NovelToon NovelToon
Benih Sang Mafia

Benih Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Aksi / Drama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Setelah ayahnya meninggal, Azalea hidup bagai pembantu di rumahnya sendiri di bawah kekejaman ibu dan kakak tirinya. Hingga suatu hari, Rosalinda menjual Azalea seharga miliaran rupiah kepada Daxon Ravenzo, penguasa mafia kejam.

Azalea diserahkan ke pria iblis itu bukan untuk menjadi istri, tapi hanya sebagai kandang pewaris. Daxon menginginkan tubuhnya hanya untuk melahirkan anak, tanpa cinta, tanpa belas kasihan.

"Kau kubeli untuk jadi BENIH keturunanku. Jangan bermimpi aku akan menyayangimu, karena bagiku... kau hanya alat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Azalea membalikkan badan sambil menahan isak tangisnya, tangannya gemetar saat membuka kancing baju yang ia kenakan. Perlahan ia menggantinya dengan baju tipis pemberian Daxon itu. Benar saja, kainnya begitu transparan sehingga lekuk tubuhnya terlihat samar-samar meski dalam cahaya redup kamar. Ia segera memeluk dirinya sendiri, merasa sangat terhina dan tidak berdaya.

"S-sudah..." ucapnya lirih, suaranya nyaris tak terdengar.

Daxon tidak membuang waktu lagi. Begitu mendengar jawaban Azalea, ia melangkah cepat mendekat, lalu mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya ke atas tempat tidur dengan kasar namun tetap terkontrol.

Tanpa banyak bicara lagi, ia segera menindih tubuh Azalea, menahan kedua pergelangan tangannya di atas kepala agar gadis itu tidak bisa bergerak. Tatapannya tetap dingin dan tanpa perasaan — baginya ini hanya urusan menyelesaikan tugas, bukan soal keintiman atau perasaan.

"Jangan melawan. Akan lebih menyakitkan jika kau berontak," ucapnya singkat.

Azalea memejamkan matanya rapat-rapat, air matanya kembali mengalir deras membasahi bantal. Ia menggigit bibirnya sekuat tenaga untuk menahan tangis dan rasa hina yang meluap di dadanya. Ia hanya bisa pasrah, teringat akan keselamatan Bi Inah yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan.

Daxon tidak memberi waktu lagi. Malam itu, ia melakukan apa yang menjadi tujuannya semata — menggunakan Azalea sebagai wadah untuk mendapatkan pewaris yang ia butuhkan, tanpa memedulikan perasaan atau harga diri gadis itu sedikit pun.

Begitu Daxon mulai menekan masuk, rasa sakit yang tajam dan menyengat langsung menjalar ke seluruh tubuh Azalea. Ia membuka matanya lebar-lebar, menggigit bibirnya sekuat tenaga hingga terasa perih, tapi rasa sakit itu jauh lebih hebat.

"AAAAHHH... SAKITTT!" teriaknya tertahan, suaranya pecah bercampur isak tangis. Tubuhnya menegang kaku, kakinya mencoba menekuk dan tangannya berusaha mendorong dada Daxon, tapi tenaganya terlalu lemah dibandingkan kekuatan pria itu.

Rasa perih dan nyeri itu terasa seperti ada yang merobek bagian dalam dirinya, membuat keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya yang masih terbalut baju tipis itu. Air matanya mengalir deras tanpa henti, membasahi bantal di bawah kepalanya.

"Sakit... tolong... hentikan..." rintihnya lirih, suaranya terputus-putus menahan rasa sakit yang luar biasa itu.

Namun Daxon tidak berhenti. Ia hanya menatapnya dengan tatapan datar, tanpa rasa iba sedikit pun. Baginya, ini memang proses yang harus dilalui, dan rintihan Azalea hanyalah hal yang wajar dalam hal ini. Ia terus bergerak perlahan namun pasti, membuat Azalea terus merasakan rasa perih yang menusuk hingga akhirnya tubuhnya terasa lemas dan hanya bisa terbaring pasrah menahan sisa rasa sakit itu.

Saat semuanya berakhir, rasa nyeri itu masih terasa tertinggal, membuat Azalea hanya bisa terbaring lemah sambil memeluk dirinya sendiri, tubuhnya gemetar hebat menahan tangis dan sisa rasa sakit yang terasa di seluruh raganya.

Daxon keluar menuju balkon kamar Azalea dengan hanya melilitkan selembar handuk di pinggangnya. Di dalam kamar, Azalea sudah terlelap tidur — kelelahan menangis dan menahan rasa sakit membuatnya akhirnya terlelap tanpa sadar.

Dert! Dert! Dert!

Tiba-tiba ponsel di tangannya berdering keras. Daxon melirik layar dan mendapati nama ibunya tertera di ponselnya.

"Pasti dia menelpon hanya untuk membicarakan perjodohan lagi. Wanita yang dia pilih itu bermuka dua, hobinya berganti-ganti pria seolah sedang mencoba pakaian," batinnya dengan rasa tidak suka.

Daxon mengangkat telepon itu, dan suara Luciana terdengar lembut dari seberang sana.

"Syukurlah kamu baru mau mengangkat telepon Ibu. Ibu hanya ingin memberitahu, Valeria akan segera kembali ke Indonesia. Bisa kamu jemput dia besok?" tanya Luciana.

"Maaf, Bu, aku sudah..."

Daxon berhenti sejenak, matanya melirik ke dalam kamar melihat Azalea yang tertidur pulas. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring. Untuk menghindari perjodohan yang tidak diinginkan itu, ia memutuskan untuk berbohong pada ibunya.

"Aku sudah mempunyai istri, Bu," jawab Daxon tegas.

"APA?!"

Suara Luciana melengking kaget. Ia benar-benar tidak menyangka putra satu-satunya itu diam-diam sudah menikah tanpa memberi kabar sedikit pun.

"Daxon! Ibu sudah berulang kali bilang, jangan menikahi wanita lain selain Valeria! Valeria itu gadis yang pintar dan berasal dari keluarga baik-baik!" protes Luciana yang sama sekali tidak bisa menerima kenyataan itu.

"Bu, aku bukan anak kecil lagi yang harus diatur seenaknya. Aku punya hak untuk menentukan pilihan dan menentukan siapa yang akan ada di sisiku!" bentak Daxon dengan nada tinggi.

Tanpa menunggu jawaban ibunya, Daxon langsung memutus sambungan telepon dengan perasaan yang masih memanas. Ia segera berjalan keluar dari kamar Azalea, mencoba menenangkan diri agar amarahnya tidak meledak di tempat yang salah.

Ia berjalan menuju ruangan penyimpanan minuman beralkohol, dan tepat di pintu masuknya ia berpapasan dengan Aldric.

"Pasti ibumu menekanmu lagi untuk menikahi Valeria, bukan?" tanya Aldric dengan nada mengerti.

"Hem... Aku butuh tempat untuk menenangkan diri," jawab Daxon singkat, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan.

Daxon mengambil sebotol wiski dan menuangkannya ke dalam gelas kristal, lalu meneguknya sekaligus. Rasa panas yang menjalar di tenggorokan sedikit meredakan gejolak emosinya. Ia bersandar di dinding, matanya menerawang memikirkan langkah yang harus diambil.

"Valeria akan sampai di Jakarta besok, dan begitu dia tiba, Ibu pasti akan segera menjemputnya. Maka malamnya, aku dan Azalea akan berangkat ke mansion Ibu untuk bertemu mereka, dan Azalea harus berpura-pura menjadi istri sahku agar rencana perjodohan itu gagal total. " batin Daxon.

Aldric masuk dan berdiri di hadapannya, segera menangkap keseriusan di wajah tuannya.

"Valeria tiba di Jakarta besok. Begitu dia sampai, Ibuku pasti langsung menjemputnya. Maka malam nanti, aku dan Azalea akan berangkat ke mansion ibuku untuk bertemu mereka." ucap Daxon.

Aldric mengernyitkan dahi, mengerti arah rencana itu. "Jadi Azalea yang akan berperan sebagai istri sah di depan ibumu dan Valeria? Apakah dia mau melakukannya?" tanya Aldric.

"Dia tidak punya pilihan," jawab Daxon dengan nada dingin dan pasti.

"Ingat, keselamatan Bi Inah tetap menjadi jaminannya. Kalau dia mau memerankan peran itu dengan baik malam nanti, aku akan memastikan Bi Inah hidup aman dan layak selama-lamanya. Kalau menolak... dia sudah tahu apa yang akan terjadi." ucap Daxon.

Ia memutar gelas di tangannya, lalu melanjutkan dengan nada meremehkan "Lagipula, ini lebih baik daripada harus terikat dengan Valeria. Wanita itu bermuka dua, hobinya berganti-ganti pria hanya untuk kesenangan nya. Dia hanya akan membawa aib jika masuk ke dalam keluarga Ravenzo." ucap Daxon.

"Baiklah, apa yang harus saya persiapkan mulai sekarang?" tanya Aldric siap melaksanakan perintah.

"Segera siapkan pakaian dan perlengkapan yang pantas untuk Azalea. Jangan yang terlalu mencolok, tapi terlihat sopan dan berwibawa. Nanti pagi, aku akan bicara langsung padanya untuk menjelaskan semua aturan dan apa yang harus dia lakukan malam nanti," perintah Daxon tegas.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Mia Camelia
semoga azalea dan anak nya selamat yaa😔
tega banget si valeria mpe celakai azalea😔😔😔
Mia Camelia
iiihhh...dasar ulat bulu jahat valeria, awas klo sampe azalea kenapa2, daxon siap beraksi🤣
Mia Camelia
ya ampun daxon posesif juga yaa😄
Mia Camelia
ciee..daxon terpesonaa juga🥰🥰🥰
Mia Camelia
hahaaha semua takut syaiton🤣🤣🤣
aldric paling penakut iiih🤣
Mia Camelia
azalea ngidam nya manja2 gitu,
rasaiin kau daxon beli sate ayam sana🥰😂
Miu.Nuha
ahahaha betul
Miu.Nuha
nah loh, azalea sejujur itu apa nggak mengkeret itu ibu dn anak 😅
Miu.Nuha
ibu dn anak cantik dn modis juga ya 😅
Mia Camelia
daxon sweet banget sih🥰🥰🥰
lanjut thor😄
ɴs_sᴀᴘᴜᴛʀɪ✍︎: oke kak
total 1 replies
Risa Virgo Always Beau
Daxon mematung karena ulah berani kamu Azalea
Risa Virgo Always Beau
Daxon cemas banget memikirkan Azalea yang ada di rumah
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea bohong ya bilang dia punya kekasih
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Azalea hamil ya sampai mual gitu
Risa Virgo Always Beau
Azalea kamu setelah melakukan hubungan badan dengan Daxon langsung mau beli cimol ngga istirahat dulu
Risa Virgo Always Beau
Daxon sepertinya cemburu setelah Azalea menyebut kata kekasih
Risa Virgo Always Beau
Daxon menyuruh Azalea supaya akting jadi suami istri sungguhan di depan mamanya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon sudah menyuruh Azalea untuk bersandiwara menjadi suami istri sungguhan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon menjadikan Azalea tameng buat hindari perjodohan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata setelah Azalea hamil dan melahirkan Daxon akan membuang Azalea kejam banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!