NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Bianca, gadis yatim piatu yang berjuang sendiri. Hatinya terbagi antara Barra, cinta lama yang kandas karena kesalahpahaman yang sengaja diracik oleh Aza demi menghancurkan mereka. Atau Leo, sosok baru yang hadir membuatnya kembali tersenyum dan bangkit dari duka.

Bianca mengira pilihannya hanya soal cinta. Namun ia lupa, tak semua senyum itu tulus. Di balik kedekatan dan kebaikan, tersembunyi dendam, kebohongan, dan bahaya yang siap mengancam nyawanya.

Siapa yang akan ia pilih? Akankah membawa bahagia, atau justru awal mula kehancurannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Kebenaran yang selalu menemui jalannya

Terdengar suara Leo dari kejauhan. Dinda merasa lega karena Leo sudah datang. Leo langsung bergabung mendekati Bianca dan Dinda.

Leo mengatakan kalau dia memiliki bukti yang kuat membuktikan kalau Bianca tidak bersalah.

Pertama-tama Leo menyuruh Bianca menceritakan kejadian yang dialaminya di dalam toilet. Bianca mengangguk mengerti dan mulai bercerita.

Bianca menceritakan kalau dia senggol oleh seseorang yang memakai jaket hitam dan sedang membawa minuman bersoda berwarna merah. Akibat kejadian itu dia jadi agak lama di toilet karena harus membersihkan noda yang menempel di bajunya.

Setelah Bianca selesai bercerita, Leo menyuruh semua orang melihat ke ponsel mereka masing-masing, lalu masuk ke dalam grup obrolan kampus. Di sana Leo akan mengirimkan bukti-bukti yang dia miliki untuk membuktikan kalau Bianca tidak bersalah.

Leo mengirimkan video pertama dan menjelaskan bahwa di dalam video itu terlihat seseorang berjaket hitam sedang membeli minuman bersoda berwarna merah di sebuah minimarket yang tidak jauh dari kampus mereka. Leo menyuruh semua orang melihat dengan teliti apa yang sedang dipegang oleh orang itu, yaitu sebuah foto atau selembar kertas. Meskipun gambarnya kurang jelas, tapi Leo menjamin itu adalah foto yang ditemukan oleh dosen di dalam tas Bianca.

Selanjutnya Leo mengirimkan video kedua, di mana video itu memperlihatkan seseorang berjaket hitam tadi masuk ke lingkungan kampus mereka.

Lalu Leo mengirimkan video ketiga, di mana video itu memperlihatkan Bianca yang memasuki toilet dalam keadaan bersih dan rapi.

Kemudian Leo mengirimkan video keempat, di mana video itu menunjukkan seseorang berjaket hitam masuk ke area toilet dengan membawa sebotol minuman dan selembar foto atau kertas. Leo juga menjelaskan kalau saat itu Bianca belum keluar dari toilet.

"Dari mana Lo tahu kalau Bianca belum keluar dari toilet?" tanya salah seorang mahasiswa di sana.

Lalu Leo menjawab, "Oke, coba kalian perhatikan video ketiga. Bianca memasuki toilet pada pukul 08.05, sedangkan di video keempat orang berjaket hitam itu masuk pada pukul 08.07. Hanya berselisih dua menit setelah Bianca masuk ke dalam toilet. Dan tidak mungkin Bianca bisa keluar dalam waktu hanya dua menit," jelas Leo dengan tegas.

Semua orang yang ada di sana mengangguk-angguk percaya dengan penjelasan yang disampaikan oleh Leo.

Leo lanjut mengirimkan video kelima, di mana video itu memperlihatkan seseorang berjaket hitam keluar dari toilet dengan tangan kosong.

Selanjutnya Leo mengirimkan video keenam, di mana video itu memperlihatkan Bianca keluar dari toilet dengan keadaan baju yang basah dan belepotan.

"Kalian sudah melihat video yang gue kirimkan tadi. Memang di dalam toilet tidak terpasang kamera pengawas, jadi kita semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana," ucap Leo.

"Tapi Gue sudah meminta Bianca untuk menceritakan kejadian yang dialaminya di dalam toilet lebih dulu," tambah Leo melengkapi penjelasannya kepada seluruh orang yang ada di sana.

Bianca merasa sangat senang dan terharu, akhirnya ada bukti nyata yang membuktikan kalau dia tidak bersalah. Dinda tiba-tiba merasa terpesona melihat penampilan Leo yang tampak seperti seorang hakim yang sedang menyelesaikan perkara di ruang sidang.

Namun masalah itu tidak langsung selesai hanya dengan bukti-bukti yang dibawa oleh Leo.

Salah seorang mahasiswa mempertanyakan siapa gerangan orang yang memakai jaket hitam itu. Dia juga menuduh kalau bisa saja Leo memanipulasi rekaman CCTV itu hanya untuk membela Bianca, mengingat dari dulu Leo selalu terlihat membela Bianca di mana saja.

Leo menjelaskan kalau dia baru saja mendapatkan rekaman CCTV itu pagi ini, makanya dia sempat terlambat datang dan bergabung di sini. Suasana kampus semakin memanas karena ada pendapat yang pro dan kontra. Ada yang percaya dengan bukti yang dibawa oleh Leo, namun ada juga yang masih meragukannya.

Aza merasa sangat senang melihat keributan yang terjadi. Dia berpikir ternyata semesta masih berpihak padanya. Aza ingin segera meninggalkan tempat itu, namun urung karena dia sangat kaget melihat kedatangan Barra. Bukan kedatangan Barra yang membuat Aza kaget, melainkan orang yang ikut datang bersama Barra.

"Gue membawa orang yang kalian cari," ucap Barra dengan suara lantang.

Semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arah Barra. Semua orang terkejut karena orang yang dibawa oleh Barra adalah Ella.

Barra menjelaskan kalau pelaku yang ada di dalam rekaman video itu adalah Ella. Barra menyuruh Ella untuk mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada Bianca karena telah memfitnahnya.

Ella pun mengaku bahwa dialah orang yang telah menjebak Bianca dan membuat foto yang tidak pantas itu, lalu memasukkannya ke dalam tas Bianca saat Bianca sedang berada di dalam toilet. Ella melakukan semua itu karena dia sangat tidak menyukai Bianca.

Semua orang terkejut mendengar pengakuan dari Ella. Leo bertanya apakah ada orang lain yang menyuruh Ella melakukan hal itu atau dia melakukannya atas keinginannya sendiri.

Ella mencuri-curi pandang ke arah Aza, dan Aza menatap balik ke arah Ella dengan tatapan yang sangat menyeramkan dan mengancam.

"Semua itu gue lakukan atas keinginan gue sendiri tanpa ada paksaan dari siapa pun. Aku melakukannya dengan kesadaran penuh," ucap Ella sambil menundukkan kepalanya.

Aza yang mendengar jawaban dari Ella tersenyum lebar karena Ella tetap mematuhi perintahnya. Aza pun jadi teringat kembali percakapannya dengan Ella beberapa waktu yang lalu.

(Kilas Balik Aza)

Kilas balik dimulai saat Aza mencoba mencari informasi mengenai hubungan antara Bianca dan Leo. Namun informasi yang didapatkan oleh Aza adalah kabar kalau Bianca sering diganggu dan diintimidasi oleh seorang siswi bernama Ella. Namun selama ini Ella tidak pernah disalahkan karena dia dikenal sebagai murid yang ditakuti di kampus ini.

Aza mencoba mencari tahu lebih lanjut mengenai sosok Ella. Namun informasi yang didapatkan oleh Aza mengatakan kalau Ella sudah memutuskan untuk berhenti bersekolah di kampus ini karena dia ingin hidup bebas tanpa adanya aturan dari orang tuanya.

Aza segera menyuruh orang-orangnya untuk mencari keberadaan Ella. Tidak butuh waktu lama, Aza berhasil mendapatkan semua informasi mengenai keberadaan dan latar belakang Ella. Aza mengetahui kalau ayah Ella suka bersikap kasar padanya, makanya di kampus dia sering melampiaskan amarahnya dengan cara membully anak-anak yang lemah dan tidak berdaya.

Setelah mendapatkan nomor ponsel Ella, Aza segera mengajak Ella untuk bertemu. Akhirnya mereka berdua bertemu di sebuah tempat yang terbilang sepi dan jauh dari keramaian. Tanpa bertele-tele dan berbicara berputar-putar, Aza langsung saja menceritakan tujuannya memanggil Ella.

Aza menginginkan Ella menjadi bawahannya untuk menyingkirkan dan membuat Bianca menderita tanpa menimbulkan kecurigaan orang lain. Sebagai imbalannya, Aza akan membayar Ella dengan harga yang sangat mahal jika Ella bersedia melakukannya.

Ella yang saat ini sedang sangat membutuhkan uang menerima tawaran dari Aza dengan senang hati. Namun Aza mengajukan satu syarat lagi kepada Ella, jika suatu hari nanti Ella ketahuan atau terjepit dan tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak boleh menyebutkan nama Aza sama sekali. Dan jika di kemudian hari mereka bertemu di jalan, mereka harus bersikap seolah-olah tidak saling mengenal satu sama lain.

Dan jika Ella melanggar perjanjian itu, dia harus siap menerima segala akibat yang akan menimpa dirinya.

(Kilas Balik Berakhir)

Dinda yang mendengar pengakuan dari Ella tadi langsung menghampiri Ella dan menamparnya dengan keras.

Barra yang melihat kejadian itu langsung berkomentar, "Aduh, pasti sakit banget tuh tamparannya," sambil memasang wajah seolah-olah sedang mengejek.

Leo pun dengan spontan ikut berkomentar, "Iya, sakit banget tuh. Gue pernah merasakannnya soalnya," katanya sambil memegangi pipinya yang dulu pernah ditampar oleh Dinda.

Mereka berdua tertawa kecil melihat kelakuan satu sama lain.

Bianca merasa senang melihat Barra dan Leo yang mulai akur kembali. Di dalam hati Bianca berharap agar mereka berdua bisa menjadi sahabat yang baik seperti dulu lagi.

Dinda menyuruh Ella untuk bersujud dan meminta maaf kepada Bianca di hadapan semua orang. Ella pun menghampiri Bianca dan berlutut di hadapannya lalu berkata, "Maafkan gue, Bi."

Bianca yang tadinya berdiri ikut berlutut juga di hadapan Ella.

"Gue udah memaafkan Lo. Terima kasih ya kamu sudah mau datang dan mengakui semua perbuatan Lo. Gue yakin hal ini juga tidak mudah buat Lo, kan?" ucap Bianca kepada Ella sambil membantu Ella agar berdiri kembali.

Ella merasa sangat kaget karena ternyata Bianca tidak marah atau memukulnya. Bianca malah mengucapkan terima kasih padanya. Di dalam hati Ella berkata, "Ternyata selama ini gue jahat kepada orang yang salah. Bianca memiliki hati yang begitu baik. Gue benar-benar menyesal telah berbuat jahat padanya."

Ella tiba-tiba saja memeluk Bianca dan menangis tersedu-sedu. Dia berjanji tidak akan pernah mengganggu atau berbuat jahat pada Bianca lagi. Bianca tersenyum dan membalas pelukan hangat dari Ella.

Melihat Bianca dan Ella berpelukan, semua orang yang ada di sana bertepuk tangan. Mereka semua kagum dengan kebaikan hati Bianca yang begitu besar sehingga mau memaafkan perbuatan jahat Ella.

Orang-orang yang sempat meragukan ketulusan Bianca tadi juga meminta maaf kepada Bianca secara langsung.

Aza yang tidak senang karena rencananya hancur berantakan segera meninggalkan tempat itu dengan wajah kesal.

Akhirnya permasalahan yang menimpa Bianca selesai sudah. Nama baik Bianca telah pulih kembali dan beasiswanya tidak jadi dicabut.

Semua orang mulai meninggalkan lapangan itu. Bianca, Barra, Dinda, dan Leo pergi mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol dan bersantai sejenak melepas lelah.

Namun ternyata Aza belum sepenuhnya meninggalkan lingkungan kampus. Dia masih menunggu di area parkir dengan wajah penuh amarah, menunggu Ella keluar dari sana.

(Apakah yang akan dilakukan oleh Aza selanjutnya?)

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!