NovelToon NovelToon
Please, Menikahlah Denganku!

Please, Menikahlah Denganku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:247
Nilai: 5
Nama Author: Nona Khansa

Aku tidak meminta banyak padamu, hanya satu hal. Menikahlah Denganku!

Cinta yang terpaut 2 tahun lebih tua dari Arhan, siapa bilang ia tidak bisa mendapatkannya? Ia bertekad pada dirinya, apapun yang terjadi Lula Khansa hanyalah miliknya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18-Permintaan Arhan

Malam hari dikamar seorang cewek yaitu Lula yang sedang menatap isi galerinya. Sudah hampir setengah jam Lula menggeser-geser galeri dan melihat foto tersebut dengan bibir tersenyum getir.

Foto itu adalah sebuah foto kenangan nya bersama Arhan saat mereka masih akrab kemarin. Dari mulai saat Arhan pertama kali membelikan nya ponsel, mengajaknya jalan-jalan keliling kota, makan dipinggir jalan, makan di restoran yang bahkan Lula belum pernah kesana, naik motor dan masih banyak lagi momen-momen bahagia yang sudah mereka abadi kan digaleri nya dan galeri Arhan.

Huftt... Melihat fotonya dan Arhan ia jadi teringat lagi dengan cowok itu. Rasanya dia seperti tidak bisa move on dengan cowok itu, seperti baru putus dengan pacarnya, padahal selama ini status mereka hanya adik kakakan saja, dan hanya Lula yang mencintai Arhan, namun tidak dengan Arhan.

Tapi ini mungkin hanya akan berlaku beberapa hari saja. Lula yakin lama-kelamaan ia akan terbiasa tanpa Arhan walaupun cintanya pada Arhan masih sama. Lula bahkan sampai mematikan datanya agar Arhan tidak terus menghubungi nya. Sudah dipastikan jika ia tidak juga mematikan datanya, chat dari Arhan bisa sampai dititik seribu lebih notif dari cowok itu.

*****

*****

"Lula, Lo dipanggil sama Arhan ke rooftop tuh." Ucap salah satu siswi dari kelas sebelah yang tiba-tiba saja masuk, membuat lamunan Lula menjadi buyar.

"Iya, makasih." Ucapnya pada siswi itu sebelum siswi tersebut pergi meninggalkan kelasnya.

Lula yang akan berniat untuk memenuhi panggilan Arhan, karena ini bukan hanya sekali Arhan memanggil nya, melainkan ke tiga kalinya langsung ia urungkan saat mengingat perjanjiannya dengan Tante Ghea. "Enggak, kamu enggak boleh kesana Lula!." Gumamnya pelan. Lula kembali duduk dengan tenang, seperti biasanya membaca buku yang baru saja ia pelajari agar tidak lupa.

Saat sedang fokus dalam belajarnya, tiba-tiba seseorang melemparkan permen di atas bukunya. Lula langsung mendongok. "Hiss..." Tukasnya sinis saat melihat siapa yang melempar permen itu padanya.

Ya, dia adalah Aska. Siapa lagi kalau bukan Aska yang mengusik hidupnya sedari dulu?

Aska melangkahkan kakinya mendekati cewek itu. Menarik kursi untuk duduk berhadap-hadapan dengan cewek itu. "Makan itu permen nya, effort loh ini." Ucap Aska yang juga saat ini sedang memakan permen.

"Enggak ah, nanti ada racunnya." Jawab Lula dengan stecu.

"Kicauu!." Serunya saat Lula mengatakan itu. "Namanya fitnah nih kalo kaya gini. Ngapain coba? Gue sekarang udah berubah Lula, gue bakal baik sama Lo karena kejadian malam itu. Makan gih, mahal tau." Aska mengambil permen gagang tersebut lalu membuka kan nya untuk Lula. "Nih makan." Lanjutnya setelah selesai membuka plastik permen itu.

"Gue tau itu permen kembalian dari kantin kan?." Tanyanya dengan penuh keyakinan menatap Aska.

Aska nyengir kuda. "Hehe, tetep aja belinya pake duit, udah cepet buka matanya, eh mulutnya." Titah Aska sembari menyodorkan permen itu didepan mulut cewek itu.

Lula menatap permen itu, lalu setelah beberapa detik berfikir, ia pun akhirnya mau memakan permen pemberian dari Aska. "Makasih."

*

*

Tanpa ada angin lewat dan permisi, Arhan yang sebelumnya tidak pernah memasuki area kelas XII, hari ini Arhan melangkahkan kakinya ke ruang kakak kelasnya.

Hal ini Arhan lakukan karena sudah beberapa kali ia menyuruh orang untuk memanggil Lula, namun Lula tidak juga datang ke rooftop. Mau tidak mau Arhan harus masuk ke kelas cewek itu.

Ia memasuki ruang XII-IPA1 yang terlihat sangat sepi dari luar. Namun saat melangkahkan kakinya, pemandangan yang baru saja ia lihat membuat tangannya terkepal erat. Ia melihat cewek yang a cintai sedang bermesraan dengan cowok lain.

Rasanya ia ingin memukul wajah Aska sekarang juga, namun sekuat tenaga Arhan tahan karena ia sadar jika ia belum berhak atas Lula sekarang.

"Ehem..."

Suara deheman dari Arhan membuat mereka berdua yang berada di dalam kelas menengok ke arah suara itu.

Lula dan Aska sama-sama terkejut dengan kehadiran Arhan Ardigo yang secara tiba-tiba. Apalagi saat Arhan yang semakin berjalan mendekat ke arah mereka.

"Gue mau ngomong sama kak Lula." Arhan berbicara sembari menatap Aska dengan tatapan elang seolah sedang mengutarakan rasa bencinya pada cowok itu. Cowok yang sudah berani mendekati cintanya.

Aska menahan tawanya melihat wajah Arhan yang terlihat merah padam. "Ya kalo mau ngomong tinggal ngomong aja bro, gue diem kok." Jawab Aska santai. Ia kemudian menyenderkan punggungnya pada kursi yg ia duduki. "Santai aja dong adek kelas, jangan ngegas gitu sama kakak tingkatnya." Lanjut Aska kemudian. Dan benar saja, ucapan Aska barusan mampu membuat kobaran api di kepala Arhan semakin menyala.

Arhan sekuat tenaga menahan diri nya untuk tidak melupakan rasa emosional nya. Bisa-bisa jika ia lupakan sekarang akan hancur begitu saja semua rencananya. Tatapannya beralih pada Lula yang hanya diam saja menyaksikan mereka. Padahal Arhan berharap jika Lula akan membela nya didepan cowok itu, namun yang ia dapat malah ekspresi Lula yang seakan biasa saja. "Kak, aku mau ngomong berdua sama kakak." Ucap Arhan kemudian.

Lula menghela nafasnya. "Ngomong aja Arhan sekarang."

"Kak, please lah, aku cuman mau ngomong sama kakak aja." Titah Arhan yang benar-benar memohon pada cewek itu. "Aku enggak mau ada serangga yang denger nanti." Lanjut Arhan dengan sedikit melirik Aska.

Mendengar ucapan Arhan yang sepertinya menyindir dirinya emm ralat, bukan sepertinya tapi memang ucapan itu Arhan tunjukkan untuk dirinya Aska langsung melirik sejenak dengan perasaan dongkol.

Lula terdiam sebentar sebelum akhirnya mengangguk kan kepalanya. Baginya tidak ada salahnya kalau Arhan hanya mau berbicara sebentar kepadanya. Ia juga penasaran, apa yang akan Arhan bicarakan dengannya. "Ka, keluar dari sini." Ucap Lula yang mengusir keberadaan Aska.

"Gue di usir?." Tunjuk Aska pada dirinya sendiri. "Inikan kelas gue, suka gu-" melihat tatapan tajam Lula membuat Aska langsung berdiri dan menuruti kemauan Lula. Entahlah, semenjak kejadian malam itu Aska jadi seperti di pelet oleh cewek itu, ia seperti seekor anjing yang begitu penurut pada majikannya.

Melihat kelas yang sudah sepi membuat Arhan bernafas lega. Ia memajukan langkahnya mendekati Lula yang malah membuka buku pelajaran.

Arhan menutup buku yang baru saja Lula buka, membuat pemiliknya mendongok ke wajah Arhan.

"Boleh enggak nanti sore kakak izin kerja? Aku mau ngomong sesuatu nanti."

Lula mengalihkan pandangannya kedepan, mengerutkan alisnya hingga hampir menyatu. "Kalo mau ngomong disini aja Arhan. Aku enggak mau izin terus, gaji aku bisa dipotong."

Arhan menggeleng. "Enggak bisa kalau disini, aku mau ajak kakak ke suatu tempat. Ini penting banget. Aku nanti bakal bayar gantinya ke bos kakak." Pinta Arhan dengan penuh harapan, sangat berharap agar Lula mau menuruti permintaannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!