NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecupan Singkat

Tangan besar dan kokohnya menarik pelan kepalaku, mata pria itu masih terpejam sempurna. Wajahku semakin mendekat, aku memejamkan mata. Kenapa aku hanya terdiam saja?, seharusnya aku berontak dengan adegan seperti ini. Ini aku malah terdiam dan seperti menunhgu adegan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kecupan hangat menarat sempurna dikeningku.

“Ra, akhirnya kita menikahkan.” Ucap pria itu, dengan suara serak. Mataku melotot menatapnya. Bibirnya masih menempel dikeningku.

“ARGH…….”Aku mendorong kepalanya kuat, refleks begitu saja. Pria itu terbangun dengan wajah kebingungan.

“Ngapain kamu?” Ucapnya sambil menghenyakan badan untuk segera bangkit.

“Bapak yang ngapain, apakah bapak sedang mimpi basah. Sampai kecup-kecup keningku?”

“Ngaco.” Ucapnya sambil memalingkan wajahnya dariku.

“Lagian kenapa bapak tidur disini si?”

Pria itu meliriku tajam, tubuhnya masih bersandar nyaman pada sofa yang empuk. Dia menghela nafas gusar, sebagian rambutnya acak-acakan.

“Terserah saya, ini rumah saya. Berisik banget pagi-pagi gini.” Ucapnya sambil berlalu pergi, aku masih terpaku ditempat, melirik jam di dinding sudah pukul lima pagi. Aku harus segera melaksanakan shalat subuh.

Langkahku terhenti, memegangi dahiku bekas kecupan pria itu. Hangat bibirnya masih terasa. Stop ra, lupakan kecupan hangat itu. Ingat, pria itu telah menghancurkan hidupmu.

Aku melaksankan solat, setelah itu membereskan tempat tidur, dan ingat kalau mbak Asih mqsih belum kembali. Jadi pagi ini aku harus memasak.

Aku keluar kamar, tepat disebrang kamarku yang dibatasi oleh ruang televisi dan rak-rak buku, kamar pak Satya tertutup rapat, mungkin pemiliknya kembali tertidur, setelah mimpi indahnya terusik olehku.

Aku melirik sekitar, berjalan tanpa menoleh keraha depan.

“Brugh….” Kepalaku menabrak keras, sangat keras sampai tubuhku terdorong begitu saja kedepan. Tapi, sebelum tubuhku terjatuh kebawah. Lehang kokohnya menahan tubuhku.

Hening… sorot matanya tertuju kearahku, mata elangnya yang tajam dengan netra kecoklatan.

Pluk, seteteh air dari rambutnya yang basah mengenai pipiku. Dan… terpampang jelas didepan mataku roti sobek yang terbentuk sempurna, badannya sungguh atletis.

“Aaakk…kenapa bapak menabrakku.”

Bruk.. tubuhku terjaguh kebawah. “Aww” aku menyentuh bokongku yang terasa sakit.

“Siapa yang jalan tidak pakai mata?” Ucapnya sambil berlalu begitu saja. Aku masih meringis sambil mengusap-ngisap pingganku. Remaja jompo sepertiku, terjatuh dikit saja rasanya tulang-tulang pada ngilu.

“Saya lapar, tolong masakin!” Belum sempat aku berdiri, suara itu kembali muncul. Aku menoleh padanya, kini ia sudah memakai pakaian santai. Kaos polo putih dan celana jeans dengan panjang sampai lutut. Kemudian pria itu duduk santai diatas sofa sambil menonton siaran berita di televisi. Berita banjir, akupun sampai tidak bisa berangkat untuk kerja hari ini, banyak jalanan yang sudah terendam banjir. Sehingga pihak sekolah memberi keringanan untuk para siswa belajar secara online.

Aku mulai berjalan, rasa mual diperutku sudah hilang. Resep obat dari dokter cukup manjur, benar kemarin penyakit magh aku sedang kumat.

Aku mematut didepan kulkas, mencari bahan masakan yang cocok untuk dimasak pagi ini. Hujan-hujan begini biasanya sangat cocok untuk sarapan dengan menu berkuah. Akhirnya aku mengambil daging sapi yang masih ada lemak-lemaknya sedikit, ditambah wortel dan kentang.

Aroma sup menguar keudara membuat perut makin keroncongan. Tidak lupa aku tambhkan potongan seledri dan goreng bawang, aromanya sangat wangi, jadi tidak sabar untuk menyantap sarapan kali ini. Aku menyimpan centong, kemudian mematikan kompor, bermaksud untuk mengambil mangkuk besar.

“Haikkk.” Pak Arsyad tepat debelakangku. Kenapa pria ini selalu membuatku terkejut.

“Astagfirullah… “ ucapku pelan.Mengusap dada sambil berlalu untuk mengambil mangkok besar.

Aku duduk di kursi meja makan berjauhan dengan posisi pak Arsyad yang sedang menyantap sup daging sapi, pria itu begitu lahap, aku kira dia akan sulit dengan masakan orang lain, ternyata dugaanku meleset lagi. Pria yang ku anggap arogan ini sangat berbeda.

Setelah beberes dan mencuci piring aku duduk disofa sambil menonton berita ditelevisi. Berita sedang menampilkan daerah-daerah yang terkena banjir parah. Aku bersandar sambil mengeratkan kardigan yang membalut tubuhku. Jadi ingat ibu dan ayah, gimana disana apakah baik-baik saja.

Aku fokus kembali pada laya televisi. “Beberapa lokasi yang audah terendam banjir, informasi berikut bisa dilihat pada layar yang ditampilkan.” Aku menyipitkan mata.

Deg…. Itu daerahku tempat rumah ibu dan ayah sudah terndam banjir dengan kedalaman satu, setengah meter.

Aku meraih ponsel dan mencoba untuk menghubungi ibu atau ayah. Tidak tersambung, apakah aliran listrik disana juga terputus.

Aku makin khawatir, di belakangku pak Arsyad yang sedang menelpon dengan seseorang entah siapa, pria itu bolak-balik sangat sibuk.

“Gimana daerah orangtumu?” Ucap pak Arsyad sambil menghempaskan tubuhnya disofa.

“Disana sudah terendam banjir, ponsel ayah dan ibu tidak tidak bisa dihubungi.” Ucapku sambil menggit kuku, hal yang biasa aku lalkukan ketika sedang panik.

Pak Arsyad bangkit, kemudian berjalan meninggalkanku. Entahlah mungkin dia sedang sibuk dengan berbagai panghilan telpon diponselnya. Heran banget dengan pria itu?, apakah dia hanya basa basi saja bertanya seperti itu. Yang aku harapkan kini adalah solusi untuk menyelamatkan ayah dan ibu.

“Orangtuamu untuk sementara bisa tinggal disini dulu sampai semuanya stabil.” Ucapnya sambil kembali mendudukan tubuhnya disofa.

Aku masih melongo bingung menatapnya. “Nanti ada orang yang akan mengantarkan mereka kesini.” Tambahnya lagi.

“Emh… pak, mau ditempatkan dimana nanti ayah sama ibu. Kamar udah dipakai semua?”. Aku mencoba mengingat kembali, dua ruangan sudah diapakai untuk gudang, satu dipakai mbak Asih, lantai atas masih kosong belum ada perabotan sama sekali.

“Kamu pindah?, gimana nanti tanggapan orangtuamu kalau kita pisah kamar.” Ucapnya dengan pandangan pokus kelayar ponsel.

“Pindah ke kamar bapak?”

“Mbak Asih!”

“Tapi kan, kamar mbak Asih lagi dikunci pak.”

“Lyn, kamu jadi perempuan jangan polos-polos banget. Cepat kemas barang-barangmu, sebelum orangtuamu datang!”

Ada sedikit lega dihatiku, tapi tidak sepenuhnya. Bagaimana malam-malamku nanti tidur satu kamar dengan pria yang sudah menanjabkan trauma.

Aku bangkit dari duduk, berjalan menju kamar untuk mengemas semua pakaianku.

“Satu lagi, jangan panggil saya bapak!, saya risih dengan panggilan itu. Saya belum jadi bapak-bapak”

“Yaudah bang atau mas?”

“Terserah!”

Aku memasuki kamar dengan tangan gemetar, rasa takut kembali menghantuiku.

*

*

Hati-hati yang Zara, awas loh nanti kamu bisa diterkam sama Arsyad yang buas.

Jangan lupa like komen dan vote ya sayang-sayangku. Dukungan dari kalian sungguh sangat berarti untuku, eh jangan lupa kasih bintang juga ya ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

Love u readers💗

1
Aniza
lanjut thooor
roses: siap kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!