NovelToon NovelToon
Asisten Dadakan

Asisten Dadakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Persahabatan / Romansa
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurniasih Paturahman

"Aku akan membayarmu" Ucap Vaya sahabatnya.

"Kamu bercanda Va" Tanya Maura memastikan.

Sebuah tawaran yang cukup gila, membuat Maura harus menjalani hari - harinya bersama Gilang. Seorang pria tampan yang mempunyai segudang pengagum.

"Kamu cukup menjadi asistennya, dan buat dia jatuh cinta"

"What.!!" Teriak Maura.

Apakah Maura setuju dengan tawaran yang diajukan oleh Vaya?

Apakah Maura sanggup menjalani hari - harinya bersama Gilang?

Lalu hubungan seperti apa yang akan terbentuk antara Maura dengan Gilang?

Yuk mampir, ikuti kisahnya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Foto

Aku tak sengaja menatapnya ,tapi kenapa jantungku berdetak begitu kencang?

Dan diapun pasti tak sengaja juga menatapku, tapi kenapa dia terlihat begitu tenang?

-Maura-

🌿🌿🌿

Dddrrrrtttt..

Handphone Maura bergetar, namun Maura tetap asik dalam tidur dan mimpinya. Ia hanya sedikit menggeliat.. suara handphone tak mampu membangunkan dirinya.

Dua puluh menit kemudian, suara ketukan pintu yang terdengar. Suara wanita memanggil-manggil nama Maura dari balik pintu.

Maurapun terbangun sekarang, membuka matanya perlahan dan duduk kemudian.

"Maura.. Ra.." Panggil wanita itu.

Maurapun tersadar akhirnya. Suara itu milik Bu Rani, pemilik kostan ini. Apa yang membuatnya datang berkunjung ke sini.

Perlahan ia menurunkan kakinya dari tempat tidur. Melangkah menuju panggilan itu.

"Iya bu, sebentar.." Ucap Maura.

Maura membuka kuncinya terlebih dahulu, lalu membuka pintunya kemudian.

"Ada yang mencarimu."

Bu Rani membalikan tubuhnya, ada seseorang yang berdiri di belakangnya. Seorang pria dan itu Gilang.

"Gilang." Teriak Maura.

"Ibu tinggal ya, ingat jangan lama-lama, nanti banyak yang cemburu."

Maura terkejut mendengarnya. Kalimat terakhir yang diucapkan bu Rani membuatnya bertanya.

Bu Ranipun pergi setelah mengatakan itu. Tumben sekali dia mengizinkan seorang pria masuk ke sini. Apa yang sudah dilakukan Gilang padanya.

"Kenapa kamu enggak angkat teleponku?"

"Sorry aku ketiduran."

"Kamu tidak memintaku untuk masuk?" Tanyanya namun kakinya sudah melangkah masuk ke dalam kamar Maura.

"Duduklah dimanapun kamu mau, aku tak ada sofa seperti di apartemen milikmu." Ucap Maura saat melihat Gilang memandang setiap sudut kamar kostan Maura.

Gilangpun melangkah menuju tempat tidur Maura dan duduk di sana. Maura menyusul menuju tempat tidur miliknya dan duduk di samping Gilang akhirnya.

"Bagaimana kamu bisa diizinkan masuk ke sini?"

"Aku hanya memberikan tanda tanganku."

"Hah..." Teriak Maura tak percaya.

"Oh... dia meminta foto bersama juga tadi." Lanjut Gilang.

Maura kembali terkejut dibuatnya. Hanya karena sebuah tanda tangan dan foto membuat Bu Rani menurunkan sedikit aturan ketat yang sudah dibuatnya.

"Ah.. Gilang memang sangat terkenal sepertinya, akunya yang ketinggalan berita." Bisik Maura meratapi ketidaktahuannya.

"Kurasa, kita perlu berfoto bersama juga." Ucap Gilang dan lagi-lagi membuat Maura terkejut.

"Untuk apa?"

"Jaga-jaga kalau kamu nanti kabur."

"Hah.."

Dengan keterkejutan yang masih melekat pada Maura. Tak menurunkan niat Gilang untuk berfoto bersama. Handphonenya sudah sempurna pada posisi untuk siap memfoto.

"Lihat kamera Maura." Pinta Gilang saat dirinya menyadari Maura belum menatap kamera saat itu.

Maura menghela nafasnya, menuruti apa yang diminta Gilang padanya. Pandangannya sudah menatap kamera sekarang. Dirinya dan Gilang sudah ada di layar handphone saat itu.

"Geser dikit Ra, kejauhan duduknya." Protes Gilang lagi.

"Sudah bagus, seperti ini saja."

"Enggak." Jawab Gilang dan akhirnya Gilang yang duduk mendekat ke arah Maura saat itu.

Deg.. Jantung Maura bergetar. Ini terlalu dekat.

"Ayo tersenyum." Pinta Gilang lagi.

dan akhirnya satu foto berhasil dibuat. Gilangpun melihat hasilnya. Maurapun sedikit menoleh ke arah foto yang sedang dilihat Gilang saat itu.

"Enggak bagus, kita ulang lagi."

Dengan wajah Gilang yang tersenyum , dengan wajah Maura yang terkejut mendengar pinta Gilang berfoto lagi.

"Tadi itu sudah bagus Lang." Protes Maura.

"Belum.. Kamu kurang senyumnya."

"Apa.. kurang senyum." Ulang Maura dan Gilang hanya mengangguk.

Gilangpun mengulang kembali, tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Banyak alasan yang sengaja diutarakannya. Dari kurang senyum, kurang dekat, senyumnya kurang natural. Apapun Gilang buat menjadi sebuah alasan.

Sampai akhirnya, saat akan memulai foto kembali. Tangan Gilang yang tak memegang handphone, tak sengaja menyentuh punggung tangan Maura. Gilangpun menggenggamnya. Tangan mereka saling berpaut sekarang. Membuat Maura terkejut lagi dibuatnya.

Maura menatap ke arah Gilang sekarang, Gilangpun sudah menatap Maura terlebih dahulu. Mereka saling memandang dan terdiam. Dengan jarak keduanya terbilang cukup dekat. Memandang satu sama lain. Mengagumi satu sama lain.

Maura menatap tak percaya, melihat wajah Gilang yang begitu dekat. Semua terlihat jelas dari mata, hidung bahkan bibir tak luput dari penglihatannya, sampai akhirnya sebuah kamera mengabadikan momen itu.

Gilang memfotonya, dengan kamera handphone miliknya yang sudah sejak awal siap untuk mengambil foto lagi.

Dengan debaran jantung yang begitu cepet, Maura segera mengalihkan pandangnnya.

Maura tertunduk, berfikir kenapa ini bisa terjadi. Ia tak berani menatapa Gilang.

"Aku akan bersiap." Ucap Maura dan bangkit dari duduknya, meninggalkan Gilang seorang diri sekarang.

Maura melarikan diri dari kenyataan yang baru saja terungkap. Tak banyak ruang untuk bersembunyi di kamar kostanya. Kamar mandi menjadi pilihan terbaiknya.

Kostanya memang tak sebesar apartemen milik Gilang. Hanya ada sebuah ruang dengan mempunyai banyak fungsi. Menjadi kamar tidur, menjadi ruang tamu dan ada satu kamar mandi.

Maura bersandar kemudian pada balik pintu kamar mandi. Ia mengingat kembali kejadian yang baru saja terjadi antara dirinya dan Gilang. Jantungnya masih berdetak sangat kencang. Masih tak percaya dan mengganggap dirinya bodoh saat ini.

"Tenangkan hatimu, Maura." Bisikya berulang kali.

Jantung yang berdebar begitu cepat juga dirasakan Gilang saat itu. Gilang lebih tenang menyikapinya. Dengan wajah yang tersenyum mengingat kejadian yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Maura.

Gilang menggeser foto-foto yang telah terekam di kamera handpnone miliknya. Tak terasa banyak foto yang sudah tersimpan di sana. Namun hanya satu foto yang membuatnya lama menatapnya. Foto antara dirinya menatap Maura dan Maura menatap dirinya

Gilang kembali tersenyum saat mengingat kejadian itu. Keterkejutan Maura dan wajah cantik miliknya, membuat Gilang ingin terus mengingat kejadian itu.

"Aku berhasil mendapatkan fotomu." Ucap Gilang sendiri.

Situasi kamar mandi masih sangat mencekam buat Maura. Walaupun Maura sudah selesai mempersiapkan dirinya untuk pergi dengan Gilang, namun langkah kakinya masih sangat berat. Sejujurnya masih ada rasa canggung yang membuat dirinya menjadi sulit untuk melangkah.

Tok..tok..

Suara ketukan pintu terdengar jelas, menghapus lamunan Maura. Pintu kamar mandi terketuk oleh seseorang, dan itu pasti Gilang.

"Ra.., kamu masih lama?"

"Oh.. sebentar lagi." Teriak maura cepat dan beberapa detik kemudian Maura membuka pintunya.

Gilang sudah berdiri tepat di hadapan Maura sekarang. Pandangan mereka bertemu kembali. Teringat lagi kejadian beberapa menit yang lalu.

.

.

.

.

.

Mereka makin dekat..😍 hemm.. semoga jodoh ya.

Tinggalkan jejaknya dan likenya ya kak.

Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Supaya tambah semangat up nya.

💪😊

Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.

Mau likenya ya kak 😊

Mau ratenya juga ya kak😇

di Vote Alhamdulilah😁

Mampir juga yuk ke novelku yang lain, judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉

Terima kasih yang sudah Vote😘, yang sudah membaca, yang sudah hadir, yang sudah like, yang sudah komen. Terima kasih ya semoga betah di sini😊

1
it's me oca -off
maura ciye ciyee
sitimusthoharoh
penyesalan tu di akhir mb laras kalok didepan namane pendaftara.
lanjut
Dwi Winarni Wina
mampir thor kayaknya menarik n bagus ceritanya...
sitimusthoharoh
y ampun si ma2 dah gk sbar mau punya mantu.
lanjut
it's me oca -off: onel kmn ja
total 1 replies
it's me oca -off
hadir
♀️
akhirnya up juga
▫️
trnyata udh up 4bab🙈,dan inget² lg ceritanya udh lama g baca 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
neni onet
akhirnya up juga setelah sekian purnama,
semangat Thor, ceritanya bagus, penasaran laras maunya apa sekarang . . 💪
neni onet
masih ngilang yaa neeh lanjutannyaa, padahal seru lhooo. ..
Ami
masih lanjutkan ceritanya? ceritanya bagus,sayang kalo cuman setengah jalan
Netti
Rian yang suka sama ķamu itu vaya
N13
auto ngakak
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
Ayu Wandira
mampir like nih kak😊yuk mampir di novelku yang berjudul jatuh cinta pada tuan lee
Ayu Wandira
semangat kak..mampir juga yuk di novelku💕jatuh cinta pada tuan lee
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
cinta terbalas bikin berbunga bunga 💕
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
Maura bener kata Gilang jangan terlalu cepet percaya sama laras
👑Ria_rr🍁
ngakak baca ini, mendadak pe'ak 🤣🤣 astaga² akibat nervous
👑Ria_rr🍁
dari atas sampai ke bawah komentarnya "Aku mampir Thor" 🙈



Tuan rumah ngebucinin Art sendiri
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!