NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 3

Gerhana Sembilan Langit 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Menjadi NPC / Fantasi Timur
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 3)

Setelah menaklukkan Benua Kuno, Han Luo dan Long Tian bertujuan menginjakkan kaki di Cakrawala Suci—pusat dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Di benua super-masif ini, kekuatan Jiwa Baru Lahir hanyalah prajurit biasa, dan para dewa Pemutus Roh menguasai langit. Menjadi buronan faksi raksasa akibat kematian Jian Wuji, Han Luo terpaksa menyembunyikan taringnya.

Dan saat rahasia sebenarnya di balik 'Dao Langit' dan Penjara Benua Kuno mulai terkuak, Han Luo bersiap menyalakan api pemberontakan terbesarnya. Di negeri para dewa, gerhana akan membuktikan bahwa ia mampu menelan matahari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kuda Hitam

Kemenangan satu serangan Hei Mian (Long Tian) di ronde pertama dianggap oleh banyak orang sebagai sebuah kebetulan yang konyol. Mereka berasumsi bahwa Gao Ren terlalu meremehkan lawannya sehingga lupa mengaktifkan perisai Qi secara maksimal.

Namun, asumsi itu hancur berkeping-keping dalam satu jam berikutnya.

Di Arena Tiga, nama "Hei Mian" menjadi sinonim untuk teror tumpul.

Ronde Kedua. Lawan Long Tian adalah seorang kultivator pedang ganda dari Inti Emas Akhir. Kultivator itu melesat dengan kecepatan bayangan, mengitari Long Tian dan mencoba mencari titik buta. Long Tian tidak repot-repot mencari. Dia hanya memutar pilar besinya satu putaran penuh. BLAARR! Angin dari putaran pilar itu menyapu lawannya keluar dari panggung bahkan sebelum pilar besi itu menyentuh tubuhnya. Tulang hidung lawannya patah hanya karena terhantam tekanan angin. Satu serangan.

Ronde Ketiga. Lawan berikutnya adalah seorang kultivator bertubuh raksasa yang menggunakan perisai baja tingkat Bumi. "Kau tidak akan bisa menembus pertahananku, Kuli Panggul!" Long Tian tidak berbicara. Dia melompat, mengangkat pilar besinya tinggi-tinggi dengan satu tangan, dan menghantamkannya ke perisai itu seperti memukul paku. KRAAAK! Perisai tingkat Bumi itu retak, lalu hancur menjadi serpihan. Penggunanya terjerembab dengan kedua tangan patah. Satu serangan.

Ronde Keempat. Lawan Long Tian langsung melompat keluar dari arena sambil menangis begitu peluit dibunyikan, menolak untuk bertarung. Menang tanpa serangan.

Di Tribun VIP, suasana tidak lagi dipenuhi oleh tawa meremehkan. Para Tetua dan bangsawan kini menatap lurus ke arah pemuda sakit-sakitan yang duduk di barisan sponsor.

"Tuan Muda Xie," seorang Tetua Akademi dengan jenggot putih akhirnya tidak tahan lagi untuk tidak bertanya. "Pengawal Anda... seni bela diri aliran apa yang dia pelajari? Tubuh fisiknya memancarkan tekanan yang bahkan membuat murid elit kami gemetar."

Han Luo (Xie Yan) yang sedang bersandar lemah di kursinya, perlahan meletakkan cangkir tehnya. Tangan kanannya bergetar, dan dia terbatuk pelan ke dalam saputangannya.

"Uhuk... Seni bela diri? Tidak, Tetua yang mulia," suara Han Luo terdengar sangat rapuh dan polos. "Hei Mian tidak pernah belajar seni bela diri. Seperti yang saya katakan, dia dulunya adalah penambang di pulau kampung halaman kami."

"Penambang?" Tetua itu mengerutkan kening tak percaya.

"Benar. Dari kecil, tugasnya hanya memecahkan batu karang hitam di dasar laut tanpa bantuan sihir," Han Luo tersenyum lemah. "Ketika klan kami diserang perompak, dia menggunakan beliung tambangnya untuk menyelamatkan saya. Pilar besi yang dia bawa sekarang... dia bilang itu lebih ringan dari beliung lamanya."

Beberapa bangsawan di sekitarnya menelan ludah. Lebih ringan? Pilar besi hitam itu beratnya setidaknya seribu jin!

"Orang-orang dari luar benua memang sering kali memiliki mutasi fisik yang aneh untuk bertahan hidup," gumam salah satu bangsawan, mencoba merasionalisasi kengerian yang baru saja mereka saksikan.

Han Luo menunduk, menyembunyikan seringai iblis di balik saputangannya.

Teruslah merasionalisasi, orang-orang bodoh. Pada saat kalian menyadari bahwa dia adalah naga purba yang sedang menyamar, pilar besinya sudah akan menghancurkan tengkorak kalian.

Sementara itu, di Distrik Tikus - Ruang Belakang Judi Tiga Dadu.

Suasana di markas judi bawah tanah itu lebih mirip seperti rumah duka.

Bandar gemuk yang sebelumnya tertawa lebar menerima taruhan Zhuo Mang, kini sedang dipukuli hingga babak belur oleh bos aslinya.

Bos perjudian itu, seorang pria bermata satu dengan kultivasi Jiwa Baru Lahir Awal, menendang wajah bandar gemuk itu hingga giginya rontok.

"KAU IDIOT!" raung Bos Mata Satu itu. "Kau menerima taruhan lima ratus ribu Kristal Suci dengan rasio 1 banding 100?! Jika bajingan bernama Hei Mian itu masuk 100 Besar hari ini, kita harus membayar LIMA PULUH JUTA KRISTAL SUCI! Seluruh judi ini, asetku, dan organ dalammu tidak akan cukup untuk membayarnya!"

"A-Ampun, Bos!" bandar gemuk itu meratap di lantai, wajahnya berlumuran darah. "H-Hamba tidak tahu! Hamba pikir dia cuma pengawal sponsor biasa! Siapa sangka dia monster fisik!"

"Sekarang dia sudah masuk babak penentuan untuk 100 Besar!" Bos Mata Satu itu mondar-mandir dengan panik. Mengingkari taruhan di bawah tanah adalah bunuh diri; reputasi kasinonya akan hancur dan faksi lain akan mencabik-cabiknya.

Tapi membayar lima puluh juta? Itu juga mustahil.

Satu-satunya jalan adalah memastikan "Hei Mian" kalah di pertandingan penentuan hari ini.

Bos Mata Satu itu menoleh ke arah wakilnya. "Siapa lawan Hei Mian di pertandingan berikutnya?"

"Berdasarkan undian, lawannya adalah Kuang Lei, murid peringkat 40 dari Pelataran Dalam. Dia spesialis teknik Gada Petir," jawab wakilnya sambil membaca slip giok.

"Kuang Lei..." Bos Mata Satu menyipitkan matanya. "Keluarga Kuang punya hutang judi yang lumayan besar pada kita. Hubungi dia sekarang juga. Katakan padanya hutangnya lunas, dan aku akan memberinya lima ratus ribu kristal tambahan, asalkan dia membunuh Hei Mian di atas panggung! Atau setidaknya patahkan kedua kaki dan tangannya!"

"Tapi Bos, membunuh dengan sengaja di turnamen..."

"Ini arena! Kecelakaan terjadi! Beli pengawasnya juga! Aku tidak mau tahu, Hei Mian harus keluar dari arena dengan tandu mayat!"

Arena Cakrawala - Babak Penentuan Top 100.

Matahari mulai condong ke barat. Sepuluh ribu peserta kini telah tersaring menjadi dua ratus orang yang akan bertarung memperebutkan 100 Kunci Kualifikasi menuju Menara Ujian Langit.

Arena Tiga telah dikosongkan. Ratusan ribu penonton kini memusatkan perhatian pada panggung tersebut. Reputasi "Si Bisu Pembawa Pilar" telah menyebar seperti api liar.

Pengawas melayang di udara, matanya sesekali melirik ke arah lorong dengan tatapan yang sedikit gugup. Cincin penyimpanannya terasa lebih berat dengan suapan dari perjudian.

"Pertandingan Penentuan Kunci Kualifikasi!" seru Pengawas. "Hei Mian, Perwakilan Sponsor, melawan Kuang Lei, Murid Dalam!"

Dari sisi kanan, Kuang Lei melangkah naik. Tubuhnya tegap dan berotot, dikelilingi oleh percikan petir biru yang menyambar-nyambar liar di udara. Di tangannya terdapat sebuah gada berduri yang memancarkan aura kehancuran.

"Kuang Lei! Hancurkan kuli panggul itu!" sorak murid-murid Pelataran Dalam yang merasa harga diri mereka terancam oleh orang luar.

Dari sisi kiri, Long Tian berjalan naik. Topeng setengah wajahnya masih terpasang rapat. Dia memanggul pilar besinya dengan malas, tidak terpengaruh oleh sorakan ejekan dari tribun.

Di Tribun VIP, Han Luo duduk menyilangkan kakinya. Mata abu-abunya menatap tajam ke arah Kuang Lei dan Pengawas di atas panggung.

Melalui Mata Dewa Gerhana yang berkedip samar di balik ilusinya, Han Luo bisa melihat fluktuasi Qi yang tidak wajar pada Gada milik Kuang Lei. Ada segel racun paralisis yang sengaja ditempelkan di durinya. Dan detak jantung Pengawas berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.

"Pengaturan pertandingan," bisik Han Luo pelan pada dirinya sendiri. Dia meraih cangkir tehnya, menutupi senyum licik yang kembali merekah. "Bandar selokan itu mulai panik rupanya."

Di atas panggung, Kuang Lei menatap Long Tian dengan tatapan membunuh yang murni. Dia telah menerima instruksi dari Perjudian. Membunuh pengawal ini tidak hanya melunasi hutangnya, tapi juga akan membuatnya kaya raya.

"Kau beruntung bisa sampai sejauh ini, Anjing," desis Kuang Lei, memadatkan Qi Petirnya hingga lantai giok di bawahnya retak. "Tapi keberuntunganmu habis di sini. Aku akan melelehkan tulangmu menjadi abu!"

Long Tian hanya diam. Dia menurunkan pilar besinya hingga ujungnya menyentuh lantai.

BUM.

Suara tumpul itu bergema di arena. Long Tian memiringkan kepalanya sedikit, seolah sedang meregangkan otot leher.

Di dalam benak Long Tian, suara Han Luo tiba-tiba terdengar melalui transmisi suara yang sangat tipis dan tersamarkan.

"Anak Baru. Gadanya dilapisi racun, dan pengawas sudah dibeli untuk menutup mata. Jangan tahan kekuatanmu lagi. Hancurkan gadanya, dan hancurkan kepercayaan dirinya di depan seluruh Akademi. Biarkan dunia tahu... bahwa monster telah tiba."

Mendengar instruksi itu, mata keemasan Long Tian di balik topeng besi menyala terang. Senyum buas yang haus darah, warisan dari ajaran Bai Ze, terukir di bibirnya.

"Mulai!" teriak Pengawas, sengaja mempercepat aba-aba saat Kuang Lei sudah dalam posisi menyerang.

Kuang Lei melesat ke depan, meledakkan kecepatan petirnya.

"Mati!" raungnya, mengayunkan gada petirnya langsung ke kepala Long Tian.

Kali ini, Long Tian tidak hanya berdiri dan mengayun santai.

Dia menjejakkan kaki kanannya ke belakang, lalu melesat maju menabrak serangan itu.

Tiga puluh persen kekuatan tidak lagi cukup. batin Long Tian. Senior Bai menyuruhku menghancurkannya.

Long Tian melepaskan lima puluh persen dari kekuatan fisik murni Tubuh Naga Iblis-nya. Udara di sekitarnya seketika terkompresi, menciptakan ledakan sonik yang memekakkan telinga.

Dia mengayunkan pilar besinya dari bawah ke atas dengan kecepatan yang melawan akal sehat.

"Apa?!" Kuang Lei membelalakkan matanya saat menyadari pilar besi tumpul itu bergerak lebih cepat dari petirnya.

KRAAAAK... BLAARRR!

Pilar besi Long Tian menghantam gada petir milik Kuang Lei dengan kekuatan absolut. Gada tingkat Bumi itu tidak hanya terpental; ia meledak menjadi serpihan logam di udara.

Namun, pilar Long Tian tidak berhenti. Inersia dari ayunan itu terus melaju ke atas, menghantam lengan dan dada Kuang Lei secara beruntun.

"GAAAAHK!"

Kuang Lei memuntahkan darah yang bercampur dengan kilatan petirnya sendiri. Tubuhnya terlempar ke atas layaknya boneka rusak, melesat setinggi puluhan meter ke udara sebelum akhirnya jatuh menghantam lantai arena dengan suara patahan tulang yang mengerikan.

Dia terkapar di lantai, tidak sadarkan diri, tulang rusuknya amblas, dan seluruh meridian di lengan kanannya hancur lebur.

Satu serangan. Lagi.

Kali ini, tidak ada yang berani bersuara. Tidak ada tawa. Tidak ada ejekan. Hanya keheningan yang dipenuhi teror murni.

Di Tribun VIP, cangkir teh di tangan seorang Tetua Akademi retak karena syok.

Han Luo (Xie Yan) terbatuk pelan, menyapu debu dari jubah putihnya.

"Astaga, Hei Mian," gumam Han Luo dengan suara rapuh yang terdengar jelas di tengah keheningan. "Kulihat kau masih kesulitan mengendalikan tenaga tambangmu. Jangan sampai kau merusak lantai panggung mereka yang mahal."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Mamat Stone
/Smirk/💥
Mamat Stone
/Joyful/💥
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
👻🤣
Mamat Stone
🤣👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
senggol tabok 👊💥
Mamat Stone
senggol bacok /Cleaver/💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!