NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Percikan Di Atas Marmer

Layar proyektor raksasa di belakang Kakek Albert masih memantulkan jalinan matriks merah yang berkedip teratur, melemparkan pendar kemerahan di atas rambut putih peraknya yang kaku. Hening yang merayap di dalam ruang rapat lantai lima puluh itu terlampau pekat, hingga deru halus dari sistem pendingin udara sentral terdengar seperti desis ular yang bersiap mematok.

Seorang wanita paruh baya berambut sasak tinggi di sisi kiri meja—Komisaris Utama dari divisi audit—perlahan menurunkan kacamata bacanya. Jemarinya yang dihiasi cincin berlian besar tampak bergetar samar saat dia menatap draf log peladen yang disajikan oleh Xavi. "Ini... ini tidak mungkin. Dokumen integrasi vendor itu baru saja disahkan dalam rapat tertutup tiga hari lalu. Bagaimana bisa seorang anak..."

"Akses log tidak mengenal batas usia, Nyonya," sela Xavi datar. Bocah itu menyandarkan punggung kecilnya pada kursi kulit raksasa, membiarkan kedua kakinya yang terbalut pantofel hitam menggantung beberapa sentimeter di atas lantai. "Kecerobohan tim audit Anda adalah membiarkan kunci enkripsi privat disimpan dalam peladen komersial bersubsidi murah. Vendor itu hanya butuh waktu dua belas jam untuk menggandakan sertifikat digital kalian."

Olin melangkah mendekati kursi Xavi, meletakkan sebelah tangannya di sandaran kursi sang putra. Sikapnya protektif, namun matanya menatap lurus ke arah Kakek Albert dengan ketegasan yang tidak luntur sejak mereka menginjakkan kaki di ruangan ini. Dia bisa merasakan pandangan menghakimi dari beberapa direksi tua, namun keberadaan draf siber di layar dinding menjadi tameng yang tak terbantahkan.

Kakek Albert perlahan mengangkat tongkat berkepala elang emasnya, lalu mengetukkannya satu kali ke atas lantai mahoni.

TUK.

Suara ketukan itu tunggal, berat, dan seketika membungkam bisik-bisik panik yang mulai menjalar di antara jajaran direksi. Pria tua itu memajukan tubuhnya, menumpukan kedua lengannya di atas meja marmer hitam, menatap Xavi dengan sepasang mata yang menyipit tajam—memindai setiap gurat wajah anak itu, mencari sisa-sisa garis keturunan El-Ghazali yang tersembunyi di balik kacamata bundarnya.

"Kau memiliki lidah yang tajam untuk ukuran anak yang belum pernah memegang selembar pun saham korporasi," ucap Kakek Albert, suaranya parau namun sarat akan ancaman yang diredam. Pandangannya perlahan bergeser naik, mengunci sosok Zayyan yang masih berdiri tegak di ujung meja seberang. "Zayyan. Kau membawa anak ini ke sini untuk memeras dewan komisaris? Menggunakan celah siber untuk mengamankan posisimu yang hampir goyah karena sentimen pasar pekan lalu?"

Zayyan menarik napas pendek melalui hidung. Dia meluruskan garis jasan biru dongker gelapnya, lalu berjalan perlahan mengitari tepi meja marmer, mendekati posisi duduk Xavi dan Olin. Setiap langkah kakinya membawa aura dominasi yang pekat, memaksa dua komisaris di dekatnya untuk refleks memundurkan kursi mereka beberapa sentimeter.

"Aku tidak perlu memeras orang-orang yang sudah berada di dalam kantongku, Kakek," sahut Zayyan, suaranya bariton rendah, bergema dengan ketenangan yang mengerikan di antara dinding kaca setinggi langit-langit. Pria itu berhenti tepat di belakang Olin, menatap sang kakek dengan sepasang mata elang yang tak berkedip. "Data yang disajikan Xavi adalah bukti otentik bahwa faksi Anda telah gagal menjaga aset paling berharga perusahaan. Pertemuan sore ini bukan untuk merundingkan posisi saya, melainkan untuk menentukan berapa banyak kursi di meja ini yang harus dikosongkan sebelum bursa saham dibuka besok pagi."

"Zayyan!" Kakek Albert menggebrak meja dengan telapak tangannya yang keriput. "Kau pikir kau bisa menyingkirkan orang-orang tua ini hanya karena draf digital dari seorang anak haram?"

Kata 'anak haram' itu membuat Olin tersentak. Rahangnya mengencang, dan dia hampir saja membuka suara untuk membalas makian itu jika saja Zayyan tidak meletakkan sebelah telapak tangannya yang besar di atas pundak hijau zamrudnya. Sentuhan tangan Zayyan terasa hangat, berat, dan anehnya... memberikan jangkar kekuatan yang menahan Olin untuk tetap tenang.

"Dia bukan anak haram, Kakek Albert," ucap Zayyan, nadanya mendingin hingga ke titik beku. Pria itu mengeluarkan sebuah gawai dari saku jandanya, mengetuk layarnya satu kali untuk memproyeksikan dokumen baru ke dinding samping. Sebuah akta pernikahan sipil resmi, lengkap dengan stempel timbul berhologram negara yang tintanya baru saja kering beberapa jam lalu. "Namanya Xavi El-Ghazali. Dan ibunya, Aureline, adalah istri sah saya per pagi ini. Segala bentuk penghinaan terhadap mereka di dalam ruangan ini akan langsung diproses oleh divisi hukum pribadi saya sebagai tindakan pencemaran nama baik keluarga inti."

Ruang sidang utama itu kembali terlempar ke dalam kesunyian yang mencekam. Kakek Albert menatap dokumen pernikahan digital itu dengan mulut yang setengah terbuka, menyadari bahwa dalam satu malam, cucunya telah membalikkan seluruh papan catur politik yang telah dia susun selama berbulan-bulan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!