NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh

Setelah mengobrol banyak sampai lupa waktu sampai pukul 9 malam nenek Sri dan Reina pamit untuk pulang. Rita mengantarkan Reina dan nenek Sri sampai teras depan.

" Reina kalau libur main ke sini nak biar Tante ada temannya,Tante kesepian." Ucap Rita dengan sendu.

" Insyaallah Tante nanti Reina usahakan." Ucap Reina tersenyum lembut.

" Makasih ya nek, hati-hati di jalan. Semoga nenek selalu di beri kesehatan ya sampai kita bisa besanan nanti." Ucap Rita sambil cekikikan.

Bramasta menatap ibunya dengan malas yang lagi-lagi menginginkan cucu,cepat menikah, besanan. Bramasta sampai jengah mendengar ocehan mamanya terus menerus.

Berbeda dengan Reina yang malu dan pipinya bersemu merah dia hanya bisa menunduk karena malu.

" Udah ma nanti kemalaman." Bramasta menyela pembicaraan mamanya agar tidak terus membicarakan yang tidak-tidak.

" Ya udah nek kalau gitu hati-hati ya sampai ketemu di lain waktu." Ucap Rita melepas tangan nenek Reina yang tadinya ia apit.

" Saya pamit Tante, makasih,maaf ngerepotin segala macam makanan di bawa pulang." Ucap Reina menyalami tangan Rita dan Rita langsung cipika cipiki.

" Hati-hati di jalan nak...Tante yang makasih sudah mau datang dan membuat rumah Tante kembali hangat.

" Iya Tante sama-sama... assalamualaikum Tante," Pamit Reina berlalu pergi menuju mobil yang akan mengantarkan dirinya pulang.

Sampai di dekat mobil Reina pun membantu neneknya untuk menaiki mobil. Reina dan Bramasta menunggu di dekat pintu mobil.

Setelah memastikan neneknya aman Reina menutup pintu mobil dan menuju ke depan samping kemudi. Bramasta pun yang tanggap langsung membukakan pintu mobil.

" Makasih kak," Ucap Reina yang Lalu naik ke dalam. Bramasta pun memutari mobilnya dan masuk lagi untuk menyetir mobil.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan mereka pun sampai di rumah jam 9:25 Karena terjebak macet.

Bramasta turun lebih dulu dan di susul Reina yang turun sendiri. Membantu nenek Sri turun setelah itu membawakan oleh-oleh yang tadi di kasih mamanya.

" Makasih Lo nak Bram,kita ke sana nggak bawa apa-apa pulang malah di bawa semua makanannya." Ucap nenek Sri saat sampai di teras rumah. " Mak Bram nggak mau mampir dulu ?" Tanya nenek Sri basa basi.

" Nggak usah nek udah malam, kapan-kapan saja saya main. Kalau gitu saya pamit pulang ya nek,Re..." Ucap Bramasta sesudah menyalami nenek Sri.

" Iya nak hati-hati" Ucap nenek Sri.

" Hati-hati kak jangan ngebut." Ucap Reina mengingatkan dengan tersenyum sambil melihat wajah Bramasta.

Saat Bramasta melihat Reina yang sedang memperhatikannya dia buru-buru menundukkan kepalanya.

Bramasta pergi meninggalkan rumah Reina lalu pulang ke rumah karena matanya yang sudah sangat mengantuk. Untung saja Bramasta masih bisa menahan kantuknya sampai di rumah.

Dia pun langsung masuk ke kamar dan mencuci tangan,wajah dan kaki lalu menuju ke ranjang. Tidak butuh waktu lama terdengar dengkuran halus dari mulut Bramasta.

***

Ke esokan harinya Reina bangun sangat pagi sebelum adzan subuh dia memasak nasi goreng lalu membereskan peralatan dapur.

Reina membersihkan diri lalu masuk ke dalam kamar dan berganti pakaian sekolah bersiap-siap.

Nenek Sri yang kebetulan dari kebun pun meletakkan topinya di tempatnya lalu mengambil air minum di dapur. Ia melihat makanan yang berada di meja makan.

Teringat andai anaknya masih hidup. Tiba-tiba Reina datang dari belakang nenek Sri dan mencium pipi nenek Sri lembut.

" Kamu ya suka banget bikin nenek kaget." Ucap nenek Sri sambil mengusap-usap dadanya.

" Hehe maaf nek." Ucap Reina mengambil tempat duduk di sebelahnya dan mereka pun memulai makan bersama pagi hari mereka karena harus menghadapi ulangan nanti.

Selesai makan saat Reina ingin membereskan piring kotor nenek Sri mencegahnya karena takut kalau seragamnya akan terkena noda

" Kalau begitu aku berangkat ya nek,doain semoga aku bisa mengerjakan soal dengan baik." Ucap Reina meminta doa restu dari neneknya.

" Iya nak itu pasti." Ucap nenek Sri.

" Daaa nek, assalamualaikum." Ucap Reina melambaikan tangan.

Setelah kepergian Reina nenek Sri pun menuju kamar mandi untuk mencuci tangan dengan sabun. Karena tidak hati-hati nenek Sri terpeleset dan kepalanya membentur sisi bak mandi hingga mengeluarkan darah,nenek Sri langsung tidak sadarkan diri.

Reina yang baru sampai di dekat rumah Shasa pun kembali karena teringat ponselnya ketinggalan di kamar.

Begitu sampai di depan rumah pintu rumah Reina masih terbuka,saat masuk ke dalam rumah sepi tidak ada neneknya. Reina merasa penasaran dan mencari neneknya di kamar namun tidak ada,dia menuju ke dapur namun tidak ada juga.

Reina mengambil air minum terlebih dahulu karena sangat haus,saat ingin mengambil air minum tidak sengaja matanya melirik pintu kamar mandi yang agak terbuka, Reina pun menghampirinya secara perlahan.

Dan betapa terkejutnya saat ia membuka pintu kamar mandi dan melihat neneknya yang sudah bersimbah darah.

" Nenek !!!" Teriak Reina menjatuhkan gelasnya lalu menghampiri neneknya.

" Nenek bangun !!" Reina menangis sambil mengguncang tubuh neneknya yang sudah tidak sadarkan diri." Nenek bangun...jangan buat Reina takut nek.Tolong !!! tolooooong !!!" teriak Reina dengan menangis sesenggukan.

Karena tidak akan ada orang yang mendengar Reina pun berlari keluar rumah untuk mencari pertolongan. Sampai di halaman suami bi Sumi lewat akan berangkat menarik angkot. Karena dia seorang supir angkot.

" pak Ujang...pak...tolong...tolooongg pak,tolong nenek Reina pak." Ucap Reina yang masih sesegukan karena menangis.

" Reina,ada apa Re...kenapa nenek kamu ? Ini kenapa ada darah di baju kamu ?" Tanya pak ujang khawatir pak Ujang bingung karena Reina menangis terus.

" Nenek pak...nenek jatuh di kamar mandi pak...ayo pak tolong nenek pak." Ajak Reina yang sedikit bisa mengontrol bicaranya.

" Ayo...ayo" Ucap pak Ujang yang mengikuti Reina berlari lagi masuk ke dalam rumah dan menuju kamar mandi. " astagfirullah nenek...ayo Re kita bawa kerumah sakit sekarang." Ucap pak Ujang yang langsung membopong tubuh nenek Sri keluar rumah.

Reina pun berjalan terlebih dahulu lalu membukakan pintu angkot yang di bawa pak Ujang tadi. Setelah itu pak Ujang pun langsung naik ke kemudi dan tancap gas menuju rumah sakit.

Saat di perjalanan Reina mendapatkan telpon dari Shasa.

' Re kamu di mana kok belum datang ? ' tanya Shasa di seberang telepon.

' ma-maafin aku ya sha aku nggak bisa jemput kamu....nenek jatuh di kamar mandi. Sekarang aku lagi menuju ke rumah sakit...maaf ya sha' ucap Reina yang masih terdengar menangis.

' ya Allah Re,ya udah kamu tenang ya...pasti nenek kamu baik-baik aja kok...kamu harus kuat demi nenek...kalau gitu biar aku ijinkan ke guru kalau kamu nggak bisa ikut ulangan.' ucap Shasa dengan khawatir dan panik.

' Makasih ya Sha,aku tutup dulu telponnya' ucap Reina yang langsung memutuskan panggilan teleponnya.

Reina mengusap wajah neneknya yang terlihat pucat sambil terus menangis. " Nenek harus kuat, Reina nggak mau sendirian" Ucap Reina menangis sesenggukan sambil memangku kepala neneknya.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!