WARNING🌶️🌶️‼️
"Kau tahu kelainan ku hanya bereaksi padamu, mana mungkin aku melepasmu Hazel. Seluruh tubuh dan semua yang ada pada dirimu, itu milikku."
"Aku sudah menikah dan aku juga adik tirimu, lepaskan aku. Mike!."
Bermula dari Mike yang harus menikah untuk melindungi menggunakan wajah palsu, hal tak terduga terjadi saat wanita yang dinikahinya Hazel mampu membuat impoten nya hilang, hanya kepada wanita itu seorang..
Tak lama pernikahan dan identitas palsu itu harus berakhir saat Mike harus pergi meninggalkan Hazel tanpa menceraikannya.
Hingga seiring berjalannya waktu, Mike kembali bertemu dengan Hazel dengan status tak terduga. Wanitanya, istri yang belum ia ceraikan, kini telah menjadi adik tiri dari keluarga baru ayahnya. Dan tanpa Hazel ketahui bahwa wajah itulah, merupakan sosok suami yang selama ini ia cari.
Bagaimana kah kelanjutan hubungan keduanya?
.
.
SIMAK KISAH LENGKAPNYA>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Di dalam kamar yang luas nan megah itu, cahaya temaram lampu tidur seolah menjadi saksi sunyi luka diri masing-masing.
Mike memeluk tubuhnya dari belakang.. wajah itu terpejam dalam celak leher jenjangnya.. tak bersuara, sunyi. Mike kali ini tak banyak meminta, tak berontak, seolah ia menerima apapun yang Hazel lakukan asalkan ia bisa memeluk dan melepaskan lara selama ini.
Sementara Hazel yang mendapati itu sama-sama terdiam, hatinya terasa tenang sekaligus berubah menjadi gemuruh yang terasa mengoyak diri.
Tanpa melihat wajahnya, tanpa menghadap, Hazel hanya membiarkan tubuhnya menyatu dalam dekapan. Ia memejamkan matanya juga, membiarkan diri untuk tak terus membohongi diri bahwa ia juga memang membutuhkan kehangatan dari tubuh itu.
Sangat rumit, keduanya tanpa sadar saling menyakiti dikala cintanya yang sama-sama besar juga.
"Kenapa kita ditakdirkan menjadi adik kakak?.." Tiba-tiba Mike yang membuat mata Hazel terbuka perlahan. Suara yang biasanya terdengar tegas dan berat, kini terdengar sedikit gemetar.
Hazel ingin menoleh, tetapi ia tak bisa karena wajah tampan itu tertelungkup pada lehernya.
Kenapa Mike bertanya demikian?
Kenapa Mike tampak berbeda?
Pertanyaan itu sangat banyak sekali luapan makna dan emosi yang tertahan.
Mike terasa berubah, entah apa..
Sosoknya yang keras tak berperasaan itu kini seperti begitu rapuh dan lemah, seolah kehilangan diri yang tenggelam dalam pusaran.
"Jika tidak ditakdirkan menjadi adik kakak, memangnya kau akan melakukan apa?.." Timpal Hazel sengaja, ia kembali memancing yang sangat ingin tahu tentunya.
Saat Mike hendak melanjutkan ucapan, tiba-tiba dalam waktu bersamaan...
Tok tok tok!..
Deg.
Keduanya menoleh ke arah pintu..
Tok tok tok!..
"Hazel.. Sayang? Kau sudah bangun? Biasanya jam segini sudah siap untuk lari pagi. Buka dulu pintunya, mama hendak pergi keluar dan ingin memastikan keadaan mu dulu." Ujar Diana dari luar.
Hazel yang mendapati itu amat terkejut, nampak wajah cantiknya panik bukan main. Ia segera melepaskan diri dari Mike. "Bagaimana ini!??.."
Sementara Mike nampak tenang tak bereaksi apa-apa, masa bodo dengan pihak luar.. ia hanya menatap sosok yang dirindukan itu kepanikan.
"Mike, sembunyi!.." Tunjuk Hazel ke arah kamar mandi dan lemari.
"Tidak mau..."
"Kau!???.."
Tok tok tok!..
"Sayang.. Hazel??."
Hazel semakin dibuat tak karuan, ia meremas kepalanya begitu pening. Rambut indahnya kini acak-acakan.
"Mike, kumohon!..." Pinta Hazel agar pria itu mau bekerjasama. "Aku akan semakin membencimu bahkan tak mau bertemu jika seperti ini!.."
"Sedikit lebih lama.." Pintanya menolak.
"Tidak, yang benar saja! Kita hampir ketahuan!."
Sementara itu di luar...
Adam juga tiba di depan kamar khusus putranya yang memang tak berjauhan dengan kamar Hazel.
"Apa belum bangun ma?." Tanya Adam memastikan.
Diana menggeleng kepala nampak merasa ada yang aneh. "Belum.." Ia lanjut mengetuk pintunya.
Sama halnya dengan Adam.
Tok tok tok!.
"Mike.. Buka dulu pintunya, ada yang ingin daddy sampaikan."
Hening...
Tidak ada respon apapun.. Diketuk kedua kalinya tetap sama.
"Mike??."
Adam yang mendapati itu mengerutkan kening. Putranya ini sangat disiplin selalu bangun lebih awal jika hari kerja, tetapi malah tak ada jawaban. Ada apa sebenarnya? Hazel pun sama.
Adam dan Diana yang dibuat resah dan penuh tanda tanya saling menatap tak paham, yang akhirnya berujung kekhawatiran.
Tok tok tok!
"Hazel?? nak, jawab mama!? Apa kau baik-baik saja?.."
"Mike!?.." Ulang Adam dengan nada sedikit lebih tinggi, ia khawatir juga.
"Haz...
GDUBRAK!!.
Adam dan Diana terhenyak mendapati suara keras dari dalam kamar Hazel.
Semakin panik lah mereka berdua, Diana kembali mengetuk-ngetuk pintu itu lebih kencang, Adam sendiri segera menghampiri istrinya untuk memastikan Hazel.
Takutnya ada maling, walaupun rasanya tidak mungkin. Anak buah mereka saja tak berkabar apalagi ricuh, lalu itu suara apa?.
"Hazel!!?.."
Tok tok tok!
"Jawab mama!.."
"Hazel??." Ujar Adam.
Adam yang hendak mengambil kunci cadangan seketika langkahnya terhenti saat melihat sang putra datang dari luar.
"Mike???..." Sergahnya penuh tanda tanya besar dengan tatapan selidik.
Putranya nampak tenang seolah tak terjadi apa-apa, Mike muncul dengan tubuh yang basah kuyup seolah habis berenang.
Ditatapnya putranya itu dari atas sampai bawah..
"Ah, ya? Apa ada sesuatu dad?.." Balas Mike mulai menaiki anak tangga.
Adam menatap tak paham putranya. Mike memang memiliki hobi renang sebelum fajar, tapi bagaimana ia ke kolam renang sedangkan pintu kamarnya terkunci? Lompat dari jendela yang cukup curam itu?.
Belum sempat Adam melanjutkan ucapan, pintu kamar Hazel pun terbuka. Tentunya mama Diana yang khawatir menoleh menunggu Hazel keluar untuk memastikan, semua mata kini tertuju pada kamar itu...
Hazel pun muncul sambil menguap dengan rambut acak-acakan. Hazel menggeliat layaknya baru terbangun dari tidur panjangnya yang nyenyak. "Kenapa? Ada apa ma??.."
"Kau baik-baik saja!?." Sewot Diana memeriksa tubuh putrinya itu, dan melihat-lihat ke arah kamar.
Hazel segera mengangguk. "Tentu, aku baru bangun tidur.." Bohongnya terpaksa.
"Lalu tadi suara apa itu? Keras sekali??."
Sudut mata Hazel melirik ke arah Mike yang juga menatap ke arahnya. Hanya diam dengan wajah datar.. Seolah saling melemparkan argumen melalui tatapan.
Tadi keduanya sempat debat tak ada yang mau kalah, untungnya Mike patuh setelah Hazel mengabulkan sesuatu yang cukup gila di situasi hectic.
Dan wajah tanpa dosa itu, Hazel dapat melihat senyum tipis yang tersungging terukir pada wajah tampannya yang nampak menyukai ketegangan ini.
Ia puas.. walaupun memilih terjun bebas lompat ke kolam renang dari lantai dua.
"Cih.."
"Hazel??." Ulang mama Diana.
"Ah itu... Tadi aku terjatuh karena kliyengan masih ngantuk, ma. Bukan apa-apa."
"Saking kliyengannya sampai kancing baju tidurmu terpasang jinjit??."
"I-iya ma.."
❤️❤️❤️❤️❤️
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
kancingnya jinjit kalo aku bilangnya sele genje 🤣l
mike sih pake acara nyamar segal sebagai leonard...
awas jangan sampai kepergok daddy adam ya kalian berdua🤣🤭tapi sah-sah aja sih mereka berdoa pasutri....
Menyesalkan dulu meninggalkan hazel gak ada kabarnya mike, dapat kejutan mike hazel jadi adiknya tirinya🤣🤭
mending jujur dari sekarang ngaku adalah Leonard, kasian hazel kamu bohongnya...
pastinya hazel benci sama leonard, pria berengsek dan tidak bertanggungjawab pergi tanpa pamit..
deketin hazel mike buat jatuh cinta🤭
Mike cepet jeladakan siapa kamu , makssa nih