NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Khawatir dan Cemburu

Wanqing masih terus fokus membalut luka yang sudah ia jahit tadi dalam pantauan Dokter Chen yang mendampinginya tadi. Luka itu akhirnya selesai di rawat dan Wanqing menatap wajah prajurit itu yang penuh dengan lebam dan bekas luka lecet. Prajurit itu menatapnya dan tersenyum mengucapkan terima kasih.

Wanqing yang merasa hari itu cukup banyak kedatangan beberapa prajurit dengan luka parah yang harus ditangani dan dioperasi dari Pos Utara terus berdoa di sela-sela waktunya. Dokter Chen pun yang tertinggal di sana menjaga pasien bersama Wanqing dan bergantian mengurus beberapa pasien yang terus menerus berdatangan. Wanqing terduduk letih, "Kita sebaiknya memindahkan pasien yang sudah jauh lebih baik ke gedung perawatan agar kasur-kasur emergency ini lebih lapang dok." Saran Wanqing.

Dokter Chen yang sedari kemarin semenjak kepergian Jenderal merawat beberapa pasien bersama Wanqing itu akhirnya mengangguk lelah. "Apakah ada prajurit yang tinggal menjaga markas ini? Kita butuh tenaga bantuan."

Wanqing mengangguk, ia berlari mencari ajudan Han yang memang tinggal di markas dengan beberapa prajurit yang berjaga. Tak lama, beberapa prajurit di pantau Ajudan Han mulai memindahkan pasien yang telah terobati dan dioperasi menuju ruang perawatan. Ajudan Han memandangi Wanqing yang terlihat sangat lelah. Ia menepuk pundak wanita itu, "Wan'er... Istirahatlah sejenak, pulang dan tidur sebentar, sedari keberangkatan Jenderal kemarin, Kau seperti mengutuk dirimu di dalam gedung ini, padahal ini semua bukanlah tanggung jawabmu."

Wanqing menggeleng. "Kau sebaiknya kembali bertugas Han'zi. Aku masih sanggup di sini, lagipula Dokter Chen pasti butuh bantuan ku."

Ajudan Han menggaruk pelipisnya dengan perlahan. Dokter Chen yang seolah mengerti situasinya mendekati Ajudan Han. "Jangan ganggu Nyonya, dia hanya butuh pengalihan. Bagaimanapun juga, dia pasti khawatir sekali dengan kondisi suaminya di medan perang, sementara dirinya di sini tidak bisa membantu sama sekali di samping suaminya, bagaimana bisa seorang istri tenang?"

Ajudan Han mengangguk dan meninggalkan Wanqing serta Dokter Chen yang kembali bekerja merawat beberapa pasien dengan kondisi fatal yang masih membutuhkan pantauan terus. Wanqing sesekali bahkan masih bisa terus belajar buku-buku medis yang diberikan oleh Dokter Chen ketika beliau belajar kedokteran dulu.

...****************...

*BOOM*

Sementara itu di medan perang pos penjagaan utara Kota Fuzhou, tubuh besar nan mendominasi milik Jenderal Lu Jingyuan terlihat sibuk berkeliling di ruangan penuh map strategi dengan beberapa kapten lainnya, dirinya sibuk memberikan arahan sebelum akhirnya dia berjalan pergi mengikuti para kapten menuju panasnya baku tembak perang di perbatasan itu.

Jingyuan memasukkan tangannya ke dalam saku kecil di baju sebelah kanannya, ia mengelus botol salep kecil yang terasa sangat nyaman di genggamannya yang besar. Jingyuan merasa sangat tenang dan mulai memimpin pasukannya dengan serius.

"Sudah hampir 4 hari kita hanya bertahan dan terus menerus mendapatkan gempuran tanpa henti dari bom-bom yang entah mereka dapatkan dari mana, yang jelas sekarang, kita harus mulai melawan dengan tegas!" Suara bariton Jingyuan terdengar menggema di sekitar ruangan kamp itu.

Beberapa teriakan komando dan pergerakan yang signifikan mulai terlihat, Jingyuan yang mampu memimpin para pasukan dengan cekatan akhirnya berhasil merebut wilayah Utara Fuzhou yang telah hancur lebur akibat beberapa bom dan granat yang dibuat oleh panglima Dinasti Qing yang masih memberontak. Jingyuan menginstruksikan untuk para prajurit tetap berhati-hati karena khawatir banyak ranjau di tanah maupun rumah-rumah yang tersisa.

Mata Jingyuan menganalisis area perang itu. "Bangun barikade dan pos penjagaan, wilayah Utara Fuzhou sudah berhasil kita taklukan." Ujarnya lantang. Beberapa prajurit dan kapten yang mendampinginya bersorak sorai bahagia dengan keberhasilan mereka.

Jingyuan berbalik dan berjalan meninggalkan area pertempuran itu, ia menyadari lukanya merembes sedikit dan memutuskan untuk merawatnya di kamp. Namun, lengan dan jari jemari lentik seorang wanita meraba lukanya perlahan secara tiba-tiba.

Jingyuan dengan sigap menoleh, "Lukanya masih merembes?" Tanya perempuan itu. Jingyuan menepis tangan perempuan itu dengan kencang dan berjalan pergi meninggalkannya.

Di dalam kamp itu, Jingyuan baru saja membuka pakaiannya ketika wanita itu kembali datang menghampirinya dengan kotak medis yang sudah ia bawa. Cekatan dan terampil gerakan tangan wanita itu, Jingyuan akhirnya pasrah diobati olehnya. Luka terbuka itu akhirnya terjahit rapih dan diperban rapih oleh wanita itu.

"Kau masih saja keras kepala seperti dulu, kalau luka hanya diperban, bagaimana bisa sembuh? Kau mau mati kehabisan darah memangnya?"

Jingyuan menatap datar lurus kedepan.

"Kau jangan terlalu keras kepala seperti ini Yuan-Yuan!" Bai Yueran memegangi tangan Jenderal Lu yang mengepal keras.

"Berhenti mendekatiku dan berusaha memperbaiki apa yang tak lagi bisa diperbaiki." Ujarnya tegas. Pria itu bangkit dari kursinya dan berjalan pergi.

Bai Yueran yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dan bersimpuh kesal. "Ini semua karena wanita kampungan itu! Kalau saja dia tidak ada dan merusak semua ini, Aku pasti akan dengan mudah kembali ke pelukan Yuan-Yuan!"

...****************...

Sudah berhari-hari rasanya Wanqing tidak tertidur, ia terus mengamati dan merawat beberapa pasien dalam kondisi gawat yang diberikan ke markas militer mereka untuk dirawat intensif dari pos utara. Wanqing hanya tau bahwa kondisi bertahan di sana tak akan bisa lagi dilakukan dan dipertahankan terus, mereka harus mulai melakukan sesuatu tindakan yang serius. Wanqing hanya bisa terus berdoa sembari sibuk membantu Dokter Chen di ruang operasi itu.

"Wanqing, tolong bantu jahit ini dan jangan sampai mengenai venanya." Wanqing mengangguk dan mulai mengerjakannya dengan hati-hati dalam pengawasan ketat dokter Chen.

Operasi telah berjalan lebih dari dua jam ketika akhirnya pasien dalam kondisi stabil dan bisa dikembalikan ke ruang perawatan. Wanqing baru saja melepas maskernya ketika Ajudan Han datang dan menghampirinya. "Kau terlihat buruk." Wanqing tertawa kecil, "Lalu kenapa? Kau tidak suka melihat diriku yang buruk dan belum mandi berhari-hari ini ya?" Ejek Wanqing.

Pria itu menggeleng cepat, "Mana mungkin, seburuk apapun kondisimu, Kau tetap cantik sekali di mataku!"

Wanqing terkekeh kecil dan beranjak membersihkan tangannya dan melepaskan pakaian operasinya. "Kau belum makan berhari-hari ya? Ayo ikut Aku."

Ajudan Han menarik lengan kecil Wanqing pergi meninggalkan gedung perawatan itu. "Hey! Aku masih harus membantu.."

"Tenanglah, Dokter Wen dan Dokter Bai sudah kembali dari pos utara."

DEG.

Wanqing menghentikan langkahnya. "Dokter Bai? Dia ikut ke pos utara?"

Ajudan Han menggaruk kecil bagian belakang kepalanya. "Iya.."

Wanqing yang mendengar itu rasanya seperti sangat terluka atas realita yang menampar dirinya. "Oh."

Ajudan Han yang menyaksikan perubahan mood serta kondisi Wanqing akhirnya membawanya menuju taman di depan perpustakaan. "Aku membelikan beberapa buku medis yang mungkin bisa membantumu." Ajudan Han mengeluarkan tumpukan buku di hadapan Wanqing.

Wanqing yang melihat itu tersenyum seadanya, pikirannya masih berlabuh ke kemungkinan beberapa hari lalu kenapa dirinya tidak diizinkan untuk ikut ke medan perang.

"Terima kasih, ini pasti semuanya sangat mahal ya?"

Ajudan Han menggeleng, "Ayo makan dulu sebelum kau mulai tergila-gila dengan buku-buku itu."

Wanqing yang terus mengunyah daging babi kecap kesukaannya merasa perasaannya hampa dan bingung. Ia tidak pernah merasakan perasaan yang aneh seperti ini, tidak paham dan mengerti apa maksud dari perasaan yang ia miliki saat ini. Namun satu hal yang ia tahu, sepertinya ia mulai cemburu.

Wanqing yang masih terpaku menatap makanan di hadapannya sambil sesekali menyuapnya malas tidak sadar bahwa sedari tadi dirinya terus diamati dari jauh oleh seseorang yang tak lama langsung berlari kabur begitu mendengar deru mesin mobil datang dari depan gerbang markas militer.

*BERSAMBUNG*

Terima kasih untuk para kawanku yang sudah membaca sejauh ini serta supportnya sekalian, love u all

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!