NovelToon NovelToon
Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Duda
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Jadi Wanita Berkelas

AYU pov

Aku kembali melihat black card yang ada di tanganku ini. Sungguh aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi di hidupku, baru 2bulan kemarin aku di kasih jatah uang harian dengan mas bayu sebesar 15rb, namun sekarang aku bisa mendapatkan semua yang aku mau di dunia ini dengan kartu ini.

Apakah ini jawaban dari doaku dulu, doa seorang wanita yang teraniaya, doa yang langsung di kabulkan dengan cara yang tidak terduga duga, bahkan aku malah akan jadi seorang istri seorang milyader.. Sungguh itu di luar dugaanku.. Aku akan menjadi istri tuan Alvin sebastian stelle...

**

"Hallo beb.. "

"Iya beb.. " Aku menjawab telfon dari ellen..

"Pulanglah.. Om ku sudah pulang.. "

"Maaf, aku sekarang sudah bekerja.. "

"Hah!!! Dimana?? "

"Maaf aku tidak bisa memberi tahumu soal hal ini.. "

"Jangan bilang kamu juga jadi simpanan om om! " Kata ellen sambil agak berteriak...

"No.. Jangan samakan aku denganmu, aku bekerja dengan cara yang bagus. "

"Lalu kamu bekerja dimana?? Bilang padaku,sekarang aku akan menjemputmu. "

"Maaf, aku sudah tidak bisa kembali ke tempatmu, aku tidak di perbolehkan pergi dari sini.. "

Dia terdiam.. Akupun terdiam..

"Jangan bilang kamu sedang di sekap oleh penjahat. "

"No beb.. I am fine baby.. Aku baik baik saja, malah baik sekali. "

"No.. Aku ingin bicara denganmu dulu empat mata, jika tidak aku akan memutuskan pertemanan kita!! "

"Beb... "

Tut... Ellen memutuskan sambungan telfon ku..

Ya Tuhan bagaimana caranya aku harus memberi tahunya jika aku di larang oleh tuan Alvin, padahal aku juga tidak ingin membuat Ellen khawatir dengan keadaanku..

ALVIN POV..

"Bagaimana apa ayu menerimanya?? " Tanya bram padaku..

Aku sekarang sedang duduk termenung di depan komputer ku sambil memikirkan kelanjutan rencanaku...

"Em.. Dia setuju, dia pasti setuju karena dia butuh uang.. "

"Oya.. Tolong urus surat perceraiannya.. Aku minta 2minggu sebelum acara pertunangan surat itu sudah selesai... "Lanjutku..

"Tapi aku tidak tahu alamat suaminya dulu, aku cuma tahu alamat ayahnya.. "

"Besok akan aku pertemukan kamu dengan ayu, tanya semua yang perlu di pertanyakan. "

"Em baiklah... Oya apa kamu masih mengurungnya di rumahmu..? "

"Em..dia tidak boleh pergi tanpa seijinku..Dia juga sudah aku beri kartu kredit, aku suruh dia membeli apapun yang dia mau, agar dia pantas untuk menjadi calon istriku.. "

"Oya jangan lupa, setahun lagi akan aku jadikan dia istriku yang sesungguhnya... Jangan sentuh dia ok! "

"Jangan khawatir, aku tidak akan menyentuhnya.. Hahaha.."

Drett.... Drett... Dertt... Handfonku bergetar...

"Hallo... "

"Hallo tuan.. "

"Em... Ada apa? "

"Aku mau pergi sebentar bertemu temanku boleh?? Saat aku pertama kali ke rumah tuan, aku belum berpamitan denganya... Dia khawatir dengan keselamatan saya.. Aku berjanji tidak akan membuka informasi apapun tentang tuan, aku cuma ingin berpamitan denganya.. "

"Aku sudah bilang jangan keluar dengan alasan apapun! " Benatkkku..

"Cuma sekali ini saja tuan, aku cuma ingin berpamitan dengan temanku.. "

"Kamu akan bertemu dimana, akan aku suruh bram mengawasimu.. "

"Entah, namun bisakah saya pergi sendiri tanpa teman tuan, aku sedikit tidak suka dengan tatapan mata teman tuan.."

Aku tersenyum geli mendengar perkataan ayu, memang bram mata keranjang..

"Dengan bram, atau tidak usah.. !!!"

Dia terdiam...

"Bagaimana? "

"Baiklah tuan.. "

"Oya satu lagi, mulai saat ini, berpakaian lah seperti nyonya besar, sebelum bertemu dengan temanmu, belilah pakaian yang indah, beriaslah seperti kamu sudah akan menikah denganku, sandiwara kita di mulai saat kamu keluar dari pintu gerbang rumahku.. "

"Secepat itukah?? "

"Emm.... Belilah apapun yang kamu butuhkan, bram akan mengantarmu, dia akan menjadi supir pribadimu untuk sementara waktu. "

"Aku??? " Kata bram sambil melotot ke arahku..

Aku mengangguk sambil tersenyum puas..

"Baik tuan.. " Katanya sambil menutup telfon dariku..

"Bram.. "

"Iya iya aku tahu, aku mau kau jadikan supir ayu kan..? "

"Keberatan?? "

"No... Dengan senang hati, akan aku ajak calon istriku menjadi wanita paling cantik, dan juga jangan sampai kamu nanti terkejut melihat perubahan dia setelah aku jadikan dia princesss... Seleraku cukup bagus jika harus membuat seorang wanita mejadi wanita berkelas.. "

"Cih... Dia calon istriku bodoh,.. "

"Calon istri bohonganmu, tapi akan aku jadikan istri sungguhan ku, jika kontrak mu sudah habis denganya.. "

"Ok.. Ok... Cepatlah jemput dia, jadikan dia menjadi wanita paling berkelas yang pantas untuk menjadi calon istriku, Oya.. Nanti kalau dia bertemu dengan temanya, perhatikan semuanya.. Aku tidak mau semua rencanaku gagal hanya karena kecerobohan dari perkataan dia.. "

"Siap bos"

Bram pun keluar dari ruangan ku bersiap berangkat menjemput ayu dengan sangat ruang, sungguh laki laki itu memang mata keranjang, namun di dunia ini cuma dia yang paling aku percayai, dan juga teman satu satunya di hidupku...

AYU POV..

"Hallo.. " Aku menelfon elllen..

"Emm... " Jawabnya singkat..

"Iya maaf, mari bertemu, mari kita bicarakan, namun aku mau jika kamu nanti melihatku jangan histeris, jangan terkejut, bersikap biasa,.. "

"Kenapa? "

"Nanti kamu akan tahu sendiri.. "

"Ada apa?? Kenapa kamu membuatku khawatir.? "

"Kamu percaya padaku, apapun yang aku lakukan demi anakku, dan juga aku melakukan hal yang benar.. Percaya padaku.. "

"Beb.. Please.. Ada apa? "

"Akan aku beri tahu jika sudah waktunya, kamu percaya kan padaku?? "

"Kita lihat saja nanti.. " Kata Ellen singkat..

"Beb.. Please.. Believe me.. I'm ok.. "

"Kita lihat saja nanti.. "

"Jika kamu tidak percaya padaku, kamu akan merusak segala rencanaku.. "

"Kita lihat saja nanti!! " Teriak Ellen...

"Ayu!!!! " Teriak Ellen

Dan aku tahu dia sangat khawatir padaku..

"Baiklah mari kita bertemu, aku tidak akan mempertanyakan apapun, aku akan mencoba percaya padamu.. "

"Terima kasih beb.. Nanti aku kirim pesan kita harus bertemu dimana.. "

"Ok.."

Aku menutup telfon dari Ellen..

Aku menyadarkan tubuhku di kursi yang sedang aku duduki saat ini,

"Benarkah yang akan aku lakukan ini? " Gerutuku dalam hati..

Namun jika aku batalkan, semua rencanaku akan berantakan, apalagi ini menyangkut angelica.. Aku harus merebut dia dari tangan mas bayu, toh aku cuma menjadi istrinya selama 1tahun saja.. Ayu kamu bisaa...

Dret... Dret... Dret...

Handfone ku bergetar.. Aku mengakat telfon..

"Hallo... "

"Bukakan pintu gerbangnya.. Aku bram. "

"Em.. Bram?? "

"Teman Alvin, supirmu. "

Aku menahan tawaku ketika dia bilang dia supir ku..

"Iya sebentar.. "

Aku memutuskan sambungan telfon ya..

Akupun berlari ke ruang CCTV di rumah itu..

Aku segera mencari remot pembuka

"BUKA" kataku di depan remot kontrol yang aku bawa sekarang..

Dan dari CCTV aku melihat gerbang terbuka dan Bram terlihat masuk dengan mobil sedang hitam yang cukup mewah juga..

"TUTUP" kataku kembali ke remot kontrol dan gerbang pun tertutup kembali..

Setelah aku pastikan gerbang tertutup sempurna aku berjalan ke ruang tamu, dan terlihat Bram sudah berada di dalam..

"Tuan putri mari aku antar kamu menghabiskan uang dari pangeranmu. " Kata Bram sambil mempersilahkan aku untuk berjalan di sampingnya..

"Sebentar, aku ambil dompetku dulu. " Kataku sembari meninggalkan Bram di ruang tamu..

Aku berjalan ke kamar dan mengambil dompetku..

Sebelum aku keluar aku membenarkan dress hitam yang aku pakai, dan rambut yang aku buat terurai lurus tanpa hiasan apapun, dan juga aku membenarkan riasanku yang agak sedikit tergores..

"Ayo ayu kamu pantas menjadi istri orang kaya.. Kamu cantik. " Ucapku sembari melihat diriku di depan cermin..

Setelah selesai menaggumi diri aku segera keluar dan menemui Bram..

"Ayo." Ajakku..

"Kamu memang sangat cantik ayu." Kata bram sembari melihatku dari atas sampai bawah.

Sebenarnya aku suka apa yang dikatakan Bram padaku, aku hanya tidak suka cara dia memandangaku.. Terlalu kotor..

"Terima kasih.. " Kataku singkat sambil berjalan di depannya.....

"Akan aku buat kamu semakin cantik dan berkelas.. " Kata bram lirih terdengar di telingaku..

Aku mendengar itu cuma pura pura tidak mendengar dan terus berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu utama rumah tuan Alvin..

"Ini aku pilihkan beberapa pakaian yang harus kamu miliki sebagai calon istri tuan alvin, pakaian mewah, berkelas dan yang jelas mahal.. " Kata bram sembari memberikan hampir 15potong dress dan beberapa pakaian..

"Harus aku coba semua?? " Kataku sambil melihat Bram..

"Emm.. Coba semua, dan aku yakin kamu suka karena pilihanku tidak pernah salah.. " Kata Bram sambil tersenyum padaku..

"Baiklah.. "

Akupun segera mencoba pakaian tersebut di temani para penjaga toko yang membawakan bajuku semua itu..

Aku tidak pernah berfikir akan berbelanja baju di butik yang sangat mewah dan mahal ini.. Membayangkan pun aku tidak berani, tapi sekarang aku malah seperti nyonya besar yang membeli baju banyak di temani pengawal..

Hahaha.. Sungguh dunia sangat mudah memutar balikkan keadaan...

Aku mencoba semua pakaiannya dan benar selera Bram sangat bagus hingga tidak ada satupun pakaian yang tidak aku suka..

Akupun juga memakai salah satu dress tersebut.. Dress putih sebatas lutut yang sangat indah, dan setelah aku pakai semakin aku bertambah cantik dan anggun..

Aku segera keluar dari ruang ganti..

Seketika saat aku keluar Bram menatapku tanpa henti, dia terpesona denganku...

"So beautiful girl.. " Ucap bram tanpa dia sadari...

Dan inilah aku yang baru..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!