anda?" sahut asisten Han dingin, langsung memasang mode adu mulut andalannya.

"Heh! Ini tempat umum ya, Tuan kaku! Siapa yang kamu sebut biang keributan? Kamu tuh yang aneh, senam pagi ke Taman Kok pakai jas formal ketat kayak mau melayat orang meninggal!" balas Sisil tidak mau kalah sedikitpun. ia langsung berkacak pinggang di depan asisten Han, memicu perdebatan sengit yang membuat asisten terpercaya itu menghela napas frustasi dan menahan kekesalan di dalam dadanya.

Di sisi lain, Kevin yang berjalan di samping Adrian sebenarnya berniat untuk menengahi Situasi ada mulut antara Han dari sisil. Namun, langkah kaki Kevin mendadak terkunci rapat di atas rumput taman, matanya beradu dengan mata Angel.

Angel yang menyadari ada kamera ponsel yang masih menyala dan seorang pria tampan berjalan mendekat, langsung menurunkan sedikit kacamata hitam besarnya. ia memberikan satu tatapan mata tajam dan menggoda ala model papan atas New York yang sangat mematikan.

Deg!

Seketia itu juga, jantung Kevin berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya. Pria yang biasanya dikenal sebagai sosok paling humoris, selalu punya bahan bercandaan, dan paling pintar mencairkan suasana di kantor, mendadak merasa otaknya nge- blank total.

Seluruh kata-kata lucu yang biasanya mengalir lancar di kepalanya menguap begitu saja tanpa sisa. Kevin mendadak menjadi bodoh dan tidak bisa berkata-kata, hanya bisa mematung memegangi dadanya yang berdebar aneh di tempat. Sinar matahari pagi yang menerpa rambut pirang Angel membuat Gadis itu terlihat seperti malaikat yang jatuh dari langit langsung ke Taman Menteng.

"Wow..."bisik Kevin tanpa sadar dengan mulut sedikit terbuka. Angel yang melihat reaksi polos dan terpesona dari Kevin hanya tersenyum tipis, merasa sangat puas karena pesonanya terbukti berhasil melumpuhkan satu pria kota ini.

Sebelum suasana semaki kacau oleh adu mulut Sisil dan Han, atau tetapan terpaku kevin pada Angel, Adrian sudah melangkah maju dengan cepat dan berdiri tepat di depan Nala, menghalangi pandangan kamera ponsel Angel.

Nala yang sedang memegang botol air minum langsung tersedak hebat melihat calon suaminya sudah berdiri tegap di depannya dengan tatapan mata posesif yang seolah ingin menelannya hidup-hidup saat itu juga.

"Sayang? Kok...kok kamu bisa ada di sini?" tanya Nala gugup dengan suara bergetar. Instingnya sebagai seorang sekertaris sekaligus calon istri mengatakan bahwa pria di depannya ini sedang berada di puncak amarahnya akibat tayangan live instagram tadi.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk menjawab pertanyaan itu, Adrian melepas jas hitam mahalnya dengan gerakan cepat dan tegas. Ia menyampirkannya ke atas bahu Nala yang terbuka, lalu menarik kedua Sisi jas tersebut hingga menutupi seluruh pakaian olahraga seksi Nala dari pandangan jutaan pasang mata netizen maupun orang-orang di taman. Ia mengancingkan jas tersebut dari atas sampai bawah dengan tangan gemetar menahan cemburu.

"Sayang, ini panas banget..."protes Nala pelan, mencoba melonggarkan jasa kebesarannya itu. Nala sengaja langsung memanggil namanya dengan sebutan sayang, karena pria berusia 32 tahun ini selalu menolak keras jika dipanggil 'Mas' katanya Panggilan ' Mas ' membuatnya terdengar terlalu tua dan seperti om-om, padahal usia mereka memang terpaut cukup jauh- Nala dan sahabat-sahabatnya baru menginjak usia 23 tahun.

"Diam, sayang. Menurut saja, atau aku akan menggendongmu sekarang juga ke dalam mobil di dalam semua orang dan membatalkan seluruh hari liburmu hari ini." bisik Adrian dengan suara rendah yang penuh kepemilikan tepat di telinga Nala.

Mendengar kata ' sayang ' diucapkan dengan nada rendah yang seksi serta tatapan mata Adrian yang mengunci jiwanya, hati Nala langsung berdesir manis, sifat posesif Adrian yang meledak- ledak selalu berhasil membuatnya tak berkutik dan merasa sangat dilindungi.

Angel yang melihat adegan romantis dan posesif di depan matanya langsung berteriak heboh ke arah kameranya. " Oh my God, guys! Look at this! Si CEO arogan langsung datang menyerbu taman dan menjemput ratunya karena cemburu berat! This is so sweet! Penonton live di media sosial langsung histeris di kolom komentar, membuat algoritma Instagram milik Angel semakin meledak dan viral.

Namun, kejutan terbesar dan paling tidak terduga pagi itu baru saja dimulai. Pintu mobil mewah kedua yang terparkir di pinggir jalan terbuka lebar. Melangkah keluar seorang wanita paruh baya yang tampil sangat modis. Mengenakan setelan pakaian olahraga bermerek mahal dengan gaya yang sangat kekinian. wanita itu adalah Nyonya Victoria, ibu kandung Adrian sekaligus satu-satunya orang tua yang Adrian miliki sejak perusahaan mending ayahnya bangkrut akibat dikorupsi oleh orang dalam.

Nyonya Victoria, yang sedang bersantai dirumah sambil menikmati sarapan pagi dengan secangkir coffe late. Dan membuka layar ponselnya! Secara tidak sengaja ia membuka aplikasi, melihat tayangan live Instagram Angel yang sedang heboh melakukan senam pagi di taman kota Menteng - dan ia juga melihat Nala bersama gadis yang pernah menolong waktu nyonya victoria kecopetan. 'merasa tertarik Nyonya victoria langsung bergegas ke kamar dan mengganti bajunya dengan setelan baju olah raga. 'Ia langsung meminta sopir pribadi untuk mengantarkannya menuju Taman Menteng.

Bukannya marah atau gengsi melihat calon menantunya memakai baju olahraga yang agak seksi atau membuat kehebohan di media sosial, justru berjalan setengah berlari menuju instruktur senam yang sedang kosong dengan wajah penuh kegembiraan yang menular.

"Ayo, ayo semuanya! Jangan berhenti Senamnya! Musiknya mana? Tolong instruktur musik dikeraskan lagi suaranya!" serunya Nyonya Victoria yang sangat heboh setelah merebut microphone cadangan dari tangan panitia taman yang kebingungan.

Tanpa mempedulikan Status sosialnya sebagai sosialita kelas atas yang dihormati, Nyonya Victoria langsung naik ke atas panggung, memimpin gerakan senam, dan ikut berjoget dengan sangat lincah mengikuti dentuman musik disco dangdut yang terputar kelas. Gerakannya yang luwes dan penuh semangat membuat seluruh warga Taman bersorak ramai.

Nala, Angel, dan Sisil melotot tidak percaya dengan mulut terbuka lebar melihat calon ibu mertua yang terhormat kini sedang asyik melakukan senam goyang pinggul dengan ceria di depan ratusan warga taman. Adrian hanya bisa memijat pangkal hidungnya yang mendadak berdenyut sangat kencang, menahan malu yang luar biasa sekaligus pasrah melihat kelakuan ibunya yang terlampau gaul dan berjiwa muda tersebut.

Di sudut lain taman, Sisil masih saja sibuk mengejak asisten Han yang wajahnya semakin memerah Padam karena menahan kekesalan akibat di debat di depan banyak orang. Sementara itu kevin masih berdiri mematung seperti patung lilin dengan otak yang benar-benar blank, sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari senyuman manis Angel yang terus menggoda pertahanan hatinya.

satu bulan menjelang hari H pernikahan, berkumpulnya kembali geng there Girls, serta kehadiran seluruh lingkaran hidup Adrian di Jakarta pagi ini memastikan satu hal : bahwa hari-hari mereka ke depan tidak akan pernah sepi dari tawa, romansa, air mata, dan keributan yang teramat menggemaskan.

Setelah kehebohan senam pagi yang dipimpin langsung oleh Nyonya Victoria mereda, perut yang keroncongan tidak bisa lagi diajak kompromi. Atas komando dari sang nyonya besar yang super gaul itu- mereka semua akhirnya berakhir di sebuah kedai bubur ayam legendaris yang berada tepat di pinggir Taman Menteng.

Dua Meja Panjang digabungkan menjadi satu untuk menampung rombongan yang cukup kontras tersebut. Di satu sisi, ada Geng there Girls, Nala- Angel, dan sisil - yang masih memakai baju olahraga. Di sisi lain ada Adrian, asisten Han, dan Kevin yang terlihat sangat salah tempat karena duduk di bangku plastik sederhana dengan masih menggenakan setelan jas formal mereka yang mahal.

Adrian duduk tepat di sebelah Nala, jas hitamnya masih tersampir erat di bahu calon istrinya itu. bahkan Ardian sendiri yang merapatkan kerah jas tersebut agar kulit mulus Nala tidak terlihat oleh pengunjung pria lain di kedai bubur. Matanya yang tajam sesekali mendelik dingin ke arah meja sebelah jika ada pria yang berani melirik ke arah Nala atau Angel.

"sayang, jasnya boleh aku lepas tidak? Aku Gerah banget ini kan warung terbuka, " Bisik Nala pelan, merasa agak risih karena Semua mata memandang ke arah mereka.

"tidak boleh, sayang . Turuti kataku atau kita pulang sekarang dan aku kunci kamu di dalam apartemenku! " Sahut Adrian dengan suara rendah yang posesif, namun tangannya dengan lembut mengusap keringat di pelipis Nala menggunakan tisu mahal. Nala hanya bisa menghela nafas pasrah, Tahu betul kalau CEO berdarah dingin ini tidak pernah main-main dengan ucapannya jika sudah cemburu.

'Di ujung meja suasana tidak kalah menegangkan, namun dalam artian yang berbeda. Kevin si kepala tim kreatif yang biasanya terkenal paling humoris, bermulut manis, dan selalu punya sejuta gombalan untuk mencairkan suasana, Dini mendadak seperti patung lilin! Otaknya benar-benar nge- blank total. Sepanjang jalan dari lapangan senam sampai ke kedai bubur, matanya tidak bisa teralihkan dari angel'.

Angel yang sadar sedang diperhatikan dengan sengaja memutar-mutar sendok buburnya sambil sesekali melempar senyum tipis , ala model papan atas New York ke arah Kevin. Setiap kali Angel tersenyum, Kevin langsung menelan ludah dengan susah payah, memegang dadanya yang berdegup kencang. mendadak lupa , Bagaimana cara berbicara! Kevin yang biasanya paling berisik itu kini menjelma menjadi pria yang paling pendiam di Jakarta.

1
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Ifana
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Ifana
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Ifana
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Ifana
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Ifana: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Ifana
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!