NovelToon NovelToon
Nona Muda Ini Begitu Dingin Dan Nakal!

Nona Muda Ini Begitu Dingin Dan Nakal!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Angin laut pagi itu berhembus lembut, membawa aroma garam dan bunga kamboja yang tumbuh liar di pinggir pantai Pulau Chenghai.

Namun, pemandangan yang selama ini menjadi pelipur lara bagi Lin Xin Yi tak mampu meredakan gumpalan berat yang menghimpit dadanya.

Di depan rumah kayu sederhana tempat ia tinggal bersama Nenek Lin sejak bayi, berdiri sebuah koper kecil berwarna biru pudar—satu-satunya barang berharga yang menampung seluruh pakaian dan kenangannya selama tujuh belas tahun hidup.

"Nenek, Xin Yi pergi dulu," bisiknya, suaranya serak saat berusaha menahan tangis. Tangannya yang kasar menyentuh foto neneknya di dalam dompetnya.

Ayahnya. Pria yang namanya bahkan jarang disebutkan Nenek selama dia hidup, kini terbaring lemah di ranjang sakitnya di Kota ibu kota yang jauh, megah, dan asing baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Menyadari situasi yang semakin jelas dan berbahaya, Xin Yuning langsung mengambil alih dengan nada serius.

"Yi Yi! Jawab Kakak dengan jujur! Belakangan ini ada orang yang mendekatimu secara khusus atau berbuat sesuatu yang aneh padamu?!" tanyanya cepat, jantungnya berdegup kencang menanti jawaban.

Di seberang telepon, Xin Yi mengerutkan kening mencoba mengingat-ingat. Ia memutar otak mencari sosok yang mungkin bermaksud lain.

"Tidak ada..." jawabnya pelan dan bingung."Semua orang baik-baik saja. Tidak ada yang aneh."

Sikap Xin Yi yang cuek, dan sama sekali tidak peka membuat semua orang di ruangan itu hanya bisa saling tatap putus asa.

Gadis ini benar-benar tidak menyadari bahwa ada seseorang di dekatnya yang memandangnya dengan mata berbeda. Dia terlalu tak perduli sehingga tidak pernah curiga pada niat orang lain.

Melihat adiknya yang tidak mengerti situasi, Rong Yuan segera mengambil alih ponsel itu dan berbicara dengan nada lembut namun penuh selidik.

"Halo, adik kecil ini Kakak Yuan. Dengarkan baik-baik, oke? Coba ingat lagi, apakah kamu pernah menerima sesuatu dari seseorang? Entah itu hadiah, benda, atau barang yang tidak kamu beli sendiri?"

Xin Yi tidak terkejut mendengar suara temannya; ia tahu kakaknya pasti sedang berkumpul dengan teman-temannya.

"Tidak... tidak ada..." jawabnya ragu-ragu.Tapi saat ia hendak menutup pembicaraan, tiba-tiba ia teringat sesuatu.

"Ah... tunggu... sebenarnya... ada."

Suara itu membuat keempat pria di ruangan itu serentak menahan napas.

"Siapa?! Siapa yang memberinya?!" teriak mereka serentak. kecuali Quan Yubin.

"Ah, tapi itu bukan hal penting...." suara Xin Yi terdengar ragu-ragu di ujung telepon.Jantung Xin Yuning dan ketiga temannya seketika berhenti berdetak.

Mereka menahan napas menanti kelanjutan kalimat itu, siap untuk marah besar pada siapa pun yang berani mengirim surat cinta pada adik mereka.

"Dulu saat masih di sekolah, saya pernah memberikan sapu tangan saya kepada seorang murid laki-laki dari kelas lain," ucap Xin Yi santai.

"Saya ingat namanya. Dia terlihat sedang kotor karena jatuh saat itu, jadi saya memberikannya saja."

"......"

Suasana di ruangan VIP kembali hening total, namun kali ini bukan karena tegang atau cemas.

Mereka berempat saling memandang satu sama lain dengan tatapan kosong dan kaku.

Sapu tangan... Murid kelas lain...

Itu berarti... itu hanyalah kenangan masa lalu yang sangat biasa dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan surat misterius di tangan mereka sekarang?!

Xin Yuning menggelengkan kepalanya tak percaya, lalu mendengkus kesal.

Zhao Yun dan Rong Yuan hanya bisa saling tatap sambil menahan tawa melihat ekspresi tegang mereka yang tadi seakan mau berperang, kini pupus begitu saja karena jawaban yang sama sekali di luar dugaan.

Dan di sudut ruangan, Quan Yubin yang sejak tadi diam hanya menyesap minumannya dengan wajah yang masih sulit dibaca.

Di dalam hatinya, ia justru merasa sedikit lega... namun juga semakin yakin bahwa gadis itu benar-benar belum memiliki seseorang yang dia suka.

Melihat pembicaraan mulai menemui jalan buntu dan tidak menemukan titik terang mengenai siapa pengirim surat itu, Xin Yi pun mengubah topik pembicaraan.

"Kakak..." suaranya terdengar lembut."Apa yang sedang kalian lakukan sekarang?"

Xin Yuning tersentak kaget.tanpa sadar Ia buru-buru merapikan duduknya, berusaha menjaga citra sebagai kakak yang baik dan bijaksana di mata adiknya. Padahal jelas adiknya tak akan bisa melihatnya.

"Ah, kami? Kami sedang..." ia melirik sekeliling ruangan yang remang-remang lalu dengan tenang ia berbohong, "...kami sedang makan malam di restoran yang sangat bagus dan tenang. Cuma makan biasa saja."

Ia berusaha keras meyakinkan gadis itu agar tidak curiga. Untung anak itu menelpon, bukan melakukan panggilan video.

Namun, nasib berkata lain.

Tepat saat kalimat itu baru saja lepas dari mulutnya, seorang pelayan wanita berjalan mendekat dengan senyum ramah.

"Maaf Tuan, apakah Tuan-tuan ingin menambah pesanan? Kami memiliki berbagai pilihan minuman keras dan cocktail spesial malam ini?" tawarnya dengan suara lantang yang jelas terdengar.

"......"

Dunia seakan berhenti berputar.

Wajah Xin Yuning memucat seketika. Zhao Yun dan Rong Yuan langsung menunduk menahan tawa sambil menggigil.

Dan di ujung telepon... keheningan mencekam tercipta.

"Jadi kamu makan dan... minum cocktail?!"Suara Xin Yi nadanya berubah dingin dan tajam menusuk telinga.

"Kakak... Ibu pasti senang mendengar ini!"

TUT! TUT! TUT!

Panggilan terputus dengan kasar.

"......"

Xin Yuning hanya bisa menatap layar ponselnya dengan mulut ternganga dan wajah pucat pasi.

"Selesai sudah..." gumamnya pelan.

"Sial lucu sekali.."kakak ibu pasti akan senang mendengar ini ~"tiru Zhao Yun dengan ekspresi wajah serius.Quan Yubin dan Rong Yuan tidak bisa menahan tawa mereka lagi.Mereka tertawa terbahak-bahak.

"......."Aku tidak ingin berteman dengan mereka lagi!.Xin Yuning bergegas menahan Zhao Yun."apa yang kamu bilang coba ulangi lagi!!"

Suasana didalam ruangan Segera berubah ramai dengan seruan kesal Xin Yuning dan tawa teman-temannya.

Pagi harinya, Xin Yi bangun dengan semangat seperti biasa.Hari ini ia berniat untuk pergi jalan-jalan sendirian menikmati waktu luangnya.

Setelah mandi segar dan merapikan diri, ia mengambil tas kecilnya lalu berjalan keluar rumah.

Dengan diantar oleh supir pribadi keluarga, ia tiba di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Suasana ramai namun nyaman.

Sesampainya di sana, Xin Yi langsung berjalan menyusuri lorong-lorong toko. Matanya tertuju pada sebuah butik pakaian pria yang tampak sangat elegan dan mewah.

Tanpa ragu ia masuk ke dalam.

Ayah dan Kakak pasti butuh baju baru,pikirnya.

Namun saat melihat model-model kemeja dan jas yang tertata rapi, ia teringat pada teman-teman kakaknya yang selama ini selalu baik padanya.

Benar juga... sebaiknya saya belikan untuk Kak Rong dan Kak Zhao juga sebagai tanda terima kasih.

Gadis itu pun sibuk memilihkan bahan dan warna yang ia anggap paling cocok untuk masing-masing orang. Ia memilih dengan teliti, layaknya sedang memilih hasil tangkapan ikan di laut—harus yang terbaik.

Setelah selesai memilih dan membayar, barang-barang itu langsung dikirimkan ke alamat rumahnya. Xin Yi berjalan keluar dari toko dengan perasaan puas, sambil mengunyah es krim vanila yang baru dibelinya.

Saat berjalan santai, ia melihat kerumunan orang di aula utama gedung.

Ternyata sedang diadakan pameran otomotif besar-besaran! Berbagai jenis mobil sport dan kendaraan mewah dipajang dengan sangat menarik.

Rasa penasaran gadis itu langsung muncul.

Wah... mobil-mobil itu terlihat sangat kuat dan keren.

Tanpa berpikir panjang, ia pun berjalan mendekat untuk melihat-lihat lebih dekat, matanya yang bulat bersinar penuh rasa ingin tahu melihat mesin-mesin dan desain bodi mobil yang gagah itu.

Xin Yi berdiri terpaku di depan sebuah unit sepeda motor besar yang dipajang dengan gagah.

Mata bulatnya bersinar penuh kekaguman.

Banyak orang mungkin mengira gadis yang terlihat lembut dan anggun seperti dirinya tidak akan paham soal mesin atau kendaraan berat. Namun kenyataannya, Xin Yi sangat paham dan bahkan sangat ahli.

Sejak kecil di desa, ia sudah terbiasa mengendarai motor.

Bahkan, ia sering menggantikan Paman Li atau tetangga lainnya untuk mengemudikan truk kecil atau mobil pengangkut hasil bumi saat mereka sedang sibuk atau kelelahan.

Mengemudi di jalanan desa yang berlubang dan terjal pun sudah biasa ia lakukan, apalagi hanya mengendarai sepeda motor.

Ia menyukai sensasi kebebasan dan kekuatan yang diberikan oleh kendaraan bermotor itu.

"Tapi..." batinnya sedikit ragu sambil menyentuh dagunya."Dulu kan aku masih di bawah umur, jadi hanya mengendarainya diam-diam. Tapi sekarang kan sudah berbeda..."

Xin Yi tersenyum kecil penuh percaya diri.

Beberapa waktu lalu, saat ia sedang mencari kesibukan dan merasa percaya diri dengan kemampuannya, ia diam-diam mengurus semua persyaratan dan mengikuti ujian sendiri.

Dan hasilnya... ia kini resmi memegang Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya sendiri!

Jadi secara hukum, ia sudah sah dan legal untuk mengemudi.

"Kalau begitu... membeli motor untuk diri sendiri seharusnya tidak apa-apa kan?"gumamnya penuh harap.

"Ayah dan Ibu mungkin akan kaget, tapi kan aku sudah dewasa dan punya SIM resmi.Lagipula, aku tahu cara merawat mesin lebih baik daripada siapa pun."

Niat hati ingin memiliki tunggangan sendiri semakin kuat. Ia membayangkan dirinya mengendarai motor itu menyusuri jalanan kota dengan angin berhembus di wajahnya.

pasti akan sangat menyenangkan!

Mendengar suara mesin motor yang menderu kencang namun halus, Xin Yi tersenyum puas. Ia pun melangkah ringan dengan mata yang bersinar penuh antusiasme, langsung masuk ke area dealer pameran tersebut.

Gadis itu tidak lagi melihat sekadar benda mati. Ia melihat potensi, kekuatan, dan kebebasan yang terbentang di depannya.

Dengan pengetahuannya yang luas dan keberanian yang tak tertandingi, ia mulai bertanya pada petugas dan bahkan mencoba memegang setang kendali dengan sangat percaya diri.

Sementara itu, beberapa jam kemudian di kediaman keluarga Xin...

Huo Feilin sedang duduk santai membaca majalah di ruang tamu yang tenang. Tiba-tiba ia mendengar suara kendaraan memasuki halaman.

Biasanya hanya mobil mewah keluarga mereka atau mobil tamu yang datang. Namun kali ini, terdengar jelas suara berbeda...

BRUMMM...

Suara deru mesin motor yang cukup besar dan gagah terdengar memasuki gerbang rumah, lalu berhenti tepat di depan teras utama.

"......"

Huo Feilin menghentikan gerakan tangannya. Ia menoleh ke arah jendela dengan alis terangkat bingung.

Tunggu... motor? Siapa yang naik motor ke sini?

Apakah ada kurir? Atau mungkin tamu?Kenapa berani memarkir kendaraan tepat di depan rumah utama begini?

Wanita itu pun berdiri dan berjalan mendekati jendela untuk melihat siapa yang datang dengan gaya begitu cepat.

Xin Yi baru saja melepaskan helm full-face yang dikenakannya, memperlihatkan wajah yang segar bugar namun matanya bersinar penuh antusiasme.

Di hadapan Huo Feilin yang berdiri terpaku di teras, terlihat sebuah motor sport berdesain gelap yang sangat gagah dan berkelas, diparkir rapi di halaman rumah mewah itu.

Dan di atas tunggangan besi itu... duduk seorang gadis yang tampak sangat berbeda dari biasanya. Sosok yang duduk di kendaraan itu tak lain adalah putrinya sendiri.

Xin Yi mengenakan setelan jaket kulit dan perlengkapan berkendara yang lengkap dan pas di tubuhnya, membuatnya terlihat keren, tangguh, dan memancarkan aura kebebasan yang luar biasa.

"......"

Napas Huo Feilin seakan tertahan di tenggorokan.

Ia menatap putrinya, lalu menatap motor besar itu, lalu kembali menatap Xin Yi dengan mata yang membelalak lebar tak percaya.

"Yi... Yi Yi?" panggilnya pelan, suaranya terdengar bergetar."Kau... kau baru saja mengendarai benda raksasa itu sendirian dari kota? Dan kau... membelinya?"

Wanita itu benar-benar terkejut. Ia tahu putrinya itu unik dan punya banyak keahlian yang tak terduga, tapi tidak menyangka akan sampai ke tahap ini!

Xin Yi tersenyum kecil, lalu melompat turun dari motor dengan gerakan lincah.

"Selamat siang, Bu. Bagus bukan? Namanya Night Shadow. Sangat cocok dengan ku kan?"ucapnya dengan nada bangga namun tetap tenang.

"Jangan khawatir, Ibu. Aku sudah punya SIM resmi dan saya sangat ahli mengendarainya. Lihat, sampai rumah dengan selamat bukan?"

"......"Huo Feilin hanya bisa memijat pelipisnya yang mulai terasa pusing.

Anak ini... benar-benar selalu punya kejutan yang membuat jantung orang tua mau copot.

 

1
Yang Xiu
Tinggalkan jejak🙏
Asrid 😊
yes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!