NovelToon NovelToon
Di Balik Senyum Anak Pertama

Di Balik Senyum Anak Pertama

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurhikmatul Jannah

"Menjadi anak pertama berarti harus siap menjadi benteng, harus siap mengalah, dan harus terlihat kuat meski hati rapuh.

Di mata semua orang, Zhira adalah anak yang beruntung. Tapi siapa sangka, di balik senyumnya yang tulus, tersimpan luka mendalam karena perlakuan dingin sang Ibu dan rasa tidak dianggap di rumah sendiri.

Ini adalah kisah perjuangan seorang anak sulung untuk membuktikan dirinya berharga, meski harus berjalan sendirian meniti jalan yang penuh duri."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhikmatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Indah dan Janji Bahagia

POV Zhira

Hari-hari berlalu begitu cepat, detik demi detik seakan berlari menuju hari yang paling dinanti. Persiapan sudah 99% selesai. Undangan sudah tersebar, busana pengantin sudah rapi tersimpan, dan hati ini sudah siap sepenuhnya untuk melabuhkan tiang di pelabuhan cinta yang bernama Arfan.

Pagi itu, suasana di rumah terasa sangat rileks. Tidak ada lagi terburu-buru, tidak ada lagi stres memikirkan detail. Tinggal menunggu waktu saja.

Aku sedang duduk di balkon kamar menikmati secangkir teh hangat, memandangi pemandangan kota dari ketinggian. Tiba-tiba sebuah tangan besar menutup mataku dari belakang.

"Teh... ka... siapa ini?" tebakku sambil tersenyum.

"Siapa lagi kalau bukan calon suami yang paling ganteng sedunia?" jawab Arfan sambil tertawa renyah, lalu melepaskan tangannya dan duduk di sebelahku.

Dia membawa sebuah nampan berisi potongan buah segar.

"Makan buah dulu dong Sayang. Biar makin cantik dan sehat buat hari H nanti," katanya sambil mengambil potongan mangga dan menawarkannya ke mulutku.

Aku membuka mulut menerima suapan itu. Manis, segar, rasanya sama manisnya dengan hidupku saat ini.

"Fan..."

"Hmm?"

"Cuma tinggal beberapa hari lagi kan... rasanya deg-degan banget. Campur aduk rasanya. Seneng, gugup, haru, semuanya jadi satu."

Arfan menaruh piringnya, lalu menatap mataku dalam-dalam. Dia menggenggam kedua tanganku.

"Aku juga, Ra. Aku juga deg-degan. Tapi deg-degannya karena senang. Bayangin aja, sebentar lagi wanita cantik ini resmi jadi milik aku seutuhnya. Bisa bangun bareng tiap pagi, tidur bareng tiap malam, jalan bareng sampai tua."

Dia tersenyum lebar, menampakkan deretan giginya yang rapi dan tampan.

"Ngomong-ngomong Sayang, aku ada rencana nih. Setelah acara resepsi selesai, kita langsung berangkat Honeymoon ya!"

Mataku terbelalak kaget. "Hah? Honeymoon? Kemana Fan?"

"Rahasia!" Arfan mengerjai aku dengan menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri. "Yang pasti tempatnya indah banget, romantis, dan cuma buat kita berdua. Kamu tinggal siapin baju-baju cantik kamu aja ya. Biar suamimu yang atur semuanya."

"Aduh... mahal kan Fan? Kita bisa kok hemat dulu buat tabungan masa depan..." ucapku polos, sifat hemat dan mandiri dari dulu memang masih melekat.

Arfan langsung menggeleng tegas, lalu mencubit pipiku gemas.

"Ah enggak boleh ngomong gitu! Uang bisa dicari lagi, tapi momen pernikahan dan bulan madu pertama itu nggak bakal terulang lagi, Sayang. Kamu kan ratu, kamu berhak jalan-jalan ke tempat indah. Lagian kan ini rezeki suami, rezeki istri juga kan?"

Aku hanya bisa tersenyum lebar dan mengangguk. "Iya deh... terserah suamiku aja. Makasih ya selalu ngertiin aku."

 

Siang harinya, kami berkumpul di ruang tengah bersama kedua orang tua untuk membicarakan susunan acara dan teknis pelaksanaan nanti.

"Jadi untuk akad nikah, Insya Allah dilaksanakan jam 08.00 pagi ya Pak, Bu. Biar tidak terlalu panas dan khidmat," kata Arfan menjelaskan dengan nada sopan dan tegas.

"Siap Nak Arfan. Bapak dan Ibu siap kok kapan aja. Yang penting semuanya lancar dan berkah," jawab Ayah Alvin tersenyum.

Ibu Zainal dan Bu Ratna sibuk mempersiapkan baju-baju keluarga. Mereka terlihat sangat akrab dan kompak sekali, seperti sudah berteman lama saja.

"Nah ini Bu Zainal, baju buat Ibu warna merah maron ini. Biar terlihat elegan dan seger pas di acara nanti," kata Bu Ratna menawarkan baju yang sangat bagus dan mahal.

"Wah nggak perlu Bu Ratna, Ibu punya baju sendiri kok..." tolak Ibu Zainal halus.

"Ah harus pakai ini! Ini hadiah dari Ibu buat calon keluarga. Anggap aja tanda persahabatan kita ya. Ayo pakai, pasti cocok banget!" bujuk Bu Ratna hangat.

Aku dan Arfan saling pandang tersenyum melihat keakraban mereka. Sungguh pemandangan yang sangat menghangatkan hati. Dulu aku sering merasa asing dan terasing di keluargaku sendiri, tapi sekarang aku merasa diterima dan disayang di dua keluarga sekaligus.

 

Malam harinya, saat suasana sudah sepi dan semua orang sudah istirahat, Arfan mengajakku duduk di taman belakang rumah yang diterangi lampu-lampu taman yang remang-remang.

Suasana sangat romantis dan tenang. Hanya ada suara jangkrik dan detak jantung kami yang berirama.

"Ra..."

"Iya, Fan?"

"Janji sama aku satu hal ya..." Arfan menatapku serius.

"Janji apa?"

"Janji kalau nanti kita sudah menikah, sudah punya rumah sendiri, sudah punya anak... kamu nggak akan pernah lupa cara buat senyum kayak gini. Janji kamu bakal selalu jadi Zhira yang ceria, yang manis, yang sabar, yang aku cintai ini selamanya."

Aku mengangguk mantap, mataku tak lepas memandang manik matanya yang hitam pekat dan teduh.

"Aku janji, Fan. Selama ada kamu di samping aku, senyum ini nggak akan pernah hilang. Karena kamu adalah alasan aku bahagia."

Arfan menarikku ke dalam pelukannya. Pelukan yang sangat erat, penuh rasa memiliki, dan penuh janji setia.

"Sampai jumpa di pelaminan, Calon Ibu anak-anakku..." bisiknya lembut di telingaku.

"Iya... Sampai jumpa di sana, Suamiku..."

Malam itu, aku tidur dengan perasaan yang sangat tenang dan berbunga-bunga. Besok adalah hari yang bersejarah. Hari di mana seluruh air mata dan perjuanganku akan berbuah manis menjadi sebuah ikatan suci yang abadi.

POV End

 

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Waduh, makin manis dan makin dekat nih hari H-nya! 🥹❤️💍

Gimana Bestie? Enak kan bahasanya? Lanjut Bab 30 lagi gas! Ini dia momen Akad Nikah yang sakral dan haru banget! 🤵👰✨📖

1
Mona
Bagus banget Thor, kalimat dan alurnya menarik dan membuat tertarik, keren 👍👍👍👍👍
Nurhikmatul Jannah
ya kak terimah kasih ya😍,iya kak nanti tak mampir
haniswity
ceritanya seruuu ,banyak banget plott twist nya suka banget ,walaupun pemula tapi cerita hebat banget 👋
Nurhikmatul Jannah: Terimah kasih sudah mampir
total 1 replies
haniswity
cerita nya bagus bangett,ngene banget banyak juga plot twist ny💪,semngat
Nurhikmatul Jannah: terimah kasih sudah mampir😍
total 1 replies
Nurhikmatul Jannah
bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!